
Akhirnya mereka makan bersama dengan makanan yang di bawa Anna.
" Kamu tidak makan Athar?" tanya Chandra yang melihat Athar tidak menyentuh makanan itu sama sekali.
" Saya baru makan tadi bersama Anna Om," sahut Athar.
" Tidak apa-apa sayang seharusnya kamu makan juga kan tidak ada salahnya. Kita makan sama papa," sahut Anna.
" Benar kak Athar, aku sama Aurelia juga tadi baru makan," sahut Derry.
" Bukan aku sama kamu yang kamu yang makan. Tetapi hanya aku yang makan dan kamu hanya menonton aku makan," sahut Aurelia.
" Jika tidak di tonton maka kamu tidak akan makan dan hanya sibuk kerja," sahut Derry.
" Tapi tidak perlu di awasi juga kali," sahut Aurelia.
Anna dan Athar saling melihat dengan mereka yang sama-sama tersenyum melihat pertengkaran kecil 2 orang itu.
" Sudah-sudah kalian ini jadi bertengkar. Sekarang sebaiknya ayo makan sama-sama. Kamu juga Athar mari makan," sahut Chandra.
" Iya sayang ayo makan. Biar setelah ini kita akan akan membuat kerajinan seperti papa," ucap Anna.
" Hmmmm, baiklah kalau begitu!" sahut Athar mengangguk dengan tersenyum. Kalau sudah pacarnya mengatakan maka dia juga harus menurut. Athar memang begitu penurut pada Anna.
Mereka makan bersama sambil mengobrol- ngobrol dari dengan yang lainnya sambil bercanda-canda.
Selesai makan mereka akhirnya melakukan banyak kegiatan di tempat Chandra. Seperti Anna sekarang ini yang sedang mencoba untuk membuat guci. Ya dia sebenarnya tidak bisa membuatnya. Bahkan tidak tau cara melakukannya. Hanya merecoki saja yang taunya, baginya yang penting sudah mencobanya.
Sementara Athar hanya duduk di sampingnya yang melihat-lihat karya dari Chandara.
Anna dan Derry memilih untuk melihat-lihat tanaman Chandra yang di sekitar halaman rumah itu. Sementara Chandra hanya duduk melihat-lihat putri-putrinya yang punya kesibukan sendiri.
" Sayang kamu tidak mau mencobanya membuatnya?" tanya Anna.
" Tidak sama sekali kotor," jawab Athar melihat tangan Anna penuh dengan tanah.
" Namanya juga berkarya dari tanah ya pasti kotor lah. Aneh!" sahut Anna dengan kesal.
" Ya sudah kamu saja yang melakukannya," sahut Athar dengan santai.
" Isssss," Anna hanya berdesis kesal dengan respon Athar. Namun tiba-tiba Anna tersenyum miring yang sepertinya memikirkan sesuatu. Anna menghentikan pekerjaannya dan langsung mendekati Athar membuat Athar heran.
" Ada apa?" tanya Athar melihat dengan tidak beres.
" Tidak apa-apa," jawab Anna dengan tersenyum penuh curiga.
" Jangan macam-macam Anna," ucap Athar mengingatkan kian. Karena dia tau Anna pasti ingin melakukan sesuatu.
" Haahhhhhh!" Anna mengagetkan Athar dengan menunjukkan ke-2 tangannya pada Athar sampai membuat kepala Athar mundur kebelakang.
__ADS_1
" Anna kau ini!" geram Athar kesal.
" Kenapa?" tanya Anna yang semakin mendekatkan tangannya yang kotor pada Athar.
" Ayo cuci cepat!" titah Athar.
" Tidak mau," sahut Anna yang sengaja mencari gara-gara.
" Cepat!" tegas Athar. Anna menggelengkan kepalanya dengan senyum-senyum.
Athar menaikkan 1 alisnya dengan menatap Anna dengan serius.
" Kalau begitu cucikan," ucap Anna. Athar menghela napasnya menghadapi Anna.
" Baiklah. ayo!" ajak Athar terpaksa berdiri dan Anna senyum- senyum sendiri yang mengikut di belakang Athar.
Sampai akhirnya pada keran di mana Athar benar-benar mencucikan tangan Anna dengan selang air.
" Kau itu seperti anak kecil yang apa-apa harus di ingatkan, apa-apa harus di bantu," ucap Athar dengan cerewetnya.
" Dan kau seperti orang tua, sedikit-sedikit bawel," sahut Anna yang membalas kata-kata Athar.
" Ada saja jawabannya," ucap Athar memercikkan air ke wajah Anna.
" Athar," geram Anna.
" Makanya jangan melawan terus," tegas Athar. Anna yang kesal langsung mengambil selang dari tangan Athar dan langsung mengarahkan pada Athar. Athar sudah seperti motor yang di siram dengan selang.
" Anna aku bilang hentikan!" tegas Athar
" Banyak kuman di tubuhmu. Makanya harus di bersihkan," sahut Anna yang dengan tawanya yang tiada hentinya. Athar harus pasrah dengan kelakukan Anna yang tidak bisa di bilangi.
