
Hari ini Alexa bangun agak siangan. Ia bangun saat adzan shubuh berkumandang padahal biasanya, ia bangun jam 3 malam. Begitupun dengan Ayunda dan juga Axel. Mereka bangun saat adzan shubuh.
Memang di hp mereka masing-masing, jika waktunya adzan, hp mereka akan berbunyi adzan dengan sangat keras terutama adzan shubuh bahkan mereka sudah mulai ada yang megang sapu dan cucian...
Setelah selesai sholat shubuh. Mereka bertiga langsung lari pagi di sekitar kompleks.
"Sudah lama ya kak, kita gak pernah jalan bertiga gini. Jadi seneng deh, seneng karena bisa olahraga di luar rumah karena kan biasanya kebanyakan olahraga di taman belakang rumah. Dan sekarang lari pagi di sekitar kompleks, jadi suasananya berubah dan gak bosan. Mataku juga bisa liat pemandangan di sekitar. Tapi yang bikin aku sangat bahagia, kita bisa kumpul bertiga gini. Biasanya kita hampir gak pernah seperti ini. Karena Kak Axel dan Kak Alexa sibuk terus terutama Kak Axel yang selalu sibuk dengan pekerjaan dan juga kumpul bareng teman-temannya." ucap Alexa sambil berlari lari kecil di sekitar kompleks.
"Tapi nanti kan kita jalan-jalan. Setelah Kak Alexa dan Kak Axel pulang kerja." ujar Axel.
"Iya dan aku gak sabar nunggu sore hari tiba." ucap Ayunda.
"Sabar. Jangan di fikir, biar cepet." ujar Alexa.
"Hehe iya kak. Eh itu ada pedagang, beli yuk." ajak Ayunda saat melihat ada pedagang padahal ini masih pagi buta.
"Ayo." Merekapun segera menghampiri nenek nenek yang jualan jajan tradisional.
"Nek?" panggil Alexa.
"Iya nak, mau beli apa?" tanya balek nenek nenek itu.
"Saya mau beli ini sama ini." ucap Alexa sambil menuju karena Alexa bingung gak tau nama makanan tradisional itu.
Nenek itu mengangguk dan langsung melayani pesanan Alexa.
"Ini nak." ucap nenek itu sambil memberikan kue yang di pesan Alexa.
Alexa pun mengambilnya, dan setelah itu gantian, Ayunda yang menunjuk jajan yang dia inginkan. Nenek itu kembali melayani keinginan Ayunda dan terakhir Axel.
"Berapa semuanya nek?" tanya Alexa
"15 rb." jawab Nenek itu.
Kebetulan Alexa membawa uang 50 rb.
"Ini nek." ucap Alexa sambil memberikan uangnya. Nenek itu mengambilnya dan setelah itu memberikan kembaliannya.
"Kak, makan di sana yuk." ajak Ayunda.
"Ayo."
Mereka pun makan di pinggir jalan sambil duduk, mereka tak peduli jika nanti celana mereka kotor.
"Enak banget ya kak." ucap Ayunda sambil makan cemilannya
"Iya." jawab Alexa. Ia juga menikmati jajan yang ia pegang.
"Nanti kalau ada waktu, buat ini ya." ujar Axel.
"Baiklah, akan aku coba." ucap Alexa.
Setelah selesai, mereka pun kembali melanjutkan lari paginya. Hingga setengah jam kemudian, mereka memili untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 pagi.
__ADS_1
"Bi?" panggil Alexa.
"Iya non." jawab bibi.
"Ini ada uang 150 rb, bibi Belanja ya sama tukang sayur depan rumah. Terus sekalian masak ya bi, soalnya hari ini aku malas buat masak sendiri. Terserah bibi, mau masak apa." ucap Alexa.
"Baik non." jawab bibi. Setelah menerima uang 150 rb dari Alexa. Bibi itupun pergi buat belanja.
Sedangkan Axel, Alexa dan Ayunda duduk santai di samping rumah sambil melepas rasa lelah.
"Aby sama umy kapan pulang?" tanya Ayunda yang memang belum tau bahwa Adzriel dan Zahra memperpanjang kepergiannya.
"Seminggu lagi." jawab Alexa.
"Bukannya mereka cuma pergi 3 hari?" tanya Ayunda.
"Tadi malem aby chat kakak, dan mereka bilang bahwa mereka di sana satu minggu bahkan bisa lebih mengingat kondisi Opa Dedi semakin kritis." jawab Axel.
"Hemmm gitu. Iya sudah deh gak papa. Toh di sini ada Kak Axel dan Kak Alexa." jawab Ayunda.
"Kayaknya kamu seneng ya mereka pulangnya lama?" tanya Alexa.
"Iya karena dengan begitu, aku lebih bisa dekat dengan Kak Alexa dan Juga kak Axel. Karena kalian berdua harus jaga dan lindungi aku selama aby dan umy gak ada." jawab Ayunda tersenyum yang membuat Axel gemas.
"Iya sudah, kalau capeknya udah hilang. Ayo mandi, ini sudah hampir jam 6. Kita harus mandi dan bersiap-siap. Kayaknya bibi juga sudah selesai belanja dan sedang masak. Kayaknya entar lagi dah mateng." ucap Alexa.
"Iya udah, ayo kak." ujar Ayunda.
Setelah itu mereka bertiga, langsung masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke kamar masing-masing.
Selesai sholat mereka langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi.
Di meja makan, sudah tersedia nasi dan lauk pauknya.
Mereka pun segera ngambil nasi dan lauk pauknya. Mereka makan bersama dengan sangat nikmat.
Setelah selesai makan, Axel langsung pergi ke kantornya sedangkan Alexa mengantarkan adiknya ke sekolah.
"Aku berangkat dulu ya." ujar Axel.
"Iya kak, hati-hati di jalan." ujar Alexa dan Ayunda.
"Assalamualaikum." ucap Axel.
"Waalaikumsalam."
Setelah itu Axel langsung masuk mobilnya dan pergi.
"Ayo kak." ujar Ayunda yang juga sudah siap mau berangkat sekolah.
"Iya ayo." ucap Alexa. Alexa hanya menutup pintunya tapi tidak menguncinya karena di rumah ada beberapa asistennya.
Dan takutnya nanti mereka mau keluar mau beli sesuatu.
__ADS_1
Setelah menutup pintu, mereka segera masuk ke dalam mobil.
Dan setelah itu, merekapun langsung berangkat.
"Kak?" panggil Ayunda.
"Iya ada apa?" tanya Alexa.
"Aku kayaknya lulus SD mau mondok aja sambil sekolah. Menurut kakak gimana?" tanya Ayunda.
"Bagus dong, kakak setuju dan kakak yakin, aby dan umy pun pasti sangat setuju." jawab Alexa.
"InsyaAllah aku akan mondok di jawa timur kak. Aku ingin menimba ilmu agama lebih dalam lagi." ujar Ayunda.
"Sip, sebenarnya ilmu agama itu jauh lebih penting dari pada ilmu umum. Dulu juga kakak sebenarnya dulu pengen mondok tapi ya karena Kak Axel gak betah dan ngajak pulang terus. Akhirnya kakak dan Kak Axel cuma mondok 2 hari. Tapi gak bisa di katakan mondok karena terlalu sebentar hehe." ucap Alexa tertawa.
"Andai aku punya saudara kembar juga pasti aku akan bahagia seperti kakak." ucap Ayunda.
"Walaupun kamu gak ada saudara kembar tapi kan ada kakak dn juga kak Axel yang akan nemenin kamu terus." ujar Alexa.
"Kakak gak mungkin bisa nemenin aku sepanjang hari seperti saat dulu kak Axel dan kak Alexa selalu berdua kemana-mana. Sekolah berdua, belajar berdua, kemana-mana selalu berdua. Bisa ada temen ngobrol dan gak pernah kesepian. Beda sama aku." ucap Ayunda.
"Hidup itu harus di nikmati, di syukuri. Gak boleh ngeluh terus. Kamu itu sangat-sangat beruntung karena di luar sana ada orang yang hidupnya gak seberuntung kamu." ujar Alexa yang tiba-tiba ingat dengan masa lalu Afifah yang begitu memperihatinkan. Ingin rasanya Alexa ngajak Afifah jalan-jalan atau sekedar ngobrol bareng tapi saat ini Alexa belum waktu untuk mengajaknya tapi paling tidak, kini Alexa sudah punya nomernya.
"Iya juga sih kak. Aku selalu aja merasa iri, dan jarang bersyukur." ucap Ayunda yang menyadari kesalahannya.
"Tidak bersyukur adalah sifat yang tidak disukai oleh Allah.." ucap Alexa menjelaskan.
"Iya kak, aku faham sekarang. Terimakasih ya kak, sudah ingetin aku." ujar Ayunda.
Dan tak lama kemudian, merekapun sudah sampai di depan gerbang sekolah Ayunda.
Alex dan Ayunda pun segera turun dari mobil.
"Kamu belajarnya yang rajin ya biar nanti naik kelas terus juara satu. Jangan nakal dan jangan suka bully teman kamu. Jika kamu yang di bully, kamu harus melawan gak boleh diem. Oke." ujar Alexa.
"Iya kak " jawab Ayunda.
"Ini uang saku kamu, 20 rb." ujar Alexa sambil memberikan uang 20 rb yang ia ambil dari dalam dompetnya.
"Makasih ya kak." ucap Ayunda sambil menerima uangnya.
"Iya sama-sama. Sana gih masuk. Nanti telat." ujar Alexa.
"Iya kak. Assalamualaikum." ucap Ayunda sambil mencium tangan Alexa.
"Waalaikumsalam." Setelah itu, Ayunda pun langsung pergi menuju kelasnya. Namun sesaat kemudian, Edwin lewat hanya saja gak seperti biasanya. Edwin melewatinya begitu sana.
"Kenapa dengan dia? Tumben gak nyapa, biasanya juga kalau ketemu, langsung nyamperin aku. Apa dia gak liat ada aku di sini? Atau emang dia sengaja ingin menghindar dari aku? Tapi kenapa? Bukankah tadi malam masih baik-baik saja." gumam Alexa. Tapi ya sudahlah, Alexa bisa tanyakan langsung nanti saat Edwin ke rumahnya untuk ngajar Ayunda les. Sekarang Alexa harus sgo ke rumah sakit karena ia bisa telat kalau cuma memikirkan sikap Edwin yang seperti menghindari dirinya.
Sedangkan Edwin ia memang sengaja jaga jarak setelah ia tau, bahwa Andi sangat menyayangi dan mencintai Alexa. Dan Edwin harus mengalah demi sahabatnya itu.
Edwin sebenarnya juga menyukai Alexa tapi baginya Andi jauh lebih penting dari pada perasaannya sendiri. Lagian Edwin yakin kelak ia bisa membuang rasa suka itu. Dan Edwin yakin kelak ia bisa menyukai wanita lain selain Alexa.
__ADS_1
Dan Edwin berharap Andi dan Alexa bisa bersatu karena Edwin sangat ingin melihat sahabatnya bahagia karena bersatu dengan orang yang sangat di cintanya.