
Pagi hari kembali seperti biasa Athar sibuk dengan pekerjaannya yang begitu banyak. Namun seketika Athar menghentikan pekerjaannya seakan mengingat sesuatu. Athar bangkit dari kursi putarnya itu dan langsung keluar dari ruangannya.
Tidak tau apa yang terjadi yang ternyata Athar sedang berjalan menuju satu ruangan di mana yang di depannya tertulis nama Anna. Ruangan itu memang untuk karyawan yang masuk dalam tahap 20.
Athar memegang kenopi pintu dan langsung membuka pintu ruangan itu. Kosong tidak ada penghuninya sama sekali. Benar-benar sepi. Namun pasti berantakan memang Anna seperti itu. Jadi yang namanya berantakan tidak akan pernah hilang.
" Apa dia tidak datang juga hari ini!" batin Athar, " mau sampai kapan dia malas-malasan, apa memang otaknya tidak bisa di pakainya sungguh benar-benar keterlaluan. Kenapa ada manusia sepertinya," batin Athar yang begitu kesal dengan Anna.
Entah apa yang membuat Athar marah dan sangat emosian. Ternyata tidak melihat Anna dalam 2 hari ini membuat Athar begitu kesal. Ada Anna salah dan tidak Anna lebih parah lagi.
" Bos Athar!" tegur Lisa yang berdiri di belangkang Athar membuat Athar menoleh menghembus napasnya perlahan ke depan dan menutup pintu kembali lalu menghadap Lisa.
" Ada apa?" tanya Athar dengan suara beratnya.
" Bos Athar sedang apa?" tanya Anna Lisa.
" Tidak apa-apa, apa dia tidak masuk juga?" tanya Athar yang mulutnya gatal jika tidak bertanya.
" Benar Bos, Anna tidak masuk hari ini. Saya sudah menghubunginya. Tetapi tidak bisa di kabari sama sekali, saya juga tidak tau bos kenapa dia tidak masuk kerja," ucap Lisa.
" Begitu rupanya," sahut Athar.
" Apa perlu saya datang kerumahnya, untuk memeriksanya, menayakannya dan lain swbagainya?" sahut Lisa memberi saran.
" Tidak perlu, dia tidak seistimewa itu," sahut Athar dingin.
" Baik bos kalau begitu," sahut Lisa menundukkan kepalanya.
" Hmmm, ya sudah kalau begitu," sahut Athar dengan dingin dan langsung pergi begitu saja.
" Memang aneh sih, kenapa coba Anna tidak masuk malah di hubungi tidak ada respon sama sekali. Apa dia sudah tidak menggunakan hpnya," batin Lisa yang juga ikut kepikiran dengan Anna.
Karena memang Anna tidak biasanya seperti itu yang bilang kabar tanpa ada sebab sama sekali. Tidak tau aja jika Anna telah di kurung
********
Mobil Aurelia berhenti di depan apotik. Aurelia membuka sabuk pengamannya dan buru-buru keluar dari mobil dan langsung menuju kasir apotik.
__ADS_1
" Ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya kasir tersebut dengan ramah.
" Ini, saya minta obat ini," ucap Aurelia memberikan kertas kecil pada kasir. Sang kasir langsung mengambilnya dan mencari obat yang di minta Aurelia.
" Mungkin Jaya bisa membantuku memberikan obat vitamin petambah tenaga untuk Anna. Aku yakin sampai matipun dia tidak akan mau makan, makanan dari rumah. Jadi aku harus memberinya vitamin. Supaya dia ada tenaga," batin Aurelia.
Ternyata Aurelia kepikiran masalah Anna. Mungkin apa yang di lihatnya kemarin membuatnya khawatir kepada adiknya. Sampai rela untuk membelikan Anna vitamin.
" Ini mbak," sahut kasir yang sudah menemukan vitamin yang minta Aurelia.
" Iya terima kasih," sahut Aurelia meraihnya yang sudah di masukkan ke kantung plastik dan langsung melakukan pembayaran.
" Terima kasih ya," ucap Aurelia yang yang langsung pergi.
" Aurelia!" panggil tiba-tiba seseorang yang membuat Aurelia menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
" Dokter Reval," sahut Aurelia yang mana Dokter tersebut langsung menghadiri Aurelia.
" Kamu ngapain di sini?" tanya Reval.
" Oh, begitu rupanya. Kamu sendirian?" tanya Reval.
" Hmmm, iya sendirian," jawab Aurelia.
