Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 353


__ADS_3

Derry dan Athar berada di atas tempat tidur yang mana mereka berbaring dengan bersebelahan dengan ke-2 tangan mereka di letakkan di bawah kepala mereka yang sama-sama pandangan mata itu melihat ke langit-langit kamar.


"Kenapa tidak katakan saja pada Anna semuanya?" tanya Derry.


"Mau berapa kali menyakannya hal itu Derry. Jawaban yang aku berikan juga akan tetap sama. Jadi jangan menanyakannya lagi," ucap Athar.


"Apa kakak takut Anna akan mengatakan jika kakak seorang pengecut?" tebak Derry.


"Aku tidak takut apapun dan terserah jika akhirnya Anna mengatakan aku pria seperti itu. Itu hal yang wajar dan dia berhak berpendapat. Mungkin sebelum dia mengetahui kebenarannya. Dia juga sudah menganggapku seperti itu. Karena memang aku benar-benar menghancurkan impiannya," jawab Athar dengan tenang.


"Jika menyadari itu semua lalu kenapa melakukannya dan alasan itu sangat tidak masuk akal. Meski alasan itu kenyataannya. Tetapi bukannya itu cobaan dalam hubungan dan jika Anna tau. Kakak dan dia bisa menghadapinya bersama-sama. Bukannya kalau ada masalah dalam hubungan harus di hadapi. Lalu kenapa kakak lari dan membiarkan opini melebar kemana-mana?" tanya Derry yang menoleh ke arah Athar. Di mana Athar tetap menatap langit kamar tersebut.


"Aku sudah tidak punya jawaban Derry untuk pertanyaan mu. Aku juga tidak tau harus menjawab apa untuk pertanyaan itu," sahut Athar.


"Kak Athar ayolah. Jangan seperti ini. Beritahu Anna dan selamatkan hubungan kalian," bujuk Derry. Athar diam dengan menghela napasnya.


"Dan mama dan papa juga mengharapkan hal yang sama," ucap Derry membuat Athar melihat ke arah Derry.


"Mama dan papa tau semua yang aku alami?" tanya Athar yang terlihat terkejut.


"Iya mereka tau yang kakak alami dan aku menceritakan apa yang kakak katakan lewat telpon," jawab Derry apa adanya.


"Derry, kenapa sampai memberitahu mereka," sahut Athar.


"Mereka harus tau bukan dan aku juga butuh solusi dan seharusnya kakak mengatakan kepada mama dan papa dan supaya mereka juga bisa memberi kakak masukan. Bukan sendirian seperti ini mengatasinya yang tidak terpecahkan sama sekali," ucap Derry.


"Derry. Aku tau kamu itu khawatir. Tetapi ini berlebihan dan tidak seharusnya mereka tau dan jangan-jangan mama juga tau masalah ini makanya menelponku. Kamu beri tau mama juga," ucap Athar menebak.


"Maksudnya Bu Anjani," sahut Derry Athar menganggukkan kepalanya.


"Kalau masalah Bu Anjani aku tidak tau. Aku hanya mengatakan pada mama dan papa saja," jawab Derry apa adanya.


"Lalu mama tau dari mana. Argh masalahnya pasti semakin melebar. Mama juga sudah menelponku tadi dan pasti sudah tau apa yang terjadi dan lama-kelamaan Anna juga akan tau," sahut Athar dengan mengacak rambutnya frustasi yang penuh dengan keresahan dan langsung duduk memijat kepalanya yang terasa berat.


Derry pun ikut duduk di samping Athar.


"Bukannya bagus ya. Jika Anna akhirnya tau apa yang terjadi," ucap Derry dengan santainya membuat Athar melihatnya dengan kekesalan.


"Itu menurutmu yang bagus," sahut Athar dengan kesal.

__ADS_1


"Sudahlah kak Athar, ini memang jalannya," sahut Derry dengan santai. Athar menghela napas dengan kasar dan Athar pusing sendiri.


Dratt-dratt-Dratttt.


Tiba-tiba handphone Derry berdering yang berada di atas nakas dan Derry langsung menerima panggilan yang ternyata dari Aurelia.


"Ada apa Aurelia?" tanya Derry, Athar menoleh ke arah Derry ketika mendengar nama itu.


"Oh masalah itu," sahut Derry turun dari ranjang dan melangkah menuju ke jendela yang terlihat berbicara serius dengan Aurelia dan Athar hanya memperhatikan saja yang sepertinya penasaran juga apa yang di bicarakan Derry dan Aurelia lewat telpon tersebut.


Ada 3 menit Derry dan Aurelia saling berkomunikasi lewat telpon dan Athar masih tetap di atas ranjang yang menunggu-nunggu Derry selesai menelpon.


