
Athar begitu terpukul dengan semua kejadian yang di alaminya. Kenyataan yang selama ini tidak di ketahuinya. Tidak tau di mana ibunya yang ternyata ada bersamanya belakangan ini.
" Athar apa kau baik-baik saja?" tanya Anna dengan pelan. Athar mengangkat kepalanya dan melihat Anna.
Anna melihat wajah itu tampak memerah. Sangat hancur yang seperti menahan kekecewaan.
" Aku tidak tau Athar apa yang aku lakukan membuatmu terkejut. Aku hanya tidak sengaja menemukannya dan aku rasa kamu harus tau. Karena apa yang aku pikirkan itu yang juga kamu pikirkan. Maaf jika kenyataan ini membuatmu terluka," ucap Anna dengan suaranya seraknya yang menahan tangis dengan matanya berkaca-kaca merasa bersalah pada Athar. Karena dirinya yang memberitahu rahasia itu yang terakhirnya Athar menjadi terluka.
" Lalu di mana Bu Anjani?" tanya Athar dengan suara seraknya.
" Bu Anjani ada di Bangkok. Aku rencananya akan menyusulnya," jawab Anna.
Athar mengusap kasar wajahnya dengan ke-2 tangannya dan langsung membereskan semua yang berserakan memasukkan kembali kedalam map dengan terburu-buru. Lalu Athar berdiri dan buru-buru keluar dari kamar itu.
" Athar tunggu?" Anna pun langsung mengejar Athar.
" Mau kemana dia?" batin Anna panik.
" Athar!" Anna memanggil lagi dan mengejar Athar. Sampai akhirnya bisa menahan Athar yang sudah ada di luar.
" Athar kamu mau kemana?" tanya Anna dengan suara sesaknya yang khawatir pada Athar
" Aku ingin menemui papa. Aku harus tanya semua ini. Aku harus tau kejelasannya dari papa," jawab Athar yang terlihat panik dan wajahnya penuh khawatir.
Athar melepaskan tangannya dari Anna yang kembali melanjutkan langkahnya. Namun Anna mengejarnya dan menahannya lagi membuat Athar menoleh ke arah Anna.
" Aku ikut!" ucap Anna.
__ADS_1
" Aku akan kembali kemari tunggu aku disini!" ucap Athar yang tidak mau melibatkan Anna dalam masalahnya.
" Aku tetap mau ikut. Dan aku tidak bisa menjamin apa-apa setelah kamu tidak membawaku ikut bersamamu yang mungkin aku juga akan pergi dari sini," ucap Anna dengan tegas.
Mendengarnya Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu menggenggam tangan Anna.
" Baiklah jika ingin ikut bersamaku," sahut Athar yang setuju. Anna menganggukkan kepalanya dan Athar langsung membawanya ikut bersamanya.
Ya Anna memang ingin mendampingi Athar yang sedang butuh seseorang di sampingnya. Kenyataan itu membuat Athar hancur dan Anna sangat khawatir pada Athar dan ingin di sisi Athar, menemani Athar menyelesaikan masalahnya. Dan Athar yang tidak mau kehilangan Anna pun membawanya. Karena mungkin ketika dia kembali ke desa itu Anna sudah pergi. Athar tidak mau mengambil resiko tersebut.
***********
Athar benar-benar kembali ke Jakarta saat itu juga. Anna juga ikut. Di mana Anna duduk di samping Athar. Athar yang menyetir dengan kecepatan tinggi
Anna yang duduk di sebelah Athar beberapa kali menoleh ke arah Athar. Anna tampak cemas dengan Athar yang terlihat kurang fokus dalam menyetir.
" Ya Allah kasihan sekali Athar, dia pasti begitu terpukul. Apa aku terlalu cepat memberitahunya semua ini," batin Anna yang begitu khawatir dengan Athar.
Anna pun meraih tangan Athar yang berada di setir mobil menggenggamnya dengan erat seakan memberikan kekuatan untuk Athar agar tenang.
