Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 183 Jalan yang terbaik.


__ADS_3

Athar pun memasuki kembali rumahnya dengan mengatur napasnya yang tidak stabil dengan wajahnya yang masih memerah.


Athar bahkan memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa begitu berat. Bayangan Anna yang tadi hampir pingsan terlintas begitu saja. Sangat jelas dari wajah Athar yang begitu mengkhawatirkan Anna dan hanya ego yang masih bertahan yang membuatnya belum bisa memahami apa yang terjadi dan membiarkan semuanya seperti itu saja.


Di ruang tamu ternyata ada Aurelia, Amelia, dan Chandra bersama dengan Ari Purnama dan Maharani. Tidak tau kapan keluarga Chandra datang. Saat dia tadi keluar dari rumah Chandra dan yang lainnya belum ada dan sekarang sudah ada orang-orang itu yang membuatnya bingung.


" Athar!" Panggil Ari Purnama yang membuat Athar harus menghampiri ruang tamu. Athar menundukkan kepalanya kepada keluarga Chandra.


" Athar mereka ingin bicara kepada kamu. Ayo duduk!" ucap Ari Purnama. Athar mengangguk dan langsung duduk.


" Baiklah Athar langsung to the point saja. Sebelumnya apa kamu tidak ingin minta maaf dulu pada keluarga kami mengenai pertunangan yang kamu tinggalkan. Kamu tidak ingin memberi klarifikasi kepada media alasan kamu pergi dan juga meninggalkan Aurelia sendirian di mana seharusnya kalian bertunangan," ucap Chandra.


" Athar, orang-orang sekarang sedang heboh bertanya kepadaku. Aku dan keluargaku selalu di incar wartawan. Jadi tolong minta maaflah dan jelaskan pada media tentang alasan kamu pergi dan katakan pada orang-orang apa yang terjadi Athar tanpa harus membuat keluarga kami malu," tambah Aurelia yang menuntut kepastian.


Athar masih terlihat diam yang juga masih belum bisa memutuskan apa-apa. Maharani dan Ari Purnama saling melihat. Mereka tidak bisa mengatakan apa-apa. Karena memang mereka sudah menyerahkan pada Athar masalah pribadi itu.


Tiba-tiba di tengah suasana tegang itu dan yang lain menunggu pendapat Athar. Athar melihat Anna dan Derry yang berjalan dengan Derry yang tampak membantu Anna berjalan dengan tangan Derry di pundak Anna.


" Aku tidak perlu minta maaf atau klarifikasi pada media. Kita akan bertunangan beberapa hari kedepan dan aku rasa itu akan menutup isu-isu yang ada," ucap Athar yang membuat Anna dan Derry menghentikan langkahnya yang mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Athar.


Aurelia benar-benar kaget mendengarnya sampai mulutnya terbuka sedikit, sama dengan Chandra yang juga tidak kalah kagetnya.


" Athar kamu sungguh akan bertunangan denganku?" tanya Aurelia yang tidak percaya.


" Iya kita akan bertunangan. Karena tidak ada yang harus di batalkan ataupun di tunda," tegas Athar yang bicara dengan mata yang terlihat kosong.

__ADS_1


" Ada apa dengan Athar. Bukannya kemarin dia mengatakan akan membatalkan pertunangannya. Lalu kenapa Athar tiba-tiba malah ingin melanjutkan pertungannya dengan Aurelia," batin Maharani yang kebingungan.


Mendengar hal itu Anna semakin merasa sakit dan Derry di sampingnya hanya melihat Anna yang seolah mengetahui apa yang terjadi.


" Aku baru melihat kak Athar begitu pengecut," batin Derry.


" Ayo Anna!" ajak Derry. Anna mengangguk.


" Hmmm, baguslah jika akhirnya pertunangan kalian di laksanakan dengan begini orang-orang tidak akan sibuk bergosip lagi," sahut Chandra yang tersenyum lebar.


