
" Anna bangun, ini sudah malam. Anna!" Lisa terus membangunkan Anna dan bahkan sudah menguatkan volume suaranya.
" Ha, iya kenapa!" sahut Anna yang akhirnya langsung terbangun dengan matanya yang terbuka sipit yang tampaknya nyawanya belum terkumpul.
" Aku di mana?" tanya Anna bengong dengan matanya yang terbuka sipit dan menguap panjang sampai menutup mulutnya, dengan melihat-lihat di sekitarnya.
" Ya kamu di ruangan bos Athar lah. Di mana lagi kalau bukan di sini. Ayo bangun kamu harus pulang ini sudah malam," ucap Lisa.
" Memang jam berapa sekarang?" tanya Anna yang masih mengantuk.
" Sudah hampir jam 10, buruan deh ayo berdiri. Di perusahaan sudah tidak ada orang, tinggal kita ber-2 dan kamu harus tau kalau malam-malam begini Perusahaan itu seram," ucap Lisa menakut-nakuti dengan mengangkat bahunya seolah-olah sangat takut.
" oh, iya memang apa yang seram?" tanya Anna.
" Ya apa lagi kalau bukan, ihhhhh hantu," ucap Lisa yang merinding sendiri.
" Hhhhhhh, hantu itu tidak seram. Bagiku di perusahaan ini yang paling seram bukan hantu, atau makhluk-makhluk lainnya, penghinu- penghuni yang tidak terlihat. Tetapi bagiku adalah pimpinan perusahaan ini yang begitu menyeramkan," ucap Anna yang langsung segar bugar kalau sudah bergosip mengenai Athar.
" Maksud kamu bos Athar?" tanya Lisa memastikan.
" Ya iyalah dia, siapa lagi kalau bukan dia, lihat coba, masa iya dia menghukumku seperti ini. Emang dia pikir aku anak SD yang tidak mengerjakan PR apa, makanya aku sampai di hukum seperti ini. Jadi dia makhluk yang menyeramkan bagiku," ucap Anna kesal yang penuh dendam dengan Athar.
" Ya lagian kamu sih, aku sudah berkali-kali bicara sama kamu. Dari kamu pertama masuk aku sudah mengatakan peraturan penting di perusahaan ini dan sampai tadi juga. Aku juga sudah mengatakannya. Tapi kamu sih yang nggak benar. Kamu malah melanggar," sahut Lisa yang menyalahkan Anna.
" Jadi itu salahku," sahut Anna.
" Ya, iyalah, salah siapa lagi. Bukan hanya kamu yang kenak imbasnya. Aku juga di tegur sama Bu Jennie," ucap Lisa dengan wajah merengutnya yang geram juga dengan Anna.
" Tapi kan Lisa aku masih baru, ya lagian dia juga mana bisa memberi hukuman berlebihan seperti ini. Aku sampai tidak makan, tidak minum hanya karena dia, kan itu tidak adil namanya," sahut Anna yang mencari pembelaan.
" Ya tapikan kamu sudah di ingatkan berkali-kali dan itu sudah ketentuannya," tegas Lisa.
__ADS_1
" Ya tapikan," sahut Anna.
" Ahhhhh.....Sudahlah, sekarang sebaiknya kita pergi dari sini. Jangan malah membicarakan bos Athar. Entar yang ada hukuman kamu di tambahi lagi kalau dia sampai mendengarnya. Kamu juga harus tau mata bos Athar itu sangat tajam dan jeli juga pendengarannya sangat kuat. Jadi jangan membicarakannya di belakang, mau hukuman kamu di tambahi," ucap Lisa memberikan Anna peringatan.
" Issss, tapi dia itu kan," sahut Anna.
" Anna, ayo pulang, kalau tidak aku tinggal nih, mau aku kunciin di dalam," tegas Lisa memberi penekanan pada Anna.
" Iya," sahut Anna yang akhirnya terpaksa berdiri. Dia juga mana mau di kunciin di dalam ruangan Athar yang seperti neraka itu.
Anna dan Lisa pun akhirnya keluar dari perusahaan dan mereka harus berpisah saat di depan perusahan.
" Kamu pulang sama siapa?" tanya Anna.
" Tuh sudah di jemput sama keponakan," tunjuk Lisa pada mobil sedan putih.
" Ohhhh, ya sudah kamu hati-hati," ucap Anna.
" Hmmm, oh iya kamu nggak apa-apa pulang naik motor malam-malam begini?" tanya Lisa.
