
" Apa orang tua anda tidak mendukung karya anda? Apa anda berusaha sendirian? Apa orang tua Anda tidak menyukai apa yang anda buat," wartawan semakin banyak bertanya pada Anna yang membuat Anna terdiam.
" Nona Aurelia di dukung ke-2 orang tuanya bahkan mendampinginya. Lalu anda kenapa datang sendirian, apa anda tidak mendapatkan suport sehingga orang tua anda tidak datang?" lanjut wartawan yang semakin banyak bertanya Anna diam dan mendadak takut.
Suasana menjadi tegang, bahkan Maharani, Ari Purnama, Derry dan yang lainnya terlihat gelisah yang ingin menghentikan pertanyaan yang menyudutkan Anna. Anna tidak mampu menjawab walau papanya ada di sampingnya. Mendapat perbandingan dari Aurelia masalah pendampingan membuat Anna begitu bergetar, sampai kakinya lemas.
Athar yang melihat situasi itu tidak mampu melihat Anna yang semakin di cecar dan membuat Anna tidak nyaman dan terlihat aku menangis akhirnya Athar berjalan untuk menghentikan semuanya.
" Saya hanya datang terlambat!" Langkah Athar terhenti ketika mendengar suara seorang wanita.
Suara itu pun membuat kaget semua orang dan mata mengarah pada suara itu. Sampai wartawan berbalik badan untuk melihat siapa yang bersuara itu yang berasal dari kerumunan orang-orang yang pada akhirnya membuka jalan.
Anjani. Dia lah yang datang membuat Anna bernapas lega, membuat Amelia dan Chandra heran dengan Anna yang mendadak tersenyum. Aurelia juga heran dengan sosok itu yang membuat kepalanya bertanya-tanya.
Sana, Lisa, Jennie dan Olive tersenyum saat wanita penyelamatan dan pemberi semangat Anna datang. Begitu juga Athar yang tidak jadi bertindak saat mengetahui Anjani datang.
Namun tidak dengan Ari Purnama yang begitu terkejut melihat wanita itu. Wanita masa lalunya. Anjani istri sirihnya yang tak lain ibu dari Athar dan tidak tau kenapa wanita itu muncul membuat Ari Purnama yang begitu shock.
" Anjani!" batinnya mengingat-ingat wanita yang pernah menjadi bagaian dari hidupnya melahirkan putra hebat untuknya dan wanita itu dulu pernah mengemis kepadanya untuk bertemu dengan Athar.
Maharani tampaknya tidak mengetahui apa-apa. Namun dia yang melihat ekspresi suaminya bingung. Sampai melihat suaminya yang berkeringat melihat wanita itu yang membuat tanda tanya baginya dengan siapa wanita itu.
Anjani berjalan dengan membawa boucket bunga dan bahkan melewati Ari Purnama yang sibuk dengan wajah terkejutnya. Namun Anjani tidak peduli dan melangkah menaiki panggung memberikan bunga tersebut pada Anna memeluk Anna dengan mencium kening Anna layaknya seorang ibu dan hal itu mampu membuat Anna tersenyum.
" Maafkan ibu datang terlambat," ucap Anjani. Anna geleng-geleng dengan tersenyum.
__ADS_1
Chandra pasti bertanya siapa wanita yang mampu membuat putrinya itu tersenyum.
" Maafkan saya jika terlambatnya saya harus membuat kalian mendesak Anna," sahut Anjani yang memulai pembicaraan dengan wartawan.
" Apa kah Anda wali dari nona Anna?" tanya wartawan.
" Iya saya walinya, saya datang khusus untuknya memberikan semangat untuk wanita hebat ini," sahut Anjani mengusap rambut Anna.
" Apa anda ibunya?" tanya wartawan.
" Lebih dari ibu," sahut Anna yang langsung menjawab. " Saya sudah tidak mempunyai orang tua," lanjut Anna yang jelas-jelas tidak mengakui Chandra sebagai orang tuanya dan pasti sakit bagi Chandra yang kaget mendengar hal itu.
" Saya pikir saya sedih dengan tidak adanya orang tua. Tetapi saya salah, tidak ada kesedihan untuk itu dan kehadiran wanita yang di samping saya ini yang memberikan saya kebahagian, ketulusan dan kasih sayang yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan dari siapapun, terima kasih Bu Anjani yang menjadikan saya putrimu," ucap Anna dengan menatap penuh ketulusan wanita yang belakangan ini bersamanya.
" Sama-sama Anna," sahut Anjani.
