Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 161 Penegasan Anna


__ADS_3

Mendengar perkataan Athar membuat Anna menghentikan membuang napasnya perlahan ke depan yang seolah siap dengan apa yang selanjutnya yang akan di katakan Athar kepadanya.


" Apa di katakan Aurelia dalam wawancara itu memang benar. Aku memang akan bertunangan dengannya," ucap Athar yang berat hati menyampaikan hal itu.


" Itu pilihan, dan aku harus melakukannya. Pertunangan yang sudah di atur. Oleh keluargaku dan juga Aurelia. Yang tidak aku rencanakan sama sekali. Tetapi harus aku laksanakan. Memang aku akan bertunangan dengan Aurelia salam waktu yang sudah di tentukan," ucap Athar yang terang-terangan bicara dengan Anna yang membuat Anna terdiam tanpa bisa bicara apa-apa. Namun langsung melepaskan tangannya dari Athar.


" Kau tidak perlu membahasnya denganku. Itu juga bukan urusanku, mau kau bertunangan atau tidak. Tidak ada kaitannya denganku," ucap Anna.


" Maafkan aku Anna!" ucap Athar.


Mendengar kata maaf itu seakan melukai hati Anna. Tidak tau kenapa matanya bahkan berkaca-kaca. Yang terasa kata-kata singkat itu begitu menyakitkan untuknya.


" Kau tidak perlu meminta maaf, aku denganmu tidak ada apa-apa. Semua hanya terjadi seperti itu. Tanpa apapun dan kau adalah tunangan kakak ku. Jadi jangan menggangguku lagi," ucap Anna menegaskan yang langsung pergi.


Anna mengusap dadanya yang seolah menenangkan dirinya yang keluar dari ruangan itu dan membiarkan Athar di ruangannya. Dia butuh ketenangan untuk meredakan hatinya yang bergejolak terus.


" Aku tidak punya pilihan Anna. Ini hanya pertunangan yang sudah terlanjur. Aku tidak mungkin membatalkan. Bagi ku ini tidak ada apa-apanya. Bagiku ini hanya simbolis Saja. Aku mengambil jalan tengahnya. Karena aku tidak punya pilihan. Maafkan aku. Aku melakukannya untuk melindungimu," batin Athar yang terus melihat punggung Anna yang semakin lama semakin menjauh.


**********


Anna berjalan memasuki lift dengan beberapa kali Anna membuang napas beratnya dan bahkan dadanya terasa sesak yang seolah ada yang sakit, namun masih berusaha untuk di cernanya apa yang terjadi sebenarnya.


" Anna apa yang kamu pikirkan. Biarkanlah, lagian itu bukan urusanmu. Kau tidak perlu memikirkan apa-apa. Jangan aneh-aneh Anna biarkan saja. Mereka memang sama-sama menyebalkan dan cocok untuk tunangan sekalian menikah. Aku tidak peduli sama sekali," ucap Anna marah-marah di dalam lift dengan mengacak-acak rambutnya.


" Argggghhh, jangan dipikirkan, jangan di pikirkan, jangan di pikirkan," ucap Anna seperti orang gila yang malah melompat-lompat di dalam lift, bahkan Anna juga memukul-mukul kepalanya pelan pada dingding lift.


Anna memang sungguh frustasi tingkat dewa yang padahal dia cemburu tetapi masih menutupi perasaannya dan seolah dia yang begitu kecewa. Namun seperti tidak ada apa-apa.


Ting.

__ADS_1


Pintu lift yang terbuka sampai tidak di sadari Anna dan Anna yang mana Derry berdiri di depan pintu lift dan heran dengan Anna.


" Anna!" tegur Derry.


" Diamlah, jangan menegurku!" bentak Anna yang tidak melihat siapa yang menegurnya. Bentakan Anna membuat Derry kaget.


" Apa ada yang salah?" tanya Derry dengan pelan.


" Ya salahlah," sahut Anna melihat ke arah Derry dan Anna langsung terkejut melihat Derry ada di sana.


" Pak Derry!" lirih Anna dengan pelan yang sudah malu di depan Derry karena bicara suka-suka.


" Maaf ya saya tidak bermaksud untuk mengganggu kamu," ucap Derry yang kelihatan takut dengan Anna.


