
Sepanjang jalan Ayu terus menangis dalam pelukan suaminya. Ia tak menyangka putra kesayangannya itu tega menghancurkan hati dan perasaannya hanya demi wanita tak tau diri itu. Ayu merasa ia telah gagal sebagai orang tua.
"Cukup ma, gak usah menangisi anak durhaka seperti dia." Ujar Ezra yang juga merasa sedih karena anak yang ia sayangi tega memilih wanitanya dari pada kedua orang tuanya.
"Bagaimana aku tak sedih pa, aku yang telah mengandung dia selama 9 bulan, aku yang melahirkan dia dan hampir kehilangan nyawaku bahkan aku sampai koma beberapa hari, aku yang menyusui dia, bangun tengah malam hanya demi memberikan dia ASI, aku selalu menemani dia 24 jam, aku yang mengajari dia berjalan dan juga berbicara, aku yang mengajari dia agar menjadi anak yang pintar, aku habiskan waktuku untuk memberikan cinta dan kasih sayang untuknya tapi apa yang aku dapat pa? Inikah balasan dari semua perjuangan dan pengborbananku selama ini pa?" Ucap Ayu sambil menangis.
"Sudahlah ma, jangan memikirkan anak tak tau diri itu. Bahkan papa sangat kecewa padanya. Papa kerja banting tulang agar ia bisa menikmati semua ini tapi ternyata ia malah tega bikin papa sakit hati. Kalau bukan perjuangan papa, mana mungkin dia bisa hidup mewah dan kulyah sampai tinggi. Dia terlalu bodoh, hanya demi wanita murahan dia tega menyakiti kita. Cinta memang telah membutakan mata hatinya, ia tak sadar bahwa selama ini ia telah menghabiskan banyak uang untuk wanitanya itu." Ujar Ezra yang merasa kecea banget dengan sikap Aksa. Dia ingat betul bagaimana dulu perjuangannya untuk bisa memberikan hidup yang layak untuk anak dan istrinya itu.
Dulu ia tak sesukses sekaranga, dulu ia hanya bekerja sebagai karyawan biasa dan gajinya pun tak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya sampai sampai ia harus cari pekerjaan lagi setelah ia pulang kerja. Itupun masih belum cukup apalagi ketika itu Aksa sakit sakitan dan membutuhkan uang banyak hingga Ezra harus mencari pinjeman sana sini.
Dan akhirnya Ezra mencoba untuk membuka usaha sendiri dengan modal seadannya. Namun ternyata membuka usaha sendiri itu tidaklah mudah, bahkan beberapa kali Ezra mengalami kerugian hingga modalnya habis. Ia pun tak pantang menyerah, ia meminjam uang ke Bank dengan jumlah besar dan tempat tinggalnya sebagai jaminan. Dan Al hamdulillah usaha yang ia jalankan pun sukses dan ia bisa membayar semua hutang hutangnya dan rumahnya pun aman, gak di sita bank karena ia bisa bayar hutang + bungannya.
__ADS_1
Namun setelah usahanya mulai berkembang, ia malah di tipu oleh karyawannya sendiri. Uang yang ada di laci di bawa kabur semua hingga Ezra pun tak bisa membayar karyawan lain bahkan untuk modal keesokan harinya juga tak ada. Ezra kembali memutar otak, ia pun meminjam perhiasan istrinya untuk di jual dan ia mendapatkan uang yang lumayan dari uang itulah, ia melanjutkan usahanya agar berjalan lancar tapi ia mulai waspada untuk mencari karyawan yang jujur, percuma pintar jika dia malah jadi musuh dalam selimut. Ezra gak mau kejadian itu terulang lagi hingga akhrinya untuk bisa menjadi karyawannya, mereka harus melewati beberapa tes yang sulit dan hanya beberapa orang yang bisa melaluinnya.
Usaha yang di lakukan oleh Ezra pun berjalan dengan lancar, ia sesekali membawa anak dan istrinya ke tempat usaha itu. Ayu juga tidak berhenti mendoakan suaminya agar semua usaha yang di jalaninya itu bisa bisa berjalan sesuai keinginan suaminya. Ayu dan Ezra juga seringkalli sedekah kepada anak yatim dan fakir miskin karena mereka percaya dengan ia rajin bersedekah. InsyaAllah Allah akan melancarkan rezekinya.
