Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
segala yang sengaja tidak ingin aku ingat


__ADS_3

di mobil ~


" Aih melihat mereka tuh jadi ingat kembali ke masa-masa muda dulu , Melda itu beruntung sekali ya pagi-pagi sudah mendapat buket bunga " seru Dina begitu dialog sendiri di tengah perjalanan


Sedangkan ahyar dengan ekspresi datar diam seribu bahasa hanya terus fokus menyetir hingga tiba di kediaman keluarga Nugraha .


" Terimakasih yah .. " Seru Dina keluar mobil


" Ehm , sama-sama Tante " jawab Ahyar menacap gas kencang laju mobilnya kembali ke kingdom IT . Saat itu jalanan juga tampak begitu longgar tak sepadat seperti pagi hari ,


Sesampainya di kingdom IT , ia berjalan begitu dingin dengan wajah datar berlalu melewati ruangan raii begitu saja menuju ruangan nya ..


raii mengangkat kedua alisnya heran melihat Ahyar yang baru saja berlalu ,


Kini ahyar sudah berada di ruanganya , ia berdiri diam dengan tangan di saku celana menatap keluar jendela


" Ada apa ini dengan ekspresi lu" Tanya raii begitu saja masuk ke ruangan Ahyar


Tak ada jawaban dari ahyar ..


" Shttt , apa terjadi sesuatu ? " Ujar raii menyeringit , yaa !!


" Tidak ada ! " Sahut ahyar dingin tanpa bergerak sedikitpun


" Cih , gua kenal lu udah bertahun-tahun lamanya jadi mana mungkin tidak ada sesuatu yang terjadi . Ekspresi lu menunjukkan semua nya , jadi apa ? " ucap raii


Ahyar melihat raii , " bukan apa-apa , gua lagi gak mood ajah untuk bahas apapun jadi gua akan kembali berkerja " serunya duduk di meja kerja nya .


Raii menatap datar Ahyar kembali keruangan nya , " sebenarnya ada apa dengan nya ? , Tidak mungkin karena pergi ke mall kan " gumam raii


Raii menatap ponselnya , " uhff ia juga tak kunjung mengirim pesan pada ku , aku merindukan nya " langsung menelpon


" Qayy , ponsel mu berdering .. " ucap lifah


Qayla menoleh lalu menghampirinya ,


" Dari suami tercinta " sambung lifah tersenyum


Qayla pun kemudian mengangkat nya , " halo assalamualaikum " ucap nya


" Waalaikummusallam sayang , " sahut raii


" Kenapa ? "


" Sayang , nona raii Nugraha aku merindukan mu sayang " lirih raii


" ( ...) "


" oh astaga kenapa wajah mu Merah sekali , ya ! raii kau bicara apa dengan qayla sampai membuat wajahnya seperti kepiting rebus " ucap lifah tertawa lalu pergi


Qayla langsung melihat lifah ,


" Ohh , benarkah sayang ? " Ucap raii senang


" Ehm , tidak wajah ku biasa saja " jawab qayla cepat


Mode panggil beralih video call ~


Drettt .. drett ..


" Ouh " gumam qayla menolaknya


" Kenapa di tolak , biarkan aku melihat wajah mu " pinta raii


" Aku tidak bisa mengangkat nya sekarang " seru qayla malu memperlihatkan wajah yang memerah


" Haha .. " raii begitu senang , ah rasanya suasana ku kembali membaik "


" Ada apa ? , Kamu bisa cerita dengan ku . "


" Ini tentang Ahyar , setibanya dari mengantar ibu ia tampak begitu aneh , raut wajahnya terlihat tidak baik , aku datang menanyakan nya tapi ia bahkan tidak menjawab nya . " Cerita raii


" Eum Waktu ibu ke toko aku belum sempat melihat Ahyar , karena ibu meninggalkan Ahyar dan Melda di depan . Oh iya sebelum ibu pulang pemuda yang waktu itu datang ke toko , datang kembali membeli buket bunga lalu kembali memberikannya dengan Melda . Apa jangan-jangan .. "


" ah jadi dia cemburu ! "


" Tapi saat aku menyusul ibu kedepan , aku tak melihat ahyar berada di sana " Gumam qayla


" sayang nanti ku jemput kita makan siang bersama , aku begitu merindukan mu "


