Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 205 Pernyataan Anna.


__ADS_3

Suasana yang semakin tegang yang membuat Aurelia justru diam dan hanya mengumpat saja dengan Anna yang malah berbalik menikmati suasana itu.


" Mereka akan mewawancarai setelah ini. Jika kau tetap ingin aku menjawab pertanyaanmu. Ya karena hanya dengan jawabanku kau bisa diam dan pertanyaanku kepadamu tidak akan bisa kau jawab," lanjut Anna dengan tersenyum sinis.


Yang membuat Aurelia terdiam. Dia seakan tidak bisa mengatakan jika Anna adiknya.


" Aurelia hentikan! Ayo kita lanjutkan makan, jangan mencari masalah," sahut Chandra mengalihkan pembicaraan sebelum semakin berlanjut dan semakin membuat kehebohan.


" Lihatlah dia tampak takut, jika dunia tau siapa aku yang akan menghancurkan karirnya nantinya," sahut Anna menyindir papanya.


Yang mana memang jika orang-orang tau Anna anak Chandra. Pasti wartawan akan penasaran dan iya akan mencecar Anna dan Anna pasti tidak tahan untuk membongkar semuanya.


" Ehemmm, ayo-ayo kita lanjutkan makan, ayo semuanya di nikmati kembali," sahut Maharani yang langsung mengalihkan suasana yang sempat tegang.


Olive yang di samping Anna tersenyum dengan memegang lengan Anna yang bangga dengan Anna yang bisa tenang dalam menghadapi suasana itu dan Aurelia yang akhirnya terpojok sendiri, " memang enak makanya jangan cari masalah dengan Anna. Teman ku kok di lawan, apa dia tidak tau Anna adalah suhunya," batin Olive yang ingin tertawa di terbahak-bahak.


" Aku tidak percaya dia mengatakan itu yang membuatku diam dan tidak bisa bicara apa-apa dan bahkan tidak ada yang membantuku," umpat Aurelia di dalam hatinya.


Suasana lumayan sedikit tenang dan makan di lanjutkan walau perasaan tidak ada yang menentu.


Olive yang masih memegangnya lengan Anna gelang yang di pakai Anna mencuri perhatiannya." Anna gelang kamu sangat bagus, ini gelang baru?" tanya Olive dengan mengangkat tangan Anna yang memperlihatkan gelang itu.


Saat itu juga Aurelia melihatnya dan kaget melihat benda yang sama dengan yang di milikinya, " bukannya itu...." batin Aurelia.


Aurelia jelas sangat familiar pada gelang itu yang tak lain sama dengan yang ada padanya.


" Benarkah!" sahut Anna.


" Iya gelangnya sangat cantik dan juga begitu unik, pokoknya the best lah," ucap Olive memuji benda yang cantik itu.

__ADS_1


" Kamu berlebihan Olive biasa saja," sahut Anna.


" Tidak Anna ini sangat cantik. Apa ini pemberian orang special?" tanya Olive.


Athar mendengar kata orang special sangat penasaran dan menunggu jawaban Anna. Ya sebelumnya dia tidak pernah melihat Anna memakai gelang itu.


" Iya ini pemberian orang yang paling special," sahut Anna.


" Benarkah siapa dia?" tanya Olive penasaran.


Anna tersenyum melihat Olive, " Ini pemberian ibuku," jawab Anna.


Aurelia, Chandra dan Amelia kaget mendengarnya dan langsung menatap Anna dengan wajah yang seperti orang kebakaran jenggot, wajah penasaran, wajah bertanya-tanya, apakah itu benar atau tidak.


" Tidak mungkin, saat itu mama belum sempat memberinya pada Anna," batin Aurelia.


" Ibumu, apa ini gelang masa kecilmu. Ibumu memberinya saat kamu masih kecil?" tanya Olive dengan penasaran.


Pernyataan Anna semakin membuat yang lainnya kaget. Chandra, Amelia, Aurelia, begitu juga dengan Athar yang ada di sana yang tidak kalah kagetnya mendengar perkataan Anna.


" Apa yang di katakan Anna. Mama, tidak mungkin mama tidak mungkin...." jantung Aurelia berdetak kencang saat ingin tau apa yang sebenarnya di bicarakan Anna.


