
di mobil ~
" Aih melihat mereka tuh jadi ingat kembali ke masa-masa muda dulu , Melda itu beruntung sekali ya pagi-pagi sudah mendapat buket bunga " seru Dina begitu dialog sendiri di tengah perjalanan
Sedangkan ahyar dengan ekspresi datar diam seribu bahasa hanya terus fokus menyetir hingga tiba di kediaman keluarga Nugraha .
" Terimakasih yah .. " Seru Dina keluar mobil
" Ehm , sama-sama Tante " jawab Ahyar menacap gas kencang laju mobilnya kembali ke kingdom IT . Saat itu jalanan juga tampak begitu longgar tak sepadat seperti pagi hari ,
Sesampainya di kingdom IT , ia berjalan begitu dingin dengan wajah datar berlalu melewati ruangan raii begitu saja menuju ruangan nya ..
raii mengangkat kedua alisnya heran melihat Ahyar yang baru saja berlalu ,
Kini ahyar sudah berada di ruanganya , ia berdiri diam dengan tangan di saku celana menatap keluar jendela
" Ada apa ini dengan ekspresi lu" Tanya raii begitu saja masuk ke ruangan Ahyar
Tak ada jawaban dari ahyar ..
" Shttt , apa terjadi sesuatu ? " Ujar raii menyeringit , yaa !!
" Tidak ada ! " Sahut ahyar dingin tanpa bergerak sedikitpun
" Cih , gua kenal lu udah bertahun-tahun lamanya jadi mana mungkin tidak ada sesuatu yang terjadi . Ekspresi lu menunjukkan semua nya , jadi apa ? " ucap raii
Ahyar melihat raii , " bukan apa-apa , gua lagi gak mood ajah untuk bahas apapun jadi gua akan kembali berkerja " serunya duduk di meja kerja nya .
Raii menatap datar Ahyar kembali keruangan nya , " sebenarnya ada apa dengan nya ? , Tidak mungkin karena pergi ke mall kan " gumam raii
Raii menatap ponselnya , " uhff ia juga tak kunjung mengirim pesan pada ku , aku merindukan nya " langsung menelpon
" Qayy , ponsel mu berdering .. " ucap lifah
Qayla menoleh lalu menghampirinya ,
" Dari suami tercinta " sambung lifah tersenyum
Qayla pun kemudian mengangkat nya , " halo assalamualaikum " ucap nya
" Waalaikummusallam sayang , " sahut raii
" Kenapa ? "
" Sayang , nona raii Nugraha aku merindukan mu sayang " lirih raii
" ( ...) "
" oh astaga kenapa wajah mu Merah sekali , ya ! raii kau bicara apa dengan qayla sampai membuat wajahnya seperti kepiting rebus " ucap lifah tertawa lalu pergi
Qayla langsung melihat lifah ,
" Ohh , benarkah sayang ? " Ucap raii senang
" Ehm , tidak wajah ku biasa saja " jawab qayla cepat
Mode panggil beralih video call ~
Drettt .. drett ..
" Ouh " gumam qayla menolaknya
" Kenapa di tolak , biarkan aku melihat wajah mu " pinta raii
" Aku tidak bisa mengangkat nya sekarang " seru qayla malu memperlihatkan wajah yang memerah
" Haha .. " raii begitu senang , ah rasanya suasana ku kembali membaik "
" Ada apa ? , Kamu bisa cerita dengan ku . "
" Ini tentang Ahyar , setibanya dari mengantar ibu ia tampak begitu aneh , raut wajahnya terlihat tidak baik , aku datang menanyakan nya tapi ia bahkan tidak menjawab nya . " Cerita raii
" Eum Waktu ibu ke toko aku belum sempat melihat Ahyar , karena ibu meninggalkan Ahyar dan Melda di depan . Oh iya sebelum ibu pulang pemuda yang waktu itu datang ke toko , datang kembali membeli buket bunga lalu kembali memberikannya dengan Melda . Apa jangan-jangan .. "
" ah jadi dia cemburu ! "
" Tapi saat aku menyusul ibu kedepan , aku tak melihat ahyar berada di sana " Gumam qayla
" sayang nanti ku jemput kita makan siang bersama , aku begitu merindukan mu "
" Qaylaa , ihhh ada kabar yang sangat menggembirkan , kita baru saja dapat orderan untuk jam 12 siang ini , 10 buket bunga . Jadi ayu kita kerjakan sekarang " seru lifah senang dan bersemangat , eh maaf ya aku tidak tahu jika kau masih teleponan lanjutan saja hehe . kalau gitu aku akan mulai merangkai nya duluan "
" Tung .. tungguu , raii kalau begitu aku tutup dulu yah dan saat makan siang ini aku akan mencoba menanyakan nya dengan Melda . Kau jangan lupa untuk makan siang juga dah , tutt , tuttt , tuttt .." tutup qayla meletakkan ponselnya lalu menyusul lifah
" Say .. sayang .. " gumam raii melihat ponselnya , uhff itu tandanya aku tidak bisa makan siang berdua dengan nya lagi " ucap raii melempar pelan ponselnya
Lalu mereka pun kembali bersibuk masing-masing ,
***
Dan tiba lah suara adzan Dzuhur berkumandang yang berarti sebagai pengingat jam istirahat makan siang tiba juga .
