Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 382


__ADS_3

Setelah menyiapkan semua pekerjaannya menyusun pakaian semua kedalam koper. Akhirnya Athar menutup koper dan langsung mengangkatnya ke sudut kamar. 2 koper dan dia dan Anna untuk jalan-jalan liburan mereka di Jepang.


Setelah itu Athar langsung menghampiri ranjang menaiki ranjang dengan langsung berbaring di samping Anna. Sebelum tidur pasti Athar mencium kening Anna terlebih dahulu.


"Selamat malam," ucap Athar dengan lembut.


Anna mungkin merasakan suaminya sudah di dekatnya yang mana Anna langsung memeluk Athar. Athar tersenyum dan mengetatkan pelukannya pada Anna dengan perlahan Athar juga memejamkan matanya yang dirinya juga sebenarnya sudah sangat mengantuk. Karena sama-sama lelah dengan Anna.


Anna dan Athar tadi juga mengantarkan keluarga mereka ke Bandara dan mereka juga tadi membeli beberapa peralatan untuk liburan mereka. Jadi wajar jika mereka begitu lelah.


***********


Mentari pagi sudah tiba. Anna dan Athar tadi pagi-pagi sekali sudah bangun mengingat pesawat mereka yang berangka jam 8 pagi. Jadi mau tidak mau pagi-pagi harus sudah rapi-rapi.


"Sayang buruan!" panggil Anna yang mana Athar masih di kamar mandi sejak tadi. Sementara dirinya sudah rapi dan hanya tinggal touch up make up saja.


"Sayang buruan dong!" Anna berteriak lagi yang sang suami tidak kunjung datang.


Ceklek.


Athar langsung keluar dari kamar mandi yang masih menggunakankan bathrobe dengan rambutnya yang masih basah.


"Sayang kamu itu lama sekali, sudah mau jam 7 sayang nanti kita telat loh," sahut Anna dengan kesalnya melihat sang suami masih santai-santai aja.


"Iya sayang," sahut Athar.


"Buruan cepat ganti baju!" Anna langsung memberikan Athar pakaian yang sebelumnya sudah di siapkannya, "ayo buruan pakai!" ucap Anna.


"Iya-iya," sahut Athar yang langsung memakai celananya dan Anna kembali melanjutkan make-upnya.


"Kamu itu lama sekali bagaimana kalau kita sampai telat," ucap Anna dengan kesal yang kembali berdiri di depan cermin.


"Iya sayang maaf, kan belum telat," sahut Athar dengan santai.


Anna kembali melihat ke arah Athar dan suaminya itu masih saja memakai celana dan telanjang dada yang mana Anna merasa suaminya itu benar-benar sangat lama.


"Sayang buruan dong!" Anna langsung mendesak Athar yang menghampiri Athar dan ikut ambil memakaikan Athar kemejanya agar cepat selesai.


"Kamu itu benar-benar ya, lama sekali, kamu biasanya tidak pernah lelet. Sekarang huhhh jadi lelet," ucap Anna dengan kesal yang mengoceh terus di depan Athar.


Athar hanya menghela napasnya mendengar ocehan sang istri dan tersenyum dengan bawelnya istrinya yang kalau memang sedang bawel sangat cantik. Saking geramnya dengan Anna Athar langsung menarik pinggang Anna sampai Anna yang mengkancing kemeja suaminya itu menabrak dadanya.


"Kami sudah tidak sabar ya berbulan madu denganku?" goda Athar.


"Issss, udah deh kamu itu jangan mulai, siapa juga yang tidak sabaran, kamu itu isssss," geram Anna.


"Lalu kenapa sejak tadi buru-buru sekali. Padahal masih lama berangkatnya?" tanya Athar.


"Siapa bilang masih lama. Arggh sudahlah kamu itu jangan gombal-gombal aja. Ayo buruan cepat," ucap Anna yang mendesak Athar.


"Bukannya kamu itu sangat suka di gombal," sahut Athar.


