Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 311


__ADS_3

Olive mendekati Mahendra dan terlihat menarik tangan Mahendra menjauh dari Aurelia dan hal itu membuat Aurelia heran dengan apa yang di lakukan Olive. Sementara Jennie hanya menonton saja.


" Kakak ngapain di sini. Bukannya tadi janji sama Olive mau menemani Olive ke pantai," ucap Olive dengan kesalnya yang terlihat cemburu dengan kedekatan Mahendra dan Aurelia.


" Ohhhh, itu aku tadi...." Mahendra malah terlihat gugup yang seperti di rebutkan 3 wanita.


" Memang harus ya Olive. Mahendra menemani kamu kepantai. Soalnya dia ada perlu denganku," sahut Aurelia yang kelihatan tidak suka dengan manjanya Olive dengan Mahendra bahkan di depannya merangkul lengan Mahendra membuatnya panas.


" Loh emang kenapa. Orang kak Mahendra ya sendiri tidak keberatan dan keperluan kakak apa dengannya," sahut Olive dengan sinis yang terlihat menantang Aurelia.


Mahenndra jadi bingung yang melihat ada api amarah dari 2 wanita yang di pastikan sangat menyukainya.


Aurelia mendengus kasar mendengar pernyataan Olive , " Olive kamu itu aneh sekali ya keperluan kami itu banyak. Mahenndra ini adalah orang kepercayaan mama yang membantu aku dan Anna. Jadi jelas keperluan kami banyak dan kamu tidak perlu tau," sahut Aurelia menegaskan.


" Tapi ini adalah Bali di mana kalian di undang dalam acara kak Gibran. Dan tidak ada masalah pekerjaan di antara kalian berdua. Baik kak Aurelia maupun Anna dan terserah Olive juga mau mengajak kak Mahendra kemana, lagian kak Mahendra tidak menolak sama sekali," tegas Olive


" Apapun itu kau tidak bisa memaksanya," sahut Aurelia lama-lama kesal dengan Aurelia dan menarik tangan Mahendra ke sisinya menjauh dari Olive.


" Aku tidak memaksanya, dia memang mau sendiri," sahut Olive yang kembali menarik Mahendra ke sisinya.


Dan Aurelia juga menarik kembali, " tetapi dia orang kami bukan orang kalian," sahut Aurelia menegaskan.


" Tapi ini bukan dalam dunia kerja. Jadi itu bukan urusanku," sahut Olive yang menarik Mahendra lagi ke sisinya yang akhirnya Olive dan Aurelia saling menarik Mahendra.


Mahendra bingung terlihat pasrah yang tidak bisa mengatasi 2 wanita yang sama-sama keras kepala itu dan sementara Jennie hanya menonton saja pertunjukan yang menarik di depannya.


" Lepaskan dia!" tegas Aurelia.


" Kau yang melepaskannya!" sahut Olive menegaskan yang tidak ada yang mau kalah sama sekali.


" Jennie tolong aku kenapa kau diam saja," ucap Mahendra yang membutuhkan Jennie. Namun Jennie hanya mengangkat ke-2 bahunya yang memang tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya menonton saja Pria yang di dalam pesawat menyatakan perasannya itu sedang di perebutkan 2 wanita.


Athar, Anna, Derry, Lisa dan Marko tidak sengaja melewati taman dan melihat pertunjukan itu membuat mereka menatap heran.


" Ada apa itu?" tanya Lisa.


" Itu bukannya Mahendra," sahut Marko.


" Ya memang itu Mahendra," sahut Anna.


" Lalu kenapa di tarik-tarik Olive dan Aurelia?" tanya Derry kebingungan.


" Alamat ini pasti perebutan," ucap Anna terlihat lemas.


" Maksudnya?" tanya Derry, Lisa dan Marko serentak.


" Sudah mending kita lihat aja kesana," sahut Athar dari pada hanya melihat dari kejauhan. Mending menghampiri agar tau apa yang terjadi.


Mereka pun menghampiri pertunjukan yang saling rebut di mana lengan Mahendra mungkin sudah lemah dan bisa putus gara-gara 2 wanita yang tidak ada yang mau mengalah sama sekali.


" Hentikan!" bentak Athar membuat Aurelia dan Olive langsung berhenti dan Mahendra merasa lega.


