
Setelah berbicara dengan Athar Anna kembali kekamarnya yang mana ternyata Olive sudah tertidur. Olive tertidur dengan nyenyak. Anna menghela napas dengan menyelimuti Olive. Maklumlah Olivie memang sering tertidur dengan sembarangan dan Anna sudah hapal itu.
Setelah itu Anna pun menyusul untuk tertidur di samping Olive dengan Anna yang pasti memastikan lampu yang ada di sampingnya. Anna memejamkan matanya dengan perlahan. Namun kata-kata Athar yang barusan saat di meja makan tadi teringat yang mana Athar membahas soal pernikahan dan malah bertanya Anna.
"Huhhhhhh, Anna membuang napasnya perlahan kedepan dengan menenagkan dirinya. Jelas kata-kata Athar sangat menggangu Anna yang membuat Anna jadi tidak tenang. Namun Anna berusaha melupakan dengan memaksa matanya agar terpejam dan tertidur.
**********
Mentari pagi kembali tiba setelah sarapan bersama dengan Athar dan juga Anna. Anna dan Olive langsung mengecek lokasi di mana tempat acara Gibran akan di laksanakan. Yang mereka berdua di antrakan oleh Mike. Karena Athar masih ada pekerjaan yang mungkin Athar akan menyusul setelah pekerjaannya selesai.
Anna dan Olive sudah berada di tempat lokasi tersebut yang mana mereka berdua melihat-lihat gedung yang di sediakan Athar.
"Tempatnya bagus," ucap Anna dengan kepalanya yang berkeliling.
"Iya kamu benar, aku sedang mengirim foto untuk kak Gibran. Agar kak Gibran melihatnya," sahut Olive yang sejak tadi mengambil beberapa foto di ruangan tersebut.
"Iya kamu lakukanlah, aku akan cek di tempat yang lainnya," sahut Anna. Olive menganggukan kepalanya.
"Jangan sampai aku ikut di foto," sahut Mike dengan bercandaan.
"Siapa juga yang mau fotoin kak Mike," sahut Olive.
"Hanya bercanda," sahut Mike, "oh iya lalu untuk karya-karya kakak kamu kapan sampainya?" tanya Mike.
"Seharusnya sih hari ini. Tapi nanti aku tanya Anna lagi," jawab Olive.
"Anna teman kamu apa saudara kamu?" tanya Mike.
"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Olive heran.
"Ini acara untuk kakak kamu. Tapi aku melihat Anna sepertinya sangat antusias, padahal dia teman kamu bukan teman kakak sulungmu," ucap Mike dengan heran.
"Anna bukan hanya teman. Tetapi sudah menjadi keluarga kami. Banyak silsilahnya sahabat dekat Anna Sana sebelum mengenalku. Anna sudah mempunyai sahabat yang juga akhirnya menjadi Sabahat ku dan Sana menikah dengan kak Gibran. Kakak yang sekarang mengadakan acara di tempat ini dan iya kakak Anna Aurelia yang juga sahabatku pacaran dengan kak Derry kakak ke-2 ku," jelas Olive singkat
"Wou pantes saja Anna begitu peduli hubungannya ternyata sedekat itu," sahut Mike cukup kaget yang sembari minum air mineral.
"Dan terlebih lagi Anna adalah mantan kak Athar," lanjut Olive.
uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Mike langsung batuk-batuk mendengar kata-kata Olive. Dia langsung tersedak karena Olive yang berbicara yang cukup mengejutkan baginya.
"Pelan-pelan, maaf," ucap Olive merasa bersalah.
"Apa kamu bilang. Anna mantan Athar," sahut Mike yang cukup terkejut. Olive menganggukkan kepalanya yang memang benar apa adanya.
"Kamu serius?" tanya Mike yang tidak percaya.
"Iya aku, masa iya aku bohong. Kenapa kak Mike jadi minder ya...." goda Olive dengan menunjuk Mike.
"Maksud kamu apa?" tanya Mike.
"Bukannya kak Mike menyukai Anna. Pasti sekarang minderkan dengan Anna yang ternyata mantan kak Athar," ucap Olive.
"Sok tau kamu. Aku itu hanya kaget saja. Aku tidak percaya saja Anna dan Athar adalah mantan dan mereka bahkan terlihat biasa tanpa ada canggung atau baper sama sekali," ucap Mike yang masih tidak percaya.
"Ya begitulah, aku juga heran. Tetapi memang itu kenyataannya. Jika mereka berdua adalah mantan kekasih," ucap Olive membenarkan.
"Tapi tenang kak Mike. Sudah menjadi mantan kok. Kak Mike masih banyak peluang," ucap Olive.
"Olive maksud kamu itu apa. Aku itu tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan. Peluang apa?" tanya Mike.
"Ya kakak kan naksir dengan Anna," ucap Olive.
"Sok tau kamu," sahut Mike membantah pikiran Olive.
