Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 67 Ulah Anna.


__ADS_3

Setelah melakukan kesepakatan dengan Athar. Anna memasuki kamarnya dan kembali keluar dari kamarnya dengan membawa handuk. Sebelum Anna kekamar mandi Anna berhenti di depan Athar.


" Aku mau mandi, awas ya kalau kau macam-macam. Semua warga di sini akan membunuhmu, jika kau berani macam-macam," ucap Anna menekankan pada Athar.


Athar berdecak mendengar Anna yang terus berpikiran jika dia laki-laki yang mesum.


" Awas saja," tegas Anna melotot dan langsung berlari kekamar mandi.


" Apa dia pikir tubuhnya seindah itu, dia pikir aku selera kepadanya," batin Athar mendengus kasar yang melihat Anna memasuki kamar mandi.


Anna mandi lumayan buru-buru. Sekalian dia juga mandi sangat terjaga. Karena takut dengan Athar yang mencoba mengintipnya. Memang sudah menempel di otaknya Athar orang yang mesum. Makanya sampai seperti itu.


Saat selesai mandi Anna melilit handuk sampai dadanya, Anna memegang kenopi pintu yang ingin keluar dari kamar mandi. Tapir mendadak tidak jadi.


" Anna, kau tidak mungkin seperti ini keluar. Kau jangan gila ada dia di sana," batin Anna yang baru menyadari kebodohannya.


" Lalu bagaimana, kenapa juga aku tidak membawa pakaian tadi," ucap Anna yang kebingungan sendiri dengan ulahnya.


Anna melihat-lihat di kamar mandi dan mengambil dress yang sebelumnya di pakainya dan Anna menutup pada bagian dadanya agar tubuhnya tidak terlalu terekspose oleh Athar.


" Aku rasa ini sudah cukup!" batin Anna yang merasa lega.


Anna pun membuka kenopi pintu dengan perlahan dan kepalanya keluar terlebih dahulu untuk mengintip Athar.


" Di mana dia," batin Anna yang tidak melihat Athar di ruang tamu.


" Mungkin dia keluar, syukurlah kalau begitu," ucap Anna yang langsung keluar dari kamar mandi dan langsung berlari kencang kekamarnya.


Ternyata Athar melihat Anna yang berlari kencang. Athar hanya geleng-geleng dengan kelakukan Anna yang ada-ada saja.


" Jatuh baru tau rasa," desis Athar.


Selesai mandi Anna bersiap-siap berpenampilan seperti biasa simple dengan rok lipat pendek yang menjadi favoritnya dengan blouse putih dan rambutnya hanya di sanggul Cepol saja.

__ADS_1


Sementara Athar memang setia menunggunya di ruang tamu Anna yang pasti tempat itu akan menjadi sejarah untuk Athar. Dan mungkin jika di lihat di lep. Pasti sudah banyak kuman di sekitar bajunya. Tapi mau gimana lagi. Hal itu memang yang akan menjadi memori untuknya karena itu adalah pilihannya.


Tidak lama Anna keluar dari kamarnya yang sudah siap-siap dengan penampilannya yang biasa. Sementara Athar masih tetap duduk di tempatnya.


" Kau sudah selesai?" tanya Athar yang melihat Anna berdiri di depannya.


" Hmmm, iya aku sudah selesai," jawab Anna mengangguk.


" Ya sudah ayok!" ajak Athar yang langsung berdiri.


" tunggu-tunggu," sahut Anna yang menghentikan Athar yang membuat Athar bingung.


" Ada apa?" tanya Athar.


" Aku tidak bisa kekantor kalau belum menyapa para cacing di perutku," sahut Anna. Athar menaikkan satu alisnya mendengar perkataan Anna.


" maksudmu kau ingin sarapan dulu?" tanya Athar yang begitu peka apa yang di maksud Anna.


" Yes benar, masalah makan ternyata kau sangat paham. Bukannya memang harus sarapan dulu. Untuk mengurangi tingkat penyakit maag di negara Kohona ini," ucap Anna.


" Ishhhh, berarti kau menggeleda rumahku. Awas saja jika ada yang hilang di dalam rumah ku. Berarti kau yang mengambilnya," sahut Anna yang langsung menuduh Athar.


" Apa yang mau dicuri. Kau tidak punya apapun di rumahmu," sahut Athar berterus terang.


