Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 94 Cekcok lagi.


__ADS_3

" Kau yakin tidak mau makan?" tanya Anna.


" Aku sudah mengatakan tidak. Aku tidak ingin mendapatkan resiko," sahut Athar.


" Isssss, resiko apanya coba. Nggak ada resiko-resikoan. Kamu itu terlaku berlebihan. Ya udah kalau kau tidak mau makan biar aku aja yang turun," sahut Anna membuka sabuk pengamannya.


Bodo amat Athar mau ikut atau tidak. Karena dia sudah lapar parah. Anna membuka pintu mobil. Namun tidak bisa.


" Kok nggak bisa di buka?" tanya Anna melihat ke arah Athar. Athar tampak datar.


" Kau mengkuncinya!" tebak Anna dengan menatap horor Athar.


" Aku bilang tidak ingin makan. Maka tidak makan. Kalau aku tidak mau. Kau juga tidak bisa turun," sahut Athar menegaskan.


" Hey, apa urusannya denganku perut, perut siapa. Mana bisa seperti itu. Kalau kau tidak mau makan. Maka aku yang makan. Kalau aku mati bagaimana. Ya jelas kau tidak kerepotan. Kau itu punya banyak uang kau akan memanipulasi kematian ku. Iya kan," sahut Anna dengan mengoceh.


" Terserah apa katamu. Yang jelas aku katakan tidak maka tidak!" tegas Athar.


" Kau, benar-benar ya," kesal Anna yang ingin memukul Athar. Anna jadi cemberut dengan kelakukan Athar yang terus suka-suka kepadaku.


Athar melirik ke arah Anna di mana bibir itu mengkerut dengan wajah kesal yang benar-benar lapar. Anna melipat tangannya di dadanya layaknya anak kecil yang sedang ngambek. Tapi kok menggemaskan ya.


" Turunlah!" titah Athar yang tidak tega dengan Anna yang kelaparan.


" Untuk apa?" tanya Anna ketus.


" Bukannya kau mau makan. Jadi turunlah!" ucap Athar.


" Sudah tidak. Aku mendadak kenyang," sahut Anna dengan jutek.


" Bukannya tadi kau bilang lapar!" tanya Athar

__ADS_1


" Aku sudah tidak lapar," jawab Anna yang kelihatan ngambek.


" Sekarang menyuruhku makan. Tadi mengkunci ku. Dia pikir siapa dirinya yang selalu suka-suka denganku. Mentang-mentang dia bos. Aku yakin dia juga pasti kelaparan. Jadi biarkan saja dia kelaparan biar dia tau rasa bagaimana sakitnya perutku," batin Anna dengan kesal pada Athar yang bergerutu di dalam hatinya.


" Kau yakin tidak mau makan?" tanya Athar. Anna diam tanpa mengeluarkan suara lagi. Tidak mengangguk atau tidak menggeleng.


" Baiklah kalau kau tidak mau makan. Anak buahku sudah datang. Aku akan mengantarmu pulang," sahut Athar dengan dingin.


Anna mengkerutkan dahinya dengan kesal. Athar bukannya membujuknya lagi. Bertanya lagi. Malah sekarang menyalakan mesin mobilnya yang benar-benar tidak peduli dengan Anna.


" Issss, ini memang manusi yang sungguh kaku. Dia tidak peka apa dengan aku diam berarti aku masih lapar. Isssss aku sumpahi dia itu tidak bisa tidur karena perutnya yang sakit lihat saja," batin Anna mengumpat di dalam hatinya yang begitu kesal dengan Athar di sampingnya itu.


Setelah melakukan perjalanan akhirnya Anna dan Athar sampai di rumah Anna. Masih saja hujan. Anak buah Athar turun dari mobil membuka pintu mobil Anna dan juga Athar memberi payung Athar dan Anna.


Anna yang terlihat kesal. Saat turun dari mobil mengambil payung yang di pegang anak buah Athar dan langsung berjalan menuju rumahnya tanpa berpamitan atau bicara sedikitpun dengan Athar. Athar hanya mendengus kasar dengan Anna yang pergi begitu saja dan pastinya Anna itu sedang ngambek.


