
Jam 4 sore, Vita pun sudah di perbolehkan pulang. Andi mengurus semua administrasi nya. Setelah selesai, Andi mengambil kursi roda untuk Vita. Andi menggendong Vita dan menaruhnya di kursi roda. Lalu setelah itu Andi pun mendorong kursi roda itu ke mobil yang sudah di siapkan di depan rumah sakit.
Sesampai di dekat mobil, lagi-lagi Andi menggotong Vita untuk duduk di kursi depan sedangkan kursi rodanya ia lipat dan menaruhnya di jok belakang.
Setelah itu, Andi pun segera masuk ke dalam mobil dan langsung pergi menuju kontrakannya. Selama perjalanan, Andi memilih untuk diam dan hanya sesekali ngomong jika Vita menanyakan sesuatu.
"Kontrakan Mas Andi jauh?" tanya Vita
"Enggak," jawab Andi
"Nanti kalau Mas Andi ambil baju, aku nunggu di mobil aja ya biar Mas Andi gak repot gendong aku terus." ujar Vita
"Iya," jawab Andi tersenyum walaupun sedikit cuek.
Setelah itu tak ada lagi obrolan.
"Mas, muter lagu dong, biar gak sepi gini," ucap Vita setelah 10 menit diam, Andi tak menjawabnya. Ia hanya langsung memutar lagu kesukaannya. Vita menikmati lagu tersebut. Beda dengan Andi, ia malah ingat dengan Alexa karena lagu tersebut seperti mengungkapkan apa yang di rasakan oleh Andi saat ini.
Setelah menempuh waktu setengah jam, akhirnya mereka sampai juga di depan kontrakan Andi. Andi segera turun untuk mengambil bajunya karena kini ia akan tinggal di rumah Vita sesuai janjinya.
__ADS_1
Setelah mengambil bajunya, ia langsung mengunci kontrakannya agar aman dari orang yang jahat yang ingin masuk rumahnya tanpa ijin alias maling.
Andi gak membawa semua bajunya, hanya sebagian aja karena entah kenapa, Andi merasa bahwa dirinya pasti akan kembali ke kontrakan ini.
Setelah mengunci kontrakannya, Andi kembali ke mobil dengan membawa tas besar berisi perlengkapannya seperti baju dan yg lainnya.
Andi duduk di depan sedangkan tasnya ia taruh di kursi belakang.
"Sudah semuanya?" tanya Vita
"Iya," jawab Andi
Vita memberi arahan kepada Andi, dan Andi pun mengikuti arahan Vita. Hingga 45 menit kemudian, ia pun sampai juga di rumah mewah walaupun gak semewah rumah Alexa.
Andi membuka pagarnya sehingga mobilnya bisa masuk ke dalam. Setelah itu, Andi pun mengeluarkan kursi rodanya dari jok belakang mobil. Lalu menggendong Vita dan menaruhnya di kursi roda.
Andi juga menggendong tas ranselnya yang berisi baju, lalu mendorong kursi roda masuk ke dalam. Sedangkan Vita hanya duduk santai menikmati perhatian Andi.
__ADS_1
Andi membuka rumah Vita dengan kunci yang di pegang oleh Vita. Lalu Andi pun mengantarkan Vita ke kamarnya dan membantu Vita untuk berbaring di tempat tidur.
"Oh ya mas, nanti kamu tidur di kamar sebelah aja ya, kebetulan kamar sebelah kosong," ucap Vita.
"Iya, kalau gitu. Aku ke kamar sebelah dulu ya. Kamu kalau ada apa-apa, panggil aja namaku atau telfon aku." ujar Andi
"Iya, kamu istirahat aja. Kamu juga pasti capek kan dari tadi nyetir terus," kata Vita tersenyum. Andi hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Mama sama papa malam ini gak pulang karena mereka ada urusan di luar kota. Jadi kalau Mas Andi lapar, Mas Andi pakai aja dapurku. Anggap aja rumah sendiri," lanjutnya karena memang tadi mamanya chat dan memberitahu dirinya kalau mereka gak bisa pulang. Bisnisnya sedikit bermasalah makannya akhir-akhir ini mereka sibuk sampai gak ada waktu buat Vita.
"Iya, aku ke kamar dulu,"
Setelah itu Andi pun pergi ke kamar sebelahnya. Kamar kosong namun masih tertata dengan sangat rapi.
Entah kenapa, Andi merasa Vita sedang menyembunyikan rahasia besar darinya. Tapi apa??
Andi merasa sesuatu itu berhubungan dengan masa depannya. Andi harap, Andi bisa tau apa yang kini sedang di sembunyikan oleh Vita.
Andi menata bajunya ke lemari yang ada di kamar itu. Setelah selesai, ia segera mandi agar tubuhnya fress dan fikiranya bisa tenang kembali.
__ADS_1