
POV lifah
Keesok hari nya lifah benar-benar kesal sekaligus jengkel di buat oleh orang tuanya . Mereka mempertanyakan soal Ahmad mantan calon suami 10 tahun lifah yang terciduk selingkuh itu . Orang tua lifah seakan tak percaya jika ternyata hubungan mereka kandas , mereka lebih terlihat tidak suka dengan keputusan lifah mengakhiri hubungan mereka . Sebelumnya lifah memang tak memberitahukan orang tuanya karena ia tahu mereka pasti akan kecewa , tapi belum lifah memberikan alasan nya orang tua nya sudah lebih dulu meminta lifah kembali dengan Ahmad . Mereka bahkan membual tentang ini semua pasti salahnya lifah ,
Sore hari yang melelahkan , lifah mengkunci smiling flower . ia sengaja pulang lebih lambat meskipun qayla dan Melda sudah menawarkan tumpangan padanya ,
Saat Ia hendak melangkah pergi .
" sudah lama tak jumpa . " Seru Ahmad menyapa lifah
" Uhff .. Aku tidak punya waktu untuk orang seperti mu ! " Ujar lifah
" Belum terlambat , jika kau ingin kita kembali . Orang tua mu juga menginginkan hal itu kan , ayo kita menikah " seru Ahmad
Lifah membual senyum , " kau itu lucu ya . Aku bahkan tak terpikir hal itu , perlu kau tahu aku tidak akan mau mengulang membaca buku yang sama untuk kedua kalinya . Tidak akan seru lagi ! "
" Kau yakin tidak akan menyesal . Paling tidak pikirkan orang tua mu . Meskipun tidak seru lagi tapi akan ada kepastiannya . Tidak seperti hubungan kau dengan orang kaya itu , kau masih memiliki waktu untuk memikirkan perkataan ku "
Membuat lifah mengingat status nya yang hanya sekedar melakoni drama pura-pura memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Ian tak lebih dari itu .
" Silahkan pergi . Jika tak ada lagi yang ingin kau sampaikan. " ucap lifah benar-benar tak mood
" Aku sudah tahu hubungan seperti apa antara kau dengan orang kaya itu . Hubungi aku kapanpun " ucap Ahmad pergi , ternyata sebelumnya Ahmad selalu menyelidiki lifah . Ia bagai tak ingin kehilangan lifah meskipun ia salah ,
Sepeninggalan Ahmad , lifah benar-benar enggan untuk melangkah . Mood nya benar-benar hancur berkeping-keping setelah kedatangan Ahmad ..
" Hei , kenapa kau masih di sini ! Bukankah seharusnya smiling flower sudah tutup " Seru ian memunculkan dirinya setelah lama ia mendengar isi percakapan lifah dengan Ahmad
" Ah , tadi aku sedikit perlu mengurus sesuatu di sini . Bagaimana dengan mu ? Kenapa di sini ! "
" Aku juga . Tidak sengaja mampir ke sini . kupikir smiling flower membutuhkan ku " seru Ian yang hanya di respon Helaan nafas tak nyaman lifah
" Kalau bersedia , mau minum bersama ?" Sambung Ian yang di toleh lifah .
Kini mereka pun tengah berada di sebuah cafe , Ian mengesap minumannya sementara lifah mengembalikan fokus nya setelah lama terdiam .
" Ah ya bagaimana dengan orang tua mu . Apa mereka masih meminta mu menemui seseorang ? " Tanya lifah
" Mereka berhenti melakukan nya setelah kita makan malam bersama .. "
Lifah hanya memaksa senyumnya sesaat . Ian meliriknya ..
" hari mu buruk ? " Seru Ian yang segera membuat lifah menoleh nya
" Bukankah sudah jelas ? " Sahut lifah
" Yaa .. "
" Hmm aku jarang menyesali sesuatu . Namun , pada saat ini , aku merasa menyesal ." Ujar lifah
" Menyesali apa ? "
Lifah terdiam sesaat , " Ahmad . "
" Tapi kenapa ? Bukankah kau sudah memutuskan kan nya . "
" Ya . Kamu benar , namun pikiran ini terus muncul . ' bagaimana jika aku tidak memutuskan mengakhiri hubungan ku dengan nya . mungkin saja orang tua ku akan kembali merasa senang ' "
" Kamu benar-benar berpikir . Keadaan bisa saja berbeda tanpa keputusan yang kau ambil ? " Seru Ian , " kamu tahu keadaan tidak akan berbeda , bukan ? " Lanjut Ian menatap lifah . mata mereka saling bertemu ..