" Ini yang tuan minta," ucap anak buah yang satunya memberikan kantung plastik puti pada Athar.


Lalu menyusul Anna memasuki rumah Anna. Para penjaga itu pun pulang dan Athar memang pasti akan di rumah Anna. Karena mengingat kejadian tadi. Jadi mana mungkin Athar bisa membiarkan Anna sendirian di rumah.


Anna membuka pintu rumahnya dan tiba-tiba Athar sudah berdiri di belakangnya dan membuatnya kaget.


" Ngapain kau di sini. Sana pulang!" usir Anna.


" Aku tidak bisa menyetir. Aku tidak enak badan," jawab Athar.


" Nggak usah alasan. Kau itu sudah sembuh dan dari tadi kau juga yang menyetir. Lagian Itu anak buahmu sampai 4 orang ada di sana memang mereka tidak bisa menyetir apa. Memang mereka kemari mobilnya di tarik apa. Jadi nggak usah alsan. Sana pulang. Aku mau tidur," cerocos Anna seperti rel kereta api. Kalau lapar marahnya akan double-doubel.


" Jangan banyak protes. Cepat buka pintunya. Kaki ku sakit berdiri terus dan di sini juga dingin jadi buka pintunya!" titah Athar.


" Aku tidak mau!" teriak Anna, " siapa kau menyuruh-nyuruhku. Ingat ini bukan waktunya bekerja. Jadi kau tidak bisa suka-suka padaku. Sana pulang jika tidak aku akan berteriak, meneriakimu maling," geram Anna menekankan pada Athar dengan memutarkan bola matanya.

__ADS_1


" Baiklah. Jika kau tidak mau. Maka jangan harap aku memberimu ijin untuk libur," sahut Athar memberikan ancamannya. Mata Anna melotot mendengarnya.


" Kau mengancamku," sahut Anna dengan kesal. Dengan menatap Athar horor.


" Terserah kau menganggap apa. Tapi aku tidak main-main dengan kata-kata ku dan jelas kau akan mendapat konsukuensinya berikutnya," lanjut Athar mengancam lebih parah lagi.


" Issss, dia benar-benar sudah kelewatan dalam menindasku. Hmmmm jika tidak mengijinkanku pergi. Rencana ku dengan Lisa, Sana dan Olive akan berantakan dong. Padahal kan ijin itu hanya akal-akalan ku saja. Aku kan mau healing dengan mereka," batin Anna yang berpikir keras.


Ternyata Anna memang selalu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Ya dia memang tidak akan menghilangkan kesempatan kecil itu.


" Kenapa diam?" tanya Athar. Anna merapatkan giginya dengan kes dan membuka pintu rumahnya.


" Masuk!" titah Anna tidak ikhlas yang masuk duluan.


Athar tersenyum miring yang mana Anna kalah dengannya. Athar pun akhirnya masuk Kerumah Anna. Sebelum masuk Athar melihat di sekelilingnya dan menutup pintu.


Athar langsung duduk di ruang tamu dan meletakkan kantung plastik yang di bawanya tadi di atas meja mengeluarkan isinya yang ternyata makanan yang pasti makanan mahal. Anna hanya berdiri saja di depan Athar dengan tangannya yang di lipat di dadanya dan wajahnya yang begitu manyun.


" Issss, kalau bukan karena buat liburan. Aku nggak akan mengijinkanmu di rumahku," batin Anna dengan kesal. Athar melihat kearah Anna dengan menaikkan 1 alisnya.


" Kenapa berdiri di situ. Ambilkan aku minum!" titah Athar.


" Kau pikir aku pembantumu," sahut Anna protes.


" Jangan membuatku berubah pikiran. Cepat sana!" suruh Athar lagi.


" Isssss," geram Anna menghentakkan ke-2 kakinya kelantai dan pergi dengan terpaksa.


" Pastikan gelasnya bersih!" teriak Athar.


Anna tidak menjawab dan hanya terdengar suara ketukan benda yang sepertinya ulah Anna karena kesal. Athar menyunggingkan senyumnya mendengar kekesalan Anna di dalam dapur yang sengaja memukul-mukul alat dapur bukti kesalnya pada Athar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2