
Athar akhirnya mengejar Anna sampai keluar rumah yang mana Anna terus berlari sembari menghapus kasar air matanya.
" Anna!" panggil Athar yang berhasil menangkap tangan Anna. Yang berhasil menghentikan langkah Anna dan berdiri di depan Anna yang melihat Anna menangis.
" Lepaskan aku!" Anna memberontak saat Athar memegang tangannya.
" Anna!" lirih Athar.
" Kau jahat Athar. Kau tau semuanya. Kau mengetahui apa yang terjadi. Tetapi apa yang kau lakukan hah! kau menyembunyikan semuanya dan membuatku tidak tau apa-apa," ucap Anna yang marah dengan Athar.
" Aku bisa jelaskan," ucap Athar. Anna langsung melepaskan tangannya dari Athar.
" Aku tidak mau mendengar apapun darimu. Aku mau pulang," tegas Anna yang kembali pergi. Tetapi Athar kembali menahan tangannya itu.
" Aku akan mengantarmu," ucap Athar dengan lembut bicara.
" Tidak perlu. Aku tidak mau. Aku bisa pulang sendiri," sahut Anna dengan emosi.
" Kau datang bersamaku dan harus pulang bersamaku," tegas Athar.
" Aku tidak mau," sahut Anna yang tetap menolak dan berusaha melepaskan tangannya dari Athar. Tetapi Athar juga bersih keras dan akhirnya menarik Anna kedalam pelukannya yang mana Anna juga memberontak dan meminta untuk di lepaskan.
" Kau jahat. Kau mengetahui semuanya. Tetapi kau malah menyembunyikannya dan membiarkan aku tidak tau apa-apa. Kau sama saja Athar dengan semua orang. Kau itu sama saja Athar. Kau jahat," Anna memukul-mukul dada Athar yang ingin melepaskan diri dari Athar karena begitu marahnya pada Athar.
Namun Athar tidak peduli dan terus memeluk Anna dengan erat, dia tau wanita itu marah kepadanya dan membiarkan saja wanita itu ingin mengatakan apapun kepadanya. Dia tidak peduli dan terus memeluk Anna mendengarkan umpatan itu tanpa bicara sedikitpun.
Sampai suara Anna semakin rendah. Suara Anna semakin memelan dan sudah tidak memukul Athar lagi dan Athar terus memberi pelukan erat pada wanita yang di cintainya itu.
__ADS_1
*********
Setelah Anna tenang akhirnya Athar mengantar Anna pulang. Namun masih tetap dalam tahap kemarahan yang mana Anna yang di dalam mobil bersama Athar hanya model diam saja. Tidak bicara sama sekali dengan kepalanya yang melihat ke arah samping pintu mobil di bagiannya tanpa melihat ke arah Athar yang menyetir di sampingnya.
Anna masih marah dan perlu mengerti apa yang terjadi. Setelah sekian banyak yang terjadi dia sangat sulit untuk mempercai siapa-siapa. Bahkan Athar orang satu-satunya yang di percaicainya juga telah menyembunyikan rahasia darinya dan itu membuatnya benar-benar begitu kecewa.
Athar yang menyetir sesekali menoleh ke samping dan melihat Anna yang tampak sendu membuat Athar meraih tangan Anna untuk menggenggamnya. Namun Anna menggeserkan tangannya yang tidak mau di pegang Athar. Athar pasrah dan hanya membiarkan saja. Jika Anna memang seperti itu. Athar tidak akan memakasa Anna sama sekali. Athar akan memberikan Anna waktu untuk sendiri.
*********
Akhirnya sampai di rumah Anna. Anna dengan cepat keluar dari mobil Athar dan langsung berlari begitu saja memasuki perumahan itu tanpa berpamitan pada Athar. Namun Athar pasti tidak akan tinggal diam. Athar langsung mengejar Anna dengan langkah yang begitu cepat.
Sampai akhirnya Anna sudah di depan rumahnya dan membuka tasnya untuk mengambil kunci rumahnya. Anna merogoh tasnya dengan buru-buru untuk mendapatkan kunci atau sengaja untuk menghindari Athar.
Saking buru-buru nya mencari kunci. Sampa akhirnya isi tasnya berjauhan membuat Anna berdecak kesal dengan semua kecerobohannya.
