
Olive dan Security tersebut menoleh ke arah Anna yang menegur dan bertanya padanya.
" Kenapa bapak memarahinya mang ada apa?" tanya Anna lagi yang sudah berdiri di samping Olive dan menatap Scurity tersebut dengan mengintimidasi.
" Ini, nih, satpam, bego, aku sudah pesan tiket masuk, tapi di bilang tidak bisa di reset ulang. Dan bilang aku bohong lagi," sahut Olive tampak mengadu.
" Maaf, ya mbak, tapi saya hanya menjalankan tugas, dan sesuai dengan tiket yang tidak di tunjukan mbak ini tidak benar dan mungkin saja Kw dan di beli dari oknum-oknum yang tidak jelas," sahut Scurity tersebut menjelaskan.
" Enak aja kw. Jangan bicara sembarangan dong," sahut Olive tidak terima dan langsung sewot.
" Eh, Pak, kalau memang dia sudah beli, ya Bapak nggak bisa dong pakai bilang belum beli segala. Dengan alasan tidak bisa di reset dan pakai bilang kw segala lagi. Kalau misalnya tidak bisa di resert. Siapa tau aja laptop bapak salah. Mungkin tusak dan mungkin saja salah teknis," ucap Anna membela Olive.
" Tuh dengerin, periksa dengan baik dulu jangan asal main tuduh-tuduh," sahut Olive.
" Ya mana mungkin mbak, laptop saya rusak," sahut Scurity yang tidak mau kalah.
" Ya nggak mungkin juga dia salah beli tiket," sahut Anna yang santai.
" Benar, mana mungkin," sambung Olive yang sekarang semakin berani. Karena sudah punya pawangnya.
" Sudah gini aja deh, kalau Bapak tidak izinkan dia masuk. Bapak balikin uang dia," ucap Anna.
Olive mendengarnya terlihat panik. Olive tidak mau kalau sampai tidak jadi menonton konser BTS idolanya. Sementara Security itu tampak berpikir keras antara percaya atau tidak.
" Bapak ragu kan melakukannya. Jangan mengambil keuntungan dong pak dalam kesempitan nggak baik tau. Ini juga bisa merugikan semua orang dan jangan sampai masalah ini di bawa ke pihak yang berwajib," ucap Anna dengan menakut-nakuti dan Scurity tersebut terlihat bingung.
" Gini aja. Sekarang kita periksa pakai laptop bapak yang lain atau teman-temannya, siapa tau memang kesalahannya pada Bapak," sahut Anna memberikan solusi.
" Benar, kita periksa pakai alat lain. Biar adil biar membuktikan saya salah atau tidak, jangan seenaknya saja menyalahkan saya dan menuduh- nuduh," sahut Olive setuju.
" Bagaimana pak, kalau bapak tidak mau juga. Kita buat kegaduhan di sini, mau?" ucap Anna mengancam dengn menunjukkan wajah garangnya.
" Baiklah kalau begitu kalian ikut saya," sahut Scurity mengalah dan langsung pergi. Anna dan Olive saling melihat tersenyum dan langsung pergi mengikuti scurity tersebut.
********
Sementara Sana masih menunggu antrian yang tinggal 1 orang lagi dedepa nya setelah itu baru gilirannya.
" Pokoknya Anna, caranya seperti itu. Kamu ikutin aku aja," ucap Sana yang sedari tadi bicara yang mengira ada temannya ada di belakangnya.
" Kamu mengertikan?" tanya Sana menoleh ke belakang dan kaget tidak melihat temannya.
" Anna kamu di mana?" tanya Sana heran yang tidak melihat Anna.
__ADS_1
" Anna!" Panggil Sana dengan kepalaya berkeliling mencari keberadaa Anna. Dengan berjinjit mencari-cari temannya yang tiba-tiba hilang tanpa berpamitan.
" Aneh banget, kemana sih dia," ucap Sana kebingungan yang tidak melihat temannya.
" Mbak tunjukkan tiketnya. Masih banyak yang ngantri," ucap Security yang memungut tiket.
" Hey, mbak buruan," sahut seorang pengunjung yang melihat Sana kebingungan dan heboh sendiri.
" Oh, iya-iya," sahut Sana yang tersentak kaget dan langsung mengangguk menunjukkan tiketnya.
" Isshhh, Anna kamu benar-benar ya. Sudah tau dalam keadaan darurat tapi masih aja ngilang. Ya ini bukan salahku. Aku sudah berusaha agar kita bisa nonton bersama. Tapi kamu sih yang malah menggalkan semuanya. Ishhhh, kamu benar-benar sangat menyebalkan," batin Sana yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena temannya sudah menghilang dan dia tidak bisa lagi membantu temannya itu untuk menonton konser BTS dengan bersamaan.
*********
Anna dan Olive ternyata berada di dalam ruangan dengan Scurity tersebut di mana scurity tersebut duduk dengan laptop di mejanya.
" Bagiamana benarkan saya," sahut Olive menunjuk ke arah laptop bapak tersebut.
