Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 200 Sepertinya cemburu.


__ADS_3

Mereka berjalan-jalan menikmati suasana pantai yang di pandu oleh pelayan yang menunjukkan keindahan di tempat itu, melewati taman-taman dan juga bahkan mereka melihat-lihat pemandangan itu menggunakan mobil golf.


Mereka juga kembali berjalan-jalan dengan kaki mereka yang pasti menikmati suasana yang di berikan kepada mereka.


" Hmmmm, sekarang kita makan siang dulu, kalian pasti lapar bukan," sahut Ari Purnama.


" Iya pak kita lapar," sahut salah satu karyawan yang mengusap-usap perutnya yang memang tampak kelaparan.


" Ya sudah kita isi perut dulu," sahut Ari Purnama. Yang lainnya mengangguk dan mengikut saja kemana salah satu pelayan yang mengajak ketempat makan.


Tiba berada di lokasi makan yang berada di tempat outdoor. Di mana mereka menaiki tangga yang tempat makannya ada di atas di tempat terbuka yang mana tempat itu banyak bangku-bangku dengan beberapa meja. Ada bangku yang banyak 1 meja ada 2 satu meja bahkan sampai 10 satu meja.


" Mari tuan di persilahkan!" ucap pelayan.


Ari Purnama mengangguk dan langsung mengambil tempat duduk yang pasti bersamaan dengan Chandra, Maharani, Amelia dan juga anak-anaknya. Olive yang ingin duduk melihat Anna lewat dan langsung menarik tangan Anna.


" Kita duduk di sini!" Ajak Olive bergabung bersama keluarganya. Aurelia melihat hal itu tampak tidak suka dan langsung duduk. Sementara Athar datar tanpa ekspresi.


" Aku di sana saja. Aku ingin makan soalnya. Aku takut selera makanku berkurang," jawab Anna dengan sindiran yang merasa kesindir tampaknya resah. Apa kah Aurelia, Athar, atau Gibran, atau Chandra dan Amelia. Orang-orang itu tampak terkena sindiran Anna yang halus.


" Aku di sana saja," sahut Anna yang langsung pergi.


" Anna tidak mau duduk di sini apa karena Om Chandra, atau juga karena kak Athar. Apa yang sebenarnya terjadi," batin Olive yang terlihat kecewa temannya tidak duduk di sampingnya.


Ari Purnama terlihat berdiri, " untuk kalian semua yang ingin memesan makanan maka pesanlah banyak-banyak yang ingin kalian makan apapun itu. Kalian nikmati jangan malu-malu," ucap Ari Purnama memberikan arahan.


" Iya pak," sahut semuanya dengan serentak.


Pelayan melayani mereka semua untuk makan. Makanan mereka pun sudah ada di atas meja. Ternyata Anna tidak makan sendirian di mana Derry duduk di depannya. Yang makan sambil berbicara dengan Anna.

__ADS_1


Kelihatan Anna juga asyik-asyik aja bicaranya yang mungkin rasa galaunya sedikit-sedikit berkurang. Dia juga harus sadar dengan posisi yang beberapa kali di ingatkan Athar kepadanya.


Dia sudah berusaha banyak. Jika apa yang tidak di lakuaknnnya masih tetap di anggap suatu kesalahan yang itu artinya bukan salahnya lagi. Lagian dia juga sudah meyakinkan dirinya untuk tetap melanjutkan langkahnya. Dan masalah cinta-cintaan ternyata hanya membuatnya stres saja.


Derry dan Anna terlihat makan dengan baik dan tanpa beban. Bahkan senyum Anna kembali keluar beberapa kali dan malah terlihat Athar yang tidak jauh dari sana terlihat seperti orang kepanasan yang tidak fokus dengan makan dan hanya melihat saja ke arah Anna.


Dari wajahnya terlihat cemburu. Apa lagi matanya menangkap Derry menyelipkan rambut Anna ke belakang daun telinga Anna yang membuat Athar menggebu-gebu yang di penuhi dengan rasa cemburu yang berlebihan.


Aurelia yang duduk di sampingnya terus memperhatikan gerak-gerik Athar yang mata Pria itu fokus pada orang lain dan bahkan tidak bicara dengannya sama sekali.


