
Athar dan Anna berada di suatu tempat yang mana mobil mereka berhenti di pinggir jalan di atas jembatan. Anna dan Athar duduk di depan mobil itu yang mereka duduk di atas aspal dengan tangan mereka yang saling menggenggam.
" Lain kali jangan meeting hanya berdua dengan nya. Apa gunanya ada Mahendra," ucap Athar mengingatkan.
" Iya kali ini aku akan mendengar kata-kata kamu. Aku memang tidak ingin hanya bicara dengannya lagi. Karena telingaku sangat panas. Mendengar dia yang terus menjelek-jelekkan kamu. padahal kan kamu tidak seperti itu," ucap Anna.
" Jangan dengarkan apa yang di katakannya. Itu tidak penting Anna. Yang penting kamu fokus pada pekerjaan dan urusan pekerjaan kamu dengannya," ucap Athar mengingatkan Anna.
" Iya aku akan lebih hati-hati lain kali. Aku tidak akan terjebak lagi dengan kata-kata nya dan akan menahan diri agar tidak memperpanjang masalah dengannya. Aku akan melakukan hal itu," ucap Anna untuk meyakinkan pacarnya itu.
" Aku akan selalu menjagamu apapun yang terjadi. Jika kamu ada pertemuan lagi dengannya. Maka kamu harus katakan kepadaku. Aku akan menemanimu dan dia tidak akan berani kepadamu," ucap Athar.
" Pasti sayang. Aku memang akan terus merepotkan mu. Aku tidak mungkin membiarkanmu tenang. Jadi pasti aku akan mengatakan kepadamu. Supaya kamu menggantikan Mahendra untuk menjadi bodyguard ku," ucap Anna dengan santainya melihat Athar.
Athar mengusap-usap pucuk kepalanya.
" Kamu ingin aku menjadi bodyguard mu?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya.
" Aku sudah menjadi bodyguard mu sebelum ada yang namanya Carlos," ucap Athar dengan tersenyum.
" Iya kamu benar," sahut Anna dengan tersenyum lebar. Athar kembali mengusap-usap rambut kekasihnya itu.
" Kamu pasti lelah hari ini!" ucap Athar.
" Sangat. Lelah, dan perasaan yang tidak tenang, kesal, bete semua bercampur menjadi satu. Namun sekarang tidak lagi. Karena kamu sudah ada di depanku. Aku jauh lebih tenang sekarang. Obatnya selalu ada.
" Jadi aku obat untukmu?" tanya Athar. Anna mengangguk dan mendekatkan wajahnya pada Athar dengan tangannya yang memegang pipi Athar jarinya yang memebelai-belai pipi Athar.
" Obat yang sangat mujarab yaitu hanya kamu. Athar yang sangat aku cintai," ucap Anna dengan tulus yang bicara dengan lembut pada kekasihnya.
" Aku juga lelah hari ini dan butuh obat juga," sahut Athar.
" Apa obatnya?" tanya Anna.
Athar memiringkan pipinya untuk di cium Anna. Anna tersenyum dan memegang ke-2 pipi Athar lalu menciumnya dengan lembut.
" Maunya kamu!" ucap Anna mengacak-acak rambut Athar.
" Sebelah lagi!" ucap Athar mengarahkan pipinya yang satu lagi. Anna menaikkan ujung bibirnya dengan kesal. Namun tersenyum kembali dan mencium pipi Athar yang satunya dan kemudian mengalungkan ke-2 tangannya ke leher Athar.
" Apa ada lagi?" tanya Anna.
" Ada!" jawab Athar. Anna menaikkan satu alisnya heran dengan apa lagi yang di minta Athar. Dan Athar langsung mengecup bibir Anna dengan sekilas.
" isss," desis Anna dengan kesal. Athar mengecupnya lagi.
" Athar!" geram Anna yang memukul bahu Athar dan Athar mengecupnya lagi. Namun saat Athar ingin melepasnya. Anna malah tidak dan mencium pacarnya itu yang akhirnya mereka berciuman dengan romantis. Saling membalas ciuman itu.
Berciuman dengan lembut dengan saling menikmati dan pasti penuh dengan perasaan cinta dalam ciuman yang memang penuh dengan cinta itu.
**********
__ADS_1
Mahenndra dan Jennie sekarang sedang menonton TV dengan film-film favorite mereka sewaktu mereka masih pacaran dulu. Mereka duduk bersebelahan dengan mata yang serius pada layar televisi.