" Qaylaa , ihhh ada kabar yang sangat menggembirkan , kita baru saja dapat orderan untuk jam 12 siang ini , 10 buket bunga . Jadi ayu kita kerjakan sekarang " seru lifah senang dan bersemangat , eh maaf ya aku tidak tahu jika kau masih teleponan lanjutan saja hehe . kalau gitu aku akan mulai merangkai nya duluan "


" Tung .. tungguu , raii kalau begitu aku tutup dulu yah dan saat makan siang ini aku akan mencoba menanyakan nya dengan Melda . Kau jangan lupa untuk makan siang juga dah , tutt , tuttt , tuttt .." tutup qayla meletakkan ponselnya lalu menyusul lifah


" Say .. sayang .. " gumam raii melihat ponselnya , uhff itu tandanya aku tidak bisa makan siang berdua dengan nya lagi " ucap raii melempar pelan ponselnya


Lalu mereka pun kembali bersibuk masing-masing ,


***


Dan tiba lah suara adzan Dzuhur berkumandang yang berarti sebagai pengingat jam istirahat makan siang tiba juga .

__ADS_1


" Ah Alhamdulillah kelar .. " ucap melihat


" Iyah , Alhamdulillah .. " sahut qayla


" Wahh akhirnya makan siang juga , makan di resto depan yuk , katanya makanannya enak-enak " ujar lifah


" Kata siapa ? " Tanya melda


" Iya kata para netizen di google aku lihat kolom komentar nya , yukk udah laper


nih . "


Qayla melihat Melda begitu juga dengan Melda ..


" Aduh kalian ini kita itu mau makan siang tau kenapa kalian malah jadi lihat-lihatan , udah ah ayuuk " ucap lifah menggandeng dua sahabatnya itu keluar toko ,


~ close ~ tutup lifah kembali tulisan di pintu toko lalu kembali mengapit dua sahabatnya


" Lepas ih , aku sama qayla bisa jalan sendiri tahu " ucap Melda


" Yeah lagi kalian tuh ya ! , kamu gak tahu nih cacing di perut ku udah demo semua . " Seru lifah jalan yang di ikuti qayla dan Melda


" Ihh Cepetan dong jalannya ! " Teriak lifah


" Apa orang laper memang selalu bersikap emosional ? " Ucap qayla


" Seperti nya tidak berlaku pada kita buktinya kita juga laper tapi tidak emosional , kau tahu slogan laper galak , kenyang bego di peruntukan untuk seseorang yang seperti itu " seru Melda sedikit membulatkan kedua matanya dengan qayla yang berjalan di sampingnya .


Dan tibalah mereka di restoran yang tak jauh dari tokoh bunga ,


" Mba saya pesan , ini , ini , ini dan ini lalu minumnya jus jeruk . Terus kalian pesan apa ? " Ujar lifah


Qayla dan Melda auto memandang lifah dengan banyaknya menu yang ia pesan ,


Sedang pelayan pun menatap kami ,


" Ah saya pesan ini dan es teh saja mba ," seru qayla


" Kalau saya ini dan minumannya es teh juga sudah itu saja mba " sambung Melda


" Baik mohon di tunggu sebentar " ramah pelayanan itu Lalu pergi


Tak lama beberapa hidangan yang kita pesan sudah datang di meja makan kita , lifah tampak senang dan menyantap nya . " Argh ini sangat enak , kalian coba lah " ucap nya


Qayla dan Melda pun akhirnya juga menyantap makanan nya .


" cie yang dapat mode crush baru nih , duh kayanya aku bakal kalah populer nih , setelah gelap terbitlah terang , mas Haris pergi lalu datanglah bocah berondong hehe . Oh ya Mel tadi aku sempat membaca surat yang tergeletak di meja kasir , suratnya mas Haris . bagaimana perasaan mu ia akhirnya menyerah juga seperti yang sudah-sudah " bahas lifah


" Aku sudah bilang untuk tidak membacanya tapi ia tetap kekeh membaca surat itu " lirih qayla


" Apa kau sudah menghubungi nya Mel ? , " Tanya qayla


" Aku mencoba menghubungi nya tapi tak ada jawaban , bahkan panggilan telepon nya pun tidak berdering " sahut Melda


" iya jika di pikir-pikir kalau aku berada di posisi mas Haris mungkin aku juga akan pergi jauh dari mu Mel . Karena kenyataannya yang begitu menyakitkan , kau bilang dia menunggu hal yang sia-sia lantas bagaimana dengan mu bukankah kau juga sama ? , Lalu seseorang yang tepat untuk mu siapa ? , Jika di hati mu memang jatuhnya di dia " ucap lifah