" Ya sudah kamu juga hati-hati ya," ucap Anna.
" Iya," sahut Anna.
" Daaaaa," ucap Lisa melambaikan tangannya dan Anna pun melambaikan tangannya mereka pun akhirnya berpisah. Lisa menaiki mobil yang sudah menjemputnya dan Anna pun menuju motornya menaiki motornya dan memakai helmnya.
Ternyata Athar berada di dalam mobilnya yang tidak jauh dari Anna. Dia masih memastikan apa benar 2 karyawannya itu sudah keluar atau tidak dari dalam Perusahaan. Athar memang menyuruh Lisa untuk membangunkan Anna dan dia belum pulang sebelum memastikan 2 orang itu sudah keluar.
Begitu melihat Anna sudah menaiki motornya dan juga sudah melaju dengan kecepatan tinggi. Athar pun pergi dari Perusahan itu.
**********
__ADS_1
Anna baru sampai rumahnya pukul 11 malam. Dengan lemas Anna membuka pintu rumahnya dan memasuki rumah dengan langkahnya yang tidak bersemangat.
" Hmmm, perutku lapar sekali," keluhnya mengusap-usap perutnya yang sedari tadi keroncongan. Anna pun langsung menuju dapur untuk melihat apa yang di bisa di makannya.
Ya dapur itu pasti akan kosong. Karena tidak ada yang di bisa di makannya. Melihat kedalam lemari tempat penyimpanan makanan juga kosong melihat ke dalam kulkas juga kosong.
Ya sudah resiko Anna yang memang tidak punya bahan stok makanan di rumahnya. Anna juga jarang menyimpan bahan makanan. Karena dia juga tidak bisa memasak. Paling hanya mie instan yang ada. Tapi kali ini juga tidak ada.
" Ahhhh, nasibku benar-benar sial. Kenapa coba aku harus seperti ini. Benar-benar sangat sial," ucap Anna yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tiba-tiba Anna menoleh ke arah nakas yang terdapat popmie.
" Ya untung masih ada penyelamat," ucap Anna yang langsung mendekati pop mie tersebut. Anna langsung merendam dengan air panas. Ya lumayanlah untuk pengganjal perutnya.
Masih panas-panas. Anna sudah memakan pop mie tersebut yang mungkin saja bibirnya bisa gosong karena makan panas.
" Sampai kapan aku seperti ini. Hidupku sudah berantakan, saat mendapat pekerjaan aku mengira akan ada perubahan dalam hidupku. Tetapi apa. Tidak sesuai kenyataan. Malah semakin parah mau sampai kapan dia akan terus menindasku.
Aku mana bisa menghindar darinya. Walau beberapa kali sudah ingin menghindarinya. Tapi nyatanya dia langsung saja muncul, memarahiku dan memberiku hukuman-hukuman yang tidak benar.
Memang dia pikir aku anak SD apa. Dasar pria angkuh," umpat Anna dengan kekesalan hatinya pada Athar. Dia terus mengumpat sambil makan.
***********
Pagi yang cerah, di hari senin yang begitu indah. Matahari yang teriknya sangat indah. Ya siapapun pagi hari ini yang memulai aktivitasnya akan bersemangat.
Sama dengan Anna drama telat tidak menghampirinya hari ini. Ada mukjizat membuatnya bangun lebih awal dan sekarang dia sudah siap-siap di dalam kamarnya yang berantakan. Tidak tau kapan kamar itu akan rapi. Namanya juga kebiasaan jadi akan susah di hilangkan.
Anna berpenampilan simple untuk kekantor pagi ini menggunakan blouse merah marun dengan lengan lonceng yang di padukan dengan rok lipatnya yang panjangnya hanya sepahanya saja dengan rambutnya yang hanya di sanggul cepol saja.
Setelah selesai bersiap-siap. Anna pun menghampiri kalender yang menempel di dingding dan memberi silang pada tanggal sekarang. Anna juga menghitung jumlah silangannya.
" 9 hari, itu artinya sisa 21 hari lagi," gumamnya pelan yang ternyata Anna menandai sudah berapa lama dia bekerja di perubahan itu.
__ADS_1
" Anna bersabarlah, kamu akan bisa menahan 21 hari lagi," ucap Anna dengan memberi semangat dirinya, Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu Anna pun keluar dari kamarnya yang pasti Anna akan memulai aktivitasnya di luaran sana untuk mencari sesuap nasi.
Bersambung