Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 379.


__ADS_3

Acara pernikahan itu sampai pada malam hari yang sekarang hanya tinggal pestanya saja. Di mana Anna selalu tampil dengan cantik yang sekarang sudah berganti pakaian dengan menggunakan gaun berwarna peach yang terlihat anggun yang sekarang berdansa dengan suaminya Athar yang mencuri perhatian orang-orang yang begitu mesra di lantai dansa.


Hanya mereka saja yang berdansa mengikuti irama dan lampu yang menyoroti pergerakan ke-2nya. Sebagai orang tua Maya jelas sangat bahagia dengan Anna yang sudah menikah. Sejak tadi Maya dan Anjani terus bergandengan yang tidak henti-hentinya mengeluarkan senyum tulus kepada anak dan menantu mereka.


Mereka bersahabat dan saling membantu dan sekarang anak mereka sama-sama bahagia yang memutuskan untuk menikah setelah banyak melewati perjuangan yang tidak mudah. Bagaimana mungkin Maya dan Anjani tidak terharu dengan hal itu.


"Aku sangat bahagia Maya," ucap Anjani.


"Aku juga Anjani sangat bahagia dengan Athar yang akhirnya menepati janjinya dan menikah dengan Anna," sahut Maya.


"Kita bukan hanya menjadi teman. Tetapi sekarang kita sudah menjadi besan," ucap Anjani.


"Dan semoga saja kita selalu di beri kesehatan. Agar terus bisa melihat kebahagian anak-anak kita," ucap Maya.


"Itu pasti, kita akan sangat bahagia dengan mendampingi mereka terus menerus," ucap Anjani dengan tersenyum yang sama-sama tersenyum pada sahabatnya itu.


Lain di sisi lain Derry juga dan Aurelia sangat bahagia melihat adiknya yang ikut bahagia dengan Aurelia yang menggandeng lengan Derry.


"Kalau kita menikah nanti. Kamu mau di Luar Negri atau di dalam Negri?" tanya Derry.


"Di mana aja yang penting nikahnya sama kamu," sahut Aurelia.


"Oh, iya, lalu kapan kita nikahnya." tanya Derry.


"Besok juga jadi," sahut Aurelia yang pasti jawabannya bercandaan.


"Kalau tiba-tiba kita minta nikah besok yang adanya semua benar-benar akan bawa kamu kerumah sakit," ucap Derry.


"Kok gitu?" tanya Anna heran.


"Ya karena mereka akan menyangkal kalau kamu itu hamil," ucap Derry.


"Tidak apa-apa. Asal hamil anak kamu," sahut Aurelia tersenyum.


"Kamu benar-benar ya," geram Derry.


"Apa aku harus hamil dulu baru nikahi cepat-cepat, atau setelah dari sini. Kita langsung cek in saja," goda Aurelia langsung mendapat jitakan dari Aurelia.


"Kamu ini yah benar-benar. Bicara ngaur aja," ucap Derry.


"Orang kamu yang mancing kok," sahut Aurelia yang tersenyum yang berhasil membuat Derry salah tingkah. Pacarnya itu agak malu-malu kalau membahas masalah itu dan Aurelia paling senang kalau membuat Derry seperti itu.


Mata Aurelia tiba-tiba melihat ke arah Chandra yang duduk yang terlihat batuk-batuk yang agak jauh dari suasana tempat keramaian.


"Aku ketempat papa sebentar ya," ucap Aurelia.


"Iya," sahut Derry.


Aurelia pun langsung menghampiri sang papa, "papa tidak apa-apa?" tanya Aurelia yang melihat Chandra kurang sehat.

__ADS_1


"Tidak Aurelia hanya batuk-batuk saja. Tenggorokan papa kering," jawab Chandra yang selalu merasa tidak apa-apa.


"Kalau begitu ayo masuk pah. Papa sebaiknya istirahat saja," ucap Aurelia yang khawatir dengan sang papa.


"Tidak usah Aurelia. Papa di sini saja. Pesta Anna belum selesai. Nanti Anna mencari papa," sahut Chandra yang ingin berada di pesta putrinya sampai selesai.


"Tapi pah, kondisi papa sedang tidak baik. Jadi sebaiknya papa istirahat saja, cuacanya sangat dingin. Jangan keras kepala pah," ucap Aurelia yang membujuk sang papa.


"Siapa yang keras kepala Aurelia. Papa tetap ingin di sini. Sampai pestanya selesai bentar lagi bukannya akan selesai," ucap Chandra.


"Papa kali ini harus dengarkan Aurelia. Ayo lah kita masuk kedalam. Anna pasti tidak apa-apa. Dia juga tau papa kurang sehat. Jadi Anna akan memakluminya. Jadi ayo pah kita istirahat," ucap Aurelia dengan penuh penegasan dan penekanan kepada sang papa.


"Tapi Aurelia," sahut Chandra yang masih keras kepala.


"Dengarkan Aurelia!" tegas Aurelia. Chandra menghela napasnya panjang yang akhirnya mengangguk. Dia juga tidak mau membuat Aurelia jadi khawatir kepadanya dan akhirnya Aurelia pun membawa Chandra untuk meninggalkan tempat tersebut yang akan membawanya untuk beristirahat mengingat kondisi sang papa memang tidak baik-baik saja.


