Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 210 Tegang


__ADS_3

Akhirnya Jennie mengantarkan Anna pulang kerumahnya. Karena memang acara reflesing yang hanya untuk satu hari juga sudah berakhir di tambah dengan Athar yang kecelakaan. Dan walau harus besok pagi berakhirnya. Tetapi dengan terpaksa di berhentikan dan malam ini Jennie yang juga khawatir pada Anna makanya mengantarkan Anna pulang.


Begitu sampai. Anna langsung membuka sabuk pengamannya, " makasih ya Bu Jennie sudah mengantar saya," ucap Anna.


" Sama-sama Anna. Kamu langsung istirahat ya dan iya kalau ada apa-apa kamu bisa panggil --" Jennie melihat di sekitarnya yang melihat keluar yang seperti mencari seseorang. " Anna di mana para penjaga di rumah kamu?" tanya Jennie heran dengan kepalanya yang masih berkeliling.


" Aku tidak tau kemana. Tetapi waktu itu aku mendapati beberapa orang yang membongkar cctv dan katanya di cabut Perusahaan yang artinya penjaga dan Cctv Athar yang menariknya," jawab Anna membuat Jennie tampak kaget bahkan matanya melotot.


" Cctv juga di bongkar!" pekik Jennie. Anna mengangguk membenarkan hal itu.


" Athar melakukannya?" tanya Jennie yang kelihatan tidak percaya.


" Ya jika bukan dia siapa lagi. Wajar sih dia marah kepadaku dan melakukan itu," sahut Anna dengan pasrah.


" Tidak. Athar mana mungkin melakukannya. Athar saja tidak tau siapa-siapa orang-orang yang aku suruh memasang Cctv. Aku hanya mengatas namakan Perusahaan supaya orang-orang di sini tidak banyak bertanya. Dan ini jelas tidak ada hubungannya dengan Perusahaan. Lagian Athar tidak mungkin melakukannya. Dia pasti menyuruhku jika ingin melakukannya," Jennie bergerutu di dalam hatinya yang penuh dengan kecurigaan.


" Apa semua ini berkaitan," batinnya menduga-duga apa yang terjadi.


" Bu Jennie!" tegur Anna yang heran dengan Jennie. " Ibu kenapa?" tanya Anna.


" Tidak apa-apa. Ya sudah kamu sebaiknya masuk. Saya akan kirimkan penjagaan lagi untuk kamu dan Cctv akan menyusul," ucap Jennie yang dengan cepat mengambil tindakan. Dia tidak ingin lengah. Apa lagi Athar di rumah sakit dan mana bisa menjaga Anna.


" Tidak perlu Bu Jennie," sahut Anna menolak. " Aku rasa itu semua tidak perlu di lakukan. Aku baik-baik saja dan lagian aku hanya karyawan dan tidak seistimewa itu untuk mendapatkan fasilitas itu," sahut Anna yang merendahkan dirinya.


" Tidak Anna. Aku akan melakukannya. Ini sangat bahaya soalnya dan aku rasa ada yang tidak beres. Karena Athar tidak mungkin melakukan itu. Kamu masuklah dan istirahat biar aku akan menyuruh penjaga untuk di sini. Ini bukan masalah kamu karyawan atau bos. Ini bukan masalah kamu dan Athar ada hubungan atau tidak. Tetapi ini demi keselamatan kamu," ucap Jennie menegaskan.


" Memang apa yang terjadi. Kenapa Bu Jennie begitu panik?" tanya Anna.

__ADS_1


" Aku belum bisa mengatakan apa-apa kepada kamu. Kamu jangan khawatir dan fokus pada pertandingan kamu dalam Minggu ini. Biar aku akan menyelesaikan semuanya. Baik masalah kamu dan juga Athar. Kamu tenang saja semuanya akan baik-baik saja," ucap Jennie yang meyakinkan Anna.


" Baiklah kalau begitu. Semoga tidak terjadi apa-apa. Ya sudah kalau begitu saya masuk dulu," ucap Anna pamit.


Jennie hanya menganggukkan kepalanya dan Anna langsung keluar dari mobil itu. Sebelum pergi Anna menundukkan kepalanya dan langsung menaiki anak tangga menuju rumahnya. Jennie pun memastikan Anna lagi untuk masuk kerumahnya agar dia lega.


