
Anna dan Athar berada di dalam mobil. Selama di perjalanan mereka hanya diam-diam saja yang memang tidak ada yang perlu di bicarakan.
" Apa dia sedang koslet, kenapa dia tiba-tiba baik sekali," batin Anna yang menoleh ke arah Athar yang seolah mencurigai Athar.
" Ada apa?" tanya Athar menoleh ke arah Anna.
" Ada apa, memang ada apa?" tanya Anna yang mengalihkan pandangannya kedepan.
" Kenapa kau melihatku seperti itu," sahut Athar yang bertanya. Namun matanya tetap fokus menyetir.
" Tidak, siapa yang melihatmu. Dasar kegeeran," sahut Anna.
" Kau pikir aku buta," desis Athar. Anna hanya mengkerutkan bibirnya.
" Tidak Anna, dia tidak koslet, buktinya dia kembali lagi seperti itu seperti orang kesetanan ya mungkin memang itu tabiatnya," batin Anna dengan kesal.
Anna pun mengalihkan pandangannya keluar jendela untuk menghindari melihat Athar. Karena jelas dia tidak mau mencari gara-gara lagi dengan Athar. Athar pantang di senggol sedikit akan banyak langsung mengamuk karena memang instingnya begitu kuat.
***********
Tiba-tiba mobil Athar berhenti di depan rumah sakit. Anna heran dengan berhentinya mobil itu yang seharusnya berhenti di kantor. Tetapi malah berhenti di rumah sakit.
" Kita mau ngapain di sini?" tanya Anna heran
Athar tidak menjawab dan membuka sabuk pengamannya.
" Ayo turun!" ucap Athar yang langsung keluar dari mobil. Namun Anna terlihat kebingungan.
" Apaan sih lagi ulahnya, masa iya ke rumah sakit, mau ngapain coba," gerutu Anna dengan penuh kebingungan.
Tok-tok-tok-tok,
Anna di kagetkan dengan ketukan kaca mobil yang ternyata Athar sudah sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menunduk. Athar menatap Anna kesal dan yang menunggu di luar.
Anna hanya berdecak kesal dengan Athar yang suka-sukanya. Dengan terpaksa Anna pun keluar dari mobil.
" Kita mau ngapain?" tanya Anna heran.
__ADS_1
" Biasakan kalau apa-apa jangan bertanya terus," ucap Athar yang langsung berjalan.
" Heh, yang adanya kalau apa-apa itu harus di tanyakan. Kau itu salah teori," ucap Anna.
" Nggak usah banyak protes, ikut saja," tegas Athar.
" Issshsh," desis Anna menggertakn ke-2 telapak kakinya ke tanah dengan emosi dengan kelakukan Athar yang terus saja mengaturnya.
" Memang ada gila-gila nya," desis Anna yang mau tidak mau harus mengikuti Athar.
Dia menumpang dengan Athar. Jadi harus mengikuti Athar. Toh kalau terlambat juga dia terlambat dengan si tukang atur jadi tidak ada masalah sama sekali.
***********
Anna berdiri dengan penuh kebingungan yang melihat Athar yang berbicara dengan Dokter pria yang 7 meter dari Anna yang mana Anna tidak mendengarkan apa yang di bicarakan Athar dan juga Dokter itu.
Dia juga kebingungan kenapa dirinya yang bisa-bisanya ada di rumah sakit itu karena Athar tidak menjawabnya sama sekali pertanyaan yang membuatnya semakin penasaran.
Lama menunggu akhirnya Athar menghampiri Anna dan lihatlah wajah Anna yang menatap kesal pria itu.
" Ayo masuk, ikut dengan Dokter Reval," ucap Athar yang lagi-lagi memerintahnya.
" Sudah jangan banyak bicara sana masuk!" titah Athar dengan tegas.
" Enak aja pakai masuk-masuk, mau ngapain dulu," sahut Anna yang tidak mau asal main di suruh saja.
" Aku seharian bersamamu dan aku ingin memastikan jika kau tidak memiliki penyakit yang akan menular kepadaku. Jadi masuk biar Dokter Reval memeriksamu," ucap Athar menjelaskan.
