Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 276 Olive minta maaf.


__ADS_3

Setelah selesai sarapan dan yang lain-lainnya yang ingin siap-siap ke kantor. Anna dan Athar pun langsung keluar dari rumah yang ingin menuju mobil.


" Ada yang ketinggalan lagi?" tanya Athar sebelum menutup pintu rumah.


" Sudah tidak ada," jawab Anna.


" Yakin?" tanya Athar yang harus memastikan. Karena Anna ini adalah wanita yang super super sangat ceroboh.


" Iya yakin!" ucap Anna dengan menekan suaranya.


" Ya sudah ayo kita pergi," ucap Athar. Anna menganggukkan kepalanya. Athar pun menutup pintu rumah dan sekalian mengkuncinya. Lalu mereka menuruni anak tangga dengan tangan yang bergandengan.


Namun langkah ke-2nya tiba-tiba berhenti ketika melihat di depan mereka yang tak lain adalah Olive yang berdiri di anak tangga itu.


" Olive!" lirih Anna heran melihat kedatangan Olive yang pagi-pagi sudah datang. Olive meneteskan air matanya dan langsung lari ke arah Anna dan langsung memeluk Anna dengan erat.


" Maafkan aku Anna, aku tidak bermaksud bicara seperti itu kemarin. Mulutku memang terlalu lancang. Maafkan aku yang membuat kamu marah. Aku tidak bermaksud Anna untuk menuduhmu yang tidak-tidak sungguh Anna maafkan aku," ucap Olive yang mengakui kesalahannya dan meminta maaf terus pada Anna dengan penuh tangisan.


Anna juga menjadi menangis melihat temannya yang meminta maaf padanya.


" Anna kenapa kamu diam aja. Kamu sakit hati dengan perkataan ku kemarin. Maafkan aku Anna," ucap Olive yang takut Anna kenapa-kenapa.


" Tidak Olive kamu tidak perlu minta maaf. Aku tidak apa-apa kok. Aku tidak sakit hati sama sekali. Bahkan aku melupakan apa yang kamu katakan kemarin padaku. Aku tau kamu marah. Kamu hanya terkejut dan pasti hanya asal bicara saja. Tapi jujur aku juga tidak tau apa-apa. Aku juga tidak bermaksud berbahagia bersama Athar di atas penderitaan mu. Karena aku juga tidak tau kalau kejadiannya bisa seperti kemarin," ucap Anna yang memang apa adanya.


" Iya Anna. Aku tau. Kamu mana mungkin seperti itu. Aku yang salah. Aku yang jahat padamu. Aku minta maaf untuk perkataan ku tadi malam," ucap Olive yang terus menyesal yang menagis sengugukan di pelukan Anna.


" Jangan meminta maaf terus Olivie kau tidak salah. Jadi jangan meminta maaf lagi. Kita manusia yang tidak lupuk dari kesalahan," ucap Anna.


Athar yang berdiri di samping Anna tersenyum melihat adiknya itu dan juga kekasihnya sangat mudah baikan. Ya dia tau perasaan Olive juga sedang hancur. Tetapi lihatlah Olive mengenyampingkan perasaannya dan menghampiri Anna memilih untuk meminta maaf pada Anna dari pada mengurus perasaannya


Anna dan Olive saling melepas pelukan itu dengan Anna mengusap air mata Olive.


" Kamu benarkan sudah memaafkanku?" tanya Olive masih menginginkan kepastian. Anna menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Sungguh kamu tidak marah dengan apa yang aku katakan?" Anna menggelengkan kepalanya.


" Kita menjadi sahabat kan?" tanya Olive yang sangat takut kehilangan sahabat terbaiknya.


" Kita itu bersahabat. Mana mungkin tidak. Jadi jangan meminta maaf karena masalah spele. Karena seorang sahabat itu tugasnya memang saling memaafkan tanpa ada perasaan dendam," ucap Anna. Olive mengangguk-anggukan kepalanya yang merasa lega dengan Anna yang memaafkannya dan apa yang di katakannya tadi malam tidak mempengaruhi hubungannya dengan Anna.


" Lihat make up kamu jadi luntur karena menangis!" ejek Athar.


" Isssss kak Athar!" geram Olive yang memukul dada Athar dan langsung mendekati Athar dengan memeluk Athar.


