Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 156 Gagal maning.


__ADS_3

Anna dan Athar tetap saling melihat saling memandang dengan dekatnya wajah mereka yang membuat napas ke-2nya saling menerpa dengan mata mereka yang tidak berkedip sama sekali.


Debaran jantung keduanya juga semakin berdetak tidak normal. Baik Anna dan Athar sama-sama merasakan hal yang sama. Mungkin keheningan di antara mereka bisa mendengarkan debaran jantung tersebut.


Mata Athar tertuju ke arah bibir Anna yang merah merona yang mana tadi malam bibirnya sudah menempel di sana dan bahkan mencium Anna tanpa Anna ketahui yang beralaskan memberikan Anna obat.


Athar semakin mendekatkan wajahnya yang membuat Anna seketika panik dengan penuh dek-dekan yang tidak tau apa yang akan di lakukan Athar dan pikiran Anna sepertinya tau jika Athar mau berbuat apa, wajah Athar semakin mendekat dengan pada Anna.


" Anna, ibu pulang!" tiba-tiba suara Anjani membuat keduanya sama-sama kaget, dan Anjani yang memasuki rumah melihat Anna dan Athar seperti orang mau berciuman yang langsung mencari kesibukan dan pura-pura tidak melihat.


Athar pun langsung menjauhkan dirinya dari Anna ketika ada yang memanggil Anna. Dan Anna langsung salah tingkah dengan wajahnya yang memerah dan juga sedikit bergeser dari Athar.


" Hey, Bu Anjani," sahut Anna mengalihkan dengan cepat menegur Anjani.


" Iya maaf ibu tidak ketuk pintu dulu dan langsung masuk aja," sahut Anjani merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa Bu," sahut Anna yabg begitu gugup, sementara Athar mengatur napasnya dari tadi.


" Ibu juga tidak tau jika ada Athar ternyata," ucap Bu Anjani tersenyum.


Athar mengangguk kepalanya sedikit juga tersenyum. Namun sangat terlihat dia begitu gugup.


" Maaf ibu mengganggu kalian," sahut Anjani.


" Tidak, siapa yang mengganggu. Orang kami tidak ngapain-ngapain kok," sahut Anna yang terlihat begitu gugup.


" Ibu tidak bilang kalian ngapain-ngapain," sahut Anjani.


" Oh, iya Bu tidak tanya ya," sahut Anna seperti orang bodoh. Anjani hanya geleng-geleng saja melihat kerandoman Anna. Anna pun harus malu dan semakin salah tingkah.


" Oh, iya bawa makanan banyak untuk kamu dan juga banyak banget titipan dari bibi kamu. Banyak makanan laut," ucap Anjani yang langsung menghampiri meja makan.


" Hmmm, benarkah. Wau enak dong," sahut Anna santai yang melihat bawakan bibinya. Lumayan perasaannya yang tercampur aduk bisa hilang.


" Iya ini lumayan banyak," sahut Anjali.

__ADS_1


" Bakalan makan enak begini caranya," sahut Anna dengan wajahnya yang kembali semangat.


" Anna kayaknya nggak akan habis kalau kita makan ber-2. Bagaimana kalau kamu panggil teman-teman kamu. Ini kan hari Minggu jadi mereka tidak bekerja. Supaya kita makan sama-sama aja," sahut Anjani mempunya ide tiba-tiba.


Anna tampak canggung yang bingung. Namun Anna melihat Athar yang seakan meminta persetujuan mata Athar memberikan kode untuk mengatakan iya pada Anna.


" Ya sudah Bu nanti Anna akan menelpon mereka, siapa tau mereka bisa," sahut Anna.


" Baiklah kalau begitu ibu beres-beres dulu, kalian lanjutkan saja makannya," ucap Anjani.


Anna mengangguk dan kembali tenang di samping Athar. Walau dia sekarang kebanyakan diam karena canggung dengan Athar. Sementara Anjani langsung meninggalkan pasangan yang sedang kasmaran itu. Anjani pun masih melihat dengan tersenyum saja. Dia sih datang kecepatan. Jadi tidak ada adegan romantisan.