" Tidak kok pak," sahut Anna yang merasa tidak enak.


" Saya boleh satu lift dengan kamu?" tanya Derry dengan hati-hati.


" Mohon di lupakan pak, atas apa yang terjadi tadi," ucap Anna dengan suara pelannya.


" Hati kamu tampaknya tidak baik-baik saja. Makanya bisa refleks seperti itu!" tebak Derry.


" Iya bapak benar, memang saya kurang baik, jadi mohon di maklumi pak," sahut Anna.


" Saya memakluminya dan itu masalah biasa. Kamu jangan khawatir kalau takdir berpihak pada kamu. Maka akan menjadi takdir bersama kamu," ucap Derry.


" Maksud bapak apa?" tanya Anna heran. Derry pun menghadap ke arah Anna.


" Semangat untuk menjalani semuanya. Saya percaya kamu wanita cerdas, wanita kuat dan sangat bijak sana. Jadi kamu akan menjalani semuanya dengan baik. Jadi tetap semangat," ucap Derry menepuk-nepuk bahu Anna yang membuat Anna bingung dengan kata-kata Derry. Namun Anna membalasnya dengan senyum tipis saja.

__ADS_1


Ting.


Pintu lift akhirnya terbuka.


" Ya sudah pak saya permisi dulu!" ucap Anna yang pamit.


Derry mengangguk dan sebelum pergi dengan sopan Anna menundukkan kepalanya. Semua anak Ari Purnama hanya Derry yang di segani Anna yang lainnya bagi Anna masa bodo. Termasuk Athar dan apa lagi Gibran.


" Dia pasti dalam kesulitan dengan masalah yang banyak ini. Ya kak Athar juga pasti dalam kebimbangan dan aku melihat mereka ber-2 adalah satu yang tidak menyatu. Mungkin butuh waktu dan semoga ada jalannya. Tanpa melukai hati siapapun," batin Derry yang seolah mengetahui situasi cinta segitiga di antara kakak beradik itu.


Anna pun akhirnya berjalan menuju motornya yang terparkir di tempat biasa.


" Apa sih maksud Pak Derry?" batin Anna dengan kebingungan yang terus berjalan.


Namun ketika sampai di depan motornya tiba-tiba Aurelia datang dan Anna acuh yang langsung mengambil helmnya dan rasanya malas harus berdebat dengan Aurelia.


" Aku ingin adikku datang di hari pertunganku," ucap Aurelia. Anna tidak mendengarnya dan tetap memakai helmnya yang masa bodo dengan kata-kata kakaknya kakaknya yang pasti ingin memanas-manasinya.


" Anna kau tidak tulikan. Kau akan datang untuk memenuhi undangan ku kan," ucap Aurelia. Anna mendengus kasar dengan membuang napas kasarnya perlahan kedepan lalu menghadap Aurelia.


" Kau ingin aku datang?" tanya Anna. Aurelia mengangguk tersenyum.


" Baiklah aku akan datang. Tapi sebelumnya jangan salahkan aku jika pertunangan mu tidak akan jadi. Karena aku hadir di sana," ucap Anna dengan santai. Aurelia menanggapinya dengan tersenyum.


" Kau menakut-nakutiku," sahut Aurelia.


" Aku tidak tau jika kata-kata ku menakutimu. Jadi bagaimana kau masih ingin aku datang atau tidak?" tanya Anna yang kembali menantang Aurelia. Aurelia diam yang saling menatap dengan Anna. Namun dengan cepat Anna tersenyum miring.


" Sudah kuduga. Kau takut jika aku datang. Karena kau takut pertunanganmu akan batal. Jadi jangan mengundangku. Jika tau resikonya," ucap Anna dengan santai dan langsung menaiki motornya yang tidak peduli dengan Aurelia yang masih terdiam.

__ADS_1


" Anna kamu selalu saja asal bicara. Aku tau kamu sebenarnya sakit hati kamu dengan pertunganku dengan Athar. Kamu marah. Tetapi kamu tidak bisa melakukan apa-apa Aku yakin itu," batin Aurelia dengan menyunggingkan senyumnya yang seolah mengejek Anna.


Bersambung


__ADS_2