__ADS_1
" Ah Alhamdulillah kelar .. " ucap melihat
" Iyah , Alhamdulillah .. " sahut qayla
" Wahh akhirnya makan siang juga , makan di resto depan yuk , katanya makanannya enak-enak " ujar lifah
" Kata siapa ? " Tanya melda
" Iya kata para netizen di google aku lihat kolom komentar nya , yukk udah laper
nih . "
Qayla melihat Melda begitu juga dengan Melda ..
" Aduh kalian ini kita itu mau makan siang tau kenapa kalian malah jadi lihat-lihatan , udah ah ayuuk " ucap lifah menggandeng dua sahabatnya itu keluar toko ,
~ close ~ tutup lifah kembali tulisan di pintu toko lalu kembali mengapit dua sahabatnya
" Lepas ih , aku sama qayla bisa jalan sendiri tahu " ucap Melda
" Yeah lagi kalian tuh ya ! , kamu gak tahu nih cacing di perut ku udah demo semua . " Seru lifah jalan yang di ikuti qayla dan Melda
" Ihh Cepetan dong jalannya ! " Teriak lifah
" Apa orang laper memang selalu bersikap emosional ? " Ucap qayla
" Seperti nya tidak berlaku pada kita buktinya kita juga laper tapi tidak emosional , kau tahu slogan laper galak , kenyang bego di peruntukan untuk seseorang yang seperti itu " seru Melda sedikit membulatkan kedua matanya dengan qayla yang berjalan di sampingnya .
Dan tibalah mereka di restoran yang tak jauh dari tokoh bunga ,
" Mba saya pesan , ini , ini , ini dan ini lalu minumnya jus jeruk . Terus kalian pesan apa ? " Ujar lifah
Qayla dan Melda auto memandang lifah dengan banyaknya menu yang ia pesan ,
Sedang pelayan pun menatap kami ,
" Ah saya pesan ini dan es teh saja mba ," seru qayla
" Kalau saya ini dan minumannya es teh juga sudah itu saja mba " sambung Melda
" Baik mohon di tunggu sebentar " ramah pelayanan itu Lalu pergi
Tak lama beberapa hidangan yang kita pesan sudah datang di meja makan kita , lifah tampak senang dan menyantap nya . " Argh ini sangat enak , kalian coba lah " ucap nya
Qayla dan Melda pun akhirnya juga menyantap makanan nya .