Sejujurnya dulu Ezra Damian adalah anak orang kaya, tapi ayahnya seringkali selingkuh dan mabuk mabukan. Hingga akhirnya ibunya tak tahan lagi hidup dengannya dan memilih untuk bunuh diri dan tak lama kemudian ayahnya jatuh bangkrut karena seringkali kalah judi. Satu tahun kemudian, ayahnya di tangkap karena terbukti mengedarkan narkoba dalam jumlah besar. Dan setelah masuk penjara beberapa bulan, ayahnya mulai sakit sakitan dan drob. Ia di fonis mengidap penyakit kangker karena terlalu banyak minum alkohol.
Setelah ayahnya meninggal, Ezra di titipkan di rumah neneknya namun tak lama kemudian neneknya juga ikut meninggal karena jatuh dan terpleset di kamar mandi. Ezra pun menjadi anak yatim piatu. Dengan tekat yang kuat, ia bekerja walau saat itu usianya masih belasan tahun. Ia bekerja untuk bisa bertahan hidup dan bisa melanjutkan sekolah.
Setelah lulus SMA, barulah ia bekerja menjadi karyawan di sebuah resto namun teman nya memfitnahnya hingga akhirnya ia di pecat. Akhirnya Ezra pun melamar di pabrik sepatu. Di sana Ezra hanya bekerja selama 2 tahun karena ia gak betah, ia pindah lagi kerja di pabrik pembuatan kertas. Di sanalah ia bertemu dengan Ayu. Mereka pun menjalin hubungaan dan akhirnya menikah dengan pesta kecil kecilan.
Setelah istrinya hamil dan melahirkan, lagi lagi Ezra berhenti kerja karena uang yang ia dapatkan juga tak cukup. Ia pun melamar jadi Office Boy di hotel ternama di kota itu. Gajinya pun lumayan tapi karena anak nya sakit sakitan, ia pun bekerja jadi tukang ojek setelah pulang kerja sebagai Office Boy hingga akhirnya ia berusaha untuk membuka usaha sendiri dan kini berkembang pesat.
Perjungannya untuk bisa menghidupi anak dan istrinya itu tidaklah mudah, dari kecil Ezra selalu menderita namun sejak ia mempunyai usaha sendiri dan usahanya berkembang pesat. Sejak itulah, ia bisa hidup bahagia dengan Ayu dan Eksa Apalagi setelah Ezra sudah bisa membuka beberapa cabang, kehidpan Ezra pun mulai membaik bahkan dari segi ekonomi. Ezra juga membelikan istrinya perhiasan yang dulu pernah ia jual untuk buka usaha. Ezra juga sudah mampu membeli rumah dan mobil agar ia enak jika kemana mana.
__ADS_1
Tahun demi tahun berganti, usaha yang di jalani Ezra benar benar berkembang pesat hingga ia mampu membeli beberapa apartemen dan rumah mewah serta beberapa mobil. Ia juga bisa membelkan apapun yang di inginkan oleh anak dan istrinya.
Itulah harta yang kini tengah ia nikmati. Untuk bisa jadi seperti sekarang, itu tidaklah mudah. Banyak ujian yang datang silih beganti, perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Dan sekarang di saat ia mempunyai semuanya, ia lagi lagi di uji dengan putra kesayangannya yang mana ia rela memilih wanita nya dari pada orang tua yang selama ini selalu ada buat dia.
Orang tua mana yang tidak sakit hati melihat anaknya yang kini berubah menjadi anak yang suka membangkan kepada kedua orang tua dan tak lagi menuruti keinginan orang tuanya. Ezra tau, putranya itu bukanlah anak kecil lagi bahkan umurnya sudah kepala tiga, tapi bukan berarti Ezra bisa lepas tangan gitu aja. Ezra tak bisa tinggal diam melihat anaknya di peralat oleh wanita murahan.
Ezra tak bisa hanya duduk manis sedangkan tiap hari wanita itu selalu memoroti uang Aksa yang ia dapatkan dari dirinya. Apakah Aksa tak mikir sudah berapa uang yang ia berikan untuk menghidupi wanita yang bukan istrinya itu.
Sungguh, hati Ezra teriris rasanya melihat putranya seperti itu begitupun dengan Ayu yang benar benar tak menyangka putranya akan berubah menjadi anak yang durhaka pada orang tua.
__ADS_1