" Ini bukan lagi tentang hati ku karena perihal tentang nya aku sudah memutuskan untuk menyelesaikannya , berakhir pada kata selesai . Jadi kau tidak perlu lagi membahas hal apapun yang berkaitan dengan dirinya ." Sahut Melda


Qayla menatap melda dan melihat keseriusan pada raut wajahnya ,


" btw , aku tidak sengaja mendengar perbincangan mu dengan brondong itu . " Ucap lifah melihat Melda


Melda melirik nya , " di mana ? "


" Waktu ketika aku hendak kedepan saat itu aku hanya melihat Ahyar tidak dengan mu , lalu Ahyar pergi saat itu entah kenapa naluri ku berkata untuk tetap mengikutinya dan saat tiba-tiba langkah kakinya terhenti , aku pun menghentikan langkah ku dan mendengar bocah itu menyatakan perasaan nya pada mu . "


Seketika qayla membelalakkan matanya , " apa kau yakin Ahyar mendengar nya lif ? "


" Tentu saja , aku yang bersembunyi cukup jauh dari nya saja dapat mendengar nya begitu jelas . Ya pasti apa lagi dia yang berada di depan "


" Apa jangan-jangan perubahan Ahyar karena ini " batin qayla


" Ada apa qay kau menanyakan itu ? , " Ucap lifah


" Ah , tidak . Bukan apa-apa " gumam qayla tersenyum


" Lalu bagaimana dengan berondong itu mel yang menyatakan perasaan nya pada mu ? " Lanjut lifah


Yang di tatap qayla ..


" Tak perlu terlalu di anggap serius , Dia hanya bocah yang menurut ku hanya sekedar ingin bermain-main saja dan satu hal aku rasa kalian sudah tahu jawaban ku akan seperti apa " jelas Melda


" Tapi Mel , wah aku bisa melihat keseriusan nya tahu meskipun dia masih bocah . Percaya pada ku soalan seperti ini " ujar lifah


" oh Astaga ! , aku lupa kalau kau itu pakarnya pencintaan " seru Melda pura-pura terkejut , sudah ah aku tidak ingin membahas tentang persoalan seperti ini . "


" Ihh , qay dari tadi itu kamu tuh sebenernya dengerin kita gak si ? " Ucap lifah


" Iyah , aku dengerin ko .. " jawab qayla


" Lalu kenapa cuma diam ajah ? , Yang aku ucapkan benarkah tentara bocah berondong itu " Sambung lifah kesal

__ADS_1


" Eum , yang Melda sanggah itu sudah benar si dan yang kau bicarakan juga ada benarnya , tapi Mel bocah itu sempat meminta ku untuk memberitahunya tentang mu dan seseorang yang lagi dekat dengan mu "


" Aish bocah itu .. " ucap Melda


" Selamat melewati hari-hari yang akan berjalan luar biasa Mel , aku rasa orang dewasa lebih baik dari pada berondong muda seperti nya . Intinya orang-orang seperti haris lebih baik karena dia akan lebih mengerti dan tak terlalu memaksa kehendak nya ketimbang bocah berondong itu ia akan menjadi anak-anak yang merengek " ucap lifah geleng-geleng


" Sepertinya ini pengalaman mu " seru qayla


" Yaa tepatnya seperti itu , tapi untungnya sekarang aku sudah bertemu dengan Ahmad orang yang tepat untuk ku begitu pun aku orang yang tepat untuk nya . Kau tahu kalau dua orang yang tepat saling melengkapi bersama maka kebahagiaan lah yang akan terjadi " ucap lifah tersenyum percaya diri


" ya ya ya semoga kebahagiaan selalu mengikuti kau dan Ahmad " sahut Melda melirik nya


Lifah tersenyum , " aamiin , kalian juga . Untuk qayla aku tak begitu khawatir karena raii terlihat begitu bucin dengan qayla dan justru untuk Melda , aku berharap semoga kau cepat-cepat di segerakan Bertemu dengan seseorang yang tepat yang bisa meluluhkan hati mu " ucap lifah memasuki pizza kedalam mulutnya , ahh kenyang , perut ku sudah terisi semua " gumamnya


" Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku " ucap Melda


" Haah , astaga lihat . Kita harus segera kembali ke toko kann , ohh yaampun kita terlarut dalam obrolan " seru lifah berdiri lalu buru-buru keluar resto .


