Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 285. Hal yang mengejutkan.


__ADS_3

Mahendra kembali membalikkan badannya dan melangkah mendekati mobil yang berhenti dan pintunya belum di bukakan sama sekali.


" Mahendra aku belum selesai bicara," ucap Amelia memanggil Mahendra. Namun Mahendra tidak mendengarnya dan melanjutkan langkahnya.


Sementara Amelia dengan perasaannya yang mulai dek-dekan yang debaran jantungnya begitu kencang yang tidak menentu hanya terus melihat ke arah Mahendra dan juga melihat ke arah mobil tersebut.


" Siapa itu. Apa itu atasannya?" batin Amelia bertanya-tanya yang terus memperhatikan Mahendra yang membungkukkan tubuhnya dan langsung membuka pintu mobil.


Amelia begitu penasaran dan melihat terus siapa yang keluar dari mobil itu dan pertama yang di lihatnya adalah sebelah kaki yang di balut heels mahal. Amelia hanya melihat terus sampai akhirnya keluarlah seorang wanita yang di kenalinnya.


Wanita yang berpakaian hitam, dengan blejear hitam yang di padu tok hitam di bawah lututnya dengan rambut yang di sanggul. Wanita cantik yang terlihat elegan dan pakaian yang di pakainya di pastikan sangat mahal.


" Anjani! bukannya dia Anjani wanita yang pernah di akui Anna sebagai ibunya," lirih Amelia yang masih mengenal wanita itu. Amelia begitu terkejut melihat wanita yang diingatnya pernah di katakan Anna sebagai ibunya.


Anjani tersenyum dan mengulurkan tangannya kedalam mobil yang seperti menyambut tangan seseorang dan di detik berikutnya muncul lah seorang wanita yang sebaya dengannya.


Penampilannya yang mewah, wanita memakai pakaian merah dari atas sampai bawah. Dress merah yang gantung berlengan panjang, dengan tas mewahnya yang di gandeng di tangannya dan juga dengan rambut yang di ikat tinggi dengan aksesoris pita kecil bermotif topi di bagian pinggir kepalanya.


" Siapa wanita itu," batin Amelia yang belum mengenali siapa wanita itu. Karena masih memakai masker dan juga kaca mata hitam. Namun jantungnya sudah berdetak kencang yang semakin penasaran dengan wanita itu.


Tidak menunggu lama di detik berikutnya. Wanita yang membuat Amelia penasaran itu langsung membuka maskernya dan langsung juga kaca matanya.


Tarrrr, bagai di sambar petir betapa terkejutnya Amelia melihat wanita yang di depannya itu.


" Maya," lirih Amelia yang tidak percaya jika benar-benar dia melihat Maya. Wanita yang keluar dari mobil yang berpenampilan mewah yang sekarang tersenyum pada Anjani.


Siapa lagi jika bukan Maya, sahabatnya. Wanita yang suaminya sudah di rebutnya. Kebahagiannya yang telah di hancurkan dan wanita itu pertama kali muncul di hadapannya.


" Tidak mungkin itu Maya," Amelia membantah dengan apa yang di lihatnya.


Kaki Amelia mendadak lemas yang rasanya tidak mungkin melihat apa yang di depannya. Tetapi itu nyata yang mana sekarang Maya menatap lurus kedepan tepat pada wanita yang menghancurkan rumah tangganya yang membuat anak-anaknya sengsara.

__ADS_1


Maya hanya menyunggingkan senyumnya melihat Amelia yang seperti hantu.Senyum meremehkan yang di tunjukkan Maya untuk kesan pertemuan pertamanya dengan sahabat yang sudah menghiyanatinya.


" Selamat datang, Bu Maya. Anna sudah memulai kompetisinya," ucap Mahendra dengan ramah menyampaikan apa yang ingin di sampaikannya.


" Benarkah!" tanya Maya.


" Benar Bu Maya," sahut Mahendra tersenyum.


" Lalu untuk apa di sana?" tanya Maya yang masih melihat Amelia.


" Dia menanyakan masalah perusahaannya," jawab Mahendra.