Athar tidak bicara lagi dan berdiri tegak dengan berkacak pinggang. Menatap Anna dengan horor yang sepertinya menahan kemarahan.
Melihat Athar seperti itu membuat Anna takut yang mana langsung menjatuhkan selang dengan tawanya yang memudar dan lihatlah Athar sudah basah kuyup.
Anna rada takut-takut dengan Athar yang seperti monster. Sampai Anna menggigit jarinya.
" Kau sangat tampan seperti itu. Ketampanan mu bertambah," ucap Anna dengan tersenyum tanpa dosa.
" Aku akan membalasmu!" geram Athar dengan merapatkan giginya yang sudah ingin menerkam Anna.
" Siapa takut. Coba aja kalau bisa," sahut Anna menantang Athar dan Anna langsung lari.
" Awas kau Anna!" teriak Athar yang langsung mengejar Anna.
Mereka seperti anak kecil yang mana Athar basah kuyup mengejar Anna. Bahkan Anna harus mengganggu Derry dan juga Aurelia yang sedang berkebun.
" Astaga Anna paa yang kamu lakukan?" tanya Aurelia yang mana Anna berlindung di belakang Aurelia.
__ADS_1
" Kemari kamu!" tegas Athar yang sudah begitu geramnya dengan Anna yang Anna terus mencari gara-gara padanya.
" Tangkap aja kalau bisa," sahut Anna terus menentang Athar.
" Anna kamu lepasin baju kakak," sahut Aurelia yang terganggu dengan apa yang di lakukan Anna. Karena Anna di belakangnya terus menarik-narik pakaiannya.
" Ya ampun kak Athar. Kau juga bisa-bisanya basah-basahan seperti ini," sahut Derry geleng-geleng.
" Gara dia itu," sahut Athar dengan kesalanya dan Anna menjulurkan lidahnya mengejek Athar.
Lalu Athar yang semakin mendekatinya dan hampir mendapatkannya. Namun sayang tidak bisa. Anna sudah terlanjur berlari dan Athar harus menghela napasnya untuk mengejar Anna.
" Kenapa sih mereka berdua?" tanya Derry.
" Biasalah. Pasti Anna yang mencari gara-gara. Kamu tau sendiri bagaimana Anna sangat suka membuat Athar kesal dan lihat bagaimana kesalnya wajah Athar padanya," ucap Aurelia yang melihat adiknya itu masih kejar-kejar dengan Athar.
" Tetapi bagus sih dengan begitu kak Athar jadi hidupnya tidak kaku-kaku amat," sahut Derry.
" Ya kamu benar. Athar sekarang hidupnya jauh lebih berwarna," ucap Aurelia. Derry mengangguk-angguk yang melihat terus ke arah Anna dan Athar yang kejar-kejar an.
Anna terus saja berusaha lari dari tangkapan Athar. Sampai akhirnya kesabaran Athar pun membuahkan hasil dan berhasil menangkap Anna dan langsung memeluk pinggang Anna sampai Anna tidak bisa kemana-mana lagi.
Napas ke-2nya sama-sama naik turun dengan wajah yang saling berdekatan.
" Masih ingin lari?" tanya Athar dengan deru napasnya yang berat.
" Aku mana bisa lari kau sudah menangkapku," sahut Anna.
" Kalau begitu minta maaf pada ku," ucap Athar dengan matanya menatap horor. Anna tersenyum dengan geleng-geleng kepala yang membuat Athar semakin emosi.
" Kau tidak ingin minta maaf?" tanya Athar. Anna geleng-geleng. Satu tangan Athar memegang dagu Anna dan mendekatkan padanya.
" Kau mau apa?" tanya Anna panik.
" Aku akan menciummu. Jika kau tidak mau minta maaf padaku," jawab Athar.
" Athar di sini ada papa. Kamu lihat papa melihat kita," ucap Anna panik yang melihat Chandra, Aurelia dan Derry memang sedang menonton mereka.
" Aku tidak peduli. Sekarang cepat minta maaf. Jika tidak aku akan melakukannya," sahut Athar.
" Kamu jangan seperti itu Athar, malu di lihat papa," ucap Anna.
Athar tidak peduli dan semakin mendekatkan dagu Anna pada bibirnya sampai hampir berdekatan. Namun Anna masih sempat mendorong tubuh Athar sampai akhirnya tidak jadi.
" Kejar aku!" teriak Anna yang masih menang dari Athar. Athar mendengus kasar dengan tersenyum dan langsung mengejar Anna.
Chandra melihat hal itu tersenyum.
" Selama ini aku salah. Aku pikir Athar akan bahagia bersama Aurelia. Namun pada kenyataannya Anna dan Athar yang begitu bahagia," ucap Chandra yang begitu bahagianya melihat Anna dan Athar yang penuh dengan kebahagiaan. Dia juga melihat ke arah Derry dan Aurelia yang terlihat begitu bahagia dengan tertawa-tawa sambil berkebun.
__ADS_1
Bersambung