Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 10 masuk kerja


__ADS_3

Lain Anna yang sarapan hanya dengan sederhana dan bahkan itu pun tidak tau di bayar atau tidak. Aurelia sarapan ala bule di meja makan mewah dengan papa dan ibu tirinya yang menikmati makanan itu di mana pasti Aurelie akan makan dengan elegan dengan sandwich yang yang di potong dengan pisau dan garfu makan dengan elegan layaknya seorang ratu.


" Apa Athar menyetujui desain kamu?" tanya Candra di tengah-tengah makannya.


" Belum pah," jawab Aurelia singkat.


" Apa pendapatnya?" tanya Chandra.


" Dia belum menanggapinya. Karena kemarin dia sibuk," sahut Aurelia dengan santai.


" Sibuk dan tidak melihat sebentar saja desain kamu, apa yang salah dengan desain kamu sampai tidak di lihat sebentar saja," sahut Chandra. Aurelia diam saja menanggapi kata-kata sang papa.


" Mungkin memang Desain yang Aurelie berikan tidak memiliki ciri khas yang baik, atau daya tarik yang sama sekali tidak ada. makanya Athar tidak melihatnya sedikitpun," sahut Amelia.


" Tidak seperti itu, aku sudah mengatakan Athar sedang sibuk," tegas Aurelia menatap ibu tirinya dengan tegas yang Aurelia sangat malas jika ibu tirinya harus ikut-ikutan dalam masalahnya dengan papanya.


" Aurelia, sampai kapan kamu terus seperti itu," sahut Chandra membuat Aurelia melihat papanya.


" Maksud papa apa?" tanya Aurelia.


" Kalian berteman atau berpacaran tidak ada yang jelas. Bahkan kerja sama saja kamu tidak bisa dengannya. Sudah berapa lama. Tapi kamu tidak pernah kalaborasi dengannya," ucap Chandra yang tampaknya kecewa.


" Pah, aku jelas dekat dengan Athar. Aku satu sekolah dengannya. Kita juga sama-sama kuliah di luar Negeri. Apa itu kurang jelas untuk hubungan kami," ucap Aurelia.


" Jelasnya di mana," sahut Amelia lagi yang memang tidak puas jika tidak menanggapi.


" Aurelia, kalau memang hubungan kalian jelas. Tidak akan seperti ini. Masa iya dia mengabaikan Desain mu untuk yang sekian kalinya, walau tidak menarik paling tidak menanggapi sedikit. Tidak mengabaikan begitu saja," sahut Amelia sinis.


" Dalam bisnis tidak memandang kedekatan. Bisnis adalah bisnis dan itu tidak ada hubungannya dengan kedekatan ku dengan Athar," sahut Aurelia yang punya jawaban.


" Jadi kamu ingin mengatakan. Jika Desain mu tidak bagus sehingga harus banyak pertimbangan," sahut Amelia membuat Aurelia geram mengepal sendok dan pisau. Tampaknya dia memang sering perang dingin dengan ibu tirinya itu.

__ADS_1


" Kamu harus banyak belajar, percuma kuliah di tempat yang bagus. Begitu lulus tetap hanya menghabiskan uang saja," ucap Amelia dengan penuh sindiran.


" Sudah-sudah apa yang kalian bicarakan. Lanjutkan sarapannya, kamu Aurelie buat desain lebih menarik lagi. Agar bisa bekerja sama dengan Athar," sahut Candra mencegah keributan di antara anak dan ibu tirinya itu yang memang sering cekcok.


" Selalu ikut campur," batin Aurelie yang sudah kehilangan mood.


" Momy," panggil suara nyaring anak kecil yang menghampiri meja makan yang anak yang memakai pakaian seragam sekolah dengan rambut di kucir dua anak yang gembul itu yang begitu menggemaskan.


" Chaca," sahut Amelia tersenyum mengajak anaknya yang bernama Chaca itu duduk di sampingnya. Chaca yang berusia 8 tahun anaknya dengan Chandra.


" Ayo sayang kamu sarapan," ucap Amelia


" Iya momy," sahut Chaca dengan pipinya yang begitu tembam.


" Chaca bagaimana sekolahnya?" tanya Chandra.


" Baik pa, teman-teman Chaca juga baik-baik semuanya," sahut Chaca.


" Iya pa," sahut Chaca.


