
Saat Alexa mengajari Ayunda, tiba-tiba Ayunda ingat dengan guru lesnya.
"Kamu kenapa, dek?" tanya Alexa.
"Biasanya yang mengajari aku jam segini, Pak Edwin. Tapi sekarang malah kakak hemm."
"Iya sudahlah, gak perlu di fikirin. Dulu juga kan sebelum Pak Edwin jadi guru les kamu, kan kakak duluan yang ngajarin kamu. Jadi apa bedanya? Sama aja."
"Tapi aku kangen Pak Edwin," ucap Ayunda sedih
"Kakak juga kangen gurumu dek," ujar Alexa dalam hati.
"Kak, apakah kita gak bisa bertemu Pak Edwin lagi?!" tanya Ayunda.
"Entahlah kakak juga gak tau, lagian Pak Edwin sekarang sudah pulang ke kampung."
"Kita kan bisa pergi ke kampung Pak Edwin kak."
"Kakak gak berani. Takut jika aby dan Umy marah. Masak iya, cewek pergi ke rumah cowok. Kakak takut di marahi mereka."
"Tapi aku kangen Pak Edwin, kak. Apa kakak gak bisa nelpon dia. Walaupun gak ketemu, paling gak, aku ingin mendengar suaranya."
"Nomernya sudah gak aktif. Bahkan tadi kakak chat gagal terus, gak bisa terkirim."
"Hemm kayaknya Pak Edwin gak mau berhubungan lagi sama kita ya kak?!" tanya Ayunda.
"Entahlah kakak gak tau." jawab Alexa.
"Hemm.... baru sebentar aku bertemu Pak Edwin tapi sekarang Pak Edwin sudah pergi lagi. Kayak mimpi ya kak?"
"Iya dek." jawab Alexa lesu.
"Aku jadi gak semangat belajar." ucap Ayunda.
"Gak boleh gitu dong dek, kalau aby dan Umy tau kamu males belajar. Bisa bisa kamu di ceramahin panjang lebar lho." ujar Alexa.
"Hemm iya deh, aku mau belajar." ucap Ayunda.
Setelah itu, Ayunda dan Alexa belajar lagi sampai jam 9 malam.
__ADS_1
Setelah belajar, Ayunda segera merapikan buku-bukunya dan sebagian di masukkan ke dalam tas untuk di bawa besok dan sebagiannya lagi di taruh di atas meja.
"Kak, Kak Axel sudah pulang belum?" tanya Ayunda.
"Entahlah, kakak gak tau," jawab Alexa.
"Kita gak cek dulu ke kamarnya, siapa tau sudah pulang," ucap Ayunda.
"Sudahlah, biarkan Kak Axel sendiri dulu," ujar Alexa.
"Emang kenapa kak?" tanya Ayunda.
"Kayaknya Kak Axel ada masalah. Dan biasanya kalau Kak Axel ada masalah, gak boleh di ganggu dulu kan? Nanti malah di marahi." jawab Alexa mengingatkan.
"Hehe iya juga ya, aku lupa. Iya sudah aku mau bobok aja deh, ngantuk," ucap Ayunda.
"Inget! Sikat gigi dulu kalau mau bobok, jangan lupa ambil wudhu juga. Dan jangan lupa baca doa."
"Iya kak,"
"Kakak ke luar dulu ya."
"Iya kak,"
"Alexa," ucap Axel
"Kakak, maaf aku gak ganggu Kak Axel ya?!" tanya Alexa.
"Gak papa, santai aja. Sini duduk di samping aku," ucap Axel sambil menepuk kasur di sampingnya.
Alexa pun menurut, ia duduk di samping saudara kembarnya.
"Ayunda sudah tidur?" tanya Axel.
"Iya kayaknya, karena tadi habis belajar dia bilang ngantuk."
"Oh... "
"Kak Axel kenapa?" tanya Alexa.
__ADS_1
"Tadi pagi Afifah daftar kuliah dan tadi siang, kakak jemput dia ke kampusnya dan membawanya ke resto. Namun dia von vonan di depan kakak sama cowok lain dan tadi saat kakak keluar, kakak melihat dia ngobrol dengan laki-laki bahkan mereka terlihat sangat akrab sekali," ucap Axel mencurahkan isi hatinya.
"Kakak gak turun dan tanya ke Afifah siapa laki-laki itu?" tanya Alexa.
"Kakak gak turun karena kakak dalam keadaan emosi. Kakak takut melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kakak lakukan. Lagian Afifah gak suka jika kakak terlalu posesif sama dia," ujar Axel sedih.
"Kakak yang sabar ya, kenapa kakak gak coba lamar Afifah aja, biar kakak bisa tenang dan gak seperti ini," ucap Alexa.
"Masalahnya kakak belum siap untuk nikah muda, lagian kakak masih harus meniti karir kakak agar kakak bisa menjadi raja bisnis. Afifah juga, dia masih mau kuliah dan juga mau ngejar impiannya."
"Tapi kan gak masalah kak? Banyak kog orang nikah tapi masih kuliah. Yang gak boleh itu kan kalau masih SMA, kalau sudah kuliah kan gak papa sambil nikah. Lagian walaupun kakak nikah muda, kakak masih bisa meniti karir kakak, Afifah juga bisa lanjut kuliah dan mengejar impiannya. Malah aku fikir, enak loh. Nikah muda. Karena akan ada yang merawat dan memberikan perhatian sama kakak." ucap Alexa tersenyum.
"Kamu benar, nanti kakak akan bicarakan dulu sama aby, enaknya gimana. Jika aby dan Umy merestui, kakak akan lamar Afifah." ucap Axel yang mulai tersenyum.
"Sip. Aku juga akan di lamar oleh seseorang," ujar Alexa.
"Siapa?!" tanya Axel kaget.
"Mas Andi," jawab Alexa.
"Lho bukannya kamu suka sama Edwin, kog nikahnya sama Andi?!" tanya Axel tak mengerti.
"Karena Mas Edwin pulang kampung kak, lagian Mas Andi juga gak kalah tampannya kan hehe..Tapi yang terpenting dari semua itu adalah Mas Andi sangat menyayangi dan mencintai aku dengan tulus. Walaupun aku sudah nolak Mas Andi beberapa kali, tapi Mas Andi masih terus memberikan perhatian ke aku. Jadi aku ingin memberikan kesempatan buat mas Andi dan aku harap keputusan aku gak salah dan aku juga sangat berharap, aku bisa jatuh cinta sama Mas Andi seperti Mas Andi yang selalu cinta sama aku," ucap Alexa panjang lebar.
"Jika memang itu yang terbaik buat kamu, kakak hanya bisa mendoakan semoga kamu bahagia dengannya." ujar Axel tersenyum.
"Oh ya besok aby dan Umy pulang lho,"
"Kamu kata siapa?" tanya Axel
"Umy tadi siang chat aku, tapi gak aku balas hehe. Umy bilang besok mereka mau pulang tapi Umy bilang gak perlu di jemput karena aby dan Umy sudah menyuruh seseorang untuk menjemputnya ," jawab Alexa.
"Oh gitu, iya udah deh. Moga mereka selamat sampai tujuan."
"Aamiin. Iya udah aku ke kamar dulu ya kak, aku ngantuk kayaknya,"
"Iya, selamat tidur,"
"Selamat tidur juga buat Kak Axel," ucap Alexa tersenyum yang juga di balas senyuman oleh Axel. Lalu Alexa langsung keluar dari kamar Axel dan pergi ke kamarnya sendiri.
__ADS_1