" Aku tidak percaya. Jika akhirnya Athar benar-benar sadar dia akan bertunangan dengan ku dan Anna tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi. Athar memang sudah membenci Anna," batin Aurelia yang merasa penuh kebahagian.


" Apa ini gara-gara masalah kemarin. Makanya Athar memutuskan untuk kembali bertunangan dengan Aurelia," batin Amelia dengan penuh tanda tanya.


Wajah Athar terlihat resah dan ingin berteriak dengan banyak kebodohan yang di lakukannya. Athar juga masih melihat kearah Anna. Yang mana Anna dan Derry sudah meninggalkan tempat itu. Chandra melihat tatapan mata Athar yang melihat pada Anna.


" Aku permisi dulu!" ucap Athar yang langsung berdiri dan langsung pergi.


Karena dia berada di situasi itu membuatnya semakin frustasi. Mungkin saja Athar mengatakan hal itu karena benar-benar ingin Athar menjauh dari Anna.


" Kita akan bicarakan kembali masalah pertunangan ini dan semoga saja. Tidak ada masalah lagi," sahut Ari Purnama.


" Iya Om, makasih untuk Om dan Tante yang juga banyak membantu Aurelia," sahut Aurelia. Ari Purnama hanya mengangguk dengan tersenyum.


**********

__ADS_1


Anna berada di kamar Olive yang mana Olive duduk di depannya yang berbicara sedari tadi dengan wajah Olive yang tersenyum terus menunjukkan tiket itu dengan hebohnya. Namun Anna terlihat murung dan mungkin Anna tidak mendengar apa kata-kata Olive.


" Mungkin ini adalah takdir. Ya memang ini jalannya. Anna kamu sudah berusaha dan mungkin ini akan membuat langkah kamu berhenti sampai di sini. Karena pada kenyataannya Athar tidak akan pernah memaafkanmu. Kembali bangun Anna dan lupakan semuanya. Dan aku baru menyadari ini sangat sakit. Apa yang kamu dengar tadi memang menyuruhmu untuk mundur," batin Anna yang menahan air matanya.


" Anna kamu kenapa?" tanya Olive yang melihat Anna bengong.


" Anna!" tegur Olive sampah menggoyang tubuh Anna membuat Anna tersentak dengan melihat Olive dengan tatapannya yang kosong.


" Kamu sakit ya!" tebak Olive.


" Aku tidak apa-apa. Olive aku harus kekantor. Nanti kita bicara lagi," ucap Anna yang langsung turun dari tempat tidur.


" Anna tiketnya!" panggil Olive.


" Kamu aja yang simpan," sahut Anna yang langsung pergi buru-buru.


" Anna kenapa sih. Kenapa aku merasa Anna begitu aneh," batin Olive dengan menggaruk-garuk kepalanya dengan jarinya.


Anna keluar dari rumah Athar dengan menyeka air matanya. Dia juga sengaja lewat dari pintu lain agar tidak bertemu dengan papanya. Anna menaiki motornya dengan beberapa kali tangannya menyeka air matanya dan Anna yang mengendarai motornya masih saja air mata itu keluar.


Ternyata di teras kamar Athar. Athar melihat Anna dan juga melihat Anna meneteskan air mata. Athar hanya melihat dengan beberapa kali menelan salivanya dengan eksperesi wajah yang begitu sendu.


Wajah sedih yang seolah terasa sakit melihat Anna menangis. Tidak tega dan simpatik yang banyak yang di keluarkan Athar. Namun mengingat perbuatan Anna membuat Athar kembali tidak peduli dan merasa bodoh dan dialah yang paling menyedihkan dalam hal itu.


Anna tetap menagis dalam mengendarai motornya menuju kantor. Air mata itu sangat mudah menetes dan dia benar-benar sedih dan hanya menagis yang membuatnya lega.

__ADS_1


Tangisan itu semakin kencang kala ingatan kenangan manis bersama Athar terlintas di di bayangannya. Kebahagian itu ternyata hanya sesaat dan semua kebahagian itu berakhir ditangannya sendiri dan hanya karena perbuatannya sendiri.


Bersambung


__ADS_2