Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 237 makan bersama.


__ADS_3

" Iya, mama lupa kalau kamu sudah besar. Kamu sih manjanya tidak berubah. Jadi mama tidak bisa membedakan apakah anak mama ini sudah dewasa apa belum," sahut Maharani dengan mengejek putrinya.


" Isss, mama jangan bicara seperti itu. Olive ini jelas sudah dewasa," sahut Oliver dengan wajahnya yang cemberut.


" Baiklah. Sekarang Olive sudah dewasa," sahut Maharani. Olive tersenyum lebar mendengarnya.


" Kalau begitu katakan pada Olive masalah apa yang mama hadapi. Siapa tau Olive bisa bantu dan jika mama bertengkar sama papa. Nanti Olive marahin papa. Supaya papa minta maaf sama mama. Papa harus bertanggung jawab karena buat mama Olive sedih," ucap Olive dengan wajahnya yang terlihat garang membuat Maharani tersenyum yang terhibur dengan putri bungsunya itu.


" Masalah mama sama papa akan mama dan papa selesaikan secepatnya. Itu urusan orang tua. Bukan orang dewasa lagi. Jadi tidak ada yang di khawatirkan. Olive jangan memikirkan apa-apa. Mama menjadi sedih. Karena mengambil pelajaran dari setiap masalah yang terjadi," ucap Maharani yang memang tidak akan menceritakan apa-apa pada putrinya.


" Maksudnya pelajaran apa?" tanya Olive yang begitu keponya.


" Yang pada intinya. Kejahatan yang kita lakukan. Kita juga akan mendapatkan hasilnya di kemudian hari," ucap Maharani yang membuat Olive semakin bingung dengan teka-teki mamanya.


" Apa mama melakukan kejahatan?" tanya Olive heran.


" Semua orang pernah melakukan kesalahan Olive. Mama hanya memberikan saran pada Olive untuk Olive terus menjadi orang baik. Biar kehidupan Olive menjadi lebih baik. Karena jika Olive jahat. Nanti pasti akan mendapatkan balasannya," ucap Maharani mengingatkan putrinya itu.


" Iya mah, Olive pasti akan menjadi orang yang lebih baik," sahut Olive tersenyum. Maharani pun tersenyum dengan membelai-belai rambutnya.


" Oh iya sayang. Apa kakak kamu sudah pulang?" tanya Maharani.


" Kakak yang mana?" tanya Olive. Karena kakaknya ada 3 dan ke-3 nya tidak ada di rumah.


" Athar," sahut Maharani.


Ya dia tidak melihat putranya beberapa hari ini. Bahkan semenjak pertengkaran itu. Walau marah. Tetapi dia mengkhawatirkan Athar. Karena Athar tidak tau apa-apa dan justru Athar yang paling terluka.


" Tidak mah. Kak Athar kan lagi pacaran," ucap Olive dengan suara berbisik membuat Maharani menautkan alisnya.


" Pacaran dengan siapa?" tanya Maharani heran.


" Anna!" jawab Olive. Maharani semakin bingung.

__ADS_1


" Kamu yakin?" tanya Maharani ragi.


Olive menganggukkan kepalanya, " Olive itu senang banget. Karena kak Athar akhirnya bisa bareng Anna. Padahal kemarin waktu kak Athar susul Anna ke desa. Olive pikir usaha kak Athar berantakan. Tetapi siapa sangka mereka liburan ke Bangkok," jelas Olive dengan raut wajahnya yang begitu bahagia.


" Kamu kok bisa tau mereka di Bangkok?" tanya Maharani heran.


" Ya tau dong mah, ternyata kak Athar itu sedang menemani Anna menemui ibu kandungnya," jelas Olive membuat Maharani kaget.


" Ibu kandungnya," sahut Maharani yang begitu shock.


Olive mengangguk-angguk yakin, " Lihat deh," Olive mengambil handphone dan menunjukkan foto pada mamanya.


" Anna, buat status di sosial medianya yang sedang makan bersama Bu Anjani, kak Athar, dan ibu Anna," ucap Olive menunjukkan pada mamanya layar ponselnya.


Maharani terkejut saat melihat gambar selfie di meja makan yang sepertinya di Restaurant. Di mana Anna yang mengambil gambar itu dan di sana ada Athar, Anjani dan Maya yang terlihat bahagia.