" Enak saja kau sembarangan mengataiku ada penyakit, aku itu sembuh total, kau kali yang punya penyakit. Penyakit hati," sahut Anna menegaskan yang tidak terima di katai Athar.
" Sudah masuk sana!" tegas Athar yang memaksa Anna dengan mendorong punggung Anna paksa dan Anna pun mau tidak mau masuk kembali.
" Banyak bertanya, apa susahnya tinggal masuk," lirih Athar dengan menepuk-nepuk tangannya seolah ada debu.
" Semoga saja tidak ada apa-apa di kepalanya," batin Athar kepikiran dengan kondisi kepala Anna.
Athar ternyata mengkhawatirkan kepala Anna yang tadi malam terdapat benturan. Makanya Athar menyempat-nyempatkan diri untuk memeriksa Anna ke Dokter agar tidak terjadi apa-apa pada Anna.
__ADS_1
**********
Athar menunggu Anna salah satu kursi yang dekat dengan ruang pemeriksaan Anna. Athar sambil membuka ponselnya yang melihat-lihat Email masuk. Tidak lama Anna keluar dari ruangan Dokter Reval dan begitu melihat Athar Anna langsung mendatangi Athar.
" Sudah selesai?" tanya Athar mengangkat kepalanya melihat ke arah Anna. Wajah Anna terlihat begitu cemberut seperti wanita yang pms.
" Iya sudah selesai, aku tidak tau apa yang di lakukannya. Dia malah sibuk mengotak-atik kepalaku," ucap Anna kesal. Athar hanya diam saja yang pura-pura tidak tau.
" Nih!" Anna memberikan Athar kertas putih yang di masukkan kedalam amplop, " Dokter tampan itu memberinya kepadaku, katanya untukmu," ucap Anna. Athar langsung mengambilnya.
" Seleramu memang murahan begitu saja kau bilang tampan," desis Athar membuka apa yang di berikan Anna. Mendengar kata-kata Athar Anna hanya sewot.
Athar membaca lembaran itu yang ternyata itu hasil medis dari pemeriksaan kepala Anna. Athar terlihat membuang napasnya perlahan kedepan yang melihat hasil medis itu baik-baik saja.
" Untung saja dia tidak apa-apa, ternyata benturan kemarin tidak ada masalah sama sekali," batin Athar yang merasa begitu lega. Athar kembali melipat kertas itu, lalu berdiri.
" Ayo!" ajak Athar.
" Sudah begitu saja," sahut Anna.
" Lalu mau ngapain lagi?" tanya Anna.
" Kau tidak memeriksakan dirimu. Siapa tau banyak bakteri yang menempel di bajumu yang mahal itu," ucap Anna dengan kesal.
" Jangan banyak cerita. Ayo cepat. Sebelum aku meninggalkan mu di sini dan kau jalan kaki ke kantor," sahut Athar yang langsung berjalan duluan meninggalkan Anna.
" Ishhh, aku menyesal ikut dengannya," batin Anna yang langsung sewot dengan Athar yang selalu saja mengaturnya.
**********
Tidak lama Anna dan Athar pun sampai di Perusahaan Glossi. Ini tampaknya pertama kali bagi Athar membawa wanita masuk kedalam mobilnya apalagi sampai menyeterinya.
Hanya Jennie yang pernah masuk kedalam mobilnya dan itupun Jennie yang menyetir dan Anna menjadi orang yang pertama duduk di depan pula bersamanya.
" Aku telat, itu bukan salahku, itu salahmu," sahut Anna yang mengakui dia terlambat. Anna membuka saefty beltnya dengan cepat dan langsung keluar dari mobil tanpa bicara apa-apa lagi dengan Athar.
Athar juga tidak bicara apa-apa lagi dengan Anna. Athar hanya melihat kepergian Anna yang begitu saja.
__ADS_1
Athar melihat bekal yang tadi di bawa Anna. Athar tidak melakukan apa-apa pada bekal itu dia hanya melihat sebentar dan setelah itu dia juga membuka sabuk pengamannya dan langsung keluar dari mobilnya.
Bersambung