Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 124 terjadi insiden.


__ADS_3

Mereka pun akhirnya melakukan perjalanan pulang. Cuaca memang tidak bagus dan sering hujan. Sama dengan malam ini yang juga hujan deras. Mobil Athar berhenti di antrian mobil di depannya yang mana sepertinya terjadi sesuatu makanya menimbulkan kemacetan.


Karena mereka masih di daerah pedesaan yang masih jauh dari kota Jakarta. Atahr melihat dari kaca spion melihat Olive, Lisa dan Sana tertidur di belakang. Athar juga melihat kesamping dan melihat Anna juga tertidur lelap dengan kepalanya bersandar di pintu mobil.


" Kenapa macet, ada apa ini," batin Athar menurunkan kaca mobilnya.


" Pak!" panggil Athar melihat Pria yang lewat yang menggunakan jas hujan. Pria itu berhenti ketika di panggil Athar.


" Ada apa di depan kenapa macet seperti ini?" tanya Athar heran.


" Oh itu mas, ada pohon tua yang tumbang menimpa 3 mobil. Makanya macet kayak gini," jawab Pria itu.


" Begitu rupanya. Makasih kalau begitu," ucap Athar.


" Ngge mas," ucap Pria itu yang langsung pergi. Athar menaikkan kembali kaca mobilnya.


" Bisa macet sampai berapa lama ini, sepertinya akan lama kalau begini caranya bisa sampai lama sampai ke Jakarta," gumam Athar yang melihat-lihat kedepan yang merasa akan macet berkepanjangan.


Athar menoleh ke arah Anna dan Anna masih tertidur lelap. Anna terlihat memeluk tubuhnya yang mungkin kedinginan. Athar yang melihat Anna seperti itu mengambil jasnya yang di letakkan di kepala jok mobilnya. Athar langsung mengambilnya dan menutupkan pada tubuh Anna. Athar tampaknya tidak tega dengan Anna yang kedinginan.


Karena di belakang Olive, Lisa dan Sana berbagi selimut. Di mana Bibi tadi memberikan mereka selimut.


Athar hanya bersandar menunggu mobil di depannya berjalan, dia tidak melakukan apa-apa. Hanya diam di dalam mobil saja.


Tiba-tiba Anna bergerak-gerak yang dan membuka matanya perlahan Anna menundukkan pandangannya melihat ke arah tubuhnya yang mana Anna sudah memakai jas untuk penghangat tubuhnya.


" Ahhhhhh," Anna menguap dengan menutup mulutnya dan punggung tangannya dan melihat kesampingnya di mana Athar duduk santai.


" Kenapa berhenti?" tanya Anna masih begitu mengantuk.


Athar hanya menjawab dengan mengarahkan kepalanya kedepan dan Anna melihat mobil yang antri. Anna juga menoleh kebelakang dan melihat mobil juga antri panjang.


" Kok bisa macet tiba-tiba. Ada apa?" tanya Anna heran.


" kata salah satu warga ada pohon tumbang," jawab Athar.


" Hmmm, begitu," sahut Anna menengok kebelakang dan melihat 3 temannya tertidur pulas.

__ADS_1


" Mereka lelap sekali tidurnya," gumam Anna. Athar membuka laci di mobilnya dan mengeluarkan handphone dari dalam sana.


" Ini handphone mu," ucap Athar yang mengambil handphone Anna dari tempat penyimpanannya dan memberikan pada Anna.


" Lama sekali mengembalikannya," sahut Anna langsung mengambilnya, " sudah sampai lobet lagi," protes Anna menghidupkan hanphonenya itu yang ternyata mati.


" Mana handphone ku?" tanya Athar dengan mengadahkan tangannya. Meminta pada Anna.


Anna berdecak dan langsung mengeluarkan handphonenya dari dalam tasnya.


" Nih," ucap Anna memberikannya dan Athar langsung mengambilnya.


" Athar pun langsung membuka handphone itu yang pasti mengecek pesan yang banyaknya minta ampun. Melihat pesan dari Aurelia yang paling banyak. Tetapi hanya pesan dari Jennie yang di bacanya. Kalau dari Jennie apa lagi jika bukan masalah pekerjaan.