" Ishhhh," desis Anna menaikkan ujung bibirnya keatas.


" Ahhh sudahlah kau tunggu di sini. Berdebat dengan mu tidak ada gunanya. Kau itu pria tetapi tidak mau mengalah," sahut Anna yang mengoceh dan langsung pergi begitu saja.


Athar hanya melihat kepergian Anna dan mau tidak mau Athar harus kembali duduk dengan di sofa Anna yang pasti tidak seempuk sofa dir umahnya.


Athar hanya merapi-rapikan kemejanya. Sambil menunggu Anna yang tidak tau dari mana. Tidak lama Anna pun langsung datang membuka pintu-pintu asal-asalan yang sampai membuat Athar kaget.


Anna memasuki rumah dengan membawa 2 piring yang Athar tidak tau apa isinya. Anna langsung menghampiri Athar dan meletakkan 2 piring itu di meja di depan Athar.

__ADS_1


" Apa itu?" tanya Athar heran dengan sayuran yang di beri kuah.


" Ini namanya lontong sayur, kita sarapan dulu sebelum pergi dan iya aku berbaik hati membelikkan mu ini. Karena kau sudah membawaku pulang," jelas Anna mendudukkan dirinya di lantai dan Athar tetap di Sofa.


Dahi Athar mengkerut melihat makanan yang tidak pernah di lihatnya itu. Athar sangat mengamati makanan itu seperti mencari tau jenis makanan apa itu, berasal dari mana sehat atau tidak.


Sementara Anna yang memang jika melihat makanan tidak ada kata untuk menunda melahapnya. Anna langsung melahap dengan cepat. Membuat Athar menelan salavinanya melihat Anna yang makan dengan lahap.


" Ayo di makan. Jangan hanya di lihati saja. Hey, harus kau tau aku jarang-jarang meneraktir orang. Sahabatku sendiri saja Sana jarang ku traktir ya paling dengan hitungan dan sekarang syukur-syukur aku meneraktirmu, jadi makanlah dengan cepat," oceh Anna sambil mengunyah makannya. Athar masih diam dengan pemikirannya mengenai makanan itu.


" Kau tidak pernah memakan ini?" tanya Anna menebak.


" Athar mengangguk membenarkan,"


" Ya iyalah kau orang kaya. Sarapan orang kaya pasti kebule-bulean. Ini mah sarapan orang kampung, jelas kau kaget. Tapi cobalah makanan kampung itu jauh lebih enak," sahut Anna yang mengoceh terus sambil makan.


" Sudah makan cepat!" ucap Anna mendesak.


" Kau saja aku tidak lapar," sahut Athar yang tidak bernafsu sama sekali dengan melihat makanan itu.


" Kau serius tidak mau?" tanya Anna. Athar mengangguk yakin.


" Hmmm, payah," sahut Anna langsung berdiri dan Athar hanya melihat apa lagi yang di kerjakan Anna. Di mana Anna mengambil tempat bekal dan Anna kembali menghadap Athar dan menumpahkan makanan di piring itu kedalam bekal.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Athar heran.


" Kau tidak mau memakannya. Jadi ya sudah aku simpan saja untukku makan di kantor nanti," ucap Anna yang tidak perlu harus mebujuk-bujuk Athar untuk memakan makanan itu.


" Kau memberinya tapi kau ambil lagi," ucap Athar.


" Ya salahmu sendiri. Kau tidak mau menikmatinya. Heh, walau kau banyak duit. Kau tidak boleh menolak rezeki," sahut Anna dengan santai.


Athar hanya mendengus kesal dengan Anna yang selalu ingin suka-sukanya sekarang sudah mengguruinya. Harga dirinya sebagai bos hilang jika berhadapan dengan Anna.

__ADS_1


Hanya Anna karyawan yang tidak tau atauran, tidak tau sopan santun, tidak takut dengan Athar dan satu-satunya karyawan yang tidak menundukkan kepala saat bertemu dengan Athar. Anna memang beda dari yang lain. Namun ternyata Athar pun sepertinya lelah memarahi Anna berulang kali. Otak Anna sudah bebal. Jadi percuma di nasehati tidak akan bermanfaat masuk kuping kanan keluar kuping kiri.


Bersambung


__ADS_2