"Baiklah Aurelia. Kamu jangan khawatir aku akan mengurus semuanya," ucap Derry.


"Ya sudah aku tutup dulu telponnya," ucap Derry yang langsung menurunkan handphone dari telinganya dan kembali menuju ranjang.


"Aurelia menelpon?" tanya Athar.


"Hmmm, iya benar, dia hanya ingin menanyakan keadaan kakak saja dan bagaimana solusi yang sudah di pecahkan," jawab Derry.


"Apa maksudnya?" tanya Athar bingung, "jangan bilang jika Aurelia tau masalah apa yang terjadi!" tebak Athar.


"Derry kau juga memberitahunya," sahut Athar dengan kesal.


"Ya mau bagaimana lagi," jawab Derry dengan santai.


"Astaga Derry, kau benar-benar ya. Aku benar-benar menyesal memberitahu semuanya kepadamu. Jika Aurelia tau. Anna juga akan otomatis tau," ucap Athar dengan menekan suaranya begitu kesal pada Derry.


"Bukannya aku sudah mengatakan kak Athar. Sudah takdir Anna harus tau dan sudahlah jangan menutupinya," sahut Derry dengan santainya.


"Semua tidak semudah dengan apa yang kau pikirkan Derry, dengan papa dan mama Maharani, mama Anjani tau apa yang terjadi padaku itu sama saja akan membuat mereka merasa bersalah," ucap Athar.


"Kakak benar mereka merasa bersalah. Karena kakak menjadi korban dan mengalami semua ini. Tetapi kak Athar mereka akan lebih merasa bersalah jika kakak menghadapi semuanya sendirian," sahut Derry.


"Sudahlah jangan membahas itu lagi. Kau sekarang hanya fokus untuk pekerjaan di sini dan pasti pengobatan dalam mentalku. Itu yang terbaik," sahut Athar mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


"Dan aku akan mendampingi kakak," sahut Derry.


Athar tidak menjawab lagi, "oh iya kamu saling menelpon dengan Aurelia. Apa kamu sudah baikan dengannya?" tanya Athar dengan menatap Derry serius.

__ADS_1


"Memang kapan aku musuhan dengannya?" tanya Derry.


"Jadi kalian benar-benar baikan?" tanya Athar lagi.


"Apasih kak Athar, aku tidak pernah musuhan dengannya. Jadi kami baik-baik saja," sahut Derry.


"Selama ini kau tidak pernah menegurnya. Jadi jelas kakak bertanya. Kalian diam-diam terus," sahut Athar.


Derry diam dan membuat Athar semakin melihatnya dengan serius.


"Apa sih kak," sahut Derry yang kesal dengan cara Athar menatapnya.


"Oh aku tau. Pasti ini namanya mengurus kembali CLBK," sahut Athar dengan tersenyum penuh arti.


"CLBK apa," sahut Derry.


"Cinta lama belum kelar dan kamu kali ini akan menyelesaikannya dengan Aurelia bukan," tebak Athar yang menggoda Derry.


"Issss, kakak sok tau. Dari pada mengurusi hubunganku dengan Aurelia. Kakak mengurusi dulu hubungan kakak dengan Anna yang juga sampai detik ini masih nanggung," tegas Derry dengan sewot dengan wajahnya yang memerah membuat Athar tersenyum melihat sang adik yang salah tingkah.


"Malah senyum-senyum," ucap Derry kesal yang menuruni ranjang dan Athar juga tertawa dengan tingkah Derry.


**********


Sementara di Jakarta. Aurelia yang tadi selesai menelpon Derry tersenyum tipis dan membalikkan tubuhnya. Namun di kagetkan dengan Anna yang berdiri di belakangnya.


"Anna kamu ini benar-benar ya bikin kaget aja," ucap Aurelia mengusap-usap dadanya.


"Maaf kak," sahut Anna, "kakak habis menelpon Derry?" tanya Anna. Aurelia mengangguk.


"Lalu apa yang terjadi. Apa Derry ke New York. Karena ada masalah besar dan Athar apa ada hubungannya?" tanya Anna yang terlihat khawatir pada Athar.


"Kamu bukannya punya no Athar. Kenapa tidak tanyakan langsung saja," jawab Aurelia.


"Kak Aurelia," sahut Anna.


"Kakak mau istirahat. Kalau penasaran telpon saja Athar," sahut Aurelia yang langsung pergi dengan mengeluarkan senyumnya pada Anna. Dia sengaja membuat Anna penasaran. Agar Anna bisa menghubungi Athar.


"Issss kak Aurelia benar-benar menyebalkan," batin Anna dengan kesal.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2