Di sisi lain Olive yang terlihat sedang mengambil minuman dan yang kebetulan Mike juga mengambil minuman yang sama dengannya yang membuat tangan mereka saling bertemu.


"Kak Mike," sahut Olive yang saling melihat dengan Mike dengan tangan yang saling bersentuhan.


"Ambillah," ucap Mike mempersilahkan pada Olive dan menggeser tangannya dari Olive dan Olive mengambil minuman itu.


"Ini kalau kak Mike mau. Untuk kak Mike saja," sahut Olive.


"Kamu saja. Kamu yang duluan. Lagian minumnya juga masih banyak di sini," ucap Mike.


"Baiklah kalau begitu," sahut Olive yang langsung meneguk minuman itu.


"Ya mungkin 3 hari lagi. Tetapi kalau Anna dan kak Athar belum tau. Mungkin mereka masih ingin lanjut berbulan madu," jawab Olive dengan santai, "Hmmmm, kenapa bertanya seperti itu?" tanya Olive.


"Tidak ada hanya bertanya saja. Apa tidak boleh," ucap Mike.


"Boleh sih. Olive hanya heran saja. Atau jangan-jangan kak Mike ini tidak bisa lagi di tinggalkan," seloroh Olive.


"Maksud kamu?" tanya Mike.


"Siapa tau aja kak Mike sangat berat hati melihat kepergian kami dan sampai sesedih itu," ucap Olive dengan senyum-senyum yang membuat Mike mengendus dengan mengeluarkan senyumannya.


"Olive benar ya?" tanya Olive.


"Benar sih. Tapi bukan melihat semuanya pergi. Tapi hanya kamu. Ya aku a


merasa akan kehilangan kalau kamu kembali ke Jakarta," ucap Mike yang membuat Olive terkejut dengan kata- spontan Mike yang membuatnya langsung terdiam.


"Kak Mike ada-ada saja," sahut Olive dengan tersenyum salah tingkah dengan kata-kata Mike.


"Memang apa yang aku katakan salah?" tanya Mike yang rada-rada ingin pedekate dengan asik sahabatnya itu sampai Olive tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya tersenyum kaku saja yang pasti perasaannya tiba-tiba jadi aneh. Ada getaran-getaran yang lain. Mike benar-benar ya sudah membuat Olive jadi baper.


************

__ADS_1


Setelah Aurelia mengantar sang papa Aurelia kembali ke tempat pesta.


"Aurelia?" panggil Maya.


"Iya mah," sahut Aurelia.


"Kamu dari mana?" tanya Maya.


"Oh tadi habis ngantar papa ke kamar. Papa layaknya tidak enak badan," jawab Aurelia.


"Lalu bagaimana keadaannya. Sudah baik-baik saja?" tanya Maya yang pasti khawatir.


"Iya mah papa sudah baik-baik saja kok, papa sudah istirahat," jawab Aurelia.


"Apa tidak perlu di panggil Dokter Aurelia?" tanya Anjani.


"Tidak Tante, papa sangat keras kepala. Aurelia sudah menyarankan. Tetapi dengan papa sudah istirahat itu sudah jauh lebih baik," jawab Aurelia.


"Ya sudahlah kalau begitu," sahut Anjani.


"Ya sudah mah Aurelia ke sana dulu ya," ucap Aurelia pamit.


"Iya," sahut Maya dan Aurelia pergi yang kembali menghampiri Derry.


"Kamu dari mana?" tanya Derry.


"Habis ngantar papa ke kamar," jawab Aurelia.


"Memang Om Chandra kenapa?" tanya Derry ikut cemas.


"Biasalah kesehatan papa menurun," jawab Aurelia.


"Kamu sudah panggil Dokter?" tanya Derry yang ikut khawatir.


"Kamu tau sendiri kan Derry bagaimana papa. Mana mau papa di periksa Dokter," sahut Aurelia yang pasrah dengan papanya yang sangat susah sekali berobat.


"Pulang dari New York. Kamu harus lebih memperhatikan Om Chandra termasuk kesehatannya dan kamu harus memaksa Om Chandra untuk berobat," tegas Derry.


"Iya kamu benar aku akan melakukan itu. Apa lagi Anna sudah menikah. Jadi aku harus tumpahkan semua perhatian ku pada papa," ucap Aurelia.


"Iya," sahut Derry yang mengusap-usap lembut pucuk kepala Aurelia.


Prok-prok-prok.


Tepuk tangan yang meriah tiba-tiba terdengar yang ternyata Anna dan Athar sudah selesai berdansa dan mereka berdua saling melihat dengan sama-sama tersenyum.


"I love you," ucap Athar.


"I love you too," sahut Anna. Athar mendekatkan wajahnya pada Anna dan langsung berciuman dengan Anna yang mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah lagi. Derry dan Aurelia tersenyum melihatnya. Tidak hanya mereka yang pasti yang lainnya juga sangat bahagia melihat keromantisan itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2