Karena pasti jika gelang itu ada di tangan Anna. Itu karena ibu Anna menemui Anna dan memberikan gelang itu pada Anna.


" Tidak Anna tidak mungkin bertemu Maya," batin Chandra yang kelihatannya tidak percayaan.


" Maya. Anna bertemu Maya. Apa itu mungkin Anna bertemu Maya. Apa selama ini memang benar jika Anna dan Maya sebenarnya sudah saking bersama," batin Amelia yang terlihat begitu panik dengan wajahnya yang memucat yang mendengar pernyataan Anna.


" Jadi apa yang aku lihat itu adalah benar. Dan Anna sesuangguhnya sudah bertemu dengan ibunya. Apa Anna juga tau cerita keseluruhannya," batin Athar yang juga penasaran dengan pernyataan Anna benar atau tidaknya. Tetapi banyak kemungkinan benar. Karena Athar sudah melihat Maya sebelumnya.

__ADS_1


" Anna apa benar kamu bertemu ibumu?" tanya Maharani dengan hati-hati yang ingin memastikan apa yang di katakan Anna benar atau tidak.


" Iya Tante lagian dia selama ini bersamaku kok, dia datang kepadaku untuk menepati janjinya menemuiku dan memberi ku ini. Seperti yang aku katakan dia memberiku hadiah atas keberhasilan ku," ucap Anna dengan karangan ceritanya yang membuat Chandra keringat dingin antara percaya atau tidak dengan kata-kata Anna.


" Tetapi dia hanya datang untuk menemuiku saja. Tidak bermaksud untuk mengambil sesuatu yang sudah di rebut. Jadi jangan khawatir ibu ku tidak menginginkan mantan. Karena memang yang tidak baik hanya untuk yang tidak baik saja. Jangan di pikirkan jika suamimu akan di ambilnya," ucap Anna dengan sinis melihat Amelia.


Anna benar-benar menyindir Amelia yang mana jantung Amelia pasti berdetak kencang.


Terlihat jelas napas Amelia naik turun dengan kata-kata Anna.


" Jadi Olive gelang ini pemberiannya kemarin kepadaku," ucap Anna tersenyum melihat Olive.


" Sangat cantik. Aku berharap ada kesempatan untuk bertemu dengan Tante....-" Olive tidak melanjutkan kalimatnya karena tidak tau nama ibu Anna.


" Maya," sahut Anna melanjutkan, " nama ibuku Maya, aku sendiri memakai namanya pada namaku," lanjut Anna menjelaskan dengan terang-terangan.


" Cantik, namanya sangat cantik. Pasti juga orangnya sangat cantik," ucap Olive.


" Iya, dia memang sangat cantik. Hanya saja orang yang tidak bersyukur yang pergi dan meninggalkannya. Karena tidak bersyukur memilikinya," sindir Anna lagi.


Makanya jangan di pancing-pancing dia sudah diam-diam saja malah di pancing-pancing.


" Perkataan Anna memang sudah sangat jelas bahwa Anna memang bertemu dengan Maya," batin Athar yang masih bingung harus percaya atau tidak.


" Dan iya Olive. Ibu ku hanya menemui anak yang setia kepadanya," lanjut Anna lagi dengan melihat Aurelia yang pasti sindiran untuk kakaknya itu.


Aurelia hanya diam dengan perasaannya yang tidak menentu. Jika apa yang di katakan Anna masih sulit di percayanya. Tetapi gelang itu membuatnya mau tidak mau harus mempercayai Anna.


" Jika Anna bertemu dengan Maya apa itu mungkin. Itu artinya Maya masih hidup. Tetapi sepertinya Maya belum menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Karena Anna juga masih biasa saja kepadaku," batin Maharani yang ikut gelisah.

__ADS_1


" Aku tidak tau. Aku harus mempercayai anak ini atau tidak. Mana mungkin Maya kembali. Hidup saja itu tidak mungkin," batin Chandra yang ragu-ragu. Tetapi penuh dengan rasa khawatir. Wajahnya jauh lebih terlihat pucat.


Bersambung


__ADS_2