Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 72 membawanya pergi.


__ADS_3

Mendengar nama Anna membuat orang-orang di meja makan itu tersentak kaget dan saling melihat. Chandra memejamkan matanya yang tidak percaya Athar mengetahui hal itu.


" Maksud kamu Anna," sahut Maharani yang kesulitan bicara.


" Iya Anna, anak Pak Chandra, dia ada di dalam gudang," sahut Athar menegaskan. Maharani langsung melihat ke arah Amelia dan Amelia seperti tidak punya muka.


" Anna, jadi Anna di sekap selama ini. Pantesan dia tidak tidak mengangkat telpon ku selama 3 hari ini," sahut Olive yang tidak kalah paniknya dan pasti begitu schok.


" Jadi wanita itu sedang berada di rumah ini dan sedang di kurung," batin Gibran tampak paling senang dengan berita itu.


" Ada apa pak Chandra, kenapa Anna bisa di sekap?" tanya Ari Purnama yang juga heran.


" Apa jangan-jangan Anna tidak ada di kantor, karena berada di rumah ini," sahut Derry menebak-nebak.


" Maaf untuk semuanya, ini urusan keluarga saya dan mungkin cara saya mendidik anak seperti itu. Tolong mohon di maklumi dan dia tidak apa-apa hanya istirahat di sana. Saya hanya ingin menghukumnya. Hukuman itu hal yang sangat wajar," sahut Chandra yang berusaha untuk membuat orang-orang di sana tidak panik atau berpikiran yang tidak-tidak kepadanya.


Dia juga berusaha untuk tenang, padahal dia juga panik dengan namanya yang rusak.


" Kalau begitu lepaskan dia, dia tidak bisa di sana," sahut Athar dengan menekan suaranya yang terlihat begitu khawatir pada Anna.


" Tidak mungkin aku mengeluarkan Anna dari sana, mereka bisa melihat kondisi Anna dan akan berpikiran buruk kepadaku," batin Chandra panik.


" Benar pak Chandra jangan buat dia sana," sahut Maharani setuju.


" Nanti saya akan memindahkannya mari kita lanjut makan, jangan khawatir dia tidak apa-apa sama sekali," sahut Chandra dengan santai yang mencoba untuk mengalihkan.


" Tidak bisa nanti om. Harus sekarang," sahut Athar.


" Maaf nak Athar, tolong ini urusan keluarga saya. Jadi jangan memaksa saya," sahut Chandra.


" Saya tidak memaksa. Tapi kondisi Anna tidak mungkin tetap di sana. Jadi tolong berikan kuncinya, dia harus di lepaskan," sahut Athar dengan wajahnya yang serius.


" Athar jangan berlebihan, makan aja kenapa. Namanya wanita nakal dan suka bikin onar. Jadi biarkan aja dia di sana," sahut Gibran.

__ADS_1


" Apaan sih kak Gibran, enaknya saja bilang kayak gitu," sahut Olive yang pasang badan untuk temannya.


" Maaf Pak Chandra. Tapi apa salahnya Anna di keluarkan dari tempat itu. Itu sangat tidak baik," sahut Maharani.


" Saya akan mengeluarkannya. Kalian makanlah," sahut Athar.


" Om, sekarang juga," sahut Athar terlihat mendesak.


" Athar," sahut Chandra.


" Jika tidak, maaf jika saya lancang akan menelpon polisi untuk mengeluarkannya dari sana. Karena menurut saya ini sangat berlebihan. Ini sudah tindakan kekerasan," sahut Athar dengan merendahkan suaranya dan memberikan ancaman kepada Chandra.


Orang-orang di sana kaget mendengar Athar yang membawa-bawa nama polisi.


" Athar apa harus," sahut Aurelia.


" Aku akan melakukannya," sahut Athar yang tidak akan main-main. Dia sudah menahan diri sedari tadi yang hanya membuang-buang waktu untuk Anna yang ada di sana yang Athar tau kondisinya entah seperti apa.


