
Athar masih berada di ruangan Anna yang mana ruangan itu masih kosong karena memang tau Anna sedang keluar bersama Lisa.
" Kemana dia tadi kenapa lama sekali kembalinya? apa dia mulai malas-malasan lagi bekerja. Anna kamu ini ya," batin Athar yang terlihat bosan yang terus memegang kotak kalung yang tidak sabar ingin di berikannya pada Anna.
Athar pun harus bersabar dengan gelisah menunggu Anna di ruangannya. Ruangan Anna yang Alhamdulillah lumayan rapi. Mungkin Anna memang akhir-akhir ini banyak perubahan masalah kerapian dan kebersihan jadi Athar tidak akan marah-marah berada di ruangan itu.
*********
Anna dan Lisa akhirnya selesai makan dan makanan itu sudah habis semuanya masuk kedalam perut mereka.
" Lihat tidak ada yang taukan kalau kita makan terlebih dahulu dan lihat tidak ada juga yang menegur kita yang artinya kita ber-2 sama-sama aman," ucap Anna.
" Iya, iya terserah kamu deh, kamu yang paling benar," sahut Lisa.
" Argggghhh perutku kenyang sekali," ucap Anna mengusap-usap perut yang kekenyangan.
" Aku sangat kenyang. Ya sudah kalau begitu ada sebaiknya kita kembali bekerja," ucap Lisa.
" Sebentar Lisa makanya juga belum turun," sahut Anna.
" Ya ampun Anna, pekerjaanku banyak. Nanti aku lama-lama di marahi," ucap Lisa.
" Iya- iya deh," sahut Anna.
" Ayo buruan!" ajak Lisa. Anna dengan terpaksa pun akhirnya berdiri. Padahal dia masih kekenyangan tetapi dari pada Lisa mengomelinya mending dia iya-iya kan saja dan akhirnya mereka pun sudah pergi dari kantin.
*********
Mobil Aurelia berhenti di depan Perusahaan Glossi. Begitu Aurelia yang sudah mematikan mesin mobilnya. Aurelia melihat ke arah Perusahaan.
" Apa yang ingin Athar bicarakan. Kenapa tiba-tiba dia menyuruhku datang dan perasaan ku benar-benar tidak enak. Aku seperti merasa ada sesuatu yang aneh," batin Aurelia yang merasa gelisah.
" Aku akan menemuinya," ucap Aurelia yang langsung keluar dari mobilnya dengan tarikan napasnya yang panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
tiba-tiba mobil papanya berhenti di belakang mobilnya membuat Aurelia tidak jadi melangkah.
__ADS_1
" Papa, ngapain papa kemari?" batin Aurelia heran dan menunggu sang papa yang keluar dari mobil itu yang ternyata bukan hanya Chandra yang mana ada juga Amelia.
" Papa!" Lirih Aurelia. " Kok papa ada di sini?" tanya Aurelia.
" Kamu di sini juga?" tanya Chandra yang tidak menjawab pertanyaan Aurelia.
" Iya Athar ingin menemuiku dan papa ngapain di sini?" tanya Aurelia heran.
" Jennie sekretarisnya Athar menyuruh mama dan papa untuk datang kemari," jawab Chandra, " papa juga tidak tau untuk apa," ucap Chandra heran.
" Papa juga di suruh datang kemari. Untuk apa?" tanya Aurelia yang tampaknya tidak tau hal itu.
" Mungkin membicarakan pembatalan pertunangan kamu dengan Athar," sahut Amelia membuat Aurelia kaget.
" Apa! Pembatalan pertunangan," sahut Aurelia dengan kagetnya.
" Ya apalagi kalau bukan itu, kenapa harus menyuruh kita datang dan kamu sendiri juga datang," sahut Amelia yang menduga-duga.
" Itu tidak mungkin, jangan asal bicara. Athar tidak akan melakukan itu," sahut Aurelia yang tidak akan terima hal itu.
" Sudahlah mas, Jika memang harus di batalkan ya sudah," sahut Amelia yang lebih pasrah. Karena pasti dia tidak mau ribut.