" Kamu hanya melakukan Sesuatu yang seharusnya . Kamu tidak perlu menyesali lagi apa yang sudah terjadi . " Ucap Ian yang membuat lifah tersenyum sambil menahan air matanya yang berkaca-kaca
" Kau mencoba menghibur ku sekarang ? " Seru lifah tersenyum getir
" Aku membuat penilaian . Kurasakan itu pasti menghibur mu " mendukung lifah
" Benar . Itu Lumayan .. " ucap lifah masih dengan memaksimal kan senyumnya
" Kalau begitu , anggap saja ucapan ku memang menghibur " sahut Ian tersenyum mengesap kembali minumannya
" terimakasih . Kurasa aku ingin mendengar nya .. " ujar lifah yang di tatap Ian tanpa sadar air matanya mengalir
" Ahh ada apa dengan ku haha .. maafkan aku " gumam nya menyekap pipinya lalu Ian memberikan nya tisu masih dengan melihat lifah
" Menangis lah saja sepuas hati mu . Tidak akan ku lihat .. "
seru ian dengan dialog yang sama kala di pantai saat lifah menangis sejadi-jadinya mengetahui perselingkuhan Ahmad ,
Lifah pun akhirnya kembali terisak menangis ...
Sudah beberapa hari ini qayla , Melda dan lifah sibuk dengan urusan smiling flower yang semakin ramai dan banyak pesanan belum lagi mereka juga sering kali ikut-ikut event di beberapa perusahaan WO (wedding organizer) dan saat mereka ingin menghabiskan waktu bertiga bersama , qayla di sibukkan dengan raii yang terus ingin bersama nya sepanjang hari . Dan yang paling membuat Melda geleng-geleng kepala adalah dengan kelakuan raii yang ingin ikut pergi juga bersama qayla ke rumah lifah .
Tapi akhirnya mereka bisa berkumpul bersama menghabiskan waktu bertiga , setelah kesibukan mereka . Mereka bersulang senyum ,
" Aku dengar . Raii terus bersama mu seharian . Bagaimana cara mu melepaskannya ? " Ujar lifah menenggak coka-cola
" aku melihat nya , dia memohon untuk ikut membawanya juga . Huyuhh Raii seperti anak anjing besar . Dia bahkan merengek .. " sahut Melda tersenyum
" Seharusnya kamu membawa nya . " Ucap lifah
" Eyy , kita juga perlu waktu berbincang bertiga kan "
" Benar , tapi aku melihat nya bekerja begitu keras hari ini . Aku yakin dia dan ahyar akan langsung tertidur saat pulang hari ini " ucap Melda masih tersenyum
" Mereka bekerja ? " Tanya lifah
__ADS_1
" Kamu tidak melihatnya karena tidak ada di smiling flower tadi , mereka menempelkan semuaa stiker paket label smiling flower " kata Melda
" tapi Kenapa ? " sambung lifah
" Apa lagi karena mereka tidak mau istri-istri mereka yang cantik ini kelelahan karena kau pergi "
" Uwah segitunya ?! , itulah cinta sejati ! " Ucap lifah yang membuat qayla tersenyum
" Aku tahu dia suamiku , tapi dia manis sekali ! Ahhh dia manis sekalii .. manisss ... " seru qayla receh dengan suaranya yang tipis sambil menutup mukanya malu membuat lifah menutup telinganya pengang . sementara Melda menatapnya sedikit capek dengan hembusan nafas nya .
