
"Assalamu'alaikum sayang." Ucap Adzriel sambil mencium kening istrinya.
"Waalaikumsalam." Jawab Zahra sambil mencium tangan suaminya (Salim). Setelah itu, ia mengambil tas yang di pegang suaminya dan juga membantu sang suami membuka jaznya dan menaruhnya di kursi. Tak lama kemudian, seorang ibu ibu yang bekerja di sana seakan tau apa tugasnya, dia langsung mengambil tas dan jas itu dan menaruh di tempat biasanya. Sedangkan Zahra membantu sang suami membuka sepatu dan kaos kakinya dan menaruhnya di rak sepatu.
Setelah itu Adzriel pun duduk di kursi sedangkan Zahra langsung membuatkan teh hangat untuk suaminya.
"Aby....." Ujar Axel dan Alexa yang langsung menghampiri Adzriel dan mencium tangan sang ayah.
"Apa itu sayang?" tanya Adzriel.
"Oh ini baju di belikan ama tante Balqis." Jawab Axel.
"Emang tadi Tante Balqis ke sini?" tanya Adzriel.
"Iya dia tadi ke sini sama Om Aksa. Terus ngasih ini ke aku dan Alexa." Jawab Axel.
"Kapan dia ke sini sayang?" tanya Adzriel.
"Tadi sebelum aby datang. Tapi cuma sebentar kog, katanya sih dari Mall terus beli baju buat aku terus langsung ke sini bentar lalu pulang deh." Jawab Axel.
"Oh. Bagus gak bajunya?" tanya Adzriel.
"Bagus aby." Jawab Alexa.
"Syukurlah. Kalian suka?" tanya Adzriel.
"Suka." Jawab mereka berdua.
"Aby aku ke kamar dulu ya buat mandi, soalnya bentar lagi Adzan maghrib." Ujar Axel.
"Aku juga mau mandi." Ucap Alexa.
"Emang kalian belum mandi?" tanya Adzriel.
"Udah aby tapi tadi jam 3 sore pas mau sholat ashar. Sekarang mau mandi lagi kan bentar laagi adzan." Jawab Axel.
"Iya udah sana." Ucap Adzriel ramah.
Setelah kepergian mereka berdua, Zahra datang membawa teh yang ada di tangannya dan menaruhnya di meja.
"Minum mas, gak panas kog cuma hangat doang." Ujar Zahra.
Adzriel pun langsung meminum teh buatan istri tercinta.
"Katanya tadi Balqis ke sini ya?" tanya Adzriel.
"Iya mas dia datang sama suaminya tapi bentar banget kog. Bahkan aku mau buatkan minuman aja mereka gak mau. Mereka datang cuma ngasih baju buat Axel dan Alexa." Jawab Zahra.
"Oh gitu, hemmm aku kangen banget ma kamu yank. Seharian gak ketemu rasanya nano nano." Ujar Adzriel sambil memeluk sang istri dan membelai rambut sang istri. Sesekali menciumnya.
__ADS_1
"Aku juga kangen tapi mau gimana lagi, kalau aku ikut kamu. Kasihan anak anak gak ada yang jaga. Belum lagi kan aku sekarang hamil, gak boleh terlalu capek. Sabar aja ya." Ucap Zahra tersenyum ramah.
"Iya sayang." Ucap Adzriel.
Adzan Maghrib pun berkumandang.
"Sudah adzan tuh. Ayo ambil wudhu terus sholat berjamaah." Ujar Adzriel.
"Ayo"
Mereka berdua langsung berdiri dan berjalan menuju kamar. Mereka ambil wudhu secara bergantian. Setelah selesai ambil wudhu mereka langsung pergi ke musholla dan di sana sudah ada Axel dan Alexa bahkan beberapa ART nya juga sudah kumpul untuk sholat berjamaah bersama. Adzriel memimpin mereka menjadi imamnya.
Selesai sholat, ART nya langsung kembali ke kamar masing masing karena emang semua pekerjaan sudah pada selesai. Sedangkan Adzriel, Zahra, Axel dan Alexa masih ada di musholla untuk mengaji bersama secara bergantian sambil nunggu Adzan isya' tiba.
Setelah adzan, barulah mereka sholat berjamaah. Dan setelah itu Axel, Alexa dan Adzriel pergi ke ruang keluarga untuk nonton tivi sambil bercengrama. Axel dan Alexa menceritakan semua aktivitas mereka di sekolah dan Adzriel menjadi pendengar setia sambil sesekali menjawabnya jika mereka bertanya. Bahkan Adzriel juga menasehati mereka agar jika di sekolah tidak boleh membully temannya, harus sopan kepada gurunya, harus baik kepada temannya, harus mendengarkan ketika guru menjelaskan, harus mengerjakan semua tugas yang di kasih oleh gurunya, harus membantu temannya jika ada temannya yang tak mengerti. Adzriel gak pernah bosan untuk menasehati buah hatinya karena Adzriel takut jika anak anaknya itu membuat kesalahan dan menjadi anak nakal di sekolahnya.
Sedangkan Zahra membuat makan malam sendirian, sebenarnya ia mau di bantu oleh ART nya tapi Zahra menolak dan menyuruh ART nya itu untuk istirahat aja. Zahra tau, mereka pasti capek setelah seharian bersih bersih rumah jadi sekarang waktunya Zahra untuk memasak untuk suami dan kedua buah hatinya. Sedangkan ART nya jika mereka lapar, mereka bisa masak apa aja sesuai keinginan mereka dan Zahra memperbolehkan ART nya untuk mengambil sayur mayur, ikan yang ada di kulkasnya untuk mereka masak dan makan sendiri atau makan bersama dengan yang lain.