" Baiklah, jika itu yang kalian mau," sahut Chandra yang tidak punya pilihan. Chandra langsung pergi dan di ikuti semua orang dengan wajah yang begitu panik.


" Drama apa lagi ini," desis Gibran yang mau tidak mau mengikuti orang-orang itu untuk melihat drama apa yang terjadi.


Chandra memang tidak punya pilihan dari pada masalah semakin panjang. Jadi harus pergi membuka gudang untuk mengeluarkan Anna.


************


Mereka semua sudah berada di depan gudang yang tidak sabaran melihat apa yang terjadi di dalam dan Chandra mau tidak mau memang membuka gudang itu dengan kunci yang di pegangnya.


Setelah Chandra selesai membukanya. Athar langsung menekan kenopi pintu dan langsung masuk yang mendahului Chandra dan membuat yang lainnya mengikut masuk.


Betapa terkejutnya Athar dan yang lainnya melihat apa yang terjadi. Di mana Anna yang terduduk dalam kondisi terikat. Tangannya di ikat ke belakang dengan kaki yang juga di ikat, Anna terlihat berantakan dan yang begitu lemas dengan hidungnya yang keluar darah.


Tempat itu sangat bau dengan bekas makanan 3 hari yang lalu yang tidak di bersihkan dan bahkan sampai ada belatung yang sampai kebaju Anna.

__ADS_1


Hal itu sungguh tragis membuat Maharani benar-benar schok dan Olive sampai menutup mulutnya dengan matanya berkaca-kaca. Aurelia dan Amelia juga kaget. Walau tau Anna di kurung. Tetapi mereka juga tidak tau kondisi Anna separah itu.


" Anna!" lirih Athar yang mendekati Anna.


Yang juga di susul dengan Olive, Derry yang mana mereka dengan cepat membantu Anna membuka ikatan itu.


Jangan tanya pergelangan tangan Anna sudah terluka parah begitu juga dengan kakinya yang memerah karena bekas ikatan. Mata Anna yang terpejam terbuka perlahan dan melihat Rabun jika Athar ada di depannya. Dia tidak tau itu asli atau hanya khayalan saja. Tetapi jelas dia melihat Athar ada di sana.


" Anna kamu tidak apa-apa?" tanya Athar memegang pipi Anna dengan hidung Anna yang terus keluar darah.


Athar juga membersihkan pakaian Anna dengan mengibas-ngibaskannnya ulat-ulat halus di pakaian Anna dan langsung menggendong Anna ala bridal style dengan wajah Anna yang langsung menghadap dada Athar yang matanya kembali terpejam.


Anna yang di dalam gendongan Athar seakan takut sampai satu tangan Anna memegang kuat baju bagian kancing depan Athar. Anna melakukan itu di dalam alam bawah sadarnya seolah meminta pertolongan.


" Mau di bawa kemana?" tanya Chandra.


Athar tidak menjawab lagi. Hanya tatapan tajam yang di keluarkannya dan langsung pergi membawa Anna.


" Ini sungguh keterlaluan," ucap Olive dengan kesal yang menyusul Athar dan yang lainnya juga menyusulnya.


" Kami permisi," sahut Amelia tampak ikut marah dan langsung pergi.


Ari Purnama juga pergi begitu saja dan juga Yang mungkin juga tidak percaya jika seorang Chandra sanggup melakukan hal seperti itu. Derry juga menyusul dengan geleng-geleng yang menunjukkan rasa kecewanya.


" Hanya seperti itu ternyata," batin Gibran yang mau tidak mau harus menyusul keluarganya.


Aurelia hanya melihat ke pergian Athar yang menggendong Anna.


" Kenapa kamu begitu khawatir Athar kepadanya. Kenapa?" batin Aurelia dengan wajahnya sendu menatap kepergian kekasihnya itu.


Athar langsung membawa Anna pergi dari gudang itu. Bukan hanya itu, dia langsung membawa Anna keluar dari rumah itu yang di susul oleh Maharani, Ari Purnama, olive dan yang lain ikut menyusul.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2