
Akhirnya acara konser selesai Anna dan Olive sudah keluar dari stadion dengan orang-orang juga yang sudah pulang ke arah tujuan masing-masing setelah berakhirnya konser dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun.
" Ahhhh, aku tidak percaya akhirnya bisa melihat para suamiku di dalam sana," ucap Anna dengan melap keringatnya dengan punggung tangannya dan suara napasnya yang naik turun. Ya wajahnya sangat bahagia. Kebahagian yang tidak bisa di gambarkannya.
" Kamu baru pertama kali menonton konser BTS?" tanya Olive.
" Iya ini yang pertama kali. Aku tidak percaya hal ini akan ada di dalam hidupku, dan lihat ini. Hadiah paling indah," ucap Anna memamerkan nawarnya. Mawar yang di dapatnya dari idolanya Park Jimin. Dia juga masih tidak percaya berada di tengah-tengah konser dan apa lagi tiket yang di gunakan adalah tiket VVIP, dan mendapat hadiah pula.
Kamu beruntung sih mendapatkan mawar, aku saja tidak mendapatkannya," sahut Olive sedikit iri. Karena pasti Army mana yang tidak iri. Jika para penggemar bisa pulang tanpa tangan kosong
" Ya memang beruntung. Kamu tenang saja lain kali kamu pasti dapat kok. Tetapi apa yang aku dapatkan hari ini. Karena berkatmu. Aku bisa menonton para idola ku ya semua ini karena berkat kamu," sahut Anna yang tidak henti-hentinya berterima kasih pada Olive.
" Bukannya itu biasa saja ya," sahut Olive heran dengan Anna yang tampak berlebihan.
" Hah! Biasa. Jelas itu luar biasa, menonton konser BTS dengan tiket VVIP dan tiket VVIP itu mahal, jadi mana mungkin biasa. Tapi luar biasa," sahut Anna.
" Hanya, 9 juta mahalnya di mana," sahut Olive dengan santai membuat Anna menganga mendengar kata Anna.
" Nih, anak nggak tau nominal duit apa. 9juta dibilang pakai hanya," batin Anna yang shock baru menemui wanita seperti itu.
" Itu mahal Olive untukku. Anak sultan kayak kamu mungkin tidak berarti," sahut Anna gemes dengan Olive.
" Hmmm begitu rupanya," sahut Olive santai saja dan membuat Anna geleng-geleng.
" Nih, aku balikin stik kamu," ucap Anna memberikan khas dari menonton konser itu.
" Buat kamu aja," sahut Olive menolak.
" Buat aku?" tanya Anna kaget. Olive mengangguk dengan santai.
" Aku kan masih punya satu. Lagian kemarin aku beli 2 jadi buat kamu aja satu," ucap Olive dengan santai mungkin itu tidak seberapa harganya bagi Olive.
" Kamu serius?" tanya Anna tampak tidak percaya. Olive mengangguk lagi.
" Olive kamu taukan ini di beli pakai uang dan ini mahal dan kamu memberi begitu saja," ucap Anna dengan menahan sesak.
" Tidak apa-apa Anna, lagian itu uang jajan aku yang beli," sahut Olive santai.
" Seberapa banyak uang jajannya sampai dengan mudahnya bicara," batin Anna pelongo-pelongo.
" Hmmm, ya sudah kalau gitu. Makasih," sahut Anna yang tidak mau menolak rezeki. Dia juga tidak akan mampu membeli stik itu jadi menerima saja adalah jalan yang terbaik.
" Hmmm, karena kamu aku sudah bisa nonton konser pertama kali dan kamu juga sudah memberikan ku ini. Bagaimana kalau kamu aku traktir makan," ucap Anna.
__ADS_1
" Boleh," sahut Olive tidak menolak sama sekali.
" Hmm, tapi," sahut Anna masih ada tapinya.
" Tapi apa?" tanya Olive heran.
" Aku meneraktir bukan makan di Restaurant mewah. Tapi di pinggir jalan," ucap Anna dengan pelan. Ragu untuk meneraktir anak orang kaya.
" Ya sudah kan yang penting makan," sahut Olive tampak masalah.
" Kamu serius mau?" tanya Anna tidak percaya.
