Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 181 Rasa


__ADS_3

Anna yang selesai mandi hanya berada di teras rumahnya sambil berayun-ayun yang memang ada ayunan di sana dengan wajahnya yang begitu murung dan kepalanya mengadahkakan keatas langit melihat bintang yang indah di sana.


" Andai waktu bisa di putar kembali. Semuanya tidak akan terjadi. Hanya karena keegoisanku dia menjadi marah. Wajahnya yang begitu tulus berubah menjadi penuh kebencian," batin Anna yang terus memikirkan Athar dan terus menyesal karena kata-katanya pada Athar tempo lalu.


" Aku minta maaf Athar. Aku berharap kamu bisa tau, jika apa yang aku katakan itu bukan kebenarannya. Aku berharap kamu tau kebenarannya," ucapnya lagi yang benar-benar begitu sendu.


Tiba-tiba Anjani datang dengan membawakan Anna segelas susu. Anjani langsung duduk di samping Anna dengan mengusap rambut Anna.


" Minum dulu!" ucap Anjani memberikan susu itu. Anna mengangguk dan langsung meminumnya.


" Dia masih marah?" tanya Anjani. Anna mengangguk.


" Aku justru melihatnya semakin membenciku. Dulu dia juga sering mengataiku dengan kasar. Namun aku tidak pernah sakit hati. Namun tidak tau kenapa kata-katanya tadi membuat hatiku begitu sakit," ucap Anna yang curhat pada Anjani.


" Bu Anjani apakah rasa sakit hati itu ada karena ada perasaan yang begitu dalam?" tanya Anna ingin memastikan perasaannya. Anjani mengangguk.


" Kamu benar Anna. Kamu sudah mulai merasakan sesuatu. Apa yang terjadi beberapa hari ini berbeda yang terjadi dengan dulu. Kamu dan Athar sama-sama tidak menyadari itu dan sampai akhirnya kalian menyadari. Kalian sama-sama menyadari apa yang terjadi dan saat perasaan itu semakin berkembang dan masalah ini terjadi tanpa kalian sadari juga jika kalian sudah menyakiti diri kalian masing-masing,"


" Anna ibu tau kamu tidak pernah sama sekali ada niat untuk mendekati Athar, hanya karena Aurelia menantangmu. Kamu hanya berjalan dengan langkah yang lurus saja. Tetapi kamu tidak sadari. Jika Langkah yang kamu jalani mengarah pada hal lain. Sehingga tanpa kamu sadari. Kamu sudah bermain perasaan padanya dan Athar sebaliknya," ucap Anjani yang memberikan Anna penjelasan.


" Lalu apa yang harus Anna lakukan. Anna tidak tau kenapa Anna malah sangat takut kalau Athar terus marah pada Anna. Anna tidak tau kenapa Anna begitu takut dia membenci Anna," ucap Anna yang sekarang menagis di depan Anjani. Anjani langsung mengusap air mata itu dengan memegang ke-2 pipi Anna.


" Ini akan cepat berlalu. Kamu harus memetik satu hal dari kejadian ini. Jika dia begitu marah, kecewa dan bahkan mengatakan kebenciannya berkali-kali. Itu dia hanya mencoba untuk bicara pada perasaannya. Emosi dalam tubuhnya karena sudah adanya cinta kepada kamu dan itu membuatnya merasa menggila dan marah kepada kamu. Sayang percayalah pada ibu dia akan kembali seperti dahulu. Marahnya akan hilang dan akan mengerti jika semua ini hanya salah paham dia pasti akan datang kepadamu," ucap Anjani.


" Lalu bagaimana jika tidak?" tanya Anna takut.


" Kamu harus percaya pada ibu," ucap Anjani. Anna mengangguk dan Anjani langsung memeluk Anjani.


" Kamu akan bisa Anna menghadapi semua ini perrcayalah Anna. Athar hanya butuh waktu untuk memahami semua ini," batin Anjani.

__ADS_1


***************


Mentari pagi kembali tiba Anna sudah siap-siap untuk berangkat kekantor seperti biasanya dan pasti Anna hanya akan memakai pakaian simple saja. Anna keluar dari kamar dan Anjani sudah berada di meja makan.


" Ayo sarapan Anna!" ajak Anjani.


" Anna buru-buru kekantor Bu, nanti aja sarapannya di kantor," sahut Anna yang membuat Anjani heran.


" Ya sudah kamu bawa bekal ya. Biar ibu siapkan," sahut Anjani yang langsung cepat-cepat menyiapkan sarapan untum Anna dan tidak lama Anjani selesai menyiapkan sarapan itu.


