Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 160 Pernyataan Athar.


__ADS_3

Olive yang berada di depan TV duduk di sofa dengan memakan keripik kentang. Wajahnya Olive sangat di tekuk dan tampaknya dia begitu kesal. Sampai makan saja tidak beraturan dan dengan kripik yang berjatuhan dan juga wajahnya yang begitu manyun melihat berita di televisi yang mana berita tentang kakaknya dan Aurelia yang begitu obsesi.


" Olive kamu itu kalau makan jangan berserakan dong, sayang tau makannya," tegur Maharani yang duduk di samping Olive melihat anaknya itu makan dengan suka-suka.


" Hey, mama itu lagi bicara. Bukannya di dengar. Wajah kamu juga kenapa sampai seperti itu. Bukannya kamu juga seharunya kuliah ya. Lalu kenapa masih di sini. Kayak orang pms aja kamu ini," ucap Maharani dengan kesal memarah-marahi Olive.


" Olive malas mau ngapain-ngapain, biarin aja semuanya kayak gitu, mau makan berantakan, berserakan. Biarin aja, biarin kak Athar marah aku nggak peduli pokoknya," ucap Olive yang kelihatan bete membuat Maharani bingung.


" Kamu ini kenapa sih?" tanya Maharani.


" Lihat aja mah berita, tuh lihat. Masa iya kak Athar benaran tunagan dengan kak Aurelia, kan itu tidak mungkin," tunjuk Olive pada televisi.


" Olive, masalah Athar Aurelia tunangan apa urusannya sama kamu. Kenapa kamu yang malah seweot," sahut Maharani.


" Bagaimana tidak sewot. Ini tidak bukan masalah kak Athar dan kak Aurelia. Tetapi keluarga yang membuat kak Athar tidak punya pilihan dan tidak tegas dalam bertindak," ucap Aurelia.


" Maksud kamu itu apa sih. Mama tidak mengerti," ucap Maharani bingung.


" Mama, sudah jelas pada kenyataannya apa yang terjadi. Waktu Om Chandra membicarakan pertunangan di tengah media. Mama tidak lihat kak Athar marah-marah yang artinya dia tidak mau bertungan dengan kak Aurelia dan hanya karena omongan papa kak Athar tidak punya pilihan lain," jelas Olive menegaskan.


" Mah, kak Athar tidak menyukai kak Aurelia. Masa iya mama tidak mengerti," ucap Olive dengan kesal.


" Olive kamu tidak tau masalah asmara kakak kamu dan itu juga urusan dia, kamu tidak boleh mencampurinya. Biarkan saja semuanya seperti itu. Dan itu sudah keputusan kakak kamu," sahut Maharani.


" Ya lalu Anna bagaimana?" tanya Olive yang keceplosan bicara.


" Apa maksud kamu Anna." tanya Maharani heran.


" Aissss, nggak ada yang peka. Semua menyebalkan. Pokoknya aku orang yang pertama tidak suka dengan pertunangan itu," ucap Olive menegaskan dan langsung pergi.


" Olive!" panggil Maharani.

__ADS_1


" Apa maksud Olive dengan Anna. Tidak mungkin perkataan Gibran benar. Jika Athar menyukai Anna. Tetapi memang iya belakangan ini Athar selalu memperhatikannya dan bahkan melindunginya, Athar juga tau tentang Anna. Apa Athar sedang terlibat hubungan yang rumit," batin Maharani yang penuh tanda tanya.


*********


Perusahan Glossi.


Susana perusahaan sedang hebohnya dengan masalah pertunganan Aurelia dan juga Athar yang mana menjadi bahan pembicaraan. Anna juga mendengar dari rekan-rekan kerjanya dan bahkan mengajaknya untuk ikut bergosib. Namun Anna hanya menganggap cuek yang seolah tidak peduli dengan hal itu.


Anna dan Lisa sedang berada di depan lift yang sedang menunggu lift di buka.


" Anna nanti kita makan siang di luar ya. Soalnya ada kafe baru dekat-dekat sini dan katanya harganya murah-murah," ucap Lisa merekomendasikan.


" Boleh," sahut Anna tampak menolak.


Ting.