" Anna mengatakan perasaan bahagianya bertemu ibunya," lanjut Olive lagi.


" Olive senang banget. Ternyata kak Athar membawa Anna menemui orang tua kandungnya. Hubungan mereka pun akhirnya membaik dan Bu Anjani juga ada di sana. Olive senang banget Anna begitu bahagia," ucap Olive yang ikut merasakan kebahagian mamanya.


" Mah!" tegur Olive melihat mamanya bengong.


" Iya Olive," sahut Maharani.


" Mama setuju tidak. Kalau kak Athar sama Anna?" tanya Olive.


Maharani mengangguk tersenyum, " Anna anak yang baik dan sangat kuat. Dan mereka terlihat cocok. Jadi mana tidak ada alasan mama untuk tidak menyukainya dan jika itu membuat Athar bahagia. Kenapa tidak," sahut Maharani begitu tulus.


" Mama benar, Anna anak yang baik. Dia selama ini sudah banyak menderita dan dia bisa bahagia apalagi sudah bertemu ibunya. Kebahagiaannya pasti bertambah," sahut Olive. Maharani mengangguk saja.


" Dan aku juga ikhlas. Jika akhirnya Anna membenciku. Karena pasti Maya memberitahunya betapa jahatnya diriku. Mungkin karma ini belum berhenti untukku," batin Maharani yang pasrah dengan hudupanya kedepannya.


*************

__ADS_1


Anna, Maya, Athar dan Anjani memang lagi menikmati makan malam di salah satu Restaurant mewah di Bangkok. Yang mana Anna sedari tadi memang sibuk selfie-selfie. Maklumlah dia begitu bahagia jadi sangat wajar.


" Mama akan pulang ke Indonesia kan?" tanya Anna di tengah makannya. Anjani dan Maya saling melihat dan Athar juga begitu menunggu jawaban Maya.


" Anna mama masih ada yang harus di kerjakan. Jadi belum bisa pulang," jawab Maya lembut dan mmebuat raut wajah Anna tampak kecewa.


" Tapi Tante. Minggu depan Anna akan mengadakan kompetisi tahap 2 untuk mencari pemenangnya dan pasti Anna akan bahagia jika Tante ada di sana yang memberinya dukungan," sahut Athar yang melihatnya sangat berusaha untuk membuat Maya terus berada di samping Anna. Karena dia tidak ingin Anna sedih.


" Bukannya Anna sudah mengundurkan diri?" tanya Anjani yang tau soal itu.


" Aku tidak mengijinkannya untuk mengundurkan diri. Dia harus menyelesaikan kompetisi itu. Dia harus bertanggung jawab," sahut Athar menegaskan.


" Tapi aku akan mengundurkan diri. Karena mama tidak ada di sana. Aku merasa tidak ada gunanya," sahut Anna dengan wajah lesunya.


" Anna!" sahut Anna menatap Anna dengan sendu yang melihat Anna menunduk dengan mengaduk-ngaduk makanan yang tampak begitu kecewa.


" Itu impian kamu. Kamu tidak boleh mengundurkan diri. Mama tidak mau Anna melihat impian kamu selesai di tengah jalan. Kamu sudah berjuang sejauh ini. Jangan seperti ini," ucap Maya memberikan Anna pencerahan.


" Tapi mama tidak ada di sana. Apa gunanya," sahut Anna yang tampak ngambek.


Athar dan Anjani saling melihat yang mana mereka berdua merasa sama-sama gemes dengan Anna mendadak begitu manja pada ibunya dan lihatlah saat Maya memegang tangannya Anna bahkan menggesernya yang membuat Maya jadi panik dengan Anna yang sudah ngambek.


" Mama akan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan akan datang untuk even kamu," ucap Maya dengan cepat mengambil keputusan.


Mendengar hal itu membuat Anna mengangkat kepalany, " benar?" Tanya Anna yang tidak percaya. Maya menganggukkan kepalanya.


" Yeeeeeeeeeee," sahut Anna dengan bahagianya yang sampai mengangkat tangannya. Athar hanya gelang-gelang melihat kembalinya Anna yang seperti dulu yang selalu hidup dengan kerandoman.


" Bu Anjani juga akan datang kan?" tanya Anna memastikan. Anjani menganggukan kepalanya.


" Yes," sahut Anna begitu bahagianya. Mereka sama-sama tersenyum melihat kebahagian Anna.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2