" Ini Anna!" ucap Anjani.


" Makasih Bu," sahut Anna dengan suara lemasnya.


" Kamu demam, wajah kamu terlihat begitu pucat," ucap Anjani dengan memegang kening Anna dan Anna menjauhkan kepalanya.


" Tidak kok Bu Anna tidak apa-apa. Anna baik-baik saja," sahut Anna bohong padahal dia memang tidak enak badan.


" Ya sudah kalau begitu kamu kekantor hati-hati ya naik motornya dan Iya jangan lupa kamu langsung sarapan," ucap Anjani.


" Iya Bu. Ya sudah Anna pergi dulu," ucap Anna pamit. Anjani mengangguk dan Anna pun langsung pergi.


" Semenjak masalahnya dengan Athar dia tidak bersemangat belakangan ini. Aku juga melihat dia yang kesehatannya yang begitu menurun," batin Anjani yang terlihat khawatir pada Anna.


Anna menuruni anak tangga dan melihat kesekitar rumahnya yang tidak menemukan anak buah Athar satupun di sana.


" Kemana mereka?" batin Anna bertanya-tanya yang biasanya banyak anak buah Athar berkeliaran.


Kepala Anna langsung melihat di sekitar perumahan yang melihat Cctv yang mana Cctv di perumahan itu mati dan bahkan melihat di bagian lainq ada juga beberapa petugas yang mencabutnya.

__ADS_1


" Apa Athar yang melakukannya," lirih Anna yang menuruni anak tangga dengan langkahnya yang cepat menuju orang-orang yang mencabut cctv itu.


" Pak!" tegur Anna.


" Iya mbak ada apa?" tanya salah satu Pria yang memegang tangga yang menunggu temannya untuk mencabut cctv itu.


" Apa semua Cctv di tempat ini akan di cabut?" tanya Anna.


" Hmmmm, iya benar mbak," jawab pria itu yang membuat Anna kaget.


" Siapa yang menyuruhnya?" tanya Anna dengan suara seraknya.


" Pimpinan perusahan. Kami dapat perintah untuk mencabut semua Cctv. Karena Cctv ini tidak bisa di gunakan lagi dan kami juga tidak tau akan di ganti atau tidak. Tetapi yang jelas kami hanya dapat perintah dan kami sudah melapor pada pak RT dan sisa lainnya kami tidak tau pembahasan pada pimpinan kami," jelas Pria itu dengan singkat.


Anna benar-benar terkejut mendengarnya bahkan napasnya terasa begitu sesak.


" Arthar melakukan semua apa ini karena berkaitan dengan masalahku dengan dia. Dia benar-benar begitu membenciku. Sampai dia melakukan semua ini" batin Anna yang merasa begitu sedih dengan memegang kepalanya yang terasa begitu berat.


Ting... tiba-tiba Anna mendapatkan notif pesan.


..." Hay Anna, aku minta tolong sebelum kamu berangkat bekerja kamu kerumahku ya soalnya ada yang ingin aku berikan padamu. Anna aku tidak bisa ke rumahmu. Aku tidak ada supir di rumah. Aku juga tidak mungkin menyetir sendirian. Nanti aku kenapa-kenapa lagi. Jadi kamu datang ya. Aku tunggu," tulis Olive dengan emote tertawa-tawa....


" Mungkin ini jalannya, aku harus bicara dengan Athar dengan kepala dingin. Jika di rumahnya aku yakin Athar tidak akan marah-marah padaku. Dia juga tidak akan teriak-teriak. Iya aku sebaiknya Kerumah Olive. Semoga Athar belum berangkat kerja," batin Anna yang langsung buru-buru menghampiri motornya.


**********


Olive berada di kamarnya yang terlihat menyusun banyak barang-barang.


" Aku yakin Anna pasti menyukai ini. Hmmm tapi dia datang tidak ya. Ya seharusnya di datang, aku akan memberikannya tiket untuk nonton BTS ya walau masih lama. Tetapi aku sudah membelinya terlebih dahulu karena takut kehabisan. Anna pasti senang dengan hadiahku," ucap Olive dengan wajahnya yang begitu ceria.

__ADS_1


Akan ada konser BTS di Korea bulan depan dan memang masih begitu lama. Olive pernah berjanji pada Anna akan mengajak Anna untuk menonton dan makanya Olive begitu semangatnya. Padahal konsernya masih sangat lama dan bahkan lebih dari satu bulan lagi.


Bersambung


__ADS_2