
Athar sudah 3 hari setelah siuman di rumah sakit dan kemungkinan besok dia akan pulang. Karena akan menghadiri pertandingan untuk 5 besar yang sudah di siapkan Perusahaan.
Para karyawan yang beruntung memang lagi sibuknya berjuang untuk menampilkan yang terbaik di mana kali ini mereka akan menampilkan sketsa asal usul karya mereka dan pasti ini akan membuat semuanya bekerja ekstra termasuk Anna yang ingin menyiapkan sedemikian rupa.
Di mana dia juga sibuk di ruangannya yang menggambar-gambar dengan lincah dan pasti ada yang beberapa kali yang tercoret-coret.
" Anna!" teriak Lisa membuat Anna terkejut saat Lisa seenaknya masuk kedalam ruangannya.
" Lisa ngagetin aja," sahut Anna kesal.
" Issss, sibuk amat, mentang-mentang calon pemenang," ucap Lisa menggoda Anna.
" Apaan sih, nggak jelas banget," sahut Anna yang melanjutkan pekerjaannya.
" Kamu ngapain sih kemari?" tanya Anna.
" Kenapa memang tidak boleh?" tanya Lisa.
" Ya boleh, tapi kamu juga biasanya sibuk. Memang tidak ada kerjaan apa?" tanya Anna sambil tangannya terus bekerja.
" Banyak... Aku hanya ingin memberimu dukungan. Karena hanya tinggal 3 hari lagi. Semoga kamu benar-benar bisa menampilkan yang terbaik," ucap Lisa yang selalu mensupport temannya itu.
" Makasih Lisa," sahut Anna tersenyum lebar.
" Oh, iya Anna, kamu mau ikut kerumah sakit tidak. Mau jenguk bos Athar?" tanya Lisa yang membuat Anna terdiam saat mendengar nama Athar. Sudah 3 hari dia berusaha untuk melupakan Athar. Namun Lisa kembali mengungkit nama itu.
" Aku dengar bos Athar sudah membaik dan mungkin juga akan pulang besok," ucap Lisa. Jujur Anna mendengarnya bahagia dengan kondisi Athar yang sudah baik.
" Bagaimana kamu mau ikut?" tanya Lisa untuk memastikan.
" Tidak Lisa kamu saja yang pergi dengan yang lainnya. Kan aku masih banyak pekerjaan," ucap Anna yang berusaha untuk santai.
__ADS_1
" Hmmm, begitu rupanya. Ya sudah aku memang hanya pergi bersama beberapa orang saja. Termasuk Marko situkang intil," ucap Lisa tampaknya kesal kalau menyebutkan nama Marko.
Anna tersenyum geleng-geleng melihat temannya tampak ke jijikan, " jangan bicara seperti itu. Entar jodoh lo," ucap Anna menggoda.
" Isssss, amit-amit," sahut Lisa tampaknya akan melawan takdir itu.
" Hati-hati jodoh. Biasanya benci jadi cinta lo," goda Anna lagi.
" Cieeee yang berpengalaman," sahut Lisa yang malah berbalik menggoda Anna.
Hal itu mengingatkan Anna kembali pada Athar Pria temannya ribut dan pasti jika Athar di suruh membunuh satu orang di dunia tanpa terkena hukuman. Pasti dirinya yang akan di bunuh Athar. Karena Anna menyadari betapa mengenalkannya dirinya yang membuat Athar terus darah tinggi melihatnya.
Dan harus di akui Anna ribut-ribut tidak jelas dengan Athar yang bertemu seperti tom and Jerry telah tumbuh perasaan yang mengalir begitu saja dan itu alasannya sampai saat ini galau.
" Hmmm, ya sudah aku keluar dulu. Semangat ya untuk kerjaan mu," ucap Lisa menepuk bahu Anna dan keluar dari ruangan itu.
Anna tidak menjawab lagi dan hanya diam dengan napas berat yang kembali merasa merindukan Pria yang itu. Ya bahkan ingin mendengar suara Pria itu yang paling tidak berteriak memanggil namanya.
Athar di rumah sakit bersama dengan Aurelia. Di mana Athar duduk di atas ranjang dengan laptop yang di letakkan di antara dua kakinya yang berbaring lurus. Meski di rumah sakit Athar tetap fokus pada kerjaannya.
" Athar kamu makan dulu ya," ucap Aurelia duduk di samping Athar.