" Aneh benar-benar aneh. Aku harus bertindak secepatnya dan menyelediki maksud dari semua ini," batin Jennie yang juga melajukan mobilnya.


Penjagaan untuk Anna menyusul dan juga Jennie sedang mencari otak di balik perginya penjaga dan pencabutan Cctv. Karena Jennie merasa bukan Athar yang melakukan itu. Semarah- marahnya Athar pasti tidak akan melakukan hal itu dia juga mulai mengaitkan dengan apa yang terjadi tadi.


**********


Anna dengan lesu memasuki rumahnya yang mana memang sudah tengah malam dan Anjani masih bangun dan ada di ruang tamu yang melihat berita di televisi mengenai kecelakaan Athar.


" Anna!" Anjani langsung menghampiri Anna ketika Anna memasuki rumah.


" Dia menyelamatkan Anna yang hampir di tabrak mobil. Dan sekarang masih berada di rumah sakit. Dia terus menyelamatkan Anna," ucap Anna dengan suara menahan tangisnya dah Anjani langsung melepas pelukan itu dengan memegang ke-2 pipi Anna.


" Lalu kamu tidak apa-apa kan?" tanya Anjani yang memeriksa kondisi Anna yang takut Anna terluka.


" Anna tidak apa-apa Bu. Tetapi Athar masih di sana. Anna takut dia kenapa-kenapa," ucap Anna dengan wajah paniknya.


" Jangan takut Anna. Athar akan baik-baik saja. Dia adalah Pria yang kuat. Dan kamu jangan menyalahkan diri kamu. Dia menolong kamu karena dia tidak ingin kamu terluka yang itu membuktikan perasaannya sangat dalam kepada kamu," ucap Anjani yang terus menenangkan Anna.


" Kamu jangan sedih. Sekarang kamu istirahat dan kita sama-sama berdoa semoga Athar baik-baik saja," ucap Anjani. Anna mengangguk-angguk kepalanya. Anjani masih tetap memeluknya untuk memberikannya kekuatan.


" Ya Allah semoga anakku baik-baik saja. Dia pasti kuat dan tidak akan terjadi apa-apa kepadanya. Aku mohon ya Allah untuk tetap melindunginya dan berikan dia kesembuhan," batin Jennie yang penuh dengan harapannya.

__ADS_1


**********


Sementara penjagaan di dalam rumah sakit terus di lakukan. Jennie belum kembali karena masih banyak urusan. 1 bodyguard yang menjaga di dalam hanya terus berjalan-jalan saja agar tidak mengantuk.


" Anna!" tiba-tiba suara itu keluar dari mulut Athar yang membuat bodyguard itu kaget dan mendekat.


" Apa bos Athar sudah siuman," gumam Pria itu yang melihat mulut Athar yang tetap mengeluarkan suara yang memanggil Anna.


" Apa Anna kekasihnya," gumam Pria itu menebak-nebak yang terus melihat Athar yang memanggil-manggil nama Anna. Penjaga itu hanya menggaruk-garuk kepala yang kebingungan.


Sementara di luar Gibran ternyata ingin beraksi sebelumnya Gibran menyadari ada anak buah Athar dan membuat Gibran menjalankan rencananya dengan berpakaian Dokter dan langsung menghampiri ruangan Athar yang merasa rencananya akan berhasil.


Namun saat ingin masuk Gibran langsung di halang 2 orang itu. Membuat Gibran terkejut.


" Sial. Kenapa mereka menghadang ku!" batin Gibran.


" Bukannya tidak ada Dokter yang akan masuk kedalam?" ucap Pria itu yang mengingat kata-kata Jennie.


" Pasien harus di periksa untuk memastikan Kondisinya," Jawab Gibran dengan suara besarnya


" Buka maskernya!" titah Pria itu tampak tegas.


" Sial, kurang ajar orang beraninya dia memerintahku aku mana mungkin membuka masker ku akan berantakan semua!" batin Gibran yang tampak emosi.


" Kenapa diam. Ayo buka maskernya. Jika ingin masuk kedalam," ucap Pria itu lagi yang memang harus hati-hati menjaga keamanan dan tidak boleh terkecoh.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2