Saat tangannya ingin mengambil kunci rumah yang akhirnya jatuh. Tiba-tiba sebuah tangan juga mengambil benda yang sama membuat Anna melihat sosok tersebut yang siapa lagi jika bukan Athar.
Athar begitu empati melihat wanita itu yang terluka dan dia juga penyebabnya. Athar menghela napasnya dan mengambil kunci dari tangan Anna dan langsung membuka pintu rumah Anna juga berdiri.
Saat pintu rumah terbuka Anna langsung memasuki rumah begitu saja dan ingin menutupinya namun langsung di tahan Athar.
" Pulanglah aku ingin istirahat," ucap Anna dengan suara seraknya yang tidak mau melihat Athar.
" Kita belum bicara. Aku tidak akan pulang dan meninggalkan mu dalam ke adaan seperti ini," ucap Athar dengan lembut.
" Aku mau istrahat. Aku tidak mau bicara denganmu," ucap Anna menegaskan.
__ADS_1
" Aku akan menunggumu selesai istirahat," sahut Athar yang memang tidak akan meninggalkan Anna dalam keadaan seperti itu.
" Athar aku mohon mengertilah!" sentak Anna yang terlihat lelah.
" Jangan membentak Anna. Jika ingin istirahat maka istirahatlah dan aku akan tetap di sini. Setelah kamu tenang. Kita akan bicara lagi. Aku tidak akan mengganggumu. Jadi istirahat lah," sahut Athar dengan begitu lembut bicara pada Anna.
" Terserah," sahut Anna yang akhirnya mengalah dan Anna langsung memasuki rumah dan memasuki kamarnya dengan membanting pintu kamarnya yang terlihat begitu kesal dan penuh dengan amarah.
Athar menghela napasnya panjang dan langsung mengutipi barang-barang Anna yang tadi berserakan. Setelah menyelesaikan pekerjaannya. Athar langsung memasuki rumah Anna.
" Aku tau kau marah, kau kecewa kepadaku Anna. Aku tidak akan memaksamu harus mendengarkanmu. Tetapi apa yang kau dengar barusan. Aku juga tidak mengetahuinya dan aku tidak bermaksud untuk tidak memberitahumu apa yang aku ketahui. Maafkan aku Anna," batin Athar yang berdiri dengan pandangan matanya kurus kedepan yang melihat Anna ke arah kamar Anna.
***********
Sementara Olive yang juga terlihat kecewa dengan kehancuran rumah tangga ke-2 orangtuanya, kehancuran keluarganya hanya menangis dengan telungkup di kamarnya yang menangis dengan senggugukan.
" Kenapa keluargaku yang terlihat begitu harmonis. Keluargaku yang terlihat begitu sempurna. Ternyata mempunyai banyak drama. Drama perselingkuhan. Papa dan mama ternyata sama saja. Semauanya sama saja," ucap Olive yang terlihat kecewa dan dengan memukul-mukul bantal dengan tangannya yang terkepal.
" Sekarang semuanya benar-benar hancur. Papa sangat jahat mama juga begitu jahat," umpat Olive di dalam hatinya yang menumpahkan semua rasa kekecewaannya.
" Anna!" lirih Olive yang mengingat temannya itu, " kenapa harus Anna. Kenapa mama harus menjadi selingkuhan Om Chandra. Anna juga pasti begitu kecewa dengan mama. Lalu bagaimana persahabatan ku selanjutnya padanya. Kenapa semuanya harus seperti ini," Olive sekarang tiba-tiba saja harus memikirkan Anna.
Bagiamana tidak memikirkan Anna. Dia bahkan sempat menyalahkan Anna dengan apa yang terjadi. Tetapi apa semuanya justru berbalik. Di mana Anna juga merasakan sakit hati luar biasa di mana orang di percayainya telah menghiyanatinya.
" Argggghhh, kenapa semuanya harus seperti ini. Kenapa harus aku yang mengalaminya. Kenapa!" teriak Olive yang tidak terima dengan kenyataan yang ada.
Olive hanya bisa menangisi bagaimana hancurnya keluarganya. Keluarga yang di banggakannya yang mana dia merasa begitu sempurna. Tetapi apa yang di dapatkannya penghiyanatan yang banyak dan terlebih dari orang-orang yang di percayanya.
__ADS_1
Bersambung