" Apa yang kalian lakukan hah! main tarik-tarik orang apa nggak ada pekerjaan hah?" tanya Athar kesal melihat adiknya terutama.


" Dia yang duluan kak," sahut Olive langsung menunjuk Aurelia.


" Apa salahku," sahut Aurelia yang tidak mau di salahkan.


" Kau melarangku untuk pergi bersama kak Mahendra dengan alasan pekerjaan. Padahal kak Mahendra tidak menolak sama sekali," sahut Olive dengan kesal.


" Tetapi aku memang ada perlu dengannya dan urusan kami itu banyak," tegas Olive.


" Tetap aja itu tidak masuk akal," sahut Olive menyambar.


" Sudah cukup hentikan!" bentak Athar, " kalian sadar tidak perbuatan kalian seperti anak kecil. Sangat keterlaluan. Bagaimana jika perbuatan kalian ini membuat mama papa dan orang tua lainnya di Villa ini melihat. Sangat memalukan," sahut Athar memarahi dua wanita itu.


" Kak Aurelia sudahlah jangan membuat kerusahan," ucap Anna bertambah pusing.


" Kamu juga Olive sudahlah nanti yang lainnya terganggu," sahut Lisa memberi saran.


" Maaf jika aku membuat keributan di tempat ini. Aku tidak bermaksud sama sekali," sahut Mahendra yang merasa tidak enak.


" Ini bukan salah kak Mahendra. Ngapain juga harus minta maaf," sahut Olive.


" Iya memang ini bukan salahnya. Tetapi salah kamu yang membuat rusuh," sahut Aurelia.


" Malah nyalain orang lagi," sahut Olive semakin kesal.


" Sudah hentikan!" bentak Athar lagi lama-lama stress.


" Aurelia ayo kita pergi. Aku ingin bicara denganmu," sahut Derry yang langsung menarik tangan Aurelia.


" Derry tapi!" Aurelia sempat menolak. Namun Derry tetap memaksanya untuk pergi agar situasi bisa tenang.

__ADS_1


" Sana tu bawa dia jauh-jauh," sahut Olive dengan senangnya.


" Olive kamu masuk!" tegas Athar.


" Olive masih mau kepantai kak!" sahut Olive dengan manjanya.


" Kakak bilang masuk tidak ada pantai-pantaian," tegas Athar menunjukkan wajah galaknya.


" Tapi kak!"


" Masuk!" tegas Athar.


" Olive sudahlah dengarkan saja kak Athar. Masuk sana," sahut Anna yang tidak mau Athar bertambah marah.


" Issss, kak Athar keterlaluan," sahut Olive dengan kesal yang pergi dengan terpaksa. Athar menghela napasnya dengan kasar kedepan dan melihat ke arah Mahendra. Cowok sok keren yang merasa di rebutkan.


Athar tidak tau mau bicara apa dan langsung saja pergi dengan memijat pelipisnya.


" Athar tunggu!" panggil Anna yang langsung mengejar Athar.


" Huhhhh aneh-aneh saja yang terjadi!" Lisa juga langsung pergi meninggalkan tempat itu. Marko mendekati Mahendra da menepuk bahu Mahendra.


" Kau keren Brow. 2 cewek cantik langsung merebutkan mu," ucap Marko yang berbisik dan langsung pergi. Mahenndra mendengar kata-kata Marko hanya mengkerutkan dahinya.


Tinggal dia dan Jennie yang mana sekarang mereka saling melihat. Namun Jennie langsung pergi dari hadapan Mahendra.


" Jennie tunggu!" panggil Mahendra mengejar Jennie. Baginya mengejar Jennie jauh lebih baik.


Sampai akhirnya berhasil menangkap tangan Jennie membuat langkah Jennie terhenti di hadapannya.


" Lepaskan tanganku!" ucap Jennie dengan ketus.


" Aku berharap kau tidak salah paham dengan apa yang terjadi," ucap Mahendra.


" Aku tidak peduli sama sekali," tegas Jennie melepas tangannya dari Mahendra.


" Jennie apa yang kau lihat tidak seperti apa yang kau pikirkan," ucap Mahendra mencoba menjelaskannya.


" Aku sudah mengatakan tidak peduli Mahendra!" bentak Jennie.


" Kau harus peduli. Karena kita punya hubungan," tegas Mahendra.


" Apa hubungan kita," sahut Jennie dengan kesal.


