Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 31 proses hukuman.


__ADS_3

Layaknya seorang murid yang mendapat hukuman. Itulah yang di alami Anna saat ini. Dia harus menulis kalimat di lembaran kertas Hps yang tebalnya setengah inci. Memang ada-ada saja Athar memberikan Anna pelajaran dengan cara seperti itu. Ya mungkin dengan seperti itu Anna benar-benar mematuhi peraturan di perusahaan.


Anna duduk di lantai dan menulis kalimat di atas meja dengan tangannya yang lambat menulis sebenarnya di campur dengan rasa malasnya.


Sementara Athar tetap pada pekerjaannya yang juga sibuk dan pasti dia juga tidak punya waktu banyak untuk memperhatikan Anna yang di beri hukuman. Sesekali dia hanya melihat Anna mengawasi Anna apakah menulis atau tidak.


" Kenapa coba, dia harus menyuruh menulis ini. Apa dia pikir tangan ku tidak sakit. Hanya kata seperti ini cukup mengatakannya. Maka selesai. Tidak perlu melakukan ini. Aku seperti anak SD saja yang di beri hukuman tidak jelas seperti ini," oceh Anna di dalam hatinya.


Anna sudah beberapa kali di perdengarkan peraturan penting itu. Tetapi tetap tidak mengingatnya ya semoga saja hukuman yang di berikan Athar bisa membuat Anna mengingatnya dan jera.


Tok-tok-tok-tok.


" Masuk!" perintah Athar. Pintu terbuka yang ternyata Derry. Derry Langsung melangkah menghampiri Athar. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Anna dan pasti bertanya-tanya melihat ada wanita di dalam ruangan kakaknya yang biasanya paling hanya Jennie yang sibuk bekerja di dalam. Tetapi kali ini wanita yang membuat Derry mengingat-ingatnya.


" Ada apa?" tanya Athar membuat Derry tersentak kaget.


" Oh ini kak, laporan dari pabrik," ucap Derry kembali fokus dan langsung menghampiri meja Athar memberikan dokumen itu pada Athar. Setelah memberinya Derry kembali menoleh ke arah Anna.


" Bukannya dia gadis yang bertengkar dengan kak Athar yang di dalam lift, kenapa dia ada di sini dan apa yang di lakukannya?" batin Derry yang sudah mengingat siapa Anna. Namun apa yang di lakukan Anna membuatnya bertanya-tanya.


" Apa yang kau lihat!" tegur Athar sambil membolak-balik buku tersebut. Derry tersentak kaget lagi.


" Oh tidak. Di mana Jennie aku tidak melihatnya apa dia tidak masuk. Sampai ada sekretaris baru," ucap Derry menyangka Anna adalah sekretaris baru.


" Dia bukan sekretarisku. Tetapi dia wanita yang sedang di berikan pelajaran. Agar otaknya itu bisa berpungsi dengan baik dan tidak menyusahkan orang lain," desis Athar melihat sinis ke arah Athar.


" Apa yang di katakannya. Apa dia sedang menghinaku. Memang dasar pria kejam. Masih sempatnya mengataiku di depan orang lain," batin Anna tetap menulis. Walau tau Athar sedang membicarakan nya. Namun Derry hanya diam saja. Karena masih penuh kebingungan.


" Kerjakan pekerjaanmu jangan melihat kemari!" tegas Athar saat Anna melihatnya dengan kesal dan Anna pun kembali menunduk.


" Hmmm, ya sudah kak. Kalau begitu aku kembali keruangan ku dulu," ucap Derry pamit. Dia tidak mengerti apa yang di katakan sang kakak dan lebih baik dia juga pergi.


Athar hanya mengangguk saja dengan kepergian Derry. Dan Derry kembali melihat wanita itu dengan kebingungan sampai menggaruk-garuk rambutnya dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


Sudah soreh hari. Pekerjaan Anna belum selesai dan Anna sudah mulai gelisah dengan melihat-lihat arloji di tangannya dan juga melihat ke arah Athar yang masih sibuk bekerja.