" cie yang dapat mode crush baru nih , duh kayanya aku bakal kalah populer nih , setelah gelap terbitlah terang , mas Haris pergi lalu datanglah bocah berondong hehe . Oh ya Mel tadi aku sempat membaca surat yang tergeletak di meja kasir , suratnya mas Haris . bagaimana perasaan mu ia akhirnya menyerah juga seperti yang sudah-sudah " bahas lifah
" Aku sudah bilang untuk tidak membacanya tapi ia tetap kekeh membaca surat itu " lirih qayla
" Apa kau sudah menghubungi nya Mel ? , " Tanya qayla
" Aku mencoba menghubungi nya tapi tak ada jawaban , bahkan panggilan telepon nya pun tidak berdering " sahut Melda
" iya jika di pikir-pikir kalau aku berada di posisi mas Haris mungkin aku juga akan pergi jauh dari mu Mel . Karena kenyataannya yang begitu menyakitkan , kau bilang dia menunggu hal yang sia-sia lantas bagaimana dengan mu bukankah kau juga sama ? , Lalu seseorang yang tepat untuk mu siapa ? , Jika di hati mu memang jatuhnya di dia " ucap lifah
" Ini bukan lagi tentang hati ku karena perihal tentang nya aku sudah memutuskan untuk menyelesaikannya , berakhir pada kata selesai . Jadi kau tidak perlu lagi membahas hal apapun yang berkaitan dengan dirinya ." Sahut Melda
Qayla menatap melda dan melihat keseriusan pada raut wajahnya ,
" btw , aku tidak sengaja mendengar perbincangan mu dengan brondong itu . " Ucap lifah melihat Melda
Melda melirik nya , " di mana ? "
" Waktu ketika aku hendak kedepan saat itu aku hanya melihat Ahyar tidak dengan mu , lalu Ahyar pergi saat itu entah kenapa naluri ku berkata untuk tetap mengikutinya dan saat tiba-tiba langkah kakinya terhenti , aku pun menghentikan langkah ku dan mendengar bocah itu menyatakan perasaan nya pada mu . "
Seketika qayla membelalakkan matanya , " apa kau yakin Ahyar mendengar nya lif ? "
" Tentu saja , aku yang bersembunyi cukup jauh dari nya saja dapat mendengar nya begitu jelas . Ya pasti apa lagi dia yang berada di depan "
" Apa jangan-jangan perubahan Ahyar karena ini " batin qayla
" Ada apa qay kau menanyakan itu ? , " Ucap lifah
" Ah , tidak . Bukan apa-apa " gumam qayla tersenyum
" Lalu bagaimana dengan berondong itu mel yang menyatakan perasaan nya pada mu ? " Lanjut lifah
Yang di tatap qayla ..
" Tak perlu terlalu di anggap serius , Dia hanya bocah yang menurut ku hanya sekedar ingin bermain-main saja dan satu hal aku rasa kalian sudah tahu jawaban ku akan seperti apa " jelas Melda
" Tapi Mel , wah aku bisa melihat keseriusan nya tahu meskipun dia masih bocah . Percaya pada ku soalan seperti ini " ujar lifah
" oh Astaga ! , aku lupa kalau kau itu pakarnya pencintaan " seru Melda pura-pura terkejut , sudah ah aku tidak ingin membahas tentang persoalan seperti ini . "
" Ihh , qay dari tadi itu kamu tuh sebenernya dengerin kita gak si ? " Ucap lifah
" Iyah , aku dengerin ko .. " jawab qayla
" Lalu kenapa cuma diam ajah ? , Yang aku ucapkan benarkah tentara bocah berondong itu " Sambung lifah kesal
__ADS_1
" Eum , yang Melda sanggah itu sudah benar si dan yang kau bicarakan juga ada benarnya , tapi Mel bocah itu sempat meminta ku untuk memberitahunya tentang mu dan seseorang yang lagi dekat dengan mu "
" Aish bocah itu .. " ucap Melda
" Selamat melewati hari-hari yang akan berjalan luar biasa Mel , aku rasa orang dewasa lebih baik dari pada berondong muda seperti nya . Intinya orang-orang seperti haris lebih baik karena dia akan lebih mengerti dan tak terlalu memaksa kehendak nya ketimbang bocah berondong itu ia akan menjadi anak-anak yang merengek " ucap lifah geleng-geleng
" Sepertinya ini pengalaman mu " seru qayla
" Yaa tepatnya seperti itu , tapi untungnya sekarang aku sudah bertemu dengan Ahmad orang yang tepat untuk ku begitu pun aku orang yang tepat untuk nya . Kau tahu kalau dua orang yang tepat saling melengkapi bersama maka kebahagiaan lah yang akan terjadi " ucap lifah tersenyum percaya diri
" ya ya ya semoga kebahagiaan selalu mengikuti kau dan Ahmad " sahut Melda melirik nya
Lifah tersenyum , " aamiin , kalian juga . Untuk qayla aku tak begitu khawatir karena raii terlihat begitu bucin dengan qayla dan justru untuk Melda , aku berharap semoga kau cepat-cepat di segerakan Bertemu dengan seseorang yang tepat yang bisa meluluhkan hati mu " ucap lifah memasuki pizza kedalam mulutnya , ahh kenyang , perut ku sudah terisi semua " gumamnya
" Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku " ucap Melda
" Haah , astaga lihat . Kita harus segera kembali ke toko kann , ohh yaampun kita terlarut dalam obrolan " seru lifah berdiri lalu buru-buru keluar resto .