" Aku sudah mengatakan perasaanku saat di pesawat kepadamu dan itu sudah jelas," ucap Mahendra menegaskan.


" Apa maksudmu masalah prinsip," sahut Mahendra.


" Mahenndra sudahlah. Semua sudah menjelaskan kau sadar tidak Olive dan Jennie itu menyukaimu. Dan kau masih bisa-bisanya mengatakan perasaanmu denganku," sahut Jennie menekan suaranya.


" Tetapi aku tidak menyukai mereka aku tidak punya perasaan apa-apa kepada mereka," sahut Mahendra menegaskan.


" Apapun itu aku tidak bisa bersamamu. Hubungan kita hanya masa lalu dan sampai kapanpun hanya akan menjadi masa lalu," tegas Jennie yang langsung pergi dari hadapan Mahendra.


" Jennie tunggu!" Mahendra tidak menyerah dan mengejar Jennie lagi menghalang jalan Jennie.


" Jennie aku akan membuktikan padamu. Jika aku tidak mempunyai perasaan apa-apa kepada Aurelia atau Olive," tegas Mahendra.


" Aku tidak perlu buktimu," sahut Jennie.


" Jennie!"


" Sudah cukup! please Mahendra, jangan menggangguku. Aku tidak bisa maka tidak bisa apa kau tidak bisa mengerti bahasa Indonesia," tegas Jennie.


" Tapi aku tidak akan menyerah Jennie," ucap Mahendra yang benar-benar sungguh-sungguh dengan perasannya kepada Jennie.


" Terserah apa yang mau kau lakukan!" tegas Jennie yang tidak peduli dan langsung pergi dari hadapan Mahendra.


" Mungkin sulit untuk membuatmu mengerti semua ini. Tetapi aku akan terus berusaha untuk meyakinkanmu," batin Mahendra dengan yakin pada perasaanya yang melihat kepergian Jennie.


********


" Derry seharusnya kau tidak menarikku darinya!" ucap Aurelia dengan wajahnya yang kesal pada Derry.


" Jadi menurutmu. Kau masih ingin melanjutkan perkelahian mu dengan Olive seperti anak kecil," ucap Derry.


" Olive yang anak kecil bukan aku," tegas Aurelia.


" Aurelia apa yang kau lakukan dengan Olive itu sama-sama kalian seperti anak kecil. Apa kau tidak sadar itu dan kau lebih dewasa dari pada Olive. Seharusnya kau tidak meladeni Olive seperti tadi dan bertingkah aneh seperti itu!" tegas Derry memberikan pencerahan kepada Aurelia.


" Derry, Olive itu adikmu. Jadi jelas kau membelanya dan apa yang terjadi tadi hal yang serius," tegas Aurelia.


" Apa yang serius?" tanya Derry.

__ADS_1


" Karena Olive menggangguku dan Mahendra. Dia memaksa Mahendra untuk mengikutinya," sahut Aurelia menekan suaranya.


" Lalu apa menurutmu itu serius?" tanya Derry.


" Kau masih bertanya. Ya iyalah," sahut Aurelia.


" Aurelia jika kau butuh pendapat masalah pekerjaan. Kau bisa tanyakan aku dan tidak perlu dengan Mahendra sampai bertengkar seperti tadi," tegas Derry.


" Tapi ini bukan masalah pekerjaan saja," sahut Aurelia menegaskan.


" Apa maksudmu?" tanya Derry bingung.


" Derry aku dan Mahendra bukan hanya masalah pekerjaan jika bertemu dan Olive sudah mengganggu kamu. Dari pada kau menceramahiku, lebih baik kau menasehati adikmu untuk tidak kecentilan dan memaksa Mahendra. Aku sangat tidak menyukai dia mendekati Mahendra," tegas Aurelia dengan marah-marah.


" Apa yang kau katakan Aurelia. Apa kau...."


" Sudahlah aku malas berdebat denganmu. Kau itu tidak membantumu sama sekali. Kau ceramahi saja adikmu itu," tegas Aurelia dengan penuh kekesalan dan langsung pergi dari hadapan Derry.


" Aurelie!" panggil Derry yang mana Aurelia tidak mendengarkannya dan tetap pergi.


" Tidak mungkinkan dia menyukai Mahendra," batin Derry yang tiba-tiba kepikiran hal itu. Dia menakutkan semua itu. Namun masih berusaha untuk berpikiran positif.