" Iya. Jika ada keluarga yang tidak menginginkannya, saya sangat menginginkannya dan mencurahkan kasih sayang saya kepadanya. Karena saya tau rasanya kehilangan orang yang di sayangi. Karena
Karena dulu saya juga di pisahkan dari putra saya," ucap Anjani melihat ke arah Ari Purnama.
Betapa sulitnya Ari Purnama menelan salivanya. Mendengar kata-kata Anjani yang pasti menyindir dirinya yang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Melihat Anjani saja sudah membuat jantungnya tidak berhenti berdetak kencang.
" Saya seorang ibu yang juga kehilangan seorang anak. Saya di pisahkan dan harus menahan rindu setiap hari. Tapi saya juga harus berterima kasih dengan dia yang memisahkan saya. Dia menjaga putra saya dengan baik dan saya juga melihat dia dengan rasa bahagia yang menjaga putra saya dengan baik. Tapi dengan hadirnya saya yang pasti untuk memeluknya," ucap Maharani yang tidak berhenti melihat Ari Purnama yang gemetaran.
Wanita itu adalah ibunya Athar. Ari Purnama pasti tidak menyangka bisa melihat wanita yang dulu pernah memohon kepadanya itu.
__ADS_1
" Karena sudah waktunya rasa rindu saya harus di obati," lanjut Maharani.
Anna tersenyum menahan haru melihat Bu Anjani yang bicara begitu dalam, " kasihan Bu Anjani dia pasti merindukan anaknya," batin Anna yang menjadi terharu.
" Siapa wanita itu kenapa begitu dekat dengan Anna. Apa aku kehilangan informasi sampai tidak menyadari sesuatu. Sampai aku tidak tau jika ada seseorang yang bersama Anna selama ini," batin Chandra yang masih penuh dengan rasa penasaran.
" Selamat Anna kamu memang pantas untuk menang," ucap Anjani. Anna mengangguk dan memeluk ibu Anjani dan mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah.
Olive, Sana dan Lisa saling melihat dengan tertawa ikut bahagia dengan kehadiran Anjani yang membantu Anna dari pertanyaan-pertanyaan wartawan yang menyudutkannya.
Sekalian kehadiran Anjani menggemparkan perasaan Chandra yang harus sadar jika benar-benar selama ini Anna tidak membutuhkannya. Karena ada seorang ibu yang tulus menyayanginya, memberi tamparan untuk Aurelia. Jika Anna begitu bahagia dengan kehidupannya. Tanpa harta yang selama ini Aurelia miliki.
Athar di atas sana juga lega dengan kata-kata Anjani yang membuat Anna bahagia dan tidak sedih lagi. Namun Maharani masih terus mengamati ekspresi suaminya yang terlihat panik dan menyembunyikan sesuatu yang membuat Maharani bertanya-tanya.
*********
Akhirnya acara itu selesai. Acara akan di lanjutkan dengan pertunangan Athar malam ini bersama Aurelia. Jelas Anna tidak akan ikut dalam acara pertunangan itu.
Namun saat ini Anna berada di ruangan Athar dengan membawa amplop yang sudah di siapkannya apa lagi jika bukan surat pengunduran diri. Dia memang sudah yakin akan mengundurkan diri dari perusahaan itu. Lanjut atau tidak dia masuk kebabak selanjutnya. Tetapi kenyataanya Anna masuk tahap 2.
Tetapi Anna sudah tekat untuk mengundurkan diri. Anna meletakkan surat itu di meja Athar.
" Maafkan aku jika kehadiran ku membuatku marah membuatmu kesal dan banyak yang aku lakukan membuatmu jengkel kepadaku. Maafkan aku. Tapi tugasku sudah selesai. Walau banyak pertengkaran di antara kita tetapi kamu adalah Pria yang baik yang mengajarkan banyak hal kepadaku, terlebih lagi selalu menolongku," batin Anna menatap nanar kursi kerja Athar.
Seolah menganggap ada Athar di sana dan dia sedang berpamitan pada Athar. Anna tersenyum dan langsung pergi dari ruangan Athar. Setelah melakukan apa yang harus di lakukannya.
__ADS_1
Anna dan Anjani juga bersamaan pergi dari tempat itu. Pergi dari perusahaan karena tugas Anna sudah selesai. Dia tidak akan berlanjut lagi untuk bekerja di sana. Anna dan Anjani tampaknya begitu bahagia dengan keputisan yang di ambilnya dan di pastikan itu keputusan yang paling tepat.
Bersambung