" Aku tidak percaya Athar. Meski Anna mempermainkanmu. Tetapi pada nyatanya apa, kamu tetap saja memperhatikannya. Kamu bahkan menyetujui pertunangan kita. Tetapi pada nyatanya perasaanmu hanya kepadanya saja," umpat Aurelia di dalam hatinya. Betapa bencinya Aurelia berada di situasi itu.


Ternyata Chandra juga memperhatikan Athar yang kepanasan melihat Anna mesra-mesraan dengan Derry. Tidak mesra sih. Hanya dekat saja. Namun sudah melihat Athar sangat resah.


" Aku melihat Athar sepertinya sangat tidak nyaman melihat Anna dengan Derry. Dia seperti marah dan tidak menyukai hal itu," batin Chandra membaca ekspresi wajah Athar.


" Pak Chandra!" tegur Ari Purnama yang melihat Chandra bengong dan membuat Chandra tersentak kaget.


" Apa tempat ini tidak terlalu nyaman?" tanya Ari Purnama.


" Nyaman pak, sangat nyaman," sahut Chandra.


" Soalnya saya melihat bapak tidak nyaman dan seperti ada yang di pikirkan," sahut Ari Purnama.


" Memang ada apa mas?" tanya Amelia.


" Tidak apa-apa. Ayo kita lanjutkan makan," sahut Chandra tersenyum yang padahal dia juga sedang lagi memikirkan sesuatu.


Derry dan Anna terus menunjukkan kebersamaan mereka. Panas-panas deh Athar yang terbakar api cemburu melihat Anna dan Derry.

__ADS_1


************


Karyawan yang mendapatkan reward untuk reflesing menikmati suasana di tempat itu dari berjalan-jalan di pantai ada juga yang berenang dan lain-lainnya. Mereka juga sebelumnya sudah makan bersama-sama.


Sementara Athar hanya berdiri dengan ke-2 tangannya berada di sakunya yang mana ternyata mata Athar yang memakai kaca mata hitam itu melihat ke ujung pantai sana di mana Athar melihat Anna yang lagi-lagi bersama Derry.


Anna terlihat seperti tidak memiliki beban sama sekali. Yang mana duduk berhadapan dengan Derry di atas pasir dengan kaki mereka yang saling bersilah, saling mengobrol dengan 2 kelapa di tengah mereka.


Tampaknya suasana yang terjadi hari ini hanya membuat Athar yang kepanasan sendiri. Dia yang terus melihat Anna dengan kebahagiannya. Apa Athar kesal. Karena sangat jelas terlihat Anna benar-benar sudah move on.


" Dia memang tidak akan memikirkan apapun. Sangat jelas apa yang aku dengar adalah kenyataannya yang terbukti sekarang dia bahkan menjadi wanita yang tidak berdosa sama sekali. Hanya bersandiwara dengan wajahnya polosnya itu," batin Athar yang di penuhi cemburu yang berlebihan.


" Athar!" tegur Jennie membuat Athar membuyarkan lamunannya dan membalikkan tubuhnya melihat Jennie.


" Ada apa?" tanya Athar melepas kaca matanya.


" Aku perhatikan kau belakangan ini tidak fokus," ucap Jennie.


" Itu hanya perasaanmu saja," sahut Athar ketus.


" Aku tidak pernah bermain dengan perasaan. Tetapi logika dan aku melihat sendiri bagaimana gerak-gerikmu. Dan justru kaulah yang bermain perasaan. Kau berusaha untuk membesarkan egomu dan membiarkan semua seperti itu," sahut Jennie.


" Apa maksudmu?" tanya Athar.


" Permasalahan mu dengan Anna. Aku bisa yakin 100 persen jika Anna tidak mempermainkanmu apa yang terjadi hanya kata yang di keluarkannya untuk membuat Aurelia panas. Tetapi sama sekali tidak pernah berniat melakukan apapun," ucap Jennie.


" Kau berpihak padanya?" sinis Athar.


" Bukan itu Athar, aku hanya berusaha untuk memahami situasi yang ada dan pasti aku bicara karena mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," jawab Jennie.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2