" Aku tidak lapar," jawab Athar dingin.
" Tetapi dari tadi pagi kamu belum makan," sahut Aurelia.
" Aku banyak pekerjaan dan nanti saja kalau mau makan," sahut Athar yang tetap pada pendiriannya yang tidak mau makan dan bahkan cuek yang tetap fokus pada laptopnya yang tidak melihat Aurelia sama sekali dan tampaknya hal itu berhasil membuat Aurelia panas.
" Makanlah Athar," desak Aurelia lagi.
" Aurelia kamu tidak mendengarku. Jika aku mau makan. Aku bisa makan sendiri. Kamu tidak perlu menyuruhku untuk makan," tegas Athar yang membuat Aurelia mendengus kasar.
__ADS_1
" Kamu menunggunya," ucap Aurelia tiba-tiba yang membuat Athar melihat kearahnya.
" Apa maksud kamu?" tanya Athar.
" Dia, apa kamu pikir dia akan datang. Aku pikir Athar setelah semua yang di katakannya pikiran kamu terbuka. Tetapi apa kamu masih tetap terpengaruh olehnya dan sampai dengan bodohnya kamu mencelakai diri kamu untuknya. Kamu sadar tidak kamu hanya di permainkan dan apa kamu pikir dia peduli kepadamu. Jika dia peduli dia pasti datang paling tidak berterima kasih kepadamu. Tapi apa dia tidak berterima kasih kepadamu dan hanya sibuk dengan urusannya. Lihatlah Athar betapa bodohnya dirimu yang lagi-lagi kau hanya di manfaatkan," ucap Aurelia membuat Athar mengepal tangannya mendengar pernyataan Aurelia.
" Keluar dari sini!" usir Athar dengan menunjuk pintu.
" Kau mengusirku," sahut Aurelia.
" Aku tidak ingin mendengar kata-kata mu yanh tidak berguna itu," sahut Athar.
" Aku yang merawatmu Athar, aku melakukan banyak hal padamu. Tetapi kau tidak menganggapku sama sekali. Kau sibuk memikirkannya. Kau pikir dia akan datang. Dia tidak akan datang. Jika dia ada niat datang dan berterima kasih kepadamu. Dia pasti ikut bersama teman-teman nya. Tapi apa dia tidak melakukan hal itu," ucap Aurelia yang terus mencari gara-gara dengan Athar.
" Kau masih tetap di sini?" tanya Athar menekan suaranya.
" Baiklah aku akan pergi," sahut Aurelia yang langsung berdiri dan pergi dari ruangan itu.
Athar menetralkan napasnya yang naik turun karena perkataan Aurelia yang memancing kemarahannya Athar menutup laptopnya. Sudah tidak fokus lagi bagi Athar untuk bekerja. Athar menyimpan laptopnya di atas nakas dengan kembali membuang napasnya perlahan kedepan.
Athar turun dari tempat tidurnya berjalan menuju jendela. Wajahnya yang murung pasti berfokus pada Anna. Karena tadi Aurelia mengungkitnya. Aurelia mungkin memang benar Athar menunggu-nunggu kehadiran Anna. Namun pada nyatanya Anna tidak datang menemuinya. Karena memang sudah cukup untuk Anna untuk berusaha.
" Apa aku terlalu mengharapkan mu untuk datang. Padahal tadi Lisa datang bersama yang lainnya. Apa salahnya kau ikut mereka dan pura-pura tidak terjadi apa-apa," batin Athar benar-benar mengharapkan Anna menjenguknya.
Walau mengetahui kabar dari Jennie jika Anna baik-baik saja. Tetapi Athar tetap ingin melihat Anna. Ada rasa ingin bertanya pada Anna apakah Anna takut dengan kejadian kemarin dan bertanya apakah ada bahaya yang datang. Banyak yang ingin di tanyakan Athar pada Anna.
Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu kembali melangkah menuju tempat tidurnya. Athar mengambil handphone dan melihat kontak Anna ada rasa jemarinya ingin menekan tombol memanggil. Tetapi Athar bingung apa yang harus di tanyakannya.
Athar merasa serba salah yang tidak tau harus bertindak apa. Mungkin saja jika Aurelia tidak kalah cepat dari Anna pasti Anna dan Athar sudah saling bicara saat ini. Namun semuanya tidak sesuai rencana dan berantakan begitu saja.
bersambung
__ADS_1