
Athar dan Anna tetap melanjutkan perjalanan untuk meeting yang di katakan Athar. Sementara Anna sepertinya sudah mulai tenang dan seakan melupakan apa yang di katakan Aurelia tadi padanya.
Mobil Athar berhenti di depan sebuah butik mewah yang tidak tau kenapa Athar membawa Anna ke sana.
" Bertemu di sini?" tanya Anna heran dengan kepalanya melihat-lihat keluar.
" Turunlah!" perintah Athar yang terlebih dahulu turun dari mobil. Anna yang heran dengan Athar pun akhirnya turun dari mobil dan menyusul Athar berjalan di belakang Athar yang sudah memasuki butik tersebut.
" Ngapain di sini?" tanya Anna dengan kepalanya yang berkeliling melihat di sekitarnya. Dia juga mencari- cari klien yang mau di temui Athar yang dia tidak tau siapa.
Namun Athar tidak menjawab dan malah berjalan ke arah pakaian wanita dan melihat-lihat pakaian wanita. Anna hanya kebingungan. Athar mengambil salah satu dress berwarna peach dan langsung berbalik badan langsung menempelkan pada tubuh Anna yang membuat Anna kaget.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Anna heran dengan refleks memundurkan wajahnya.
" Aku rasa ini pas untukmu, Sana ganti pakaianmu!" titah Athar yang tanpa basa-basi.
" Apa maksudmu. Kau mengajakku bertemu klien mu dan sekarang kau menyuruhku mengganti pakaian apa maksudmu?" tanya Anna bingung.
" Justru itu. Aku tidak mau kau dengan penampilan yang seberantakan itu menemui klienku. Pakaian basah sangat tidak sopan. Jadi cepat ganti dan jangan banyak bertanya," tegas Athar yang mendorong Anna pelan menuju ruang ganti. Anna seakan tidak bisa membantah dan mengikut saja.
Tidak lama Anna pun keluar dari ruang ganti dengan memakai dress yang berbentuk kimono itu dengan panjanganya di bawah lutut Anna terlihat cantik dan anggun dengan memakai dress itu.
" Begini jauh lebih baik. Dari pada kau memakai rok mu yang pendek itu," desis Athar membuat Anna mengkerutkan dahinya.
" Sejak kapan kau mengomentari pakaianku," sahut Anna kesal.
" Sudahlah jangan berdebat denganku. Ayo ikut denganku, kita sudah terlambat," ucap Athar yang pergi terlebih dahulu dan Anna hanya bisa kembali mengikut saja.
Athar memang betul membawa Anna untuk menemui salah satu kliennya. Athar memang tadi keruangan Anna untuk membawanya bertemu kliennya dan Athar harus melihat insiden kakak beradik itu. Walau kondisi yang memanas dan tau Anna juga hatinya tidak enak. Athar tidak peduli dan tetap membawa Anna pergi.
Mereka mengobrol di salah satu Restaurant dengan 3 minuman di atas meja dan juga dengan kentang goreng yang ada di sana. Klien Athar seorang Pria.
__ADS_1
" Baiklah pak Athar saya akan mengatur skejul berikutnya," ucap pria itu.
" Baiklah kalau begitu saya tunggu nanti bisa hubungi Sekretaris saya," sahut Athar.
" Oke, ditunggu saja. Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap pria itu berdiri. Athar dan Anna pun berdiri. Pria itu langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Athar dan juga Anna.
" Terima kasih pak Athar, terima kasih Bu Anna," ucap pria itu.
" Sama-sama," sahut Athar. Namun Anna hanya tersenyum tipis. Setelah meeting selesai Anna pun kembali duduk dengan lemas dan langsung minum.
" Aku juga tidak mengerti apa yang di katakannya dan seharusnya tidak mengajakku," sahut Anna dengan mengaduk-aduk minuman itu dengan sedotan.
" Itu gunanya kau ikut. Supaya kau tau apa yang harus kau kerjakan dan bisa belajar kedepannya," sahut Athar. Anna hanya Anna mendengus berdecak kesal.