Qayla menggelengkan kepala pelan , " dia itu selalu random ya , padahal seharusnya santai saja . " Seru qayla


" Haha itulah kelebihannya yang tidak pernah bisa berubah qay . Anak yang penuh kerandoman terlalu receh . "Timpal Melda


" Tapi ya Mel Setidaknya aku hanya berharap , jika kita mencintai seseorang yang juga mencintai kita . Kerena jika hanya satu pihak yang berkorban atas nama cinta , itu adalah awal dari penderitaan bukan . " Gumam ku


" aamiin , kau benar qay , " sahut Melda


Dan tiba-tiba hujan turun begitu saja tidak terlalu deras tapi mampu membuat semua orang yang berada di luar berhamburan mencari tempat teduh , padahal tadi cuaca cukup cerah .


" Kalian ayu dongg !! .. " teriak lifah lari


Begitu juga dengan ku dan Melda ,


" Ahh kalian itu kenapa lamban sekali , ujannya makin banyak nih " seru lifah terus lari


Entah apa yang terjadi . Melda memperlambat tempo lari nya , ia seakan berlari dengan pandangan kosong di bawah guyuran hujan yang semakin banyak .


" Mel , ayu kau bisa sakit " ucap qayla menggandeng tangan Melda dan berlari bersamaan .


Tap .. tap .. tapp langkah kaki lifah telah lebih dulu sampai di depan toko mengusap-usap kepala dan bajunya yang sudah hampir basah semua terkena hujan


Lalu aku dan Melda pun menyusul tiba di depan toko ,


" Hiyaa perkiraan cuaca nya berubah begitu saja ahh benar-benar . mana tidak bawa baju ganti " gerutu lifah , Oh lihat baju kalian basah sempurna "


Dan mereka pun masuk kedalam toko ,


" Mel , lif sebaiknya kita ganti pakaian saja dengan yang di berikan ibu Dina " ucap qayla


" Oh iya , syukurlah ibu Dina memberikan kita hadiah jadi kita tertolong " ujar lifah langsung bergegas mengganti pakaian nya


" qay kau gantilah lebih dulu , biar aku yang akan menunggu di sini " seru Melda menganggukkan kepalanya


Qayla melihat Melda , " kalau begitu tunggu sebentar yah Mel " ucap ku


" He'um .. " jawab Melda tersenyum , sekilas Melda menatap hujan lewat jendela . " Semakin banyak yang berubah , semakin banyak juga yang tetap sama . Kamu begitu jauh sedangkan aku masih di tempat yang sama , hari ini adalah kali terakhir akan aku yang hatinya masih perihal kamu . Terhitung hari ini aku pastikan tentang mu adalah segala yang sengaja tidak ingin aku ingat . Jika nanti kau mencari ku temui saja pada waktu yang di sebut kemarin , ada perasaan ku yang tertinggal untuk mu di sana . Menghapus ingatan dan jejak mu di bawah guyuran hujan , berakhir . aku sudah sampai pada kata itu . Sebab rasanya hati yang kutunggu tidak akan pernah sampai . " Batin Melda


" Mel , Melda .. " panggil qayla memegang tangan melda


" Euhm .. " gumam Melda menoleh terkejut


" Apa yang kau lamuni ? "


Melda tersenyum getir , " bukan hal penting hanya saja melihat hujan terkadang suka menimbulkan kesan aneh kala aku menikmati nya "


" ganti pakaian mu dulu . "


" Baiklah .. " sahut Melda menepuk pelan pundak qayla lalu pergi mengganti pakaian nya


Qayla pun membuat teh hangat untuk menghangatkan tubuh mereka ,


" Permisiii .. " seru seorang perempuan cantik masuk tersenyum


" ka Hanaa " ujar qayla tersenyum


" Haii semuanya , " sapa nya yang di balas ramah pula Dengan lifah


" Silahkan duduk ka , " seru ku


" Duduk mba " sambung lifah


" uwah kalian cantik-cantik sekali , eh tunggu kayanya kurang satu di mana Melda ? " Tanyanya


" Aku di sini mba , apa kabar " sahut Melda tersenyum keluar dari toilet membawa paper bag baju basah nya


" walaupun lagi hujan tapi kabar ku sangat baik , oh ya ! baju mu cantik sekali terlihat sangat cocok dengan mu " ucap Hana


Melda tersenyum canggung , sambil merapikan bajunya.


-


-

__ADS_1


-


jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻


__ADS_2