" Kamu juga rajin sekolah dengan benar agar menjadi anak pintar, kalau sudah besar. Bisa bekerja dan tidak menyusahkan orang tua," ucap Amelia dengan penuh sindiran pada Aurelia. Membuat Aurelie menghentakkan garfu dan pisau sehingga terdengar bunyi sedikit.


" Aku sudah selesai sarapan," ucap Aurelia berdiri dan langsung pergi. Amelia hanya biasa saja dan Candra pun tidak menanggapi apa-apa dan melanjutkan makannya.


**********


Akhirnya Anna tiba di Perusahaan Glossi. Anna turun dari motornya membuka helmnya dan meletakkan di tempat biasa. Lalu kepala Anna mendongak ke atas melihat tingginya Perusahaan itu sampai mencakar langit yang tertulis dengan nama Group Glossi.


" Huhhhhh," Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Semoga saja aku betah bekerja di sini dan bisa mendapatkan uang untuk kehidupanku di masa depan. Aku harus mengubah hidupku," batin Anna dengan penuh harapan lalu melangkah dengan komat-kamit di mulutnya yang mungkin dia kembali membacakan mantra.

__ADS_1


Anna pun bertemu dengan resepsionis dan langsung menanyakan mengenai Lisa dan resepsionis pun mengantarkan Anna pada Lisa dan sekarang mereka sudah berjalan berdampingan di mana Lisa menjelaskan pada Anna di bagian mana Anna bekerja.


" Lalu saya bekerja di bagian mana?" tanya Anna.


" Tim produksi. Yang itu artinya. Kamu akan mempunyai giliran memeriksa di bagian produksi, bagian pabrik dan gudang," jelas Lisa dengan singkat. Anna hanya mengangguk-angguk saja.


" Nanti kamu lihat jadwal kamu kapan," ucap Lisa.


" Ohhh, begitu," sahut Anna.


Lisa pun mengantarkan Anna di bagian para karyawan yang sudah mulai melakukan pekerjaan mereka.


" Ini tempat duduk kamu," ucap Lisa menunjukkan letak Anna di mana. Anna melihat karyawan yang ada di sana melihatnya dengan senyum dan sepertinya orang di perusahaan itu ramah-ramah.


" Hay," sapa Anna mengangkat tangannya. Yang lain mengangguk tersenyum dan melanjutkan pekerjaan mereka yang fokus pada laptop dan yang lain sebagainya.


" Kamu ingat ya Anna, kamu harus telaten dalam bekerja. Jangan asal-asalan. Dan jangan telat. Harus bersih dan rapi. Karena bos super higenis tidak suka dengan karyawan. Lelet, jorok, berantakan dan pemalas," ucap Lisa menyarankan dan semua yang di sebutkan Lisa adalah kebiasaan buruknya dan pasti perkataan Lisa sebuah sindiran untuk Anna.


" Kamu mengerti?" tanya Lisa. Anna mengangguk-angguk saja dengan senyum tidak ikhlas nya dia merasa seperti di ospek yang di beri banyak pesan yang pasti hanya keluar masuk dari telinganya.


" Baik kalau begitu selamat datang di perusahaan kami dan bekerjalah dengan baik," ucap Lisa dengan ramah menepuk bahu Anna dengan senyum ramahnya.


" Jadi ini dunia baru yang akan aku jalankan. Apa aku bisa," batin Anna dengan lemas yang tampak begitu ragu dengan kepalanya yang berkeliling melihat lokasi tempatnya bekerja yang sangat luas dan pasti juga membuatnya bingung.


Anna memang tidak punya pengalaman kerja di perusahan. Selama ini dia hanya bekerja di toko, dan mini-mini market ya bekerja serabutan saja.


" Hmmmmm. Anna, kamu pasti bisa. Apapun itu dan ingat kamu tidak boleh di pecat oleh bos yang namanya super higenis tersebut, karena ini adalah masa depan kamu. Ingat kantung kamu sudah menepis. Dan hutang kamu sudah menebal. Jadi kamu harus bertahan untuk bekerja di perusahaan ini. Ini adalah awal dari segalanya," batin Anna yang memberi semangat dirinya sendiri.


" Semangat Anna, semangat," ucapnya di dalam hatinya memberi dirinya semangat. Ya hanya dirinya sendiri yang bisa memberikannya semangat karena Anna memang tidak punya siapa-siapa yang mendukungnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2