
Anna, Athar dan Olive sedang melaksanakan makan malam bersama di Apartemen Athar yang pasti makanan itu adalah masakan dari tangan Athar sendiri. Karena selama di Luar Negri. Athar memang hidup sendiri tanpa memiliki asisten rumah tangga.
"Masakan kakak semakin lama semakin enak!" puji Olive.
"Ya harus dong Olive. Kita semakin lama harus semakin baik," sahut Athar.
"Iya deh," sahut Olive sembari mengunyah makannya.
"Kamu sendiri bagaimana. Apa sudah belajar memasak?" tanya Athar.
"Apa penting kak belajar memasak?" tanya Olive.
"Ya penting dong Olive. Sebagai wanita harus pintar memasak. Terkadang banyak Pria yang salah satu kterianya pendampingnya harus bisa memasak," ucap Athar.
"Ya tapi semoga Olive tidak menemukan pria seperti itu. Karena Olive hanya ingin mendapatkan Pria yang menerima Olive apa adanya," sahut Olive.
"Zaman sekarang menerima apa adanya itu sangat sulit," sahut Athar yang begitu bijak.
"Iya dek kakak," sahut Olive, "tapi sekarang Anna sudah bisa memasak loh," sahut Olive mempromosikan Anna.
"Benarkah?" tanya Athar melihat ke arah Anna.
"Hanya sedikit-sedikit. Keseringan bantuin mama dan sedikit-sedikit pahamlah. Palingan mengerti masalah jenis sayuran dan bumbu-bumbu," ucap Anna dengan merendah.
"Anna bohong kak. Makannya sangat enak. Olive sering mencobanya," sahut Olive.
"Olive jangan berlebihan deh," sahut Anna.
"Kalau begitu kalau ada waktu memasaklah di sini. Aku ingin mencobanya," ucap Athar.
"Baiklah. Tapi jangan di bandingkan dengan masakan kamu. Karena jelas tidak ada apa-apanya," ucap Anna.
"Merendah lagi deh. Padahal masakan Anna itu sangat enak," sahut Olive yang sepertinya sering mencobanya.
"Kalau begitu kamu juga harus belajar. Anna juga dulu tidak tau apa-apa. Sekarang Anna bisa sedikit demi sedikit," sahut Athar.
"Nanti aja belajarnya kalau sudah pulang dari New York," sahut Olive. Athar geleng-geleng dan Anna hanya tersenyum yang kembali melanjutkan makannya.
Tingnong. Tingnong
tiba-tiba bel apartemen terdengar
"Kakak ada tamu?" tanya Olive.
"Tidak ada janji hari ini. Biar kakak lihat dulu," sahut Athar yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Malam-malam begini kak Athar masih menerima tamu aja," gumam Olive.
"Mungkin orang kantor yang ada keperluan mendadak," sahut Anna.
"Ya mungkin aja," sahut Olive dengan mengangkat ke-2 bahunya dan melanjutkan makannya.
Tidak lama terdengar suara dan langkah kaki yang membuat Anna dan Olive melihat ke arah tersebut yang ternyata Athar bersama dengan seorang Pria yang tidak tau siapa yang menjadi tanda tanya bagi Anna dan Olive.
"Kau ada tamu ternyata Athar?" tanya pria tersebut.
"Oh iya ini adikku dan temannya," sahut Athar memperkenalkan. Anna dan Olive berdiri dari tempat duduk mereka menghadap Pria itu.
"Olive, Anna, ini Mike, ini sahabat ku," ucap Athar memperkenalkan pria tampan yang campuran Indonesia dan Swedia itu.
"Hay aku Olive. Adik kak Athar," sahut Olive tersenyum dengan menjulurkan tangannya.
"Aku Mike temannya Athar, kebetulan aku juga tinggal di New York dan tidak jauh dari sini," jawab Mike dengan menyambut ramah ukuran tangan itu.
"Aku Anna, temannya Olive dan juga Athar," sahut Anna yang juga mengulurkan tangannya menyapa Mike.