Setelah selesai masak, Zahra pun memanggil suami dan kedua anaknya untuk makan malam bersama.
"Wau kayaknya lezat nih." Ujar Adzriel memuji masakan istrinya.
"Iya dong, kan aku masaknya dengan sepenuh hati." Ucap Zahra sambil mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk untuk suaminya begitu pun untuk anak anaknya. Terakhir ia mengambil nasi dan lauk pauk untuk dirinya sendiri.
Selesai makan, Axel dan Alexa memilih untuk pergi ke kamar masing masing. Sedangkan Adzriel membantu Zahra membersihkn ruang makan dan dapur yang sedikit berantakan dan setelah itu mencuci piring yang sudah mereka pakai tadi buat makan bersama dan juga peralatan masak yang kotor setelah di pakai pakai oleh Zahra.
Setelah semua bersih, mereka pun pergi ke kamar.
"Iya sayang." Jawab Zahra lembut.
Saat Adzriel masuk ke kamar mandi, Zahra pun menyiapkan baju dan sarung yang akan di pakai oleh suaminya karena biasanya kalau udah malam, Adzriel lebih suka pakai baju kaos pendek sama sarung.
Setelah menyiapkan baju dan sarung untuk suaminya, Zahra pun mengambil hp dan chat bunda Aulia.
"Assalamu'alaikum bun. Kog jam segini belum pulang?" tanya Zahra lewat chat WA.
Tak lama kemudian, chat nya pun di balas oleh Aulia.
"Waalaikumsalam. Bunda gak pulang sayang hari ini. Mungkin besok sore." Jawab Aulia.
"Oh gitu, oke. Hati hati bun di sana. Kalau ada apa jangan lupa untuk langsung von aku atau Mas Ariel."
"Iya sayang. Adzriel udah pulang tah?'
"Sudah bun, itu sekarang lagi mandi. Sudah makan malam juga barusan."
"Oke, kalau gitu bunda tutup dulu ya. Kamu jangan tidur sampai malam. Ingat kamu lagi hamil,gak baik wanita hamil tidur tengah malam."
"Iya bunda."
"Assalamu'alaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
Setelah selesai chat Aulia, Zahra pun menaruh kembali hp nya di meja samping tidurnya. Dan tak lama kemudian, Adzriel keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang ia pakai dari perut sampai lututnya. Sedangkan rambutnya yang basah terus meneteskan air yang mengenai tubuhnya yang putih mulus dan berotot.
Bahkan Zahra sampai terpesona dengan ketampanan suaminya itu.
"Kenapa sayang?" tanya Adzriel melihat istrinya yang terus menatap dirinya.
"Enggak ada. Oh ya itu baju dan sarungnya sudah aku siapkan." Jawab Zahra yang malu karena ketahuan menatap suaminya.
"Iya, makasih ya sayang. Ohya bunda kemana? Kog dari tadi aku belum liat bunda sama sekali?" tanya Adzriel sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil dan setelah itu menyisirnya dengan sisir warna coklat. Setelah memastikan rambutnya rapi, ia pun melepaskan handuknya dan memakai sarung dan juga baju yang sudah di siapkan oleh istrinya. Setelah memakai baju dan sarung, Adzriel mengambil parfum dan menyemprotkannya di baju yang ia pakai. Walau ia ada di dalam rumah, ia tetep harus wangi agar istrinya itu betah di samping suaminya. Masak pakai parfum kalau pas kerja atau keluar rumah sedangkan kalau di rumah gak makek. Kan gak adil, jadi Adzriel selalu berusaha menjaga ketampanannya jika ada di samping istrinya agar istrinya gak bosen melihat wajahnya yang menurut Adzriel sangat pas pasan padahal menurut orang lain, dia sangatlah tampan.
"Bunda nginep lagi yank di resto soalnya bunda kan ngecek resto yang ada di luar kota. Katanya sih besok sore pulang." Jawab Zahra.
"Oh gitu. Sini peluk." Ucap Adzriel yang sudah rebahan di kasur di samping istrinya. Zahra pun langsung memeluk suaminya dengan erat.
"Gimana seharian? Bosen gak di rumah?" tanya Adzriel sambil membelai rambut sang istri.
"Gak juga, biasa aja." Jawab Zahra.
"Besok mau jalan jalan?" tanya Adzriel.
"Emang mas gak kerja?" tanya Zahra.
"Kerja tapi cuma sampai jam 2 siang. Setelah itu pulang." Jawab Adzriel yang ingin selalu membahagiakan istrinya dan dia ingin menjagak istrinya jalan jalan biar gak bosen di rumah melulu.
"Oke, bareng anak anak kan?" tanya Zahra.
"Iya sayang. Kalau mereka gak di ajak, pasti ngambek dan iri." Jawab Adzriel tersenyum.
"Iya udah deh, tapi jalan jalan ke mana?" tanya Zahra.
"Kemana aja deh yang penting keluar." Jawab Adzriel.
"Gimana kalau ke taman aja?" tanya Zahra.
"Gak papa yang penting bareng kamu." Jawab Adzriel tersenyum sambil mencium kening istrinya.
"Iya udah sekarang bobok yuk, biar besok bangunnya gak kesiangan." Ujar Zahra.
"Iya udah ayo."
Zahra pun tidur dengan di dekap oleh Adzriel sedangkan Axel dan Alexa masih sibuk belajar agar mereka bisa lompat kelas dan bisa mendapatkan nilah tertinggi di sekolahnya.
__ADS_1