Olive mengangguk-angguk.
" Ya sudah kalau begitu, capcus," sahut Anna kesenangan dan menggandeng tangan Olive lalu mereka berjalan dengan melenggang-lenggang layaknya anak SMA yang pecicilan.
***********
Tibalah Anna dan Olive yang akhirnya makan bakso abang-abang di pinggir jalan yang duduk berhadapan dan ke-2nya sama-sama makan dengan lahap dan menikmati.
" Ternyata sehabis menonton membuat perut kita keroncongan," ucap Olive.
" Hmmm, kamu benar," sahut Anna dengan mulutnya yang penuh mengunyah makanan.
" Kamu sering makan bakso?" tanya Anna.
" Memang iyalah di mana-mana. Punya abang-abang itu jauh lebih enak, Restaurant mah Kw," sahut Anna membanggakan masakan abang-abang.
" Iya, sangat nikmat dan maknyus," sahut Olive membenarkan.
" Oh iya Olive kamu sering melihat konser BTS?" tanya Anna.
" Hmmm, setiap BTS konser aku akan selalu melihatnya di manapun itu di Luar Negri. Ya pokoknya di manapun itu," jawab Olive.
" Iya lah, namanya juga keluarganya banyak duit," batin Anna yang tidak heran lagi.
" Hmmm, kapan-kapan kalau aku ada liburan ke Korea. Kamu ikut ya. Siapa tau kita bisa ketemu idola kita," ucap Olive dengan entengnya mengajak Anna.
" Astaga nih anak pikir Korea itu Citayem apa makanya gampang banget ngajak-ngajak," batin Anna.
" Mau kan Anna?' tanya Olive tampaknya serius. Anna mengangguk senyum terpaksa. Biar cepat aja.
Ting
__ADS_1
Bunyi pesan wa di handphone Olive dan Olive langsung membuka pesan wa tersebut.
^^^" Olive kamu di mana kakak sudah menunggu kamu di depan stadion," Derry.^^^
" Kak Derry ngapain sih pakai jemput segala," batin Olive tampak tidak suka.
^^^" Sudah kakak pulang saja. Olive nginap di rumah teman. Jangan khawatir Olive sudah di rumahnya. Bilang sama mama," jawab Olive.^^^
" Apa ada sesuatu Olive?" tanya Anna.
" Oh, tidak tidak apa-apa," jawab Olive.
" Oh, iya kamu pulang kemana, kamu tidak di jemput?" tanya Anna.
" Tidak, aku boleh nginap di rumah kamu tidak," sahut Olive meminta izin membuat Anna kaget menatap Olive serius.
" Menginap," sahut Anna. Olive mengangguk.
" Kamu yakin mau nginep di rumah aku?" tanya Anna ragu. Olive mengangguk-angguk lagi. Anna memang pasti ragu melihat stelan dari anak itu jelas pasti akan shock melihat rumahnya yang mungkin tidak ada apa-apa di bandingkan rumah wanita di depannya itu.
" Bolehkan?" tanya Olive.
" Boleh sih, tapi jangan menyesal ya," sahut Anna mengingatkan terlebih dahulu sebelum Olive datang kerumahnya.
" Memang kenapa. Kamu bukan psikopat kan?" tanya Olive ragu.
" Bukanlah," sahut Anna
" Bukan buronan kan?" tanya Olive lagi.
" Nggak lah," sahut Anna lagi.
" Lalu kenapa seperti menakut-nakuti?" tanya Olive
" Aku tidak menakutimu, hanya saja aku mengingatkan saja," sahut Anna.
" Ya kalau begitu ngapain menyesal, kalau tidak ada apa-apa, aneh deh," sahut Olive santai dan melanjutkan makannya.
" Ya sudah lah terserah kamu saja. Yang penting aku sudah mengingatkan mu," sahut Anna.
" Jadi sekarang keputusannya boleh apa tidak?" tanya Olive memastikan. Anna mengangguk.
" Yeeeeee, gitu dong," sahut Olive dengan senenagan.
__ADS_1
" Ya belum lihat saja. Rumah ku. Mungkin kamar pembantunya lebih besar kali dari pada rumahku," batin Anna yang juga terlihat biasa saja.
Bersambung