Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 246


__ADS_3

Selama Anna menjelaskan Athar begitu lemas yang ingin muntah. Bagaimana tidak. Tidak tau makanan itu sudah seperti apa dan bukan bicara masalah higenis lagi. Tetapi memang melebih kuman di seluruh makanan itu.


" Sudahlah jangan banyak bertanya. Ayo buruan makan!" ucap Anna yang langsung menyendokkan pada Athar membuat Atha kaget.


" Anna kita makan di luar saja," sahut Athar menggeser sendok itu pelan.


" Kenapa? Aku sudah bersusah payah membuatnya kenapa makan diluar?" tanya Anna heran.


" Hmmm, begini, aku ingin makan sesuatu. Jadi kita makan diluar saja," sahut Athar berusaha memberi alasan agar Anna tidak tersinggung.


Namun Anna terlihat kecewa pada Athar,


" Pasti kamu takut ya makanannya tidak bersih," ucap Anna dengan wajahnya yang lesu dan bahkan menunduk. Membuat Athar jadi panik.


" Bukan seperti itu," sahut Athar.


" Seharusnya kamu mencobanya, biar aku tau rasanya enak atau tidak dan aku bisa belajar lagi," ucap Anna dengan lesu.


Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Tidak ingin Anna sedih Athar langsung membuka mulutnya untuk menerima suapan itu. Anna tersenyum dan menyendokkannya.


" Bagaimana enak?" tanya Anna. Athar menggelengkan kepalanya. Ya Athar tidak bisa menggambarkan rasa makanan itu.


Anna terlihat sedih mendengarnya dan Athar memegang tangan Anna membawa Anna duduk di pangkuannya dengan wajah Anna masih menunduk. Athar mengangkat dagu Anna. Agar wajah mereka sejajar.


" Kamu mau mendengarkan kenapa aku mengatakan tidak enak?" tanya Athar. Anna menganggukkan kepalanya.


" Apa kamu sudah mencicipinya terlebih dahulu?" tanya Athar. Anna menggelengkan kepalanya.


" Mau mencicipinya?" tanya Athar. Anna mengangguk yang memang harus tau rasanya.


Athar pun menyendokkan ke mulut Anna dan ekspresi Anna sudah menunjukkan makanan itu seperti ala rasanya.


" Apa enak?" tanya Athar.


" Terlalu manis," jawab Anna, " bukan nasi goreng yang biasa aku makan. Tetapi seperti rasa tidak tau rasa apa," jawab Anna. Athar tersenyum mendengarnya.


" Kamu pasti tidak membaca dengan benar resepnya. Tidak sesuai dengan apa yang ditulis. Takarannya yang berbeda yang akhirnya membuat rasanya seperti ini," ucap Athar.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Anna.


" Anna terima kasih sudah berusaha untuk memasakkan ku makanan. Aku merasa beruntung di masakan. Tetapi aku tidak mau membebani kamu. Jadi kalau kamu tidak bisa memasaknya. Maka jangan di paksakan. Kita akan belajar sama-sama," ucap Athar dengan lembut sembari membelai-belai rambut Anna.


" Itu berarti kamu mau mengajariku?" tanya Anna.

__ADS_1


" Mana mungkin aku tidak mengajarimu. Karena aku tidak mau harus menjadi korban memakan makanan tidak enak," sahut Anna.


" Isss mulai lagi deh," sahut Anna kesal.


" Aku bercanda. Aku pasti mengajari mu," ucap Athar.


" Hmmm, baikakh nanti malam kamu kerumahku, kamu nginap aja sekalian," ucap Anna.


" Jangan kebiasaan mengajak laki-laki menginap di rumahmu," ucap Athar.


" Kan tidak ada laki-laki lain yang aku ajak selain kamu," sahut Anna menegaskan.


" Iya deh terserah," sahut Athar.


" Ya sudah kita makan siang di mana sekarang?" tanya Anna.


" Di luar aja," jawab Athar.


" Ya sudah kalau begitu. Tetapi kita mau makan apa?" tanya Athar.


" Hmmm, apa ya. Aku mau makan banyak," jawab Anna dengan raut wajahnya yang ingin menelan banyak makanan. Athar mendengus dengan tersenyum mendengar kata-kata Anna.


" Baik aku akan memberimu banyak makanan. Tetapi dengan 1 syarat," ucap Athar dengan menaikkan 1 alisnya membuat Anna mengkerutkan dahinya.