"Issss kamu!" Anna dengan geramnya memukul bahu Athar, "jangan bercanda lagi, buruan cepat siap-siap," tegas Anna.


"Cium dulu!" ucap Athar yang masih saja menggoda Anna. Anna langsung menjawab dengan matanya yang menatap Athar horor.


"Tidak mau menuruti suaminya. Durhaka loh nanti," ucap Athar.


Anna pun langsung mencium pipi Athar supaya Athar cepat-cepat melakukan pekerjaannya.


"Brian jangan lama-lama," tegas Athar.


"Iya sayang," sahut Athar. Anna pun kembali melanjutkan pekerjaannya dan Athar pun cepat-cepat memakai pakaiannya sebelum istrinya marah-marah lagi. Walau dia sangat suka dengan istrinya yang mengoceh yang menurutnya bertambah cantik.

__ADS_1


**********


Setelah semuanya selesai akhirnya Anna dan Athar pun Athar sudah selesai berkemas dan sekarang Athar sedang memasukkan koper mereka kedalam bagasi mobil yang mana Olive juga mengantarkan mereka memasuki mobil.


"Sudah selesai sayang," sahut Athar yang menutup bagasi mobil.


"Baiklah kalau begitu. Untung selesainya cepat. Jadi kita masih ada waktu perjalanan untuk ke bandara," sahut Anna.


"Sayang sebenarnya tidak telat sayang kamu aja yang buru-buru ingin cepat-cepat. Aku itu sudah menghitung waktunya dan waktunya sudah pas," sahut Athar.


"Tetap aja tadi kamu itu sudah hampir membuat telat," sahut Anna yang masih menyalahkan suaminya.


"Udah-udah jangan bertengkar, masih pengantin baru juga udah ribut-ribut aja," sahut Olive yang angkat tangan dengan kakak dan juga temannya itu.


"Iya-iya aku minta maaf deh sayang, aku yang salah. Lain kali tidak akan seperti lagi," sahut Athar yang mengalah untuk istrinya.


"Iya-iya, kita lupakan masalah ini," sahut Anna.


"Nah gitu dong, lain kali jangan bertengkar. Masih pengantin baru tidak boleh ribut-ribut. Kalau kata orang itu pamali," ucap Olive yang banyak taunya


"Iya deh Olive yang paling tau," sahut Anna.


"Ya sudah jangan cerita-cerita lagi. Sekarang ayo kita pergi nanti kita telat lagi," sahut Athar.


"Baiklah. Ya sudah Olive kami pergi dulu ya. Kamu baik-baik ya di sini," ucap Anna yang pamitan dengan memeluk sahabatnya itu.


"Iya Anna, hati-hati ya, baik-baik di sana dan jangan lupa harus ada hasilnya," seloroh Olive.


"Mulai lagi deh," sahut Anna.


"Aku itu serius tau," sahut Olive.


"Sudah-sudah kakak pergi dulu. Kamu jaga rumah dengan baik. Kalau butuh sesuatu kamu panggil Mike," ucap Athar.


"Jangan santai-santai aja. Ingat kamu harus jaga diri, jangan aneh-aneh dan jangan buat repot Mike, kalau mau pulang ke Indonesia jangan lupa kabari kakak," ucap Athar mengingatkan adiknya itu.


"Iya kak. Udah deh sana buruan pergi nanti ketinggalan lagi," ucap Olive.


"Ya sudah ayo sayang kita pergi," sahut Athar.


"Dada Olive," sahut Anna melambaikan tangannya saat memasuki mobil.


"Daaaa, hati-hati," sahut Olive. Athar dan Anna pun langsung memasuki mobil dan Olive menunggu mobil itu sampai pergi dengan tangannya yang masih melambai.


"Semoga saja perjalanan kalian berdua lancar," ucap Olive dengan tersenyum yang masih melihat mobil itu yang semakin lama semakin jauh.


Saat Olive ingin memasuki Apartemen Athar. Tiba-tiba mobil berhenti di depannya membuat Olive tidak jadi masuk ketika melihat yang keluar dari mobil itu yang ternyata adalah Mike.