Athar menoleh kearah wanita yang memegang tangan dinginnya. Anna menganggukkan kepalanya dengan isyarat yang mungkin Athar mengerti. Karena dari anggukan Anna. Athar menarik napasnya panjang dan membuang perlahan kedepan dengan melambatkan kecepatan mobilnya.
Dia memang harus tenang. Jangan terburu-buru. Agar keselamatannya juga terjaga dan Anna yang di sampingnya juga tidak apa-apa. Anna mungkin mengerti perasaan Athar. Karena dia sama dengan Athar hidup tanpa orang tua kandung. Lebih tepatnya tanpa seorang ibu.
Tetapi Anna jauh lebih beruntung karena masa kecilnya bersama ibu kandungnya dan mengenal sosok ibu kandungnya sementara Athar berbanding terbalik yang tidak tau siapa ibu kandungnya dan Athar hanya sering di katai anak haram saat dulu waktu kecil.
Terutama saudaranya sendiri Gibran yang selalu membuat mentalnya rusak saat kecil dengan hinaan Gibran dan bahkan sampai detik ini sering juga Gibran mengatakan hal itu.
__ADS_1
Tidak lama akhirnya mobil itu sampai juga di kediaman Athar. Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh dan untungnya mereka selamat sampai tujuan.
Begitu mobil itu memasuki pekarangan rumah. Athar buru-buru keluar dari mobilnya dengan membawa berkas-berkas itu dan langsung memasuki rumah tanpa menunggu Anna turun.
" Athar!" Panggil Anna yang melihat kepergian Pria yang emosinya tidak stabil itu yang ingin segera mendengar penjelasan papanya.
" Ya Allah semoga saja Athar baik-baik saja. Semoga dia kuat dengan semua ini dan semoga tidak ada rahasia lagi di antara ke-2nya," batin Anna hanya bisa berdoa untuk Pria yang pasti di cintainya itu.
Anna bingung harus ikut ke dalam atau tidak. Karena dia tidak mau mencampuri urusan Athar dan keluarganya. Namun di sisi lain dia ingin sekali ada di sisi Athar untuk memberikan kekuatan pada pria itu. Agar pria itu tidak sedih. Ya Anna serba salah dan nyatanya sekarang dia masih berada di dalam mobil.
Athar pun memasuki rumah dengan langkahnya yang begitu cepat dan sampai bertabrakan dengan Olive yang berjalan
" Astaga kak Athar!" ucap Olive dengan suara manjanya saat barang-barang yang di tangannya berjatuhan karena perbuatan kakaknya itu.
" Di mana papa?" tanya Athar.
Olive berjongkok memungut barang-barang yang berjatuhan itu, " bukannya minta maaf malah bertanya, menyebalkan," ucap Olive dengan kesal yang tidak menjawab pertanyaan Athar.
Tidak mendapatkan jawaban dari adiknya itu. Athar memilih pergi dengan buru-buru untuk mencari papanya.
" Isss, aneh sekali, kenapa dia buru-buru sekali, sudah salah bukannya minta maaf atau bantuin, malah pergi begitu saja. Memang dasar tidak bertanggung jawab," umpat Olive dengan wajah kesalnya.
" Bukannya kak Athar lagi ketempat Anna ya. Kok di sini aja. Apa dia tidak ketemu Anna. Bukannya kak Athar bilang tidak akan pulang jika tidak bersama Anna. Apa terjadi sesuatu? Apa Anna tidak memberi kak Athar kesempatan?" Olive bertanya-tanya dengan menduga-duga dengan kepulangan kakaknya yang tiba-tiba.
" Aissss, berarti rencanaku gagal lagi dong. Kak Athar dan Anna tidak bersatu juga. Issss kenapa sih 2 manusia itu benar-benar sudah banget buat di satuin, ini nih kalau si kaku si kutub es bersatu dengan wanita superaktif mencair yang ke-2 nya memiliki sifat bertolak belakang. Ya benar-benar sangat menyebalkan, mereka berdua tidak bisa bersatu semudah itu," Olive bergerutu sendiri dengan kekesalan dirinya yang lagi-lagi gagal mempersatukan temannya dan kakaknya. Ya itu hanya dugaannya saja.
Bersambung
__ADS_1