" Syarat!" ucap Anna. Athar menganggukkan kepalanya.


" Hmmmm, kau harus menciumku," ucap Athar dengan tersenyum miring yang langsung membuat Anna menatap Athar horor.


" Issss, dasar mesum," desis Anna dengan bibirnya yang mengerucut.


" Apa katamu?" sahut Athar kesal.


" Kau itu mesum," jawab Anna memperjelas perkataannya.


" Bagaimana mungkin mengataiku mesum. apa salah pacarnya ingin meminta cium," sahut Athar dengan menautkan ke-2 alisnya.


" Ya salahkah, mana ada cium-ciuman terus," sahut Anna.


Athar menghela napasnya dengan kasar.


" Hmmmm, begitu rupanya. Ya sudah," sahut Athar dengan raut wajah kecewa. Bahkan tidak melihat Anna lagi yang sepertinya Athar merajuk yang membuat Anna heran.


" Kita tidak jadi makan?" tanya Anna. Athar hanya mengangkat ke-2 bahunya.

__ADS_1


" Athar aku serius," ucap Anna dengan manja. Namun Athar kelihatannya sengaja yang ingin membuat Anna harus membujuk dirinya.


Anna menghela napasnya panjang kedepan,


" Baiklah tapi di pipi ya," ucap Anna yang tawar menawar dari pada Athar ngambek.


" Kenapa tidak di sini saja," ucap Athar dengan menunjuk bibirnya.


" Issss, jangan seperti itu," sahut Anna kesal.


" Baiklah di mana pun jadi asalkan itu adalah dari bibirmu," ucap Athar dengan senyumnya yang mengandung arti. Anna mengangguk.


Sebelum mencium Athar Anna menghela napasnya panjang kedepan dulu. Dan memajukan wajahnya pada Athar. Ya memang sangat mudah karena dia berada di pangkuan Athar dan dengan perlahan Anna semakin mendekat yang ingin sampai mencium Athar.


Ceklek.


Tiba-tiba pintu ruangan itu di buka yang membuat Anna dan Athar sama-sama terkejut dan refleks Anna langsung mendorong Athar yang mana Anna dengan cepat berdiri. Namun Athar yang duduknya tidak seimbang langsung jungkir balik dari kursi sehingga terdengar suara jatuh yang begitu keras yang membuat Anna menutup mulutnya yang menganga dengan matanya yang melotot.


Jennie lah orang yang merusuh itu masuk tanpa mengetuk pintu dan harus membuat Anna melakukan hal spontannya dan Jennie begitu kagetnya saat melihat Athar yang terbaik.


" Mampus Anna, kau ini," batin Anna menepuk jidatnya yang melihat pacarnya sudah entah seperti apa yang menahan sakit.


" Anna!" geram Athar pelan yang memegang punggungnya. Namun Anna yang tampak panik langsung menghadap Jennie dengan membungkukkan cepat tubuhnya.


" Bu Jennie," ucap Anna yang berpura-pura santai.


" Kau tidak apa-apa Athar?" tanya Jennie.


" Tidak, pak Athar tidak apa-apa. Tadi pak memang ada masalah dengan tempat duduknya. Iya kan pak Athar," ucap Anna dengan santai yang mengedipkan matanya pada Athar.


Namun Athar hanya menahan amarahnya yang benar-benar kesal dengan Anna.


" Hmmm, begitu rupanya. Kau bisa bangun sendiri?" tanya Jennie yang pura-pura bodoh saja tidak tau apa yang terjadi.


" Biar saya bantu pak!" Anna dengan cepat langsung membantu Athar.


" Maafkan aku!" lirih Anna merasa bersalah saat membantu kekasihnya berdiri. Namun Athar tidak menjawab karena sudah begitu kesal dengan Anna.


Athar berdiri dengan memegang punggungnya yang encok. Jangan tanya wajahnya begitu menyeramkan yang ingin menerkam Anna hidup-hidup.


" Kenapa kau tidak masuk mengetuk pintu?" tanya Athar yang harus melampiaskan kemarahannya pada Jennie. Ya bermula dari Jennie masuk sembarangan.


Jennie hanya menghela napas, saat dia harus jadi bahan kesalahan.

__ADS_1


" Maaf aku lupa," jawab Jennie.


Bersambung


__ADS_2