" Makan lagi!" ucap Athar. Anna mengangguk dan langsung makan kembali.


" Kamu juga makan," ucap Anna. Athar mengangguk. Mereka berdua pun akhirnya makan bersama dan pasti makan kali ini jauh lebih canggung karena terjadinya insiden tadi.


" Ehemmm," Athar berdehem.


" Ada apa?" tanya Anna heran.


" Hmmm, aku baik-baik saja juga sudah enakan kok," sahut Anna.


" Ya sudah kalau begitu. Ayo kamu makan lagi," ucap Athar.


" Dari tadi memang sudah makan," sahut Anna dengan santai.


**********


Karena siput yang banyak di bawa Anjani. Akhirnya mereka pesta di teras Anna di mana sudah ada Lisa, Sana dan Olive yang langsung datang kerumah Anna dengan cepat. Namanya juga sudah berhubungan dengan makanan. Jadi sudah pasti datang karena rezeki tidak bisa di tolak.


Athar juga tidak pulang dan ada di sana yang duduk di sudut dengan satu kakinya di pahanya dan fokus pada laptopnya yang mungkin masih mengecek pekerjaannya. Pekerjaan tetap menjadi no satu untuknya.


Sementara Anna, Lisa, Olive dan Anna membantu Bu Anjani untuk memasak aneka siput saus Padang. Yang tampaknya Bu Anjani memasak memang sangat enak dan jangan tanya apa yang di kerjakan sana, Olive, Sana dan Lisa. 4 wanita itu bukan idaman para mertua dan suami yang harus pintar memasak. Jadi yang mereka lakukan hanya sok tau saja.


" Lisa bukan seperti itu potong bawanganya. Bu Anjani sudah mengajari nggak ngerti juga," ucap Sana.

__ADS_1


" Jadi bagaimana caranya," sahut Lisa.


" Gini caranya," sahut Sana yang sok tau dan mengambil pekerjaan Lisa.


" Itu juga salah, mana ada seperti itu," sahut Olive lagi dah Anjani geleng-geleng saja dengan kelakukan 4 anak gadis itu.


" Kalau tidak bisa biar ibu saja yang mengerjakannya," sahut Anjani.


" Bisa kok Bu," sahut Annan yang paling sok pintar. Memang Anna tidak akan pernah berubah dengan sok taunya.


" Baiklah kalau kalian bisa melakukannya," sahut Anjani.


" Hmmm, oh iya Anna kamu semalam kok tidak masuk kerja?" tanya Lisa.


" Anna lagi sakit," sahut Anjani menjawab.


" Oh, iya kok nggak bilang-bilang," sahut Olive.


" Aku tidak apa-apa kok. Oh iya Bu Anjani tau dari mana aku sakit?" tanya Anna yang merasa tidak mengatakan apa-apa pada Anjani.


" Ibu melihat obat di kamar kamu sewaktu ibu membersihkan kamar kamu. Dan ibu tanya Athar. Katanya obat kamu. Kamu sakit," jelas Anjani.


" Kok kak Athar tau," sahut Olive.


" Ya Taulah namanya bosnya," sahut Sana.


" Ya untung juga ada Athar. Karena Athar yang merawat Anna," sahut Bu Anjani langsung to the point membuat Anna panik.


" Hmmm, begitu pantesan bos Athar tidak ada di kantor semalam. Di kirain masih di Luar Negri," sahut Lisa santai namun Anna sudah panik dan Olive sudah senyum-senyum mendengarnya.


" Ya ampun kak Athar baik banget jagain Anna," sahut Olive menguatkan suaranya yang membuat Anna menggaruk-garuk kepalanya dengan teman-temannya yang akhirnya tau dan Athar di sudut sana mendengar pembicaraan wanita-wanita itu. Namun Athar hanya pura-pura tidak dengar saja.


" Kenapa juga Bu Anjani harus cerita segala," batin Athar yang tampaknya salah tingkah.


" Ya ampun pasti mereka akan berpikir yang tidak-tidak," batin Anna yang ikutan resah yang pasti teman-temannya berpikir yang aneh-aneh.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2