" Nggak, ini tidak mungkin. Athar menyuruh papa datang kemari. Pasti hanya ingin minta maaf dan mengatur jadwal ulang pertunangan kami. Aku dan Athar tidak boleh batal bertunangan jadi jangan menduga-duga apa yang tidak seharusnya terjadi," ucap Aurelia yang pasti tidak mudah untuk menerima semua itu.
" Aurelia bagaimana jika itu benar," sahut Amelia. Aku bilang tidak mungkin," tegas Aurelia. " Anna, ini pasti gara-gara Anna, aku akan bicara kepadanya. Dia tidak bisa membuatku dan Athar batal bertunangan. Ini pasti gara-gara Anna," sahut Aurelia yang berpikiran pada Anna.
" Aku harus bicara padanya. Dia tidak bisa melakukan ini kepadaku," ucap Aurelia menekan suaranya dan langsung memasuki Perusahaan terlebih dahulu.
" Aurelia!" panggil Chandra.
" Kenapa Anna harus ikut campur masalah ini," ucap Chandra dengan mengusap kasar wajahnya.
" Mas, sudahlah, jika memang Athar membatalkan pertunangan ini. Ya sudah, jangan mengaitkan lagi dengan Anna. Nanti aku juga yang di salahkan," ucap Amelia yang tampaknya lelah dengan pertikaian di dalam keluarganya.
" Sekarang ayo kita masuk! kita juga harus menemui Athar," ucap Chandra. Amelia mengangguk dan mereka ber-2 langsung memasuki Perusahan tersebut untuk menemui Athar yang mana pasti meminta kejelasan dari Athar.
__ADS_1
Ternyata di sisi lain Derry melihat kedatangan Aurelia bersama orang tuanya.
" Mungkin ini keputusan kak Athar dan semoga saja Anna Aurelia tidak bermusuhan dan justru hubungan mereka akan membaik. Aku hanya berharap seperti itu. Walau aku tau Aurelia tidak mudah menerima ini. Tetapi dia harus belajar untuk menerima semuanya," batin Derry.
********
Athar masih menunggu Anna di dalam ruangan Anna dengan gelisah.
" Ya ampun Anna kemana sih. Kenapa coba dia lama sekali, Huhhhh," Athar terus gelisah menunggu Anna dan mungkin sudah satu jam dia menunggu Anna. Sementara Anna dan Lisa masih berada di dalam lift menuju ruangan Anna. Setibanya keluar dari lift mereka harus berpisah Anna keruangannya dan Lisa juga Keruangannya.
Athar tetap menunggu Anna yang sudah semakin bosan bolak-balik melihat arloji di tangannya.
" Anna!" tiba-tiba terdengar suara Aurelia membuat Athar kaget.
" Aurelia. Bukannya itu suaranya. Kenapa dia berteriak-teriak," batin Athar heran.
" Anna!!" Aurelia kembali berteriak dan Athar yang ingin keluar dia juga tidak mau mencari ribut di kantornya dengan keberadaan dirinya di ruangan Anna.
Namun karena tergesa-gesa. Tidak sempat Aurelia yang sudah menekan kenopi pintu yang Akhirnya Athar memilih untu bersembunyi di balik dingding sekalian dia juga ingin tau apa yang di lakukan Aurelia.
Brukk pintu ruangan itu terbuka dengan kasar terlihat dari kemarahan Aurelia.
" Anna! Di mana kamu!" teriak Aurelia dengan penuh kemarahannya.
" Apa-apaan sih, Aurelia teriak-teriak nggak jelas," umpat Atha kesal.
" Anna!" Aurelia terus memanggil Anna yang lama-kelamaan membuat Athar kesal.
" Di mana dia," desis Aurelia kesal. Tidak menemukan Anna membuat Aurelia ingin meninggalkan ruangan itu.
" Ada apa mencariku," sahut Anna yang tiba-tiba datang dan memasuki ruangannya yang membuat Aurelia membalikkan tubuhnya dan langsung berhadapan dengan Anna.
" Tidak perlu berteriak-teriak. Aku di sini, jangan bikin ribut di ruanganku," ucap Anna dengan santai membuat Aurelia mendengus kasar.
Bersambung
__ADS_1