
Hanya tinggal Athar, Anna dan Jennie. Yang lain sudah berhasil naik dari bantuan darurat.
" Naiklah Jennie," ucap Athar pada Jennie.
" Baik," sahut Jennie yang langsung menaiki anak tangga dan tinggal Athar dan Anna yang ada di bawah.
" Ayo naik, apa lagi yang kau tunggu, kau mau terkurung di sini," ucap Athar.
" Kau saja duluan," sahut Anna.
" Naik aku bilang!" tegas Athar.
" Kau saja duluan. Kalau aku naik kau ada di bawah yang ada kau akan macam-macam pada ku. Kau tidak melihat aku memakai rok pendek. Kau bisa mengintipku," ucap Anna kesal.
Pandangan Athar langsung turun pada rok Anna yang memang pendek sepahanya.
" Kau pikir ini sekolahan. Ini kantor jangan biasakan memakai pakaian minim seperti itu, kenapa tidak sekalian memakai apa-apa," desis Athar.
" Ishhhh, kenapa dia mengatur-atur ku, apa ada peraturannya di sini," desis Anna.
Athar membuka jasnya dan langsung melempar pada Anna sampai menutup wajah Anna.
" Pakai, tutupi pahamu yang kau pamerkan itu," ucap Athar kesal.
Anna menyinggirkan jas itu dan langsung mengikat di bagian pinggangnya untuk menutupi roknya dengan wajahnya yang sewot.
" Naik!" titah Athar. Anna berdecak kesal dan langsung menaiki anak tangga.
" Awas kalau ngintip-ngintip," ucap Anna menegaskan dengan 2 jarinya menuju mata Athar seakan ingin mencolok mata Athar.
" Naik!" geram Athar. Anna pun naik dengan waspada yang mana takut Athar menggunakan kesempatan untuk mengintip roknya.
Akhirnya semua orang selamat dari jebakan lift tanpa ada yang terluka sama sekali. Termasuk Anna dan Athar. Anna mengejar Athar yang menuju parkiran bawah tanah.
" Hey, tunggu!" Panggil Athar yang menghidupkan mobilnya dari kejauhan 5 meter.
__ADS_1
" Tunggu hey," teriak Anna lagi yang pada akhirnya Atha membalikkan tubuhnya melihat Anna.
" Ada apa?" tanya Athar dengan suara dinginnya. Anna membuka ikatan jas di pinggangnya.
" Nih jas mu," ucap Anna yang langsung memberi pada Athar dan Athar pun mengambilnya biasa saja. Tiba-tiba Anna menadahkan tangannya ke atas yang seperti meminta.
" Apa?" tanya Athar heran
" Ongkos pulang, kau berjanji akan memberikannya, kau jelas tidak lupa ingatan pada janjimu kan," ucap Anna.
" Jangan pura-pura lupa. Janji adalah hutang. Jika kamu tidak memberinya aku tidak bisa pulang, karena aku tidak mau jalan kaki, rumahku juga lumayan jauh dari tempat ini ketempat ku. Lagian kita sudah bernegosiasi sebelumnya, jadi jangan mencari alasan," ucap Anna dengan tangannya yang masih mengarahkan ke atas. Athar membuang napasnya perlahan mendengar kata-kata Anna.
" Masuk!" titah Rendy.
" Mau ngapain?" tanya Anna heran.
" Aku akan menepati janjiku. Aku akan mengantarmu pulang. Jadi masuklah!" ucap Rendy menegaskan.
" Kau tidak mau memberikan ongkos saja," sahut Anna.
" Issshhh, sombong sekali, memang uanganya sebesar apa," desis Anna menarik ujung bibirnya keatas yang sewot dengan Athar.
Anna pun yang ingin memasuki mobil yang membuka pintu. Tetapi tiba-tiba Anna melihat Aurelia yang berdiri sekitar dari 10 meter dari mobil Athar yang ternyata Aurelia sejak tadi berada di sana.
Sangat terlihat jelas dari cara Aurelia melihat Anna. Menunjukkan jika Aurelia begitu cemburu.
" Cepat!" ucap Athar menegur Anna. Membuat Anna tersentak dan Anna pun memasuki mobil Athar tanpa peduli dengan Aurelia.
