
Kediaman Ari Purnama.
Maharani mengumpulkan Athar, Anna, Gibran, Sana, Derry, Aurelia dan Olive pastinya untuk membahas masalah masalah Olive dan Mike yang apa lagi jika bukan masalah lamaran Mike yang kemarin.
"Mah Mike itu orang yang baik dan tidak ada yang salah untuk Olive dan Mike yang harus menikah, dia Pria yang bertanggung jawab dan juga sangat baik," ucap Athar yang apa adanya yang memang mengenal Mike dengan baik.
"Tuh dengar mah. Kak Mike itu baik dan tidak seperti apa yang ada di pikiran mama yang bilang sembarangan kalau kak Mike itu keluarganya tidak jelas dan asal-usulnya juga tidak jelas. Dia itu baik dan sangat baik mah," sahut Olive yang pasti sangat berusaha untuk meyakinkan mamanya yang meragukan Mike.
"Lagian nih mah, Olive itu sudah dewasa. Mama jangan beralasan deh dengan mama yang ragu pada Mike yang sebenarnya mama itu hanya tidak ingin Olive menikah," sahut Gibran yang bisa membaca apa yang di pikirkan mamanya.
"Aku juga berpikiran seperti itu. Jika semua keraguan mama itu hanya alasan saja," sahut Derry.
"Kalian ini apa-apaan sih kenapa coba jadi memojokkan mama seperti ini. Mama mengumpulkan kalian bukan untuk memojokkan mama," protes Maharani.
"Tidak ada yang memojokkan mama. Tetapi apa yang di katakan kakak-kakak Anna itu benar apa adanya," sahut Olive menegaskan yang merasa lega karena sang kakak banyak yang membelanya.
"Mah sudahlah Mike itu memang orang baik. Dan Olive juga sudah mantap untuk menikah. Jadi mama tidak boleh menahan-nahan Olive," sahut Anna yang berpendapat.
"Benar mah, lagian dia antara kita yang berteman Olive juga hanya tinggal sendirian. Jadi tidak ada yang salah dengan Olive yang menikah. Olive juga sudah bertemu dengan jodohnya," ucap Sana yang juga mengeluarkan pendapatnya.
"Mama jangan meragukan Olive yang belum siap menikah. Olive sudah sangat dewasa mah dan dia juga menemukan pasangan yang sangat tepat mah, jadi seharusnya tidak ada yang perlu di ragukan," sahut Aurelia.
"Apa yang di katakan anak-anak dan menantu kita sudah benar Maharani. Jadi kamu jangan memberi kesulitan untuk Olive dan juga Mike," sahut Ari Purnama.
"Sudahlah mah restui Olive dan kak Mike," ucap Olive yang merengek manja.
Maharani terdiam sejenak dan bingung harus mengatakan apa. Dia tidak tau apa-apaan dan penuh dengan kebimbangan. Apakah harus setuju atau tidak melihat wajah suami dan anak-anak sangat yakin dengan calon suami pilihan anaknya itu dan melihat Olive juga yang benar-benar wajahnya menunjukkan rasa kasihan dengan
Maharani menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan, "Baiklah kalau begitu!" sahut Maharani yang akhirnya setuju.
"Baik apa ini mah?" tanya Olive.
"Ya kamu mau menikahkan. Ya sudah kamu menikah sama Mike," ucap Maharani.
"Mama serius setuju?" tanya Olive yang masih meragukan keyakinan sang mama
"Olive sekali kamu bertanya mama akan mengubah keputusan mama," sahut Maharani yang memberikan ancaman.
"Jangan mah!" sahut Anna, Olive, Sana dan Aurelia dengan serentak yang langsung heboh sendiri karena tiba Maharani ingin membatalkan.
Para suami mereka hanya geleng-geleng melihat kelakuan istri mereka yang heboh sendiri yang juga begitu kompak yang takut Maharani yang tiba-tiba akan mengubah keputusannya.
__ADS_1
"Mama jangan main-main batalin aja dong," sahut Aurelia.
"Tau nih mama," sahut Olive.
"Baiklah mama merestui kamu sama Mike. Tapi ingat mama tidak mau kamu itu pernah mengeluh pada mama masalah pernikahan atau ini dan itu ketika kamu sudah berumah tangga. Awas aja kalau kamu mengeluh mama benar-benar akan menghukum kamu dan Mike," tegas Maharani.
Olive Lang mendekati mamanya dengan memeluk manja mamanya, "jangan khawatir mama sayang, Olive akan sangat bahagia nantinya sama kak Mike," ucap Olive meyakinkan orang tuanya itu.
"Belum tau aja kalau sudah menikah tidak seindah yang di bayangkan," celoteh Gibran.
"Memang kalau sudah menikah tidak bahagia?" tanya Olive.
"Rasain aja nanti," sahut Gibran.