" Jangan menangis. Kamu itu cengeng sekali," ucap Athar yang terus mengejek adiknya itu.


" Olive tidak akan menangis lagi. Tapi kakak jangan pernah tinggalin Olivie. Olive ini adik kakak," ucap Olive dengan tangisnya yang menjadi pecah. Athar mengusap-usap punggung Olive.


" Tidak ada yang berencana ingin meninggalkan kamu. Memang siapa yang mau pergi. Kamu itu adik kakak. Adik kakak paling manja. Apapun yang terjadi kamu tetap adik kakak dan tidak akan pernah terhantikan. Jangan jangan berpikir terlalu jauh," ucap Athar meyakinkan adiknya itu. Olive melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah kakaknya.


" Janji?" tanya Olive.


Athar mengangguk, " sekarang kamu sudah semakin dewasa. Kakak bangga sama kamu yang jalan pikirannya sudah begitu luas sekarang dengan mudahnya kamu mengakui kesalahan kamu. Karena memang pada nyatanya Anna itu tidak salah," ucap Athar.


" Yeeee, namanya aku pacarnya. Mana bole iri," sahut Anna yang memanas-manasi Olive.


" Ih, dia kakak ku," sahut Olive.


" Dia pacarku," sahut Anna menarik tangan Athar mendekat padanya dan Olive tidak mau kalah dan akhirnya Athar yang di tarik-tarik 2 wanita yang memang kelakukannya tidak lepas dari anak-anak. Athar menghela napas dan akhirnya menarik dua wanita itu dan langsung di peluknya.


" Kalian berdua sangat istimewa untukku!" ucap Athar. Anna dan Olive sama-sama tersenyum.


" Tapi aku yang harus paling istimewa," sahut Olive melihat kakaknya itu. Anna menautkan ke-2 alisnya terlihat tidak mau kalah.


" Mana bisa seperti itu. Harus aku," sahut Anna.


Cup Olive mencium pipi Athar, " harus aku," sahut Olive dengan menantang Anna.

__ADS_1


Anna tidak mau kalah dab mencium pipi Athar, " Aku," sahut Anna. Mereka berdua terus rebutan Athar dan Olive memang sengaja ingin melihat Anna semakin agresif pada Athar sampai Olive mencium bibir kakaknya itu.


" Pokoknya Olive," sahut Olive lagi. Athar menunggu Anna untuk melakukannya. Anna sudah mau melakukannya, tetapi tidak jadi. Karena mana mungkin dia berciuman di depan Olive. Ya Olive beda adik Athar dia.


" Iya kamu deh," sahut Anna mengalah. Athar hanya tertawa melihat kerandoman 2 wanita seplang itu.


" Pacar kakak cemburuan. Tidak mau kalah!" bisik Olive dengan sewot.


" Apa yang kamu bilang, sembarangan," sahut Olive kesal yang menarik Olive. Terakhirnya Olive dan Anna kejar-kejarran di tengah-tengah Athar yang lagi-lagi harus pasrah lagi dengan kelakukan adik dan kekasihnya itu.


*********


Di sisi lain Aurelia menghampiri Derry yang duduk di Sofa yang mana Aurelia memberikan Derry minuman.


" Minumlah!" ucap Aurelia


" Makasih!" sahut Derry.


" Kamu sudah merasa jauh lebih tenang?" tanya Aurelia.


" Iya Aurelia. Aku jauh lebih baik sekarang. Terima kasih ya sudah mendengarkan ceritaku," ucap Derry.


" Sama-sama. Lalu bagaimana rencana kamu selanjutnya?" tanya Aurelia.


" Aku menemui mama dan papa dulu. Aku harus bicara pada mama dulu. Ya aku juga bingung. Tapi aku akan coba bicara dengan mereka," ucap Derry.


" Iya aku mendukung apapun keputusan kamu. Yang penting kamu yang jangan khawatir. Karena aku akan selalu ada untukmu," ucap Aurelia.


" Makasih ya. Sekarang aku benar-benar jauh lebih lega," ucap Derry. Aurelia mengangguk.


" Hmmm, bagaimana persiapan kamu besok?" tanya Derry.


" Semuanya lancar," jawab Aurelia singkat.

__ADS_1


" Aku berdoa saja yang terbaik untuk kamu," ucap Derry. Aurelia hanya mengangguk saja.


Bersambung.


__ADS_2