Qayla menggelengkan kepala pelan , " dia itu selalu random ya , padahal seharusnya santai saja . " Seru qayla
" Haha itulah kelebihannya yang tidak pernah bisa berubah qay . Anak yang penuh kerandoman terlalu receh . "Timpal Melda
" Tapi ya Mel Setidaknya aku hanya berharap , jika kita mencintai seseorang yang juga mencintai kita . Kerena jika hanya satu pihak yang berkorban atas nama cinta , itu adalah awal dari penderitaan bukan . " Gumam ku
" aamiin , kau benar qay , " sahut Melda
Dan tiba-tiba hujan turun begitu saja tidak terlalu deras tapi mampu membuat semua orang yang berada di luar berhamburan mencari tempat teduh , padahal tadi cuaca cukup cerah .
" Kalian ayu dongg !! .. " teriak lifah lari
Begitu juga dengan ku dan Melda ,
" Ahh kalian itu kenapa lamban sekali , ujannya makin banyak nih " seru lifah terus lari
Entah apa yang terjadi . Melda memperlambat tempo lari nya , ia seakan berlari dengan pandangan kosong di bawah guyuran hujan yang semakin banyak .
" Mel , ayu kau bisa sakit " ucap qayla menggandeng tangan Melda dan berlari bersamaan .
Tap .. tap .. tapp langkah kaki lifah telah lebih dulu sampai di depan toko mengusap-usap kepala dan bajunya yang sudah hampir basah semua terkena hujan
Lalu aku dan Melda pun menyusul tiba di depan toko ,
" Hiyaa perkiraan cuaca nya berubah begitu saja ahh benar-benar . mana tidak bawa baju ganti " gerutu lifah , Oh lihat baju kalian basah sempurna "
Dan mereka pun masuk kedalam toko ,
" Mel , lif sebaiknya kita ganti pakaian saja dengan yang di berikan ibu Dina " ucap qayla
" Oh iya , syukurlah ibu Dina memberikan kita hadiah jadi kita tertolong " ujar lifah langsung bergegas mengganti pakaian nya
" qay kau gantilah lebih dulu , biar aku yang akan menunggu di sini " seru Melda menganggukkan kepalanya
Qayla melihat Melda , " kalau begitu tunggu sebentar yah Mel " ucap ku
" He'um .. " jawab Melda tersenyum , sekilas Melda menatap hujan lewat jendela . " Semakin banyak yang berubah , semakin banyak juga yang tetap sama . Kamu begitu jauh sedangkan aku masih di tempat yang sama , hari ini adalah kali terakhir akan aku yang hatinya masih perihal kamu . Terhitung hari ini aku pastikan tentang mu adalah segala yang sengaja tidak ingin aku ingat . Jika nanti kau mencari ku temui saja pada waktu yang di sebut kemarin , ada perasaan ku yang tertinggal untuk mu di sana . Menghapus ingatan dan jejak mu di bawah guyuran hujan , berakhir . aku sudah sampai pada kata itu . Sebab rasanya hati yang kutunggu tidak akan pernah sampai . " Batin Melda
" Mel , Melda .. " panggil qayla memegang tangan melda
" Euhm .. " gumam Melda menoleh terkejut
" Apa yang kau lamuni ? "
Melda tersenyum getir , " bukan hal penting hanya saja melihat hujan terkadang suka menimbulkan kesan aneh kala aku menikmati nya "
" ganti pakaian mu dulu . "
" Baiklah .. " sahut Melda menepuk pelan pundak qayla lalu pergi mengganti pakaian nya
Qayla pun membuat teh hangat untuk menghangatkan tubuh mereka ,
" Permisiii .. " seru seorang perempuan cantik masuk tersenyum
" ka Hanaa " ujar qayla tersenyum
" Haii semuanya , " sapa nya yang di balas ramah pula Dengan lifah
" Silahkan duduk ka , " seru ku
" Duduk mba " sambung lifah
" uwah kalian cantik-cantik sekali , eh tunggu kayanya kurang satu di mana Melda ? " Tanyanya
" Aku di sini mba , apa kabar " sahut Melda tersenyum keluar dari toilet membawa paper bag baju basah nya
" walaupun lagi hujan tapi kabar ku sangat baik , oh ya ! baju mu cantik sekali terlihat sangat cocok dengan mu " ucap Hana
Melda tersenyum canggung , sambil merapikan bajunya.
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