"Aku Mike. Senang berkenalan dengan mu," ucap Mike tersenyum dan sangat memperhatikan Anna. Bahkan jabatan tangan itu masih saling berjabat. Yang sepertinya Mike tertarik pada Anna. Ada kesan pertama kali bertemu. Sampai Athar memperhatikan hal dengan melihat eksperesi temannya itu yang tidak bisa bohong bahwa menyukai Anna.
"Ayo Mike kamu juga ikut makan," sahut Athar membuat Mike kaget dan melepas tangannya dari Anna.
"Oh iya. Makasih sudah di tawarkan," sahut Mike yang ikut duduk mengikuti yang lainnya yang mana Mike duduk di sebelah Anna.
"Kamu asli orang Indonesia?" tanya Mike.
"Iya, mama dan papa asli Indonesia dan hanya saja dulu eyang ada keturunan Chinese," jawab Anna degan ramah.
"Pantesan aku melihat kamu ada Chinese2 nya, sangat cantik," puji Mike.
"Kamu bisa aja," sahut Anna, "ayo silahkan makan," ucap Anna. Mike mengangguk.
"Maaf ya aku mengganggu makan malam kalian," sahut Mike merasa tidak enak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kok kak Mike. Karena lebih seru kalau malam ramai-ramai," sahut Olive.
"Makasih Olive. Athar kamu tidak pernah cerita. Kalau punya adik secantik dan sebaik ini," ucap Mike memuji Olive.
"Kak Athar memang seperti itu kak Mike. Dia itu tidak pernah memperkenalkan keluarganya. Aku juga heran kenapa kakak ku ini tidak mau mengakuiku sebagai adiknya. Padahal seperti yang kak Mike bilang. Aku iris sangat cantik dan pasti tidak malu-malu in," seloroh Olive yang mengundang tawa kecil Athar, Anna dan Mike.
"Lihatlah Mike. Kamu memujinya membuatnya besar kepala," sahut Athar.
"Tetapi itu kenyataan Athar. Adikmu sangat cantik. Kau itu takut sekali. Jika ada yang mendekati adikmu. Makanya tidak pernah membahasnya," sahut Mike.
"Sudahlah Mike jangan terus memuji dirinya. Lihat telinganya sudah memerah," goda Athar.
"Issss kak Athar apa-apaan sih," sahut Olive malu sendiri. Anna hanya santai saja dengan senyum-senyum yang kembali menikmati makannya.
"Tapi by the way. Kira-kira tumben sekali adikmu datang kemari. Apa liburan atau ada hal lain?" tanya Mike.
"Kebetulan kami ini ingin mengadakan pameran lukisan hasil karya-karya dari Gibran kakaknya Athar," sahut Anna yang mengambil alih dalam menjawab pertanyaan Mike.
"Oh iya benarkah. Kapan acaranya dan di mana. Athar kamu kok tidak memberitahu ku?" tanya Mike.
"Bagaimana mau memberitahu kau itu sangat sibuk. Kita bum pernah bertemu dan baru bicara sekarang," sahut Athar.
"Iya juga sih. Tapi kapan acaranya?" tanya Mike yang belum mendapatkan jawaban tersebut.
"Acaranya 4 hari lagi dan aku tempatnya di gedung A," jawab Athar singkat.
"Wah itu acara bakalan mewah banget. Kakakmu hebat sekali bisa melukis," sahut Mike.
"Ya semua orang punya kelebihannya dan iya. Karena kau sudah tau masalah ini. Aku juga meminta bantuanmu untuk membantu Anna dan Olive. Agar acaranya berjalan dengan lancar," ucap Athar yang melibatkan temannya itu.
"Masalah itu aman. Tenang saja, apa lagi kalau di temani 2 wanita cantik ini," sahut Mike yang melihat Anna dan Olive bergantian. Anna hanya tersenyum menanggapinya yang tidak sampai baper. Namun Athar terlihat datar-datar saja.
"Hmmm, aku ingin melihat reaksi kak Athar. Saat ada Pria yang menyukai Anna. Karena bisa di pastikan kak Mike ini menyukai Anna terlihat dari sikapnya. Hmmm baiklah kita lihat ya kak Athar benar atau tidak kau itu benar-benar sudah tidak punya perasaan lagi dengan Anna," batin Olive yang sejak tadi mengamati ekspresi wajah sang kakak.