"Kak Mike!" sapa Olive.


"Olive, kamu kok ada di luar?" tanya Mike.


"Oh tadi barusan ngantar kak Athar dan Anna," jawab Olive.


"Mereka hari ini berangkatnya?" tanya Mike.


"Iya benar," jawab Olive.


"Buru-buru amat, memang sampai berapa hari?" tanya Mike.


"4/5 harian gitu deh. Baru balik ke Jakarta," jawab Olive.


"Kamu sendiri bagaimana ikut ke Jakarta juga?" tanya Mike.

__ADS_1


"Iya tapi nanti aja. Nungguin kak Athar dulu," sahut Olive.


"Lalu kenapa tidak ikut liburan bersama mereka?" tanya Mike.


"Ya mana mungkin dong kak itu sama saja mengganggu mereka," sahut Olive.


"Iya juga sih," sahut Mike.


"Oh iya kak Mike sendiri ada apa ya kok tiba-tiba kemari?" tanya Olive.


"Tadi mau ketemu Athar sih. Tapi tidak ada yang penting juga sih. Athar juga sudah pergi. Nanti aja bicaranya lewat telpon," jawab Mike.


"Hmmm begitu rupanya," sahut Olive.


"HM, Olive kalau kamu sedang tidak sibuk. Kamu mau tidak jalan-jalan?" tanya Mike yang menawarkan Olive.


"Kemana?" tanya Olive heran.


"Ya kemana aja. Ketempat yang belum pernah kamu kunjungi di sini," jawab Mike.


"Banyak sih yang belum pernah aku kunjungi," sahut Olive.


"Itu artinya kamu mau?" tanya Mike.


"Boleh lah," sahut Olive dengan tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu. Jadi aku tidak sia-sia datang," sahut Mike.


"Ya sudah kak Mike. Kalau begitu Olive ganti baju sebentar ya," ucap Olive.


"Baiklah," sahut Mike dengan mengangguk dan Olive langsung memasuki rumah untuk berganti pakaian. Sementara Mike lebih baik menunggu di luar saja.


**********


Jakarta.


Sana tampak begitu murung yang berdiri di depan jendela dengan wajahnya yang di tekuk seperti banyak pemikiran.


"Sayang kamu lihat kemejaku yang coklat?" tanya Gibran yang membuka lemari sembari melihat-lihat kemejanya. Namun Gibran tidak mendapat sahutan membuat Gibran menoleh kearah Sana yang masih sibuk melamun.


"Sayang!" tegur Gibran lagi. Tetap saja Sana masih saja diam. Yang sepertinya tidak sadar jika sang suami sedang memanggilnya yang akhirnya Gibran menghampiri istrinya.


"Sayang," tegur Gibran dengan memegang pundak Sana dan Sana langsing terkejut.


"Hmmm, kamu ada apa?" tanya Sana.


"Kamu kenapa aku tadi memanggil kamu. Tapi kamu tidak dengar?" Gibran yang balik bertanya.


"Oh tidak aku tidak apa-apa. Memang kamu bilang apa tadi," jawab Sana yang berusaha menutupi sesuatu.


"Jangan bohong sayang aku bisa melihat kamu sedang tidak baik-baik saja," ucap Gibran.


"Tidak apa-apa Gibran aku hanya," Sana malah tidak bisa menjawab.


"Hanya apa?" tanya Gibran.


"Aku kepikiran dengan aku yang belum mengandung juga," sahut Sana yang jujur dengan apa yang do rasakannya membuat Gibran menghela napasnya.


"Kenapa mengatakan itu Sana bukannya kita sudah membahas masalah ini sebelumnya," ucap Gibran.


"Tetap saja aku kepikiran," sahut Sana. Gibran langsung meraih Sana kedalam pelukannya.


"Jangan mengatakan itu lagi. Aku sudah mengatakan berkali-kali. Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Jadi jangan bicara itu lagi," ucap Gibran yang terus memberi ketenangan istrinya dan Sana tidak bicara apa-apa lagi di pelukan suaminya itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2