" Ayo kita pergi!" ajak Athar.
" Pergi, langsung pergi," sahut Anna tampak heran.
" Ya ampun aku dari tadi capek nunggu kalian bicara dan hanya minum jus dan kentang goreng yang tidak seberapa ini. Perutku keroncongan dan ini waktunya makan siang Apa salahnya aku makan dulu, malah mengajak pergi," sahut Anna yang memberi kode. Athar mendengus kasar dengan geleng-geleng dan akhirnya Athar duduk kembali.
" Pesan apa yang kau inginkan," sahut Athar. Mendengarnya Anna tersenyum lebar dan langsung membuka menu makanan yang ingin menikmati makanan apa yang kira-kira yang cocok untuk perutnya.
Anna langsung memesan dengan cepat. Kalua soal makanan dia tidak akan pernah ketinggalan dan masalah yang terjadi benar-benar di lupakannya.
Tidak lama akhirnya pesanan yang di pesan Anna pun datang dan Athar juga mau tidak mau harus memesan makanan. Ini sudah waktunya makan siang dan harus makan tepat waktu dan mau tidak mau harus makan dengan dengan dan sepertinya itu tidak masalah bagi Athar.
" Makanan di sini enak-enak," ucap Anna dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
" Namanya Restauran mahal pasti enak lah," sahut Athar dengan santai.
" Kalau meeting tiap hari di ajak ketempat ini. Lalu makan seperti ini. Kayaknya aku tidak akan menolak," sahut Anna.
__ADS_1
" Kau memang tidak pernah bekerja dengan iklas. Harus semua demi imbalan," desis Athar.
" Ya iyalah. Mana ada yang mau bekerja jika tidak di bayar. Kau aneh sekali. Di mana-mana itu kerja yang di cari uang," sahut Anna dengan santai.
" Belajarlah bekerja tanpa imbalan agar kau bisa memahami pekerjaanmu dan kau bisa serius dalam pekerjaan. Cintai pekerjaan mu. Jika kau mencintainya uang itu akan datang sendiri tanpa kau kejar," ucap Athar memberikan Anna nasehat.
" Iya, iya," sahut Anna yang mengiyakan saja. Agar urusannya cepat selesai.
" Jangan iya-iya saja," sahut Athar. Anna menggedikkan mengangkat bahunya antara kata-kata Athar masuk atau tidak ketelinganya.
Athar melihat ke arah Anna dan melihat wajah Anna yang seperti tidak ada masalah sama sekali.
" Kau baik-baik saja?" tanya Athar dengan suara dingin. Anna melihat ke arah Athar dan hanya mengangguk lalu kembali makan dengan nikmat.
" Maafkan soal kejadian tadi," ucap Athar yang meminta maaf untuk ke-2 kalinya.
" Kenapa harus kau yang meminta maaf," sahut Anna.
" Itu kesalahan ku," sahut Athar.
" Kau tidak melakukan apa-apa. Jadi kenapa mengakui itu kesalahanmu. Sepertinya aku lupa jika handphone mu ada di tanganku dan sepertinya tidak sengaja mengangkat telponnya," sahut Anna yang mengingat-ingat. Jika dia pernah mengangkat telpon dan lupa jika itu handphone Athar.
" Mungkin saja seperti itu dan itu semua hanya salah paham. Tidak seharusnya Aurelia bicara seperti itu kepadamu," jelas Athar yang benar-benar merasa bersalah pada Anna.
" Sudahlah, aku tidak mau membahas itu. Aku mau makan," sahut Anna yang menghindari Athar untuk membahas masalah itu.
" Baiklah makanlah," sahut Athar. Anna mengangguk dan melanjutkan makannya yang tidak selesai-selesai karena bicara dengan Athar yang membicarakan Anna.
" Apa yang di pikirkan Aurelia sampai dia menyuruh orang untuk mengawasiku. Aurelia benar-benar keterlaluan yang sudah berani mengganggu kenyamanan ku," batin Athar buang marah dengan tindakan Aurelia.
Bersambung
__ADS_1