" Di kirain sama Athar," sahut Reval.
" Biasalah Athar sibuk bekerja," sahut Aurelia.
" Iya kamu benar. Tapi kayaknya belakangan ini, dia tidak terlalu sibuk. Buktinya kemarin masih sempat nganterin temannya Kerumah sakit. Aku juga kaget sampai dia repot-repot seperti itu," sahut Reval membuat Aurelia kebingungan.
" Temannya, siapa?" tanya Aurelia penasaran.
" Hmmmm, siapa ya namanya semalam, oh iya Anna," jawab Reval. Aurelia langsung kaget begitu nama Anna di sebutkan.
" Malahan pagi-pagi sekali, dia juga sangat khawatir pada temannya, hanya karena katanya tidak sengaja waktu menggendong temannya saat membawanya pulang, tidak sengaja kepalanya terbentur, sampai Athar harus repot-repot memeriksanya yang padahal tidak ada apa-apa," ucap Reval yang membuat Aurelia melotot mendengarnya. Bahkan sepanjang Reval bicara Aurelia meremas kantung yang di pegangnya.
" Athar punya waktu Kerumah Anna," batik Aurelia yang merasa dadanya sangat sesak.
__ADS_1
" Ya, Athar memang aneh-aneh saja," sahut Reval geleng-geleng. Namun Aurelia sudah mengatur napasnya saking terkejutnya.
" Oh, ya sudah Aurelia, aku pergi dulu, kita malah mengobrol di sini," sahut Reval.
" Iya," sahut Aurelia yang mencoba untuk tenang.
" Ya sudah, salam ya buat Athar," ucap Reval menepuk bahu Aurelia. Aurelia hanya mengangguk mengeluarkan senyum tipis.
" Bicara denganku saja banyak alasan. Mengantar Anna pulang, datang kerumahnya, bahkan membawanya kerumah sakit, tidak punya alasan. Kamu benar-benar Athar dan kamu Anna. Kamu benar-benar sangat kelewatan," geram Aurelia yang mulai kepanasan.
Aurelia yang marah menuju mobilnya. Saat membuka pintu mobil. Aurelia melihat apa yang di pegangnya vitamin yang baru di belinya dengan penuh kemarahan. Aurelia langsung membuangnya ke tong sampah. Dia tidak jadi memberikan itu pada Anna. Karena sudah terlanjur kesal dengan Anna dan Athar.
**********
Hari yang terang kembali lagi gelap. Hari memang sangat cepat berlalu. Ternyata mobil Athar berada di depan perumahan susun. Tidak tau apa yang membuat Athar harus membelokkan mobilnya sehingga berada di sana.
Athar berdiri di samping mobilnya dengan tubuhnya yang bersandar di dingding mobil. Dengan ke-2 tangannya yang berada di dalam saku celanya.
Tidak tau sudah berapa lama dia sudah ada di sana yang berdiri tegak dengan kepalanya yang menegak ke atas di mana matanya fokus pada salah satu rumah susun yang ada di sana yang tak lain adalah rumah Anna yang lampunya menyala.
Ternyata Anna memang seistimewa itu yang langsung di cek oleh bosnya. Tadi Athar melarang Lisa eh dia sendiri tidak tahan dan langsung mengecek sendiri ketempat tinggal Anna.
" Apa yang kau pikirkan Athar, kau jangan gila Athar, ini tidak mungkin apa yang terjadi padamu, kenapa kau harus memikirkannya," batin Athar yang berusaha sadar dengan apa yang di lakuaknnnya.
" Kau benar-benar gila Athar," ucapnya dengan menggoyangkan kepalanya.
" Kenapa juga aku harus datang kemari, sebaiknya aku pergi. Aku pasti sudah tidak waras," ucap Athar baru menyadari apa yang di lakukannya salah.
Athar membalikkan tubuhnya yang ingin membuka pintu mobil yang ingin langsung pergi karena sudah menyadarkan dirinya. Namun mata Athar langsung kebawah saat melihat sesuatu benda yang berada di tanah.
Athar mengkerutkan dahinya dan berjongkok mengambil benda itu. Athar seperti mengenal beda yang tidak asing baginya itu.
" Bukannya ini," batin Athar mengingat mainan hp tersebut.
Athar terbayang dengan hanphonnya yang di suruh Maharani di belikan dan handphone itu terdapat mainan dan juga handphone itu milik Anna. Yang berarti di simpulkan benda itu adalah punya Anna.
Bersambung
__ADS_1