Film yang mereka tonton film barat yang romantis. Pernah menontonnya. Namun tidak tau apakah mereka masih ingat jalan ceritanya atau tidak. Karena memang sudah lama.
Tiba pada detik adegan di mana harus menunjukkan pasangan kekasih yang saling berdekatan. Pasangan yang saling berhadapan dengan sama-sama saling melihat. Namun di detik berikutnya terjadi adegan ciuman di antara ke-2nya yang membuat Mahendra dan Jennie tiba-tiba saja menjadi canggung dan terlihat dek-dekan.
Jennie mengalihkan pandangannya dan pura-pura mencari kesibukan sendiri. Sementara Mahendra hanya tersenyum melihat kegelisahan Jennie yang sibuk sendiri dengan menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal sama sekali.
" Kau tidak nyaman?" tanya Mahendra.
" Memang kenapa?" Jennie kembali bertanya yang sekarang melihat ponselnya. Dia memutuskan untuk melihat ke depan dan fokus pada ponselnya.
" Apa yang kita lihat?" tanya Mahendra.
" Memang apa?" Jennie balik bertanya lagi.
" Lihat saja ke layar," sahut Mahendra.
" Aku sedang membalas pesan," sahut Jennie yang memang salah tingkah.
" Adegannya sudah selesai. Jadi lihatlah ke layar," ucap Mahendra dan Jennie dengan santainya melihat ke layar televisi.
Jennie langsung terkejut yang mana ini lebih parah dari sebelumnya. Sekarang pasangan kekasih dalam drama itu sudah berubah menaiki ranjang dan beradegan intim membuat mata Jennie melotot.
" Mahendra kau!" geram Jennie yang langsung melempar bantal pada Mahendra dan Mahendra tertawa-tawa yang berhasil mengerjai Jennie.
" Kau benar-benar!" geram Jennie yang akhirnya mematikan televisi itu.
Jennie pun duduk kembali di samping Mahendra dengan kesalnya dan langsung menelan play untuk di mulai film tersebut.
Siapa sangka apa yang di pasang Jennie ternyata adalah dokumentasi dia dan Mahendra yang mana terlihat di taman Jennie dan Mahendra saling kejar-kejaran yang begitu bahagianya. Jennie yang salah pasang langsung gugup dan mencoba untuk mematikannya. Namun Mahendra langsung menahan tangannya.
" Aku ingin melihatnya," ucap Mahendra.
" Tapi!" ucap Jennie.
" Aku ingin melihatnya," ucap Mahendra lagi dan Jennie pun tidak jadi mematikannya.
Pasangan mantan kekasih itu pun akhirnya melihat dokumentasi ke romantisan mereka yang mereka abadikan dalam setiap momen. Siapa sangka Jennie yang begitu cutek dan terlihat galak ternyata dulu pernah sangat manis dan bahkan sangat bucin pada kekasihnya.
Seperti sekarang ini Jennie yang terlihat malu-malu di rekam di pastikan Mahendra yang merekamnya.
..." Katakan padaku kau mencintaiku?" suara itu terdengar dan di pastikan suara Mahendra. Walau tidak ada orangnya sama sekali....
..." Iya-iya aku akan mengatakannya. Mahenndra sayang aku mencintaimu, apa kau puas," ucap Jennie dengan senyumnya yang begitu lebar yang sangat tulus mengatakan cinta pada Mahendra....
..." Sekarang kau katakan kepadaku. Kau juga mencintaiku!" sahut Jennie yang juga ingin mendengar ucapan dari Mahendra....
Terlihat kamera itu di letakkan dan yang beberapa meter jauhnya dari tempat Jennie sebelumnya dan Mahendra langsung berlari menghampiri Jennie duduk di atas bangku balon dan membawa Jennie ke pangkuannya.
Jennie tersenyum dengan mengalungkan tangannya ke leher Mahendra dan Mahendra memebelai-belai rambutnya dengan menyinggirkan anak-anak rambutnya yang menutupi kecantikan wajah Jennie.
__ADS_1
..." Jennie sayang. Aku mencintaimu. Aku Mahendra akan terus mencintaimu sampai kapanpun," ucap Mahendra....
..." Benarkah?" tanya Jennie....
..." Apa aku terlihat seperti seorang pembohong?" tanya Mahendra....