" Tuhkan bapak yang salah teknis bukan dia," sahut Anna menambahi. Scurity tersebut berdiri.
" Maaf ya mbak, ternyata saya yang salah. Ternyata memang benar mbak sudah memesan 2 tiket," ucap Scurity menyatukan tangannya meminta maaf dengan wajahnya penuh penyesalan.
" Saya bilang juga apa. Tapi Bapak malah ngeyel, kan jadi buang-buang waktu saya. Buang-buang suara saya. Dan sekarang saya harus ikut antirian panjang lagi. Padahal kan saya datang lebih awal," oceh Olive dengan tangannya di lipat di dadanya yang marah-marah dengan wajah cemberutnya.
" Hayooo, tanggung jawab lo, anak orang di buat kesal," sahut Anna mengompor-ngompori.
" Benar, nih," sahut Olive.
" Benar mbak, Mbak tunggu di luar sebentar, saya urus sebentar reset tiketnya. Kasih saya waktu 3 menit, dan setelah itu saya akan mengantarkan mbak," jawab scurity tersebut.
" Oke baiklah, gitu dong," sahut Olive.
" Sekali lagi saya mohon maaf mbak," ucap scurity tersebut.
" Iya," sahut Olive. " Ayo kita keluar!"ajak olive pada Anna dan mereka berdua pun langsung keluar dari ruangan tersebut.
" Makasih ya kamu sudah nolongin aku tadi," ucap Olive menghadap Anna yang merasa lega dengan Anna yang sudah membantunya.
" Sama-sama, aku tidak melakukan appaun kok. Aku hanya ingin membuktikan kebenaran," sahut Anna.
" Iya kamu benar, karena ini adalah keadilan, jadi harus di benarkan," sahut Olive. " Oh iya kenalkan aku Olive," ucap Olive dengan ramah memperkenalkan dirinya.
" Aku Anna," jawab Anna menyambut uluran tangan itu.
__ADS_1
" Senang berkenalan dengan mu," ucap Olive.
" Sama aku juga senang," sahut Anna tersenyum lebar.
" Kamu pilih class apa?" tanya Olive. Anna kaget mendengarnya.
" Astaga aku sampai lupa," ucap Anna menepuk jidatnya membuat Olive kebingungan.
" Bagaimana ini Sana pasti sudah masuk," batinnya kebingungan dan Anna langsung mengambil handphone dari tasnya dan langsung melihat pesan masuk.
..." Anna kamu di mana sih, kamu malah...
...hilang saat waktu terdesak. Sekarang semuanya gagal. Aku sudah masuk dan tidak bisa lagi membantumu. Aku sudah berusaha membantumu. Tapi kamu malah pergi begitu saja. Jadi itu bukan salahku. Maafkan aku," tulis Sana dalam pesannya....
" Ya, gagal deh, hangus semuanya," ucap Anna dengan wajahnya yang lemas yang sudah tidak bersemangat lagi. Olive melihat Anna dengan heran.
" Kamu kenapa?" tanya Olive.
" Tiket aku sudah hangus aku sudah tidak bisa menonton lagi konser BTSnya. Semuanya sia-sia," ucap Anna dengan suara lemasnya dan wajah sedihnya yang lebih kekecewaan.
" Kok bisa hangus memang kenapa?" tanya Olive heran.
" Karena tiket nya ilegal, jadi berantakan semuanya," batin Anna yang tidak bersemangat lagi yang tidak menyadari lagi dengan kecerobohan yang di lakukannya.
" Hmmm, ya sudah kalau tiket kamu hangus. Kamu bisa pakai tiket aku yang satunya," sahut Olive dengan cepat membuat Anna melihat serius kearah Olive.
" Maksud kamu?" tanya Anna.
" Anna, kan aku tadi bilang aku pesan tiket 2 untuk teman aku satu dan aku satu. Jadi teman aku tidak bisa datang karena ada urusan mendadak. Jadi dari pada tiketnya hangus ya mending untuk kamu aja, lagian kamu juga tidak ada tiketnya kan," ucap Olive dengan santai.
" Kamu serius?" tanya Anna tidak percaya. Olive mengangguk-angguk.
" Sudah jangan banyak mikir sayang lo, tiketnya, kalau tidak di gunakan," ucap Olive.
" Astaga apa aku tidak mimpi, bukannya tadi dia mesan tiket VVIP dan sekarang dia memberikannya kepadaku. Apa ini yang di namakan rezeki nomplok," batin Anna yang terlihat bengong yang tidak percaya dengan apa yang di dapatkannya.
" Maaf mbak menunggu lama, mari saya antar," sahut Security tersebut.
" Anna!" tegur Olive yang melihat Anna masih bengong mematung.
" Hello, Anna," ucap Olive melambaikan tangannya ke wajah Anna dan Anna tersentak kaget.
" Ha iya," sahut Anna menggerakkan cepat matanya.
__ADS_1
" Ayo buruan," ajak Olive yang langsung menarik tangan Anna. Anna yang masih schok mengikut saja dengan tangannya yang tertarik oleh Olive.
Bersambung