*******


Olive sekarang sedang di kamar bersama Sana, Anna dan Lisa. Di mana mereka harus membujuk Olive yang sedang ngambek.


" Sudahlah Olive ngapain sih kamu mikirin Mahendra terus," sahut Lisa.


" Bagaimana tidak kepikiran. Aku itu kesal dengan kak Aurelia. Gara-gara dia rencanaku ke pantai bareng kak Mahendra jadi gagal. Aku juga di marahi kak Athar," tegas Olive.


" Itu kesalahan kamu sendiri. Jangan salahkan Athar. Dia hanya tidak mau kamu membuat keributan," sahut Anna.


" Kamu membelanya karena dia pacarmu," sahut Olive. Anna memang lebih baik diam saja dari pada ikut bicara nanti Olive semakin emosi.


" Lagian ngapian sih harus merebutkan Mahendra. Padahal dia nggak tampan-tampan amat," sahut Sana.


" Aku juga setuju itu," sahut Anna.


" Issss kalian ini bukannya mendukungku malah mengejekku. Pokoknya aku tidak akan tinggal diam. Kalau kak Aurelia menghalangiku lagi untuk dekat dengan Mahendra. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ucap Olive menegaskan.


" Astaga Olive udah deh jangan mencari masalah mulu. Belum tentu juga Mahendra suka sama kamu," sahut Lisa.


" Aku juga setuju itu. Karena kalau dia menyukai kamu. Mana mungkin dia diam aja saat insiden tadi," sahut Sana.


" Mana mungkin dia tidak menyukai ku," sahut Olive dengan percaya dirinya.


" Mereka merebutkan Pria yang tidak menyukai mereka. Mereka itu seharusnya ngaca kenapa sih. Tidak kak Aurelia tidak Olive sama saja. Padahal aku saja masih penasaran dengan hubungan Mahendra dan Jennie dan mereka berdua sudah heboh sendiri," batin Anna dengan geleng-geleng yang hanya menghela napas kasar saja.


**********


Anna menghampiri Athar yang berdiri di balkon teras atas. Anna menghela napas dan mendekati kekasihnya itu dengan memeluk pinggangnya dari belakang.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Anna.


Athar memegang tangan Anna yang memeluknya dan langsung berbalik badan menghadap Anna. Di mana Athar langsung menggendong Anna dan mendudukkannya di pagar balon. Sekali lepas Anna bisa jatuh kebawah sana.


" Apa lagi kali bukan apa yang terjadi pada mereka berdua," jawab Athar.


" Olive dan Mahendra, kak Aurelia dan Mahendra?" tanya Anna.


" Hmmm, mereka sampai ribut hanya perkara itu dan yang sangat menyebalkan ya Mahendra malah diam dan tidak tegas sama sekali," ucap Athar dengan kesal.


" Mungkin dia juga bingung sayang. Apa lagi tadi aku juga melihat dia seperti panik berhadapan dengan Bu Jennie," ucap Anna.


" Apapun itu seharusnya dia gentel dan tidak seperti ini, dia itu sangat keterlaluan," ucap Athar.


" Tapi aku lebih kasihan nanti pada Derry. Aku tidak tau bagaimana Derry harus menerima kenyataan bahwa kak Aurelia menyukai Mahendra," ucap Anna yang mengkhawatirkan Derry.


" Sangat rumit Anna dan kuncinya ada pada Mahendra. Dia seharusnya tegas. Agar masalah ini tidak semakin berlanjut dan tidak banyak yang terluka," ucap Athar.


" Aku setuju sama kamu," sahut Anna.


" Sudahlah kita jangan memikirkannya dan iya bagaimana Olive?" tanya Athar.


" Dia sudah mendingan. Paling hanya ngambek aja," jawab Anna.


" Ya sudahlah kalau begitu. Kamu juga istirahat. Ini sudah malam," ucap Athar. Anna mengangguk.


" Kamu juga istirahat," ucap Anna. Athar mengangguk.


" Ya sudah turunkan aku," ucap Anna. Athar tersenyum dan bukannya menurunkan Anna dan malah memeluk Anna seolah sangat merindukan Anna. Padahal mereka sering bertemu dan sering bersama.


Bersambung

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ya ikutin ceritanya dan jangan lupa tinggalkan koment, like dan subscribe. Vote sebanyak-banyaknya....



__ADS_2