
Malam hari semakin larut. Athar masih berada di rumah Anna yang mana tadi sebelumnya mereka sudah makan. Tetapi tidak di masakkan Athar. Mereka hanya memesan makanan saja dan sekarang Athar dan Anna yang sama-sama berbaring di 1 sofa. Anna yang berada di pelukan Athar. Wajah itu berada di dada bidang Athar.
" Kamu akan menginap di sini?" tanya Anna mengangkat kepalanya melihat Pria yang sejak tadi mengusap-usap rambutnya itu yang memberinya kenyamanan.
" Iya aku akan menginap di sini. Aku ingin menjagamu. Bukannya aku sudah mengatakan akan tetap di sini. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sedetikpun aku akan tetap terus di sisimu," ucap Athar menegaskan pada kekasihnya itu.
" Bagaimana kalau aku suruh mama pulang lebih cepat dan menceritakan semuanya. Supaya aku ada temannya di sini. Kan tidak mungkin kamu terus menemaniku," ucap Anna yang tiba-tiba mendapat kan ide dari Athar.
" Memang kenapa jika aku setiap hari menemanimu?" tanya Athar.
" Tidak apa-apa sih. Tapi kan tidak enak nanti jadi bahan pembicaraan orang-orang di sini. Kan kamu tau sendiri di sini itu kepo-kepo," ucap Anna.
" Kalau begitu kita jangan tinggal di sini," ucap Athar tiba-tiba membuat Anna bingung.
" Maksudnya?" tanya Anna heran.
" Hmmmm, aku sedang mencari apartemen untuk aku dan mama nanti. Jadi sebelum mama dan Tante Maya kembali ke Jakarta. Kamu tinggal bersamaku saja," ucap Athar.
Anna melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah Athar, " tinggal ber-2 juga?" tanya Anna.
" Hanya sementara saja sampai semuanya benar-benar aman. Sampai aku bisa menyelesaikan Gibran," jawab Athar.
" Sama saja. Mana boleh tinggal ber-2an terus," ucap Anna.
" Kenapa kan di apartemen. Jadi mana ada orang-orang yang akan kepo," ucap Anna.
" Sama saja, kita kan belum menikah," ucap Anna.
" Apa kita harus menikah dulu?" tanya Athar.
" Kamu mengajak ku menikah?" tanya Anna balik.
" Jika syarat untuk melindungi kamu adalah pernikahan. Kenapa tidak," jawab Athar.
" Issss, memang menikah itu mudah apa. Udahlah jangan di bawa serius mulu," ucap Anna yang kembali mengeratkan pelukannya pada Athar.
" Kenapa jadi mundur dari pembahasannya," sahut Anna.
" Maksudnya?" tanya Anna heran.
__ADS_1
" Tadi membahas pernikahan dan sekarang malah tidak ingin membahas apapun," ucap Athar.
" Kamu sih jadi serius bawaannya," sahut Anna.
" Aku memang serius Anna. Mengajak kamu untuk menikah," ucap Athar yang bertanya lagi.
Anna terlihat diam yang tidak menjawab apa-apa lagi. Dia bahkan terpancing dengan omongannya sendiri. Yang mana Athar jadi membawa serius.
" Kenapa tidak menjawab. Apa kamu tidak ingin menikah denganku?" tanya Athar yang sepertinya memperpanjang ajakannya itu dengan keseriusan.
" Aku mau tapi kan tidak sekarang," jawab Anna.
" Kenapa tidak sekarang?" tanya Athar.
" Kita baru saja pacaran, lagian kan masih banyak yang harus aku selesaikan. Jadi belum kepikiran untuk menikah saat ini. Kamu juga bukannya pasti masih banyak yang harus di selesaikan. Masa iya tiba-tiba harus memikirkan pernikahan yang seakan bisa di laksanakan dengan cepat. Kan aneh," ucap Anna.
" Jadi tidak ingin menikah denganku?" tanya Athar dengan serius.
" Aku sudah mengatakan bukan tidak ingin," sahut Anna.
" Lalu?" tanya Athar yang masih menanggapi serius.
" Aku hanya bercanda membahas masalah pernikahan. Aku hanya mengujimu saja. Aku pasti tidak ingin menikah, jika kamu belum siap," ucap Athar.