" Lama sekali," desis Athar saat Anna sudah masuk kedalam mobilnya.
" Emang kau yang apa-apa harus cepat," sahut Anna memakai sabuk pengamannya dan Athar pun langsung melajukan mobilnya. Ternyata Anna masih melihat Aurelia dari kaca spion. Di mana Aurelia berdiri mematung di tempatnya.
Aurelia mengepal ke-2 tangannya dengan wajahnya yang memerah dengan apa yang di lihatnya.
" Anna, kamu jelas tau bahwa aku adalah tungannya dan kamu begitu dekat dengannya. Athar kenapa kamu dekat dengan Anna. Aku memperhatikan mu dari pesta sampai detik ini kau seakan memiliki hubungan dengannya," batin Aurelie yang merasakan sesak di dadanya dengan Anna yang bisa-bisanya masuk mobil Athar.
__ADS_1
Seumur hidup Aurelia kenal dengan Athar belum pernah sekalipun di setiri oleh Athar. Tapi kali ini Anna masuk dengan mudah kedalam mobil Athar. Jelas apa yang di lihatnya membuat hatinya sakit.
*********
Anna dan Athar berada di dalam mobil yang ada di lampu merah. Di mana mobil itu berhenti di lampu merah. Menyandarkan tubuhnya kejok mobil sedikit rebahan dengan tangannya yang menurunkan kaca mobil dan melihat ke arah kirinya.
Mata Anna di fokuskan pada seorang ayah dan ibu yang sedang bermain dengan 2 anak perempuan. Dia mana ke-2 orang tua itu sedang berjualan mainan dan menyempatkan diri bermain dengan anaknya.
Anna tersenyum melihat kebahagian yang sederhana itu di mana hal itu pernah di rasakannya. Athar yang fokus melihat kedepan tiba-tiba melihat kearah Anna dan melihat Anna.
Athar juga melihat arah pandang Anna dan kembali melihat Anna. Wajah Anna menggambarkan banyak kesedihan yang berusaha di tutupinya. Athar malah betah melihat wajah Anna yang begitu sendu. Tadi juga Athar sudah mengetahui kehidupan Anna dari Jennie. Seolah sekarang Athar tau apa yang di rasakan Anna.
Anna dengan tiba-tiba memalingkan kepalanya ke arah kannaya dan Athar yang kaget langsung cepat mengalihkan pandangannya dan salah tingkah dengan ada-ada saja yang di lakukannya yang hampir ketahuan di lihati Anna. Anna hanya melihat Athar heran.
" Ehem," Anna berdehem tiba-tiba, " Hmmm, kau punya uang kes tidak?" tanya Anna dengan pelan membuat Athar melihat ke arahnya.
" Untuk apa?" tanya Athar.
" Aku mau beli mainan di sana. Hmmm, kebetulan aku tidak bawa uang, aku boleh pinjam uang mu tidak," ucap Anna dengan pelan yang memang tidak punya malu sangat berani meminjam uang pada atsannya.
" Aku akan menggantinya, nanti kalau gajian, jangan takut,' sahut Anna dengan cepat meyakinkan Athar. Athar membuang napasnya perlahan dan langsung mengeluarkan uang dari laci mobilnya.
" Nih," sahut Athar dengan mudahnya memberikan 100 ribu.
" Jadi di situ orang kaya menyimpan duit," sahut Anna yang matanya melihat laci itu.
" Jangan ada niat untuk mencurinya," sahut Athar.
" Ishhh, siapa juga yang mau mencurinya," sahut Anna.
" Ya sudah ambil uangnya sudah besar masih beli mainana," ucap Athar kesal.
" Bodo," sahut Anna yang langsung mengambil uangannya dan dengan cepat keluar dari mobil Athar.
Athar melihat Anna yang pergi menuju tempat orang yang tadi di perhatikan Anna. Di mana Anna memang memebeli mainan dan sambil mengajak orang-orang itu bicara dengan Anna yang tertawa-tawa. Hobi Athar bertambah yang bisa-bisanya dia tersenyum melihat Anna yang seperti itu.
__ADS_1
Bersambung