Tiba-tiba pintu lift terbuka dan Anna dan Lisa melihat ke dalam lift yang ternyata ada Athar dan juga Jennie dan ada Marko juga di sana.


" Lisa kamu duluan aja, aku ada yang ketinggalan, nanti aku menyusulmu," ucap Anna yang langsung pergi yang tidak jadi memasuki lift.


" Eh, Anna mau kemana!" panggil Lisa heran. " Aneh banget!" Lisa geleng-geleng dan memasuki lift.


" Kenapa Anna tidak jadi masuk?" tanya Marko.


" Tau, tuh katanya ada yang ketinggalan," jawab Lisa sambil menekan tombol lift.


" Begitu rupanya, di kirain ada apaan," sahut Marko.


Jennie langsung melirik ke arah Athar yang tampak begitu dingin. Seolah Jennie apa yang terjadi.


Sedari pagi dan sampai sore hari. Tidak sekalipun Anna dan Athar saling bicara dan bahkan Anna menghindari Athar. Saat Athar menjemputnya juga Anna menghindarinya dan tadi di dalam lift.

__ADS_1


Anna benar-benar menghindari Athar. Sama dengan hal ini di mana Anna berbicara dengan teman-temannya dan Anna langsung pergi ketika melihat Athar. Athar juga tidak memanggilanya. Mereka berdua benar-benar sama-sama diam seperti orang bermusuhan.


**********


Setelah selesai bekerja Anna pun langsung keluar dari ruangannya dan saat membuka pintu. Anna melihat Athar sudah berdiri di depan pintu dengan Ke-2 tangannya berada di saku celananya. Anna menundukkan kepalanya. Lalu melewati Athar. Namun Athar langsung menarik tangan Anna dan membawa Anna masuk kembali ke keruangn kerja Anna yang membuat Anna kaget.


" Apa yang kau lakukan?" gertak Anna dengan kesal di mana Athar menduduk kan Anna di kursi kerja Anna dan ke-2 tangan Athar berada di pinggir kursi, Athar yang membungkuk dengan wajahnya menyondong kedepan mendekati wajah Anna.


Hal itu membuat Anna refleks memundurkan wajahnya. Karena terlalu dekat dengan Athar sampai dia kesulitan untuk bernapas dan pasti dek-dekan juga.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Anna mendadak gugup. Bahkan Anna terlihat menahan napas dan juga tidak berani melihat Athar. Athar benar-benar mengunci di dirinya sehingga dia tidak bisa bergerak.


" Kenapa menghindariku?" tanya Athar dengan suara beratnya matanya yang terus menatap mata Anna m


" Aku tidak menghindarimu. Lagi apa keperluanku harus mendekat-mendekat denganmu," ucap Anna yang masih tidak melihat wajah Athar yang terus melihat kesampingnya dan bicara cepat-cepat.


" Setelah apa yang kulakukan kemarin. Kau seperti ini kepadaku," sahut Athar. Anna langsung dengan cepat meluruskan pandangannya melihat ke arah Athar.


" Kau mengungkit hal itu. Aku tidak menyuruhmu di rumahku. Aku akan membayarnya nanti. Aku juga tidak mau hutang Budi pada mu. Dasar tidak ikhlas," ucap Anna dengan kesal.


" Jangan marah Anna, aku tidak mengungkit apapun. Aku tulus merawatmu," ucap Athar.


" Kalau begitu jangan mengungkit hal itu dan menyinggir dari hadapanku," ucap Anna dengan kesal yang menatap Athar dengan kemarahan dan Athar hanya menatap mata itu. Mata yang ingin mendapatkan penjelasan.


" Menyinggirlah!" tegas Anna yang langsung mendorong Athar, sehingga Athar akhirnya menjauh dari Anna yang berdiri lurus dan Anna langsung berdiri dengan cepat.


" Jangan menggangguku. Aku tidak ingin tunanganmu melihatnya dan nanti akan mengataiku yang tidak-tidak. Jadi jangan menggangguku!" ucap Anna menegaskan dan langsung pergi dari hadapan Athar dan Athar menahan tangannya.


" Berita itu memang benar!" ucap Athar dengan suara beratnya. Mendengarnya napas Anna terasa ingin berhenti.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2