"Ohhh jadi kamu tidak bahagia menikah denganku," sahut Sana yang mulai ngambek.
"Bukan begitu sayang aku tidak mengatakan apa-apa kok," sahut Gibran yang sudah panik.
"Udah deh kamu nggak usah dekat-dekat aku, tidur diluar," sahut Sana yang langsung ngamuk.
"Wau perang nih," sahut Derry dan Athar senyum-senyum yang menikmati penderitaan Gibran setelah ini.
"Sangat bahagia dong sayang," sahut Derry dengan cepat yang jangan sampai istrinya sama dengan Sana nantinya.
"Tapi kok wajah kak Derry tampak terpaksa gitu," sahut Olive yang mencari gara-gara.
"Apa sih Olive. Kamu jangan mengada-ada enak aja bilang wajahku terpaksa. Tidak Olive kamu lihat aku sangat bahagia," sahut Derry tersenyum lebar meyakinkan istrinya.
"Kalau tidak bahagia, bilang aja sekarang," sahut Aurelia yang menunjukkan wajah galaknya.
"Iya sayang sangat bahagia kok," sahut Derry.
"Lalu kamu bagaimana sayang apa kamu sangat bahagia?" tanya Anna yang juga ingin tau perasaan suaminya.
"Aku sangat bahagia sayang. Hanya Gibran yang tidak bahagia dalam pernikahannya," sahut Athar membuat Anna tersenyum.
"Apa sih Athar siapa juga yang tidak bahagia," sahut Gibran yang takut salah bicara lagi dan istrinya akan ngambek lebih parah lagi nantinya.
"Sudah-sudah kita semua ini bahagia, pernikahan itu bahagia. Hanya saja Olive ketika menikah akan banyak yang kita lalu. Jadi belajar dari kakak kamu agar kamu dan Mike bisa sama-sama bisa menjalani rumah tangga kalian nanti," ucap Ari Purnama yang memberi saran.
"Iya pah, makasih untuk mama dan papa yang sudah mendukung Olive dan pasti makasih juga untuk kak Gibran, kak Athar, kak Derry, Anna, kak Aurelia dan Sana yang sudah memberi Anna Suport Anna benar-benar bahagia bisa di dampingi kalian semuanya," sahut Olive yang hidupnya begitu beruntung yang memiliki orang tua, kakak dan kakak ipar yang sejalan dengannya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kita harus mempersiapkan pernikahan untuk Olive," sahut Anna.
"Olive kamu mau menikah di mana?" tanya Sana.
"Olive punya tempat dan tema sendiri untuk pernikahan Olive. Bolehkah?" tanya Olive.
"Pasti boleh Olive kan kamu yang mau menikah," sahut Aurelia.
"Tetapi harus tetap minta bantuan pada kami," sahut Anna.
"Memang aku pasti akan merepotkan kalian semua," sahut Olive yang kembali memeluk sang mama.
Ya di mana Maharani pun sekarang tersenyum yang tampaknya dia sudah sepenuhnya memberikan Restu pada sang anak yang memang sudah waktunya untuk menikah. Apa lagi kakak Olive sangat mendukung Olive dan meski mereka semua lain ibu. Tetapi kasih sayang yang tulus dari Maharani mampu membuat persaudaraan itu terasa sangat indah dan sangat akur.
*********
Mobil Athar berhenti di depan sekolah. Yang ada juga Anna yang ikut yang duduk di sebelahnya.
"Itu Chaca!" tunjuk Anna yang melihat Chaca. Memang Anna dan Athar sedang menjemput Chaca yang pulang sekolah dan Chaca pun yang mengenali mobil kakaknya langsung menghampirinya dan langsung masuk mobil.
"Hay kak Anna, Hay kak Athar," sapa Anna ketika masuk mobil yang duduk di bangku belakang.
"Hay Chaca. Bagaimana sekolahnya lancar?" tanya Anna.
"Lancar, oh iya tadi Chaca juga mendapat nilai tinggi. Nilai hasil ulangan Chaca," ucap Chaca yang menyampaikan kabar bahagia itu.
"Wau hebat sekali, semoga Chaca bertambah pintar," ucap Anna yang bangga pada asiknya.
"Makasih kak Anna," sahut Chaca.
"Kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita makan aja. Sekalian merayakan nilai bagus Chaca," sahut Athar dengan idenya
"Setuju kalau begitu, Chaca mau kan?" tanya Anna.
"Pasti," sahut Chaca dengan semangatnya.
"Kalau begitu mari let's go," sahut Anna dengan bahagianya dan juga Chaca pastinya yang sangat bahagia.
Sesuai janji Anna pada alm Chandara yang memang harus menjaga Chaca mencintai Chaca dan bertanggung jawab penuh pada Chaca dan Anna menjalankan amanah itu dengan baik.
Bersambung
__ADS_1