" Benarkah begitu," sahut Maya. Mahenndra menganggukkan kepalanya saja.


" Ambil dokumennya di dalam mobil!" titah Maya.


" Baik nona," jawab Mahendra yang akhirnya kembali memasuki mobil dan mengambil apa yang di butuhkan Maya. Tidak lama Mahendra mendapatkannya yang mana map berwarna merah.


" Baik Bu Maya," sahut Mahendra.


" Ayo Maya. Kita masuk kita harus melihat putrimu di dalam sana!" ajak Anjani.


Maya mengangguk dan akhirnya ke-2nya pun melangkah dengan elegan yang memasuki Perusahaan yang di pastikan melewati Amelia yang masih berdiam diri dengan wajah terkejutnya yang matanya hampir ingin keluar karena nyata Maya memang masih ada dan muncul di hadapannya.


Jantung Amelia masih berdetak kencang saat bertemu dengan Maya yang sama sekali tidak menyapanya atau berbicara apapun kepadanya. Karena ya Maya tidak punya kepentingan untuk bicara dengan Amelia.


Amelia membalikkan badannya dan melihat 2 punggung itu yang berjalan yang semakin jauh.


" Itu tidak mungkin. Tidak mungkin itu Maya dan Mahendra mengenalnya. Apa Maya itu...." batin Amelia yang masih bergetar dan pikirannya yang sudah kemana-mana.


" Nyonya Amelia!" tegur Mahendra yang sudah berada di belakang Amelia yang membuat Amelia tersentak kaget dan Amelia langsung melihat ke membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


" Apa nyonya baik-baik saja?" sindir Mahendra. Jelas Mahendra tau jika Amelia tidak baik-baik saja.


Amelia mencoba menetralkan dirinya dengan mengusap wajahnya kasar dan berusaha untuk tenang.


" Katakan kepadaku. Apa kau mengenalnya?" tanya Amelia.


" Bukannya nyonya tidak sabaran ingin bertemu dengan atasan saya," sahut Mahendra yang membuat Amelia kaget.


" Apa maksudnya. Jadi dia atasanmu?" tanya Maya menekan suaranya yang merasa hal itu tidak mungkin.


" Syukurlah jika nyonya cepat menyadarinya. Jadi saya tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi," ucap Mahendra dengan tersenyum tipis.


" Ini tidak mungkin," sahut Amelia yang memberontak hal itu.


" Baiklah Nyonya Amelia untuk mempersingkat waktu. Sekarang nyonya bisa melihat dokumen ini. Agar semuanya jelas dan masalah kita secepatnya selesai agar tidak ada lagi pertemuan di antara kita," ucap Mahendra.


" Apa maksudmu?" tanya Amelia. Mahenndra hanya menjawab dengan senyuman dengan mata Mahendra fokus pada dokumen tersebut dan Amelia langsung merampas dokument tersebut melihat apa yang di maksud Mahendra.


Saat membukanya. Amelia benar-benar terkejut dan melihat tajam ke arah Mahendra.


" Apa yang kau lakukan. Kapan aku menjual perusahaan ku?" tanya Amelia dengan menekan suaranya.


Mahenndra langsung mengambil Dokumentnya tersebut dari tangan Amelia, " bukannya nyonya sudah menandatanganinya dan kami juga memberikan uang yang banyak," sahut Mahendra dengan santai.


" Kau dan dia bekerja sama untuk menjebakku?" tanya Amelia matanya yang terus melotot.


Mahenndra menyunggingkan senyumnya mendengarnya, " menjebak, tidak ada yang menjebak. Bukankah dalam bisnis memang hal seperti itu suatu ketentuan dan di antara kita tidak ada di rugikan. Nyonya mendapat uang banyak dan kami mendapatkan hasil dari apa yang kami beli," ucap Mahendra menegaskan membuat Amelia hampir jantungan mendengarnya.


Jelas perkataan Mahendra dan dengan apa yang di lihatnya. Adalah bukti. Jika perusahaan yang di pertahankannya selama ini. Bukan miliknya lagi dan sudah menjadi milik Maya dan semua itu terjadi karena kebodohannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2