"Ya ampun kak Mike. Aku itu bisa melihat dari cara kakak melihat Anna dan sangat jelas kakak menyukai Anna," ucap Olive.
Mike menghela napasnya dengan perlahan kedepan, " jangan sok tau," ucap Mike yang geleng-geleng dengan Olive.
Olive mengkerutkan dahinya dengan sikap Mike yang seolah tidak menyukai Anna. Padahal dia bisa melihat dengan jelas. Bahwa Mike terlihat menyukai Anna dari tatapan mata Mike.
"Kak Mike tunggu!" panggil Olive yang menghampiri.
__ADS_1
"Ada apa Olive?" tanya Mike yang duduk di salah satu kursi.
"Kak Mike tidak menyukai Anna?" tanya Olive memastikan.
"Mana mungkin tidak menyukai wanita secantik, sebaik, se humbel Anna," sahut Mike dengan jawaban yang tanggung.
"Itu berarti kakak menyukainya?" tanya Olive lagi yang ingin kepastian jawaban dari Mike. Entah kenapa itu sangat penting untuk Olive.
"Hmmm," tiba-tiba Anna datang dengan berdehem, "lagi bicarain apa sih?" tanya Anna yang juga langsung mengambil tempat duduk di sebelah Olive.
"Oh ini tidak bicara apa-apa," sahut Olive.
"Jangan bohong Olive kamu itu jujur aja," sahut Mike.
"Apa sih kak Mike," sahut Olive dengan dahinya yang mengkerut.
"Ya ampun kayaknya serius amat sampai di rahasiakan segala," sahut Anna geleng-geleng.
"Nggak ada rahasia-rahasiaan Anna. Kak Mike aja yang aneh," sahut Olive dengan kesal.
"Ya oke kalau begitu. Aku lapar nih. Kita cari makan yuk!" ajak Anna dengan mengusap perutnya.
"Biar aku yang carikan saja. Kalian di sini saja," ucap Mike mengambil alih.
"Makanan datang," tiba-tiba Athar datang dengan membawa makanan yang tau aja kalau lain sedang lapar.
"Wau kebetulan sekali," sahut Olive dengan wajah tersenyumnya yang tampak semangat. Athar tersenyum yang langsung meletakkan makanan yang berada di dalam paper bag itu di atas meja.
"Tau aja Athar kalau kami lagi butuh makan," ucap Mike.
"Tidak juga. Hanya tidak enak saja kalau datang dengan tangan kosong," jawab Athar.
"Oh begitu. Nyindir nih maksudnya," sahut Mike.
"Apa kak Mike setiap datang ke Apartemen kak Athar selalu tangan kosong?" sahut Olive yang ingin tau.
"Menurut kamu kalau melihat Mike bagaimana?" jawab Athar.
"Athar nggak usah buka kartu deh," sahut Mike.
"Iya mari makan!" ucap Athar mempersilahkan dan mereka mulai melihat makanan itu dan mengambil apa yang mereka mau.
"Bagaimana tempatnya Anna. Apa sesuai?" tanya Athar.
"Kalau aku sih sesuai. Tetapi belum tau Gibran," jawab Anna sembari membuka makanan yang ingin di makannya.
"Menurutku kak Gibran juga pasti suka. Soalnya tempatnya sangat bagus," sahut Olive dengan yakin.
"Ya semoga saja dia menyukainya dan benar-benar cocok. Agar acaranya berjalan dengan lancat," sahut Athar.
"Hmmm, aku juga berharap seperti itu," sahut Anna yang mulai menikmati makanan. Karena Athar tau apa yang Anna biasa makan. Jadi memang pasti makanan itu cocok untuk Anna dan tidak perlu bertanya lagi.
"Anna kamu mau coba ini tidak?" tanya Mike yang tiba-tiba menawarkan makanannya.
"Boleh," sahut Anna.
Mike tersenyum dan langsung mengambil makanan itu dengan sumpit dan menyodorkan pada Anna yang ingin menyuapi Anna. Hal itu sontak membuat Anna sendiri juga kaget dengan hal spontanitas Mike.
Namun karena sudah terlanjur di suapi mau tidak mau Anna harus membuka mulutnya dan merasa canggung untuk menerima suapan dari Mike. Athar yang melihat hal itu terlihat datar dengan eksperesi yang tidak percaya.
"Bagaimana enak tidak?" tanya Mike.
"Enak. Aku baru pertama kali memakannya," jawab Anna dengan mengangguk tersenyum.
"Kalau begitu coba lagi," Mike kembali menyuapinya.
"Tidak usah nanti aku ambil sendiri. Aku habiskan makanan ini dulu," ucap Anna dengan tersenyum.
"Hmmm, begitu rupanya," sahut Mike yang santai saja dengan Mike yang tersenyum.
"Kak Mike ini aneh sekali. Katanya tidak suka. Tetapi bentuk perhatiannya aneh. Kak Mike penuh misteri. Tetapi kira-kira kak Athar cemburu tidak ya Anna dengan kak Mike," batin Olive yang tidak bisa menebak bagaimana sebenarnya perasaan Mike kepada Anna.