" Hmmmm, malam-malam seperti enaknya makan," ucap Anna yang mulai mempermasalahkan masalah perutnya dan Athar tidak menanggapinya dan sibuk membalas pesan dari Jennie.


" Hmmm, aku ingat bibi bukannya menitipkan makanan tadi," ucapannya yang teringat dengan pesanan bibinya dan Anna mengambilnya yang berada di dekat Sana dan Anna langsung membuka kantin kecil itu yang berisi kue-kue basah yang di masak oleh bibi.


" Hmmmm, untung aja ada makanan," ucap yang langsung memakannya tanpa memperdulikan Athar yang sudah tidak mengetik lagi.


" Kau tidak mau?" tanya Anna yang menawarkan Athar. Athar hanya menggeleng dan membiarkan Anna untuk makan.


" Walau besok pagi sampainya. Kau tetap harus masuk kerja," jawab Athar dengan tegas.


" Issss, kau itu pelit sekali. Hanya libur 1 hari saja tidak boleh," sahut Anna mengoceh.


" Kau sudah cuti 2 hari. Jadi jangan menambahi lagi," ucap Athar.


" Itu bukan Cuti. Itu namanya bekerja," sahut Anna.


" Terserah apa katamu. Ingat perancangan desain tinggal beberapa hari lagi. Jadi persiapkan dirimu. Jangan hanya main-main saja kerjaan mu, serius dalam melakukan sesuatu," ucap Athar mengingatkan.


" Iyaa, iyaaa," sahut Anna dengan terpaksa mengatakan tidak.


" Tuh mobilnya sudah jalan," ucap Anna melihat mobil di depan sudah bergerak. Athar pun menarik gas mobilnya dan mulai melajukannya.


" Aku pikir akan lama," gumam Athar yang merasa lega.

__ADS_1


" Seharusnya macetnya sampai besok pagi. Biar aku tidak masuk kerja," batin Anna yang malah bersyukur macet-macetan.


Anna juga sangat kesal dengan Athar yang tidak memberinya izin yang akhirnya Anna hanya makan saja untuk menghilangkan rasa kesalnya.


*********


Mereka belum juga sampai di Jakarta. Tetapi mereka berhenti di pinggir jalan, di depan warung yang mana mereka sedang menikmati makan malam.


Mereka hanya makan apa adanya. Karena memang sedari tadi tidak menemukan makanan apa-apa dan hanya menemukan warung itu di sepanjang jalan yang mereka lewati dan suasana di sana juga terlihat sepi.


" Kira-kira kita akan sampai jam berapa?" tanya Lisa.


" Paling sekitar jam 3 pagi," jawab Anna.


" Malam amat, ini aja baru jam 9," sahut Sana.


" Kan aku bilang palingan," sahut Anna dengan santai yabg terus mengunyah makannya.


" Jangan sampai besok pagi dong kan kita harus bekerja. Masa iya begitu sampai langsung bekerja," sahut Lisa.


" Kak Athar apa tidak bisa mereka libur dulu 1 hari lagi," sahut Olive memberikan saran.


" Iya kan kasihan, mereka pasti capek," sahut Sana menambahi.


" Mustahil di kasi libur," sahut Anna.


" Kalian boleh libur. Tapi jangan masuk lagi," sahut Athar memberikan pilihan.


" Itu artinya....." sahut Lisa yang tau maksud Athar.


" Main ancam terus," sahut Anna kesal.


" Makanya kalau sudah di kasih cuti. Maka cuti di gunakan dengan baik-baik. Jangan sudah di kasih malah ketagihan lagi," sahut Athar menegaskan.


" Iya bos Athar," sahut Lisa.


" Aku mau kesebrang dulu mau cari Sprite," sahut Anna yang langsung berdiri yang menyebrang jalan untuk mencari apa yang ingin di minumnya yang lain hanya mengangguk dan membiarkan Anna pergi yang menyebrangi jalan menuju kede kecil yang ada di sana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2