" Uhff , namun kau tahu lif . Raii membuat semua stiker itu jadi sia-sia setelah ia bekerja keras karena salah meletakan nya . semuanya ! " jelas Melda yang di respon tawa geli oleh lifah
" Eay itu karena ia cenderung mati-matian melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh . Tapi kau tahu kan dia tampan " bela qayla
" Haha , Ahyar jugaa sama tampannya . " Sahut Melda tak mau kalah
" raii , bos hebat dan fenomenal " seru qayla
yang mulai di lirik keduanya oleh lifah dengan tangan sambil memegang cemilan yang mendadak pula mager ia masukkan ke dalam mulutnya karena melihat dua sahabatnya tengah saling bersahutan membandingkan siapa yang paling baik di antara suami mereka ,
" Ahyar adalah sekretaris terbaik di bidangnya . Dia ada di tingkat lain , dia jauh di atas sini " ujar Melda meninggikan tangan nya
Yang lagi-lagi membuat lifah melirik sinis Melda dan qayla
" Haruskah ku beritahu soal raii ? Dia adalah Presdir yang merajai perusahaan ! . Siapa yang tidak kenal raii . "
" Ahyar terpilih sebagai pria paling terpopuler di kantor "
" Raii adalah pria paling populer di seluruh Jakarta ! "
" Engga , raii yang paling populer . Dia tampan sekali ! " Ucap qayla
Membuat lifah muak menenggak kembali coka-cola nya mendengar pertengkaran dua sahabatnya yang tak kunjung mau kalah dan berhenti . Sambil menyenderkan kepalanya di ujung sofa merenungkan kegalauan tentang perasaan nya yang terus tumbuh dan tentang Ian yang masih sepenuhnya menaruh hati pada qayla. sementara hatinya sudah semakin jatuh pada Ian . Kesal memikirkan itu dan melihat sahabatnya ia meletakkan kaleng coka-cola dengan keras ..
\*\*\*
Esok harinya smiling flower tutup lebih awal , lifah dan qayla sedang berada di sebuah cafetaria berehat sejenak setelah bekerja .
" Uhfff .. " Helaan nafas berat lifah sambil mengaduk-aduk minumannya
" Ada apa ? . Apa ada masalah ? Kau seperti nya begitu gelisah " seru qayla
" Masalahnya . Jadi , ada pria yang kupikir hanya memedulikan dirinya sendiri . Tapi aku baru tahu ia melakukan sesuatu yang berkesan untuk ku , anehnya dia bukan tipe orang yang akan melakukan hal seperti itu untuk ku . Bagaimana menurut mu ? "
" Eum .. jika dia memang hanya memedulikan dirinya , itu artinya dia pasti menyukai mu "
" Menyukaiku ? "
" Ya , " jawab qayla mengangguk
" Tidak mungkin . Itu mustahil . " sanggah lifah mengingat perasaan Ian pada qayla . " Hmm qay . sejujurnya Ada seseorang yang ku suka dan aku tidak ingin menyembunyikan nya dari mu . Aku akan beri tahu lebih dahulu agar tidak ada kesalahpahaman .." seru lifah yang akan memberitahukan siapa seseorang itu tapi ,
" Ian , bukan ? " Sahut qayla lebih dulu menyebutkan nya
" Apa ? Bagaimana kamu tahu ? " Ucap lifah gagap
" Akan lebih aneh jika aku tidak tahu , aku
__ADS_1
Sudah lama mengenal mu . Jadi Kenapa aku harus salah paham ? "
" Ah itu . kamu tidak ingat . Kalau begitu Lupakan saja , "
" Lalu , apa kalian sudah berpacaran ? "
" Uhff sepertinya akan terlalu sulit .. ia sangat sulit untuk ku jangkau qay , lagi-lagi seperti nya hanya aku yang baper dalam cerita ini . "
" Tidak mungkin .. "
" Uhf pada kenyataannya begitu , kedekatan kami hanya sekedar peran dalam drama . Kau juga tahu bukan Ian masih menaruh hati dengan mu meskipun aku juga tahu kau sudah bahagia bersama raii . " lirih lifah
" Maafkan aku ... " Gumam qayla
" Eayy tidak , kamu gak salah apapun . Karena kita tidak bisa menyalakan cinta , kita juga tidak bisa merencanakan pada siapa hati kita akan berlabuh kan qay "