" Ini sudah waktunya jam pulang. Tapi apa yang di lakukannya. Dia masih tetap bekerja. Lalu aku bagaimana apa juga tidak pulang," batin Anna yang terus mulai gelisah.


" Mungkin saja dia ke asikan bekerja. Jadi lupa waktu. Kalau aku tidak mengingatkannya aku juga bisa sampai besok di sini," batin Anna yang gelisah.


" Ehemmm," Anna berdehem agar Athar melihatnya.


" Apa dia tuli, masa iya tidak mendengarku sekali pun," batin Anna.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Anna langsung batuk-batuk dengan kuat agar Athar mengurnya.


" Apa kau tidak bisa diam," tegur Athar yang melihat Anna kesal.


" Aku sampai kapan di sini?" tanya Anna


" Apa pekerjaan mu sudah selesai?" Athar kembali bertanya. Anna menggeleng.


" Lalu kenapa bertanya. Kalau pekerjaan mu belum selesai kau tidak bisa pulang!" tegas Athar.


" Siapa bos di sini aku atau kau?" tanya Athar yang berdiri di depan Anna bertanya tegas pada Anna.


" Ya kalau aku. Pasti sudah memecatmu tanpa syarat," cicit Anna.


" Apa yang kau katakan?" tanya Athar dapat mendengar suara-suara Anna.


" Tidak, tidak apa-apa," sahut Anna mengelak dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun Athar terlihat begitu geram kepada Anna.


" Selesai pekerjaanmu. Baru kau bisa pulang!" tegas Athar dengan penuh emosi.


" Ini masih banyak, mana mungkin aku menyelesaikannya," sahut Anna yang terus komplen.


" Itu bukan urusanku!" geram Athar.

__ADS_1


" Kau hanya balas dendam kepadaku. Kau menindasku dengan cara seperti ini," geram Anna dengan wajah kesalnya.


" Apa katamu. Kau berani menjawabku," ucap Athar.


" Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa," geram Anna yang kembali menulis apa yang di suruh Athar. Dia terpaksa melakukannya.


" Bagus, kerjakan dengan benar," tegas Athar yang kembali ke tempat duduknya.


" Ishhh, dasar pengecut. Dia sengaja memperlakukan ku seperti ini. Manusia sombong. Ini hanya karena aku butuh pekerjaan. Jika tidak aku sudah entah daru neraka ini," gerutu Anna di dalam hatinya.


***********


Athar terus mengerjakan pekerjaannya yang begitu banyaknya. Tapi tampaknya Athar sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya. Dia mematikan laptopnya dan merapikan mejanya. Lalu melihat arloji di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.


Athar pun menoleh ke arah Anna yang ternyata Anna sudah tertidur dengan sebelah pipinya berada di atas tumpukan kertas yang berserakan.


" Padahal sudah menulisnya beberapa kali. Tetapi tetap saja membangkang lihatlah mejanya sangat berantakan," desis Athar yang pasti matanya sakit dengan meja itu.


Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu Athar bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Anna.


Athar berjongkok dan melihat tulisan Anna yang sudah selesai di kerjakannya.


" Bisa-bisanya dia tertidur, di mana letak kedisiplinannya," batin Athar geleng-geleng.


Athar pun melihat ke salah satu lembaran kertas yang mana Anna masih sempat-sempatnya menggambar. Menggambar seorang Pria sangat mirip dengannya. Pria yang terlihat marah dan menyeramkan membuat Athar mendengus kasar.



" Apa dia sedang menggambarku," desis Athar yang kelihatan sangat kesal dengan Anna. Athar melihat sebentar wajah tidur nyenyak Anna. Lalu dia berdiri dan malah pergi meninggalkan Anna di dalam ruangan itu.


************


" Anna bangun, Anna!" Lisa membangunkan Anna yang masih tertidur di ruangan Athar.

__ADS_1


" Anna!" tegur Lisa lagi yang membangunkan dengan suara yang kuat dah menggoyang-goyangkan tubuh Anna.


Bersambung


__ADS_2