Namun Mike tiba-tiba saja tersenyum miring melihat ke arah Athar yang mana Athar tetap fokus pada makanannya.
__ADS_1
"Anna mantan kekasih Athar aku ingin tau bagaimana reaksi Athar saat melihatku mendekati Anna. Karena jelas mana ada pertemanan dalam persahabatan," batin Mike.
**********
Athar berdiri dengan ke-2 tangannya yang di masukkan kedalam saku celananya dengan pandangan mata Athar yang melihat ke arah Anna dan Olive yang terlihat sibuk yang 10 meter jauh dari tempatnya berdiri.
"Aku baru tau ternyata Anna mantan kekasih mu," ucap Mike yang tiba-tiba berdiri di samping Athar.
"Siapa yang memberi tahu?" tanya Athar.
"Anna sendiri," jawab Mike. Athar menoleh ke arahnya, "Olive yang memberitahu," ucap Mike meralat kata-katanya. Athar menghela napasnya dan kembali melihat lurus kedepan.
"Sepertinya ada yang tidak rela jika ada yang mendekati Anna lebih jauh lagi," ucap Mike yang menduga-duga melihat ke arah Athar.
"Apa maksudmu aku tidak mengerti," sahut Athar yang terlihat santai.
"Tidak mengerti atau tidak mengerti," ucap Mike.
"Terserah apa yang kau pikirkan. Aku dan Anna tidak ada hubungan apa-apa, hubungan kami hanya sekedar sahabat saja," ucap Athar dengan jelas.
"Sahabat, tetapi dari cara mu menatapnya sepertinya tidak," sahut Mike.
"Jangan sok tau Mike," sahut Athar.
"Aku sangat mengenalmu Athar. Mungkin aku lebih dulu mengenalmu di banding kamu mengenal Anna. Dan aku tau kamu orang yang tidak mudah jatuh cinta dan di saat ada wanita yang kamu cintai mana mungkin di lepas begitu saja dan apa lagi dengan kata yang yang sudah di lepas menjadi sahabat," ucap Mike.
"Mike kamu tidak tau apa yang terjadi dan hubunganku dengan Anna bukan hubungan yang mudah," ucap Athar.
"Kalau begitu apa aku harus tau kenapa kamu putus dengannya?" tanya Mike.
"Itu hal yang tidak perlu di ketahui," jawab Athar.
"Jika memang tidak ada perasaan apa-apa pada Anna. Apa itu artinya kamu akan kilas Anna dekat dengan orang lain?" tanya Mike.
"Aku tidak tau itu dan lagi-lagi aku mengatakan itu bukan urusanku. Anna yang punya tubuh dan itu urusan Anna," jawab Athar dengan sesantai mungkin. Mike hanya mengangkat ke-2 bahunya yang tidak bisa menebak jalan pikiran Athar.
"Aku pergi dulu!" ucap Athar yang pergi yang tidak tau mau kemana.
"Uhhhh, membingungkan," batin Mike yang malah kebingungan dengan hubungan Athar dan Anna.
***********
Malam hari sudah tiba. Olive yang masih berada di gedung tersebut yang masih memeriksa apa yang perlu di periksa. Namun Olive terlihat sendirian.
"Olive!" tegur Mike yang tiba-tiba datang melihat Olive sibuk dengan lembaran kertas yang di pegangnya.
"Eh kak Mike," sapa Olive.
"Kami kok sendirian Anna mana?" tanya Mike.
"Anna lagi pergi ke ekspedisi untuk menjemput beberapa barang-barang yang di kirim dari Indonesia," jawab Olive.
"Anna sendirian?" tanya Mike.
"Kak Athar mengantarnya," jawab Olive.
"Oh begitu rupanya," sahut Mike.
"Tapi kok mereka lama ya," ucap Olive yang merasa Anna sudah pergi sejak tadi. Namun belum kembali-kembali.
"Mungkin terjebak di Bandara," jawab Mike.
"Kok gitu?" tanya Olive heran.
"Memang kamu tidak lihat berita kalau turun badai salju salju dan angin kencang. Peringatan bahkan sudah di umumkan untuk tidak keluar dulu atau beraktivitas di luar yang mungkin saja mereka juga masih di Bandara," ucap Mike.
"Begitu yah, jadi aku juga tidak bisa pulang dong," ucap Olive yang posisinya juga masih di luar.
"Santai aja nggak usah takut. Tempat ini juga ada sekalian penginapan. Kalau cuacanya belum membaik beberapa jam kemudian. Kamu bisa menginap di sini," ucap Mike.
"Hmmm, tapi kak Mike bantuin aku ya, soalnya aku pasti bingung," ucap Olive.
"Tidak masalah," sahut Mike. Olive mengangguk yang merasa lega.
__ADS_1
Bersambung