**********
Acara makan malam mereka sudah selesai dan Anna bersama Olive berada di kamar sementara Mike tadi sudah pulang. Anna dan Olive tampak siap-siap yang ingin tertidur di mana Anna sedang memakai lotion yang duduk di meja rias.
"Anna menurut kamu bagaimana kak Mike?" tanya Olive yang menaiki tempat tidur.
"Bagaimana apanya?" Anna kembali bertanya dengan heran.
"Ya dia. Apa kamu tidak menyadari. Kalau kak Mike itu menyukaimu," sahut Olive.
"Isssss Anna. Tapi aku bisa melihat dari cara dia menatap kamu dan juga memuji kamu. Masa iya kamu tidak peka," ucap Olive.
"Itu artinya dia juga menyukaimu," sahut Anna dengan santai.
"Kok aku?" tanya Olive heran.
"Dia juga menatap dengan tatapan lain dan juga memujimu. Yang artinya di juga menyukai mu," jawab Anna dengan santai.
"Issss aku serius Anna," ucap Olive.
"Aku juga serius Olive," sahut Anna yang berdiri dari tempat duduknya.
"Sudah ah. Aku mau turun dulu. Mau minum dulu," ucap Anna yang langsung keluar dari kamar.
"Aku hanya bertanya masalah ketertarikannya dia malah melempar padaku. Padahal kan tidak ada yang salah kalau dia menjawab. Jadi aku bisa melihat kedepannya dan sekalian bisa mengamatinya, juga bisa mengatakan pada kak Athar. Pada akhirnya mantan kekasihnya telah memiliki pasangan," ucap Olive.
Tidak tau apakah Olive masih menginginkan Anna menjadi kakak iparnya atau bagaimana. Tetapi selama ini Olive selalu saja mendukung apapun keputusan Anna dan tidak pernah protes. Namun Olive riasanya sangat sulit percaya jika orang yang sudah mantan bisa menjadi sahabat dan apalagi mereka sama-sama single yang membuat Olive merasa masih ada harapan untuk hubungan itu.
Ya dia hanya berharap. Namun dia juga orang yang menghargai keputusan dan apapun keputusan itu akan diterimanya dengan baik.
*********
Anna menuruni anak tangga dan menuku dapur. Anna menuang air putih dari despenser dan terlihat menelan pil yang di bawanya dari kamar dan Anna langsung meminum air putih.
"Obat apa itu!" tiba-tiba suara itu mengagetkan Anna dan untuk saja tidak sampai tersedak.
"Athar," sahut Anna yang cukup terkejut dengan munculnya Athar tiba-tiba yang membuka kulkas yang mengambil minuman kaleng.
"Kamu minum obat apa?" tanya Athar yang belum mendapat jawaban dari Anna.
"Oh ini. Hanya vitamin saja," sahut Anna yang menarik kursi dan duduk. Athar menghampirinya dengan membawakan buah dan duduk di samping Anna memberikan buah yang sudah di potong terlebih dahulu.
"Makasih," ucap Anna. Athar menganggukkan kepalanya.
"Kamu ada kemajuan yang sekarang sudah bisa menelan pil," ucap Athar yang mengingat Anna dulu sangat sulit menelan pil.
"Mau tidak mau aku harus melakukannya," jawab Anna sembari menikmati buah yang di berikan Athar.
__ADS_1
"Serius sekali. Apa suatu kewajiban untuk minum vitamin," sahut Athar.
"Tidak juga. Hanya saja aku butuh tenaga. Makanya harus minum vitamin," jawab Anna dengan santai.
"Begitu rupanya. Tapi ingat jangan sampai ketergantungan. Cukup jaga kesehatan dan pola makan yang baik itu sudah menjadi tenaga yang stabil," ucap Athar memberikan saran.
"Makasih Athar untuk sarannya," ucap Anna tersenyum. Athar menganggukan kepalanya.
"Kamu aku buatkan jus tidak?" tanya Athar menawarkan.
"Tidak usah Athar. Aku minum air putih saja," jawab Anna.
"Baiklah kalau begitu," sahut Athar.