" ah ! Di mana lifah ! yang begitu percaya diri tingkat tinggi dan super duper ahli dalam soal percintaan hah ! . wah sepertinya aku melewati banyak obrolan .. " seru Melda bergabung duduk
" Hei ! Apa kau akan menyerah ! ." Ucap Melda
" Ku rasa aku sudah begitu nyaman dan menikmati peran ku di dalam drama yang ian buat . Sampai membuat ku lupa jika hubungan yang kita buat itu hanya bagian dari isi drama saja , jujur aku semakin takut membayangkan realita nya . Aku takut jika hati ku semakin jatuh terlalu dalam pada nya yang tak memiliki perasaan apapun pada ku , parahnya aku juga begitu nyaman berinteraksi dekat dengan keluarganya . Yang lebih ku takuti bagaimana jika nantinya moms ian tahu soal ini , katanya jika sesuatu saja sudah di awali dengan yang gak baik pasti seterusnya akan menimbulkan hal yang gak baik lainnya juga kan . Aku hanya ingin semua kembali ke tempatnya , semua berjalan seperti semestinya dengan aku yang mengakhiri ini . Aku memulainya sendiri ,
Aku bisa mengakhirinya sendiri . " Ucap lifah melihat qayla dan Melda tersenyum
Membuat qayla dan Melda menatapnya , ini pertama kalinya mereka melihat lifah Keos begitu . biasanya ia kan maju pantang mundur apa lagi soal pria yang masuk sebagai daftar kekasihnya .
" Tetap saja itu tidak mudah .. " seru qayla yang lebih dulu memahami periode yang di mana di namakan cinta bertepuk sebelah tangan meskipun ending nya cinta itu tak bertepuk sebelah tangan tapi . Ada proses yang sangatt luar biasa gak mudah di jalani . di balik itu ,
" Uhff .. " lifah membuang nafas kasar tampak begitu lelah meletakkan kepalanya di meja
" Jadi , kamu diam-diam menyukai Ian . Sejak terpesona saat itu ? " Ujar Melda
" Tidak . Itu kali pertama aku merasa gugup , tapi bukan rasa suka " seru lifah
" Kalau begitu , apa yang membuat mu benar-benar jatuh cinta pada nya ? " Sahut Melda
" ouh .. saat aku menangis di hadapan nya , ia memberi ku rasa nyaman sambil berkata . ' Menangis lah saja sepuas hati mu . Tidak akan ku lihat ..' "
" Jadi , kamu jatuh cinta padanya saat dia membiarkan mu menangis di hadapan dengan rasa nyaman . " Seru qayla melihat sahabatnya itu
" Eay astaga . Tidak , hal semacam itu tidak membuat ku terkesan . Karena aku juga sering melakukan itu dengan kalian"
" Apaan si , aku tidak tahu kemana arah pembicaraan ini . Lalu apa ? " Sahut Melda
" Setelah selesai dari restoran tempat ia menolak wanita cantik nan imut kala itu , kami pergi ke pasar malam . Menikmati vibes di sana , kami membuat tembikar tanah liat . Lalu ia mengajari ku caranya menaikkan sepeda sampai membuat ku bisa menggunakannya . Kemudian saat jalan pulang dengan begitu mengayomi ia memenangkan anak kecil yang kala itu menangis sesenggukan parah karena kehilangan orang tuanya , dengan lembut ian memberikan pelukan hangat menggendong anak itu sampai kami menemukan orang tuanya . Saat yang bersamaan pula aku kehilangan jejaknya karena banyak orang yang lalu-lalang dari dua arah tetapi ia kembali berkata , ' tetep di samping ku kalau tidak nanti aku bisa kehilangan mu .' ucap nya lalu mengandeng tangan ku sampai kita berhasil menemui orang tua anak kecil itu " seru lifah
" uwah kamu ini dramatis sekali .. " sahut Melda tepuk tangan menyenggol qayla untuk tepuk tangan juga
Sementara lifah mengesap minumannya ..
" Ian yang menyebabkan ini , bukan ? " Seru qayla menatap Melda
" Tentu saja ! .. " sahut pasti Melda
\*\*\*
\-
\-
\-
__ADS_1
... ***jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻***...