
Anna sudah berada di depan ruangan Athar dan Anna langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan bersamaan dengan Athar yang kelihatan ingin keluar sehingga mereka ber-2 saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat dengan diam dan mata yang saling bertemu.
" Siapa yang menyuruhmu masuk tanpa mengetuk pintu!" ucap Athar dengan suara dinginnya yang matanya sudah beralih tidak ingin melihat Anna sama sekali.
" Aku ingin bicara sebentar padamu!" sahut Anna memegang lengan Athar dan Athar langsung menepis tangan Anna dari lengannya.
" Jaga sikapmu. Aku ini atasanmu. Jadi jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu," ucap Athar dengan matanya yang merah, rahang kokoh yang mengeras ingin menerkam Anna.
Namun Anna harus membiasakan hatinya untuk sakit dengan kata-kata Athar yang ditunjukkan Athar jika dia memang begitu kecewa.
" Aku minta maaf, sudah lancang masuk ke ruanganmu dan tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Aku juga minta maaf melewati batasku yang tidak membuat jarak antara karyawan dan bos. Tetapi aku tidak bermaksud sama sekali untuk melakukan semua itu. Aku hanya ingin bicara baik-baik dengan mu," ucap Anna yang berbicara lembut dengan suara yang menahan tangis.
" Aku sudah mengatakan. Tidak ada yang perlu di bicarakan. Kau sudah menjadi pemenangnya. Jadi nikmatilah keberhasilan mu, tertawalah yang sudah mempermainkan hati seseorang. Nikmatilah segalanya dengan tertawa sepuasmu," ucap Athar yang memang terlihat begitu kecewa pada wanita di hadapannya itu.
" Athar!" lirih Anna yang akhirnya meneteskan air mata.
" Hentikan air mata buaya mu itu. Kau sangat pintar bersandiwara. Aku sangat jijik kepadamu Anna. Aku tidak percaya kepolosanmu membuatku benar-benar luluh," ucap Athar dengan suara yang sebenarnya tidak ingin mengatakan kata jijik itu.
Anna hanya diam yang menerima hinaan apapun dari Athar.
" Pergi dari sini! Sebelum orang-orang di kantor ini melihat aku mengusirmu paksa!" usir Athar.
Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan, " Aku menemukan ini di ruanganku," ucap Anna yang menunjukkan kalung itu yang di pegangnya.
Melihat kalung itu membuat Athar melihat benda yang sengaja di belinya dan betapa gembiranya dia saat ingin memberikan benda itu kepada wanita di hadapannya. Namun semuanya sia-sia.
Amarahnya yang tampaknya memuncak membuat Athar langsung menarik kalung itu dengan kasar dan langsung melemparnya dengan kuat kesembarang tempat yang membuat Anna kaget dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Kau ingin menertawakanku!" ucap Athar dengan matanya yang tajam melihat Anna.
__ADS_1
" Sekarang kau bisa lebih mengejekku. Karena kau sudah tau. Betapa bodohnya diriku yang masuk perangkap mu. Akan aku anggap ini kebodohan yang pernah terjadi dalam hidupku dan aku pastikan hal itu tidak akan terulang lagi. Sekarang keluar dari ruanganku! melihatmu semakin membuatku menjadi pria yang tidak ada artinya," ucap Athar.
" Lupakan benda itu. Aku sudah membuangnya dan itu memang tidak pantas untukmu," lanjut Athar.
" Athar!" lirih Anna.
" Aku bilang keluar!" sentak Athar dengan suaranya yang mengelegar. Anna hanya diam yang tampak tidak ingin pergi
" Keluarlah Anna! dia sudah menyuruhmu pergi!" tiba-tiba muncul suara yang tidak asing dan siapa lagi kalau bukan suara Aurelia yang datang tepat waktu.
Aurelia langsung melangkah mendekati Athar dan berdiri di samping Athar. Menyunggingkan senyumnya pada Anna. Ada kebahagian untuk Aurelia yang melihat Anna meneteskan air mata.
" Aku rasa kau tau malu Anna dengan siapa kamu di dalam Perusahaan ini. Bukan begini kelakuan para karyawan kepada bosnya," ucap Aurelia.
Anna seakan menutup kuping dengan kata-kata Aurelia dan melihat ke arah Athar yang tidak melihatnya sama sekali.
" Jadi pergilah! atau aku harus memanggil scurity untuk mengusir mu dari tempat ini," ucap Aurelia memberikan ancaman pada Anna.
" Jangan banyak bicara di sini Anna. Kamu keluar sekarang! Kamu ingin melihat Athar semakin marah hah!" sahut Aurelia yang tidak mau Anna bicara banyak dan hati Athar bisa luluh lagi.
" Sudah sana buruan!" Aurelia yang melihat Anna masih berdiam dan masih ingin bicara banyak langsung dengan paksa di dorong oleh Aurelia keluar dari ruangan itu. Dan Athar hanya berdiri tanpa menghentikan atau menegur Aurelia.
" Pergilah!" dorong Aurelia sampai Anna sudah di luar dan Aurelia langsung menutup pintu dengan hembusan napasnya yang panjang.
" Ngapain kamu kemari?" tanya Athar dingin saat Aurelia sudah menghadapnya.
" Aku ingin kita makan bersama dan memperbaiki hubungan kita. Agar kita bisa bicara dari hati ke hati," ucap Aurelia.
" Aku sibuk. Keluar dari ruanganku!" sahut Athar yang juga mengusir Aurelia.
__ADS_1
" Athar!" ucap Aurelia.
" Aku bilang pergi! Sebelum aku juga akan mengusirmu," ucap Athar. Aurelia menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
" Baiklah aku akan pergi, kamu tenangkan diri kamu dan mari bicara setelah kamu sudah tenang," ucap Aurelia. Athar tidak menanggapi dan Aurelia pun lebih baik memilih untuk pergi.
*************
Setelah pulang dari pekerjaan Anna langsung pulang kerumahnya. Seharian tidak ada yang di dapatkannya. Athar bahkan tidak peduli kepadanya dan benar-benar sangat marah kepadanya.
Anna memasuki rumah dengan begitu lemas. Anjali yang ada di ruang tamu langsung berdiri menghampiri Anna.
" Anna kamu sudah pulang!" ucap Anjan. Anna hanya menganggukkan kepalanya.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Anjani.
" Tidak Bu Anna hanya capek saja. Ya sudah Anna mau kekamar duku mau langsung istirahat," ucap Anna yang langsung pergi.
" Ya Allah pasti masalahnya belum selesai dengan Athar. Apa yang harus kau lakukan agar kesalahpahaman antara Anna dan juga Athar berakhir. Aku tidak tega melihat Anna seperti itu. Kasihan dia," batin Anjani yang jadi kepikiran dengan Anna.
*********
Athar juga sampai di rumahnya dan langsung memasuki kamarnya. Athar membuka jasnya dasinya dan juga membuka kancing lengan bajunya.
Tiba-tiba mata Athar melihat ke arah nakas yang mana ada mainan handphone di sana. Apa lagi kalau bukan punya Anna yang pernah di temukannya di perumahan Anna saat ingin mencari Anna.
Menemukan benda itu membuat Athar harus mengingat Anna. Seakan ingin melupakan Anna di dalam bayang-bayang hidupnya. Athar langsung mengambil benda itu dan langsung membuangnya ketempat sampah.
Marahnya sungguh berlebihan membuat apapun yang berbunyi dengan Anna membuatnya tidak suka dan semakin membenci Anna.
__ADS_1
Bersambung