"Kamu belum tidur?" tanya Anna.
"Masih ada pekerjaan. Jadi belum tidur," jawab Athar.
"Apa setiap hari kamu terus bekerja?" tanya Anna.
"Hmmm, seperti yang kamu tau. Pekerjaan adalah hidupku," jawab Athar dengan santai.
"Jangan terlalu banyak bekerja. Kamu juga harus jaga kesehatan ucap Anna mengingatkan Athar.
"Itu pasti. Seperti yang kamu ketahui juga. Aku sangat peduli dengan kesehatan," sahut Athar.
"Iya sih. Seharusnya aku tidak meragukannya," sahut Anna dengan tersenyum. Athar mengangguk saja sembari melanjutkan memakan buahnya.
"Anna!" tegur Athar yang sepertinya ada yang ingin di katakannya membuat Anna melihat kearahnya.
"Ada apa?" tanya Anna.
"Bagaimana, Lisa dan Marko?" tanya Athar yang tiba-tiba ingin tau kabar Lisa.
"Baik-baik saja. Oh iya kamu sudah tau kan. Kalau Lisa sedang mengandung," ucap Anna.
"Aku mendengar dari Gibran dan Sana sangat sedih karena Lisa terlebih dahulu mengandung di bandingkan Sana," ucap Athar.
"Ya begitulah. Kami juga hanya berusaha untuk tetap memberitahu Sana agar tidak memikirkan masalah itu. Karena bagaimanapun dia juga masih baru menikah dengan Gibran," sahut Anna.
"Kita doakan saja yang terbaik," sahut Athar
"Iya karena hanya doa yang paling utama," sahut Anna.
"Lalu Aurelia dan Derry. Aku sudah lama tidak mendengar kabar mereka?" tanya Athar.
"Kak Aurelia dan Derry sedang mempersiapkan pernikahan," jawab Anna.
"Benarkah. Derry tidak mengatakan apa-apa padaku," sahut Athar yabg cukup terkejut.
"Mungkin belum. Karena memang masih lama. Mereka baru ancang-ancang saja," sahut Anna.
"Begitu rupanya. Ya sangat kecewa harus tau dari orang lain dan tidak dari Derry sendiri," sahut Athar dengan becandaan. Anna hanya tersenyum saja dengan keluhan Athar.
"Lalu bagaimana dengan kamu Anna?" tanya Athar tiba-tiba membuat Anna melihat kearah Athar dengan serius.
"Maksudnya?" tanya Anna dengan wajah kebingungan.
"Kamu juga masih sendiri. Apa tidak ada rencana untuk menyusul yang lainnya?" tanya Athar yang membicarakan masalah begitu intens membuat Anna pasti kaget dengan pertanyaan itu.
Mantan kekasih yang menanyakan hal itu sangat aneh. Apa lagi mereka sama-sama single terkesan ada yang belum move on ayah masih saling menunggu.
"Aku belum kepikiran untuk mengarah ke arah sana. Karena masih banyak pekerjaan," jawab Anna sesantai mungkin.
"Apa belum ada yang dekat?" tanya Athar.
"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu. Apa ada rencana ingin mendekati lagi?" sahut Anna membalikkan kata-kata Athar membuat Athar tertawa kecil.
"Aku hanya bertanya saja. Kenapa di bawa serius," sahut Athar.
"Lalu bagaimana denganmu. Apa wanita bule tidak bisa memikat hatimu. Makanya sampai detik ini masih sendiri?" tanya Anna.
"Ya seperti yang kamu tau. Aku tidak punya waktu untuk hal itu," sahut Athar yang jawabannya pasti sama.
"Ya aku tak itu," sahut Anna hanya mengangkat ke-2 bahunya.
"Ya sudahlah. Aku istirahat dulu. Kamu juga istirahat. Jangan bekerja terus," ucap Anna yang berdiri dari tempat duduknya.
"Iya," sahut Athar.
"Selamat malam," ucap Anna.
__ADS_1
"Selamat malam," jawab Athar dengan tersenyum dan Anna pun langsung pergi meninggalkan Athar masih duduk di tempatnya.
Bersambung