" Iya. Kita akan menikah. Jika kita ber-2 benar-benar sudah siap," ucap Anna. Athar menganggukkan kepalanya.
" Lalu bagaimana apa kita akan tinggal ber-2?" tanya Athar.
" Untuk malam ini iya. Tetapi untuk selebihnya tidak, aku bisa di sini sama Sana tinggalnya. Kamu hanya perintah bodyguard yang banyak untuk menjaga kamu jika mengkhawatirkan ku," ucap Anna.
" Baiklah jika itu maumu. Aku akan melakukannya. Akan menyiapkan banyak Bodyguard dan juga akan memasang Cctv di dalam rumah ini. Supaya aku bisa juga mengawasimu," ucap Athar.
" Kenapa harus ada di rumah segala?" tanya Anna.
" Kan aku sudah bilang. Agar aku bisa mengawasimu," ucap Athar.
" Alah, paling nanti kalau kamu marah sama ku. Cctv dan Bodyguardnya akan di tarik kembali," ucap Anna dengan sewot.
" Kanapa mengatakan seperti itu?" tanya Athar heran dan berpikir sejenak, " Oh aku tau. Kamu pasti berpikiran. Jika bodyguard dan Cctv yang pernah tidak ada di rumahmu. Itu karena perbuatanku," ucap Athar.
__ADS_1
" Memang iya kan?" tanya Anna melonggarkan pelukannya melihat pacarnya itu.
" Tidak Anna, tidak sama sekali. Itu bukan aku perlakukannya. Tetapi Gibran," jawab Athar.
" Kamu serius?" tanya Anna yang benar-benar begitu terkejut.
" Iya aku serius. Gibran yang sudah melakukan semua itu dan Jennie sudah menyelidikinya dan ya dia lah perlakukannya yang begitu jahat dan menghalalkan segala cara untuk menyinggirkan kamu dan juga aku," jelas Athar.
" Issss, dia memang bukan manusia melainkan iblis," ucap Anna dengan kesal dengan wajahnya yang penuh kemarahan pada Gibran yang ingin rasanya menghajar pria itu.
" Sudahlah, kita jangan membahas dia. Sebaiknya kita istirahat," ucap Athar.
" Tetapi luka kamu benar-benar sudah tidak apa-apa kan?" tanya Anna dengan rasa penuh khawatirnya.
" Aku tidak apa-apa Anna, aku sudah baik-baik saja," jawab Athar.
" Syukurlah kalau begitu aku benar-benar merasa lega," jawab Anna.
" Kamu jangan memikirkan masalah Gibran lagi. Aku yang akan mengurusnya. Yang harus kamu pikirkan adalah tentang kompetisi kamu yang tinggal beberapa hari lagi. Kamu harus menunjukkan yang terbaik," ucap Athar mengingatkan Anna.
" Masalah itu gampang. Kamu jangan khawatir. Aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk kamu," ucap Anna meyakinkan Athar.
" Aku percaya itu," sahut Athar.
" Terima kasih sudah terus mendukungku," ucap Anna tersenyum lebar.
Athar mengangguk tersenyum dan kembali mencium kening Anna. Anna pun kembali mengeratkan pelukannya pada Athar.
*********
Anna sampai tertidur di dalam pelukan Athar. Karena saking nyamannya dengan belaian rambut Athar. Athar yang terlihat bangun mengecek kondisi Anna yang sudah tertidur pulas.
" Kau memang sangat cepat tidurnya. Aku benar-benar heran dengan dirimu," ucap Athar geleng-geleng yang gemas dengan Anna.
Tidak ingin kekasihnya itu tertidur di sofa. Athar pun langsung mengangkatnya untuk beristirahat di dalam kamar. Dengan lembut dua menggendong kekasihnya itu ala bridal style menuju kamar agar Anna bisa beristirahat dengan nyaman.
Setelah memasuki kamar Athar membaringkan tubuh itu dengan lembut di atas tempat tidur, menyelimutinya sampai dadanya dan mengecup kening itu dengan lembut.
" Istirahat lah," ucap Athar dengan lembut yang kembali mencium kening Anna dan Athar langsung keluar dari rumah tersebut.
__ADS_1
Bersambung