..." Jelas tidak apa yang kamu katakan adalah kebenarannya. Aku tau kamu mencintaiku dan aku juga akan mencintaimu bahkan lebih besar dari apa yang kamu rasakan kepadaku," ucap Jennie....
" Aku percaya itu," ucap Mahendra.
Jennie tersenyum dan mengecup bibir Mahendra. Mahenndra juga tersenyum dan membalas kecupan itu dengan ciuman yang romantis. Di mana mereka saling berciuman romantis di antara ke-2nya yang terlihat penuh cinta
Sementara dalam kenyataan sekarang Jennie dan Mahendra yang duduk berduaan hanya diam melihat masa lalu mereka yang ada di depan mata mereka yang pasti Mahendra dan Jennie tidak percaya bisa sama-sama menyaksikan bagaimana mereka dulu.
Jennie membuang napasnya perlahan kedepan dan langsung berdiri seolah tidak ingin melihat kenangan itu. Namun Mahendra menyusulnya berdiri menarik tangan Jennie sampai Jennie menabrak dadanya dan Mahendra tanpa meminta izin mencium bibir Jennie.
Hal itu jelas membuat Jennie terkejut dan sempat memberontak. Namun Mahendra tidak perduli dan malah memperdalam ciumannya memaksa masuk kedalam mulut Jennie, mencium dengan dalam-dalam dengan perasaan yang menggebu-gebu.
Jennie tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan akhirnya menerima ciuman itu dengan perlahan memejamkan matanya dan malah saling membalas ciuman itu. Tidak Mahendra dan tidak Jennie terlihat berciuman romantis sembari mengenang masa lalu mereka berdua.
Tidak tau apa yang di rasakan ke-2nya saat berciuman. Mungkin saja sebuah kerinduan yang tidak bisa di ungkapkan. Atau ada hal lain.
Lama berciuman menumpahkan perasaan yang tidak bisa di jelaskan pasangan mantan kekasih itu saling melepas tautan bibir mereka dan sama-sama saling membuka mata mereka dengan deru napas yang naik turun.
Beberapa detik saling melihat sampai akhirnya Jennie meninggalkan Mahendra yang diam terpaku di tempatnya.
Mahenndra yang menelan salivanya yang melihat ke pergian Jennie. Punggung Jennie yang semakin lama semakin jauh dan tidak terlihat lagi yang mungkin masuk kekamarnya untuk menetralkan perasaanya yang pasti tidak dapat di mengertinya.
Sama dengan Mahendra yang sampai detik ini masih mengatur napasnya dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya yang juga berusaha untuk menangkan dirinya dan memahami apa yang terjadi barusan. Kenapa melakukan itu pada Jennie. Pakah dia terbawa perasaan atau bagaimana.
**********
" Saya tidak mau tau pokoknya kita harus mendapatkan wanita itu sebagai umpan. Untuk membalaskan perbuatan Athar pria yang sombong itu," ucap tuan Carlos dengan mengepal tangannya yang berbicara pada bodyguardnya.
" Apa yang harus saya lakukan tuan?" tanya bodyguard yang sejak tadi berdiri di depannya.
" Kita majukan rencana kita. Jangan membuang waktu. Sebelum wanita polos itu bertindak. Aku yakin dia akan semakin bertindak nantinya. Karena terpengaruh dari Athar. Jadi kita harus melangkah lebih cepat lagi," ucap tuan Carlos yang penuh dengan rencana.
" Baiklah tuan kalau begitu. Saya akan menjalan kan rencana kita," sahut Bodyguard tersebut.
" Bagus kalau begitu. Sekarang pergilah!" titah tuan Carlos pria itu mengangguk dan langsung pergi.
" Kau akan melihat Athar bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang sangat berharga," batin tuan Carlos dengan wajahnya yang penuh senyuman dengan rencana yang banyak.
...🌹Para readers ku jangan lupa ya mampir ke Novel terbaru aku. Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah....
...Menceritakan kisah Asyifa yang sudah dewasa. Kalau kalian membaca novel Tertulis Dalam Imamku. Ada sepenggallan cerita Asyifa saat kecil. Asyifa anak dari Rania dan Rendy. 🌹🌹🌹...
...Jadi yang menunggu-nunggu ceritanya sekarang sudah di up ya. Tinggalkan jejak, komet dan vote sebanyak-banyaknya ya. Terima kasih untuk semuanya....
__ADS_1
Bersambung