
Athar berlari kencang menuju mobilnya dan langsung menghidupkan mobilnya tergesa-gesa untuk memasuki mobilnya
" Athar!" panggil Jennie.
" Kamu urus semua pestanya. Aku harus menyelamatkan Anna," ucap Athar yang panik.
" Tapi di mana kamu mencarinya?" tanya Jennie.
" Aku tidak tau, yang penting aku harus menemukannya. Kamu tetap di sini dan atur semuanya," ucap Athar yang langsung memasuki mobilnya dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan acara pertunangan itu dan Jennie juga kebingungan dengan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dengan hembusan napasnya yang berat.
" Bagaimana ini. Pesta ini harus di batalkan. Karena tidak mungkin Athar kembali sebelum Anna di temukan," ucap Jennie dengan penuh kebingungan yang tidak tau harus melakukan apa. Dia juga panik dengan keadaan Anna.
Sebelumnya Jennie mendapat laporan dari anak buah Athar yang ada di perumahan Anna yang mana melihat Anjani yang kelimpungan dan ternyata Anna tidak kembali. Anak buah Athar mencoba mencari dan tepat di pinggir jalan yang tidak jauh dari penjualan jagung mereka menemukan jagung dan anak buah Athar maupun Anjani semakin panik dan untungnya ada cctv di sekitar kejadian dan melihat Anna di culik orang tidak di kenal.
Sebagian anak buah Athar pun langsung bergegas mencari dan pasti melapor juga pada Jennie. Jennie juga kaget mendengarnya dan menyampaikan langsung pada Athar. Karena pasti Athar akan marah jika terjadi sesuatu pada Anna.
************
Athar berada di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan tinggi. Beberapa kendaraan yang melintas di depannya sudah di salipnya untuk sampai pada tujuannya yang mencari keberadaan Anna.
" Di mana kamu Anna. Kenapa aku bisa lengah seperti ini. Tidak kamu tidak boleh kenapa-kenapa. Tidak Anna," batin Athar yang kepanikan dengan Anna yang entah di mana dan belum lagi hujan deras yang membuat Athar semakin panik.
Athar juga beberapa kali berkomunikasi dengan orang-orangnya yang tak kunjung menemukan titik di mana keberadaan Anna. Namun sampai detik ini tidak ada yang menemukan jejak Anna entah kemana dia di bawa.
Athar jelas sangat panik sebelumnya juga mengingat beberapa orang yang ingin mencelakai Anna dan pasti ini ada hubungannya dengan orang-orang tersebut yang makanya membuat Athar begitu kaget dengan apa yang terjadi pada Anna nantinya.
***********
Kembali pada lokasi pertunangan terlihat Aurelia yang sudah cantik berjalan-jalan dengan menyapa para tamu-tamu. Dia memang baru menunjukkan wajahnya di depan orang-orang. Karena tadi dia sedang berhias sedemikian rupa agar orang-orang memuji ke cantikannya. Aurelia juga tampak mencari-cari seseorang.
__ADS_1
" Di mana Athar, kenapa aku tidak melihatnya, bukannya pelayan tadi bilang kalau dia ada. Lalu di mana dia. Tidak ada sama sekali," batin Aurelia yang melihat kesekitarnya mencari pria yang akan bertunangan dengannya.
" Aurelia!" tegur Chandra berdiri di samping Aurelia.
" Iya pa," jawab Aurelia.
" Ayo kita mulai pertukaran cincin. Para tamu sudah menunggu, nanti mereka bosan," ucap Chandra.
" Iya pa. Tapi aku tidak melihat Athar di sini," sahut Aurelia dan Chandra juga melihat di sekitarnya yang juga tidak menemukan calon menantunya itu.
" Tadi dia ada di sini dan menyapa para tamu. Kemana dia?" tanya Chandra yang juga ikutan bingung.
" Aku juga tidak tau pa. Aurelia baru saja turun," jawab Aurelia.
" Mungkin di toilet," sahut Chandra berpikiran positif.
" Iya mungkin saja," sahut Aurelia.
" Aku tidak tau, aku sudah mengundangnya dan kelihatan memang dia tidak ingin datang," sahut Aurelia.
" Ya sudah kalau begitu. Begitu kamu menemui Athar. Kamu langsung mulai acaranya," ucap Chandra mengingatkan.
" Iya pa," sahut Aurelia mengangguk.
" Ya sudah papa menyapa para tamu dulu," ucap Chandra. Aurelia hanya mengangguk dan membiarkan Chandra pergi.
" Lama sekali dia dari toiletnya," batin Aurelia yang sebenarnya mulai panik, terlihat dari wajahnya. Mungkin perasaannya yang insting, bahkan Aurelia sempat mengingat kata-kata Anna yang kemarin.
" Aurelia kamu jangan berpikir yang aneh-aneh. Athar tidak bodoh dan Anna hanya menakut-nakuti mu saja. Jadi stop memikirkan yang tidak-tidak," batin Aurelia yang mencoba untuk berpikiran yang positif.
__ADS_1
************
Siapa sangka ternyata Anna sudah tergeletak yang berbaring di rel kereta api dengan ke-2 tangannya dan kakinya yang di ikat di besi rel kereta api dan membuat dirinya yang tidak bisa bergerak yang tubuhnya tidak bisa bergerak. Anna sudah siuman dan kagetnya melihat keberadaannya dan terus berusaha untuk melepas ikatannya. Belum lagi hujan yang begitu deras.
" Tolong! Tolong! tolong!" teriak Anna berusaha meminta tolong. Dia tau tempatnya sekarang itu berbahaya.
" Ya Allah kenapa aku bisa berada di sini. Ya Allah tolong aku, siapa mereka sebenarnya. Kenapa mereka mengikatku di sini," ucap Anna yang ketakutan dengan air matanya membasahi pipinya yang terus bergerak-gerak untuk berusaha melepas ikatan yang kuat itu.
" Siapa yang tega melakukan ini. Ya Allah aku mohon lepaskan ikatan ini. Aku mohon ya Allah!" Anna terus saja berdoa.
Tinnnnnnnnn
Dari kejauhan tiba-tiba Anna mendengar suara kereta api yang lewat yang membuat Anna langsung melotot dan semakin takut.
" Tidak, bagaimana ini. Aku bisa terlindas, ya Allah tolong aku, ya Allah," ucapnya yang semakin ketakutan dengan tubuhnya yang bergetar yang terus berusaha untuk melepas ikatan itu dengan sekuat tenaganya.
Mana mungkin ada orang di sana karena tempat itu juga sepi dan bukan bagian perlintasan palang kereta api. Jadi tidak mungkin menemukan orang untuk membantunya. Anna hanya berusaha dan berdoa terus dan terus berteriak agar ada yang menyelamatkannya.
Sementara Athar yang terus mencarinya dan mobil Athar berhenti di jalan tol yang berada di jembatan tol. Dengan hujan yang masih deras Athar pun langsung keluar dari mobilnya.
" Anna! Anna!!! Anna!!! teriak Athar yang memanggil-manggil nama Anna. Athar melihat ban mobilnya ternyata kempes yang ternyata membuatnya berhenti.
" Sial!" desisnya menendang ban mobil tersebut yang merasa sudah panik dan ada saja masalah.
" Argggghhh!" teriaknya meremas rambutnya sampai mengusap kasar wajahnya.
" Anna di mana kamu, Anna, Anna!" teriak Athar memanggil-manggil Anna sampai berlari-lari kepinggir jembatan yang dia juga tidak tau ingin pergi kemana mencari Anna. Tetapi dia hanya berusaha mencari Anna.
" Di mana kamu Anna!" Lirihnya dengan suara rendahnya yang berusaha untuk mencari keberadaan Anna. Mata Athar sudah berkaca-kaca dengan wajahnya yang merah yang sama sekali tidak menemukan Anna.
__ADS_1
Mendengar suara kereta api Athar tiba-tiba melihat ke rel yang ada di bawah sana. Athar semakin memperjelas kan pandangan matanya yang seperti melihat seseorang di sana.
Bersambung