Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kesepakatan


__ADS_3

Cecil mengetuk pintu kama Keara. ia baru saja pulang kerja.


"Kia aku mau bicara sebentar". Kiara mengeser poaisinya yang sedang repahan di atas tempat tidur. Cecil ikut rebahan di samping Keara. keduanya memandang langit-langit kamar yang didesain dengan hiasan warna-warni.


"Kau tau tentang asisten tuan Bram Admaja itu?".


kakak pasti mau bertanya soal Hyuk. kumohon kak, kau sudah di jodohkan dengan Petra jadi jangan mengganggu Hyuk-ku. Keara.


"Iya tau'.


"Apa kalian dekat?".


"Ya cukup dekat sebgai teman". Keara memang tak ada hubungan apapun dengan lelaki itu. jadi ia pasrah saja.


"Dia sedikit kaku ya, tapi wajahanya tampan". senyum Cecilia terkembang mengingat wajah Hyuk dan tingkah lelaki itu sewaktu di rumah mereka kemarin di acara makan malam.


"Dia memang sangat kaku dan arogan kak". Keara menambah kata arogan agar Cecil tidak tertarik pada Hyuk lagi.


mau bagaimana lagi lelaki itu memang arogan. Keara.


"Benarkah?, aku penasaran sekali dengannya".

__ADS_1


"Bukan kan Petra juga tampan dan menawan".


"Iya, tapi aku kurang suka dengannya. sedikit banyak aku tau reputasinya dari teman ku. dia itu playboy kelas kakap Kia".


"Tapi setiap orangkan bisa berubah kak".


"Kalau begitu kau saja dengannya dan rubah dia. biar aku bersama tuan Hyuk itu".


Keara merasa percuma. ia sudah mencoba agar Cecil tidak jadi suka pada Hyuk tapi nyatanya tidak berhasil. Keara merasa saingannya begitu berat. melihat Cecil bak putri dengan kecantikannya dan Keara bak kodok dengan kecerobohannya. Keara menutup wajahnya dengan bantal. ia pura-pura tidur agar Cecil berhenti bertanya soal Hyuk.


"Kia bagaimana kalau aku dengan tuan Hyuk serasi bukan?". tak ada jawaban Keara benar-benar tertidur. Cecil yang sebal bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar adiknya.


***


"Sayang ku rasa Ariani menyukai tuan Hyuk".


"Benarkah?". Bramasih mengelus perut istrinya.


"Iya sayang, gadis itu baik dan lucu".


"Hyuk juga suka padanya". Ariani terkesiap senang dengan jawaban Bram barusan.

__ADS_1


"Tuan Hyuk bercerita padamu tentang gadis itu?".


"Tidak, hanya aku menebak saja". Ariani sesikit kecewa ia kira Hyuk memang mengaku pada Bram kalau ia menyukai gadis itu. tapi biasanya tebakan Bram tidak meleset. Ariani berharap mereka berdua berjodoh nantinya.


"Sayang sejak kapan tuan Hyuk bekerja pada mu?".


"Sejak delapan tahun lalu ".


"Dia setia sekali ya sayang dan patuh pada mu".


"Dia memang harus begitu karena aku menggajinya dengan nominal yang tidak kecil".


"Sayang apa boleh aku menjodohkan Hyuk dengan Keara?".


"Terserah pada mu saja".


"Bagaimana dengan Petra dan Cecilia apa ada perkembangan dengan pendekatan mereka?".


"Kurasa Petra tak menyukai gadis itu. ia malah terliht tertarik dengan Keara".


"Tapi Keara suka dengan Hyuk bukan dengan Petra".

__ADS_1


"Berhenti membahas mereka dan istirahatlah". Bram mencium pipi Ariani dan memeluknya. tak lupa ia menyelimuti istrinya agar hangat. Bram menepuk